
Adlan hanya bisa berdiri mematung saat Gea memeluk nya, dan dia mulai sadar sesuatu kalau mereka sekarang jadi pusat perhatian mahasiswa lain di sekitar mereka
"Ya ya ya, aku ikut bahagia dengan kebahagiaan mu, tapi aku ingin mengingatkan, kalau ini masih di luar kampus, kalau di tempat tersembunyi kau boleh saja memeluku seperti ini" ucap Adlan Asal
"Tidak mau, kau sebelumnya juga memeluku di arena, dan kau tidak peduli," ucap Gea
Adlan pun langsung tersenyum bingung ke arah Anju yang juga tersenyum memperhatikan mereka
Setelah, Gea merasa puas meluapkan kebahagiaan nya, dia segera melepaskan pelukannya dari Adlan, dan langsung berbalik pergi begitu saja
"Baiklah, sekarang kita kuliah dulu, nanti kita pergi ke markas Redbear,,, sampai jumpa lagi nanti" ucap Gea terlihat lebih bersemangat daripada sebelumnya, dan berlalu dari hadapan Adlan sebelum dia menjawