Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Sangat


__ADS_3

Setelah memastikan Kalau Gea benar-benar tertidur, Adlan segera keluar dari kamar Asrama Gea itu dan menutup pintunya perlahan, itu supaya tidur Gea tidak terganggu oleh suara apapun


Adlan langsung pergi untuk mlihat keadaan Anju yang tertembak sebelumnya, jadi dia langsung mencarinya ke Unit Kesehatan Markas Redbear


Adlan masuk ke salah satu tempat penanganan, dan melihat Anju sedang di perban dengan terduduk di ranjang penanganan medis, karena prosedur pengangkatan peluru sudah selesai di lakukan


"Anju, bagaimana keadaanmu?" tanya Adlan


"Tidak begitu buruk, hanya saja tangan ku jadi sedikit susah di gerakan" ucap Anju sedikit mengernyit saat petugas medis mengencangkan ujung perbanya


"Kau hanya perlu beristirahat yang cukup tuan, dan lukamu akan segera membaik" ucap sang petugas medis


"Baiklah, terimakasih" ucap Anju


"Apa Ayahmu ada di Markas?" tanya Adlan


"Malam ini dia pulang ke rumah" ucap Anju


"Kalau begitu aku akan mengantar mu pulang" ucap Adlan


"Tidak perlu, aku bukan anak gadis tuan, jadi tidak secengeng itu,, dan lukaku juga tidak parah, aku bisa beristirahat di tempat istirahat ayah malam ini" ucap Anju


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengantar mu ke ruangan Ayahmu" ucap Adlan,


Adlan langsung memapah Anju untuk turun dari tempat perawatan dan mengantar nya ke tempat istirahat sang ayah yang berada di lantai lima Markas besar,


Adlan juga sekalian beristirahat di sana, karean ruangan kamar yang di peruntukan untuk beristirahat pemimpin Redbear itu cukup luas dan nyaman


.


.


…


Keesokan harinya, Adlan tebangun saat hari masih gelap, dia langsung melaksanakan kewajiban subuhnya sendirian, karena Anju memang tidak berkeyakinan sama dengan Adlan,


Setelah itu Adlan langsung kembali ke kamar Asrama yang di tempati Gea, dia langsung membuka pintunya karena tau pintu nya tidak di kunci, karena semalam dia sendiri yang menutup nya

__ADS_1


Adlan melihat kalau Gea masih tertidur pulas di tempat tidur bertingkat nya, jadi dia mendekat untuk membangun kannya


Adlan merendahkan badan dan meniup wajah Gea yang terlihat manis saat tertidur, Adlan mengganggunya supaya dia terbangun,, Namun gangguannya itu hanya membut gea sedikit mengernyit saja,


Kemudian adlan mencoba mencubit ringan hidung mancung Gea "Hey, bangunlah cantik, ini sudah subuh" ucap Adlan


"Jangan ganggu aku Anggi, kakak masih ngantuk" ucap gea langsung menutupkan bantal guling pada wajahnya


Adlan hanya tersenyum ringan, dia berpikir mungkin Gea benar-benar merasa kehilangan keluarganya, Adlan lalu menyibak ujung guling yang menghalangi wajahnya sedikit, supaya bisa melihat wajah Gea lagi "Kalau kau tidak bangun, aku akan menciumu" ucap Adlan asal


Gea langsung membuka matanya , dan sedikit kaget "Hah, Adlan," ucap Gea langsung terperanjat bangun


"Apa kau tidur di sini dan menjagaku semalaman?" tanya Gea


"Tidak juga, aku menginap di markas besar bersama anju" ucap Adlan


"Oh, ku kira kau semalaman terjaga hanya karena menemaniku" ucap Gea


"O yah, aku tidak pernah melihat mu melaksanakan kewajiban mu, apa memang kau tidak pernah melakukanya??" ucap Adlan


"Maksudmu ibadat??" tanya Gea


"I iya, aku tidak pernah" ucap Gea ragu


"Ya tuhan, aku tidak pernah menanyakan soal kepercayaan mu sebelumnya, kukira kau memiliki keyakinan yang sama dengan ku, kalau begitu sia sia saja terus mengejar mu selama ini," ucap Adlan menghela nafasnya


"Kanapa kau bilang begitu" tanya Gea


"Karena rasanya kita tidak mungkin bersatu, jika keyakinan kita berbeda" ucap Adlan


