Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Mencari


__ADS_3

Sang pelayan langsung memasang wajah malas melihat Adlan hanya mempunyai Uang dua ratus ribu saja,, padahal yang harus di bayar Adlan adalah 3 jutaan lebih,,


Jadi dia langsung memanggil sang pemilik tempat makan untuk memutuskan Nasib Adlan


"Anak muda, Kalau kamu tidak punya uang, jangan So soan mentraktir orang,, cari perhatian cewek kok sampai segitunya" ucap sang pemilik tempat makan itu


"Iya maaf bu, aku tidak bermaksud seperti ini,, aku tadinya hanya mentraktir satu orang saja" ucap Adlan


"Terus sekarang gimana?, makanan nya sudah habis kan,, jadi tetap harus ada yang membayar semuanya, yaitu kamu" ucap sang pemilik tempat makan


"Tapi aku hanya ada uang segini, apa boleh segini dulu bu?, aku akan melunasi nya nanti" ucap Adlan memperlihatkan 2 lembar uang merah di tangannya


Pemilik tempat makan itu langsung menghela nafasnya "Kapan kamu bisa bayar semua nya??" tanya Sang pemilik tempat itu


"Secepat nya bu, aku janji" ucap Adlan


"Ada ada saja, anak muda jaman sekarang memang tidak bisa mengukur batas diri,, baik ibu terima, tapi kamu juga harus meninggalkan tanda pengenal mu sebagai jaminan" ucap si ibu


Tiba-tiba Anju menepuk bahu Adlan, "Maaf bu,, tuan saya ini suka bercanda orangnya,, dia akan bayar hari ini juga,, apa di sini bisa bayar dengan kartu" tanya Anju


"Tentu saja bisa" ucap Sang pemilik


"Kalau gitu pakai ini saja bu" ucap Anju mengulurkan Karu bank yang sebelumnya di titipkan Selin, hanya saja dia lupa untuk langsung menyerahkannya pada Adlan


"Baiklah," ibu itu langsung menyuruh pelayan tadi untuk mengurus pembayarannya


"Kenapa kau yang membayarnya?, ini urusanku" ucap Adlan


"Kartu itu bukan punyaku tuan,, tapi itu kartumu yang di titipkan nona Selin tadi" ucap Anju


"Ya ampun, kenapa tidak memberikannya dari tadi, aku sudah benar-benar malu oleh Gea,, kau ini" ucap Adlan


"Maaf tuan, aku lupa,, o yah tuan, apa kau tidak merasa kalau Gea hanya ingin memanfaatkanmu saja??" ucap Anju


"Tidak, dia begini hanya mengerjai ku, aku tau itu, dia pasti menganggap dengan dia seperti itu aku akan berhenti mendekati nya," ucap Adlan


"Darimana tuan tau?,," tanya Anju


"Cuma filing saja" ucap Adlan


"Oh," ucap Anju


Setelah mereka selesai melakukan pembayaran, merka pun segera keluar dari tempat makan itu,, Adlan melihat kalau Gea masih berdiri di sebrang jalan dan masih memperhatikan tempat makan,


Tapi saat dia melihat Adlan keluar, Gea langsung berpaling dan segera masuk ke dalam kampus dengan terburu-buru

__ADS_1


Melihat itu Adlan langsung tersenyum simpul


"Kurasa dia sebenarnya masih peduli padaku" ucap Adlan


"Sepertinya begitu tuan" ucap Anju yang juga bisa menyimpulkan


Mereka juga segera menyebrang jalan dan segera masuk ke area kampus, dan Adlan juga langsung kembali ke kelasnya lagi


.


…


Sore harinya, Adlan dan Anju sudah berdiri di depan universitasnya untuk menunggu Gea keluar dari kampus nya, dan setelah dia melihat Gea keluar,, dia berniat mengikuti nya lagi, tapi baru saja dia melangkahkan kakinya, tiba tiba ada sebuah tangan yang langsung menjewer kuping Adlan dari belakang


"Aw Aw Aw, apa apaan ini?" Adlan langsung mencoba untuk menepis nya,, tapi saat dia menoleh dan melihat kalau yang menjewer nya adalah dosen, dia langsung membiarkannya "Eh bu dosen, aku kira siapa bu, ada apa bu??" ucap Adlan sedikit tidak mengerti


"Kamu mau kabur,, Hem??,, apa kamu lupa kalau kamu masih ada tugas tambahan?" ucap sang dosen


"Tidak bu, tadinya aku hanya mau kedepan sebentar, lalu kembali lagi" ucap Adlan


Tentu saja suara Adlan yangbketangkap basah akan kabur itu langsung menyita perhatian dari Gea,, tadinya dia tidak sadar kalau ada Adlan di sana,


"Rasain tuh, jangan biarkan dia kabur bu, dia juga sering mengganggu ku, jadi lebih baik tambah lagi hukumanya bu,, aku mendukung" ucap Gea langsung terkekeh


Sementara Adlan hanya bisa tersenyum canggung melihat Gea terhibur olehnya,, tapi sebenarnya dia malu juga,,


Diapun akhirnya mengikuti dosen untuk membersihkan fasilitas kampusnya lagi, dia benar-benar lupa dengan hukuman nya karena terlalu bersemangat untuk mengikuti Gea pulang,


Dia sangat penasaran ingin mengetahui tempat tinggal Gea, tapi sayang nya dia harus bersih bersih dulu,, dan tidak bisa langsung melaksanakan misinya


.


…


Adlan langsung melakukan hukumannya itu dengan kecepatan maksimal, hingga akhirnya diapun menyelesaikan tugas membersihkan aula kampus dengan cepat,


"Huuuuhh, Akhirnya beres juga," ucap Adlan sembari menyeka sedikit keringat di dahinya,, dia segera membereskan peralatannya, kemudian dia segera kembali ke hadapan Anju yang masih setia menanti nya di depan kampus


"Anju, apa kau masih menyimpan alamat gadis itu?, aku ingin mengunjungi nya" ucap Adlan


"Masih Tuan, apa kita akan mencari nya?" tanya Anju


"Iya, aku sangat ingin tau di mana gadis itu tinggal" ucap Adlan


"Baiklah" ucap Anju

__ADS_1


Mereka pun segera pergi dari kampus Adlan dan berangkat menuju alamat yang di dapatkan Anju dari data data kampus,


.


Beberapa saat kemudian, Sampai lah Adlan ke alamat yang tertera di ponsel Anju, namun sayangnya alamat itu ternyata palsu, karena tempat yang mereka datangi hanyalah sebuah bangunan kosong yang terbengkalai


"Apa kau yakin ini alamatnya?" tanya Adlan


"Menurut alamat ini ya memang ini tempatnya, tapi rasanya tidak mungkin gadis itu tinggal di sini" ucap Anju


"Itulah yang kupikirkan, bagaiamna mungkin dia tinggal di tempat seperti ini" ucap Adlan


"Entahlah, kurasa ini memang salah" ucap Anju nyengir


Adlan langsung menghela nafas nya, "Memangnya kamu dapat dari mana alamat ini, apa kau mendapatkan datanya langsung dari staf kampus?" tanya Adlan


Anju langsung menggaruk tengkuknya "Bukan sih, aku minta bantuan Om Anda untuk meretas sistem data data kampusnya, dan aku mendapatkan alamat ini memang sesuai dengan data kampus Tuan" ucap Anju


"Maksudmu kamu meminta bantuan Om Sandri?" tanya Adlan


"Iya tuan" ucap Anju nyengir


"Ku pikir kau melakukanya sendiri,, kalau minta bantuan Om Sandri aku juga bisa,," ucap Adlan


"Iya maaf Tuan" ucap Anju


"O Iya, tapi kalau Nomor telponya itu Asli, aku bisa meminta bantuan Om Sandri untuk melacak keberadaan gadis itu kan?,, akan ku pastikan benar atau tidaknya," ucap Adlan, dia langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon nomor Gea yang dia dapat dari Anju


Dan Panggilan Adlan segera terhubung ke nomor itu,


Tidak lama panggilannya pun di terima oleh orang yang di sebrang telpon


šŸ“² "Hallo," suara seorang wanita langsung terdengar dari sebrang telpon


"Halo bu Len, dimana posisi Anda sekarang, saya berencana akan meluncur kesana sekarang" ucap Adlan pura pura sopan, dan pura pura kenal, dia takut kalau Nomor nya juga palsu


šŸ“²"Mohon maaf pak, seperti nya anda salah sambung, saya Ega, bukan bu Len" ucap Gea


"Oh, saya kira Anda bu Len , maaf kalau begitu, kalau boleh tau alamat ibu di mana?, barangkali Anda saudaranya atau tetangganya gitu" ucap Adlan


šŸ“²"Saya tidak kenal dengan nama yang bapak sebutkan, maaf, saya sedang sibuk" 'tut tut tut'


Panggilan pun langsung di akhiri oleh Gea


Adlan langsung tersenyum "Ku rasa ini memang Nomornya,, bu maaf aku memakai namamu untuk berpura pura" Gumam Adlan

__ADS_1


Dia sebenarnya sempat belajar cara meretas komputer pada Om Sandri yang sangat profesional di bidang itu,, tapi dia belum terlalu yakin bisa melakukannya sebaik dan seakurat Omnya,, Jadi dia tetap meminta bantuannya untuk melacak keberadaan Gea sekarang


__ADS_2