"Oh," ucap Gea langsung menunduk pandangannya


"Apa kau memiliki keyakinan yang sama dengan Anju" tanya Adlan penasaran


"Tidak, Aku, aku,, sebenarnya tidak punya kepercayaan sama sekali, itu karena di tempat asalku yang sebelumnya Tidak ada yang memiliki keyakinan seperti hanya di negara ini,,hanya perintah dari pemimpin saja yang jadi pedoman mutlak di sana,," ucap Gea


"Mengerikan" ucap Adlan

__ADS_1


"Tapi aku sedikit mempelajari kepercayaan mu, dan aku juga berniat mengikuti kepercayaanmu juga nanti" ucap Gea


"Begitukah, kalau begitu kenapa kau tidak melakukanya sekarang" tanya Adlan


"Entahlah, aku, aku masih belum siap kalau sekarang" ucap Gea


"Ge, memiliki kepercayaan itu adalah sarana untuk mengenal siapa dirimu, dan siapa pencipta mu, pencipta Alam Semesta, dan semua hal yang ada di kehidupan mu, dengan begitu kau akan punya arah yang jelas di hidup mu, bukan sekedar ingin mendapatkan hal yang semu saja,, jika ku punya tujuan Akhir, kau akan menemukan ketenangan batinmu sendiri," ucap Adlan


"Ya, aku tau itu, tapi mungkin tidak sekarang,, jika semua masalahku sudah selesai, aku akan mendalami apa yang kau jelaskan barusan, dan menjalani sisa hidupku hanya dengan mu saja" ucap Gea


Adlan langsung menoleh dan tersenyum, "Ya terserah lah, aku tidak bisa memaksakan kehendak padamu untuk memeluk suatu kepercayaan, karena itu hak mu, tapi ngomong-ngomong,, apa sekarang kau sudah mulai menyukai ku?" tanya Adlan yang mendengar pernyataan Gea itu


Gea sedikit tersenyum "Kau tau aku dari awal kan?, dan pasti kau juga sudah tau jawabannya" ucap Gea


"Entalah, semuanya abu abu, aku tidak bisa memastikan dengan jelas jika kau tidak menjelaskanya" ucap Adlan


"Aku mencintaimu Adlan, Sangat" ucap Gea dengan mata berkaca


Mendengar itu Adlan hanya menyunggingkan senyumnya, meski itu kata kata yang selama ini di tunggunya, tapi entah kenapa Adlan malah merasa hampa di hatinya, bukan kesenangan yang dia rasa, mungkin itu karena hatinya terganjal oleh perkataan sang ayah,


"Sejujurnya aku senang mendengar ini darimu,, tapi apa kau tau,, orang tuaku sudah mengetahui semua hal tentang mu, dan latar belakang mu, jadi aku masih tidak yakin dia bisa menerima mu" ucap Adlan


"Jadi maksudmu kau dan aku tidak dapat Restu orang tua mu?" tanya Gea


"Kurang lebih seperti itu" ucap Adlan


Raut wajah Gea pun langsung meredup, "Aku memang tidak pantas untuk masuk ke keluarga mu Adlan" ucap Gea


"Pantas atau tidak, itu tergantung dari niatmu, jika kau bisa berjanji padaku untuk memantaskan dirimu di keluarga ku, aku juga bisa berjanji akan memperjuangkan mu semampuku" ucap Adlan


Gea langsung tersenyum lagi mendengar itu "Baikah, aku berjanji akan memantaskan diri untuk bisa bersama mu, tapi sebelum itu terjadi, aku ingin keluaraga ku kembali dulu,, Dan aku akan merasa tenang denganmu, tanpa harus mengingat ngingat lagi dendam lama" ucap Gea


Adlan juga tersenyum mendengar janji dari Gea itu, "Baiklah, secepatnya kita akan bawa Anggi dan ibumu untuk kembali ke sini" ucap Adlan


Setelah itu mereka keluar dari kamar Gea, Karena mereka berniat menunggu Agam untuk meminta bantuannya prihal penyelamatan Angelina dan Anggi,,


Gea menyatukan jemarinya dengan jemari Adlan saat berjalan, dan mereka melangkah dengan bergandeng tangan

__ADS_1


Adlan menoleh dan tersenyum pada Gea yang berinisiatif seperti itu


Mereka berdua merasa sekarang sudah benar-benar mengukuhkan perasaan mereka masing-masing,, dan itu artinya mereka hanya tinggal memperjuangkan nya, supaya mereka benar-benar bisa bersama selamanya


__ADS_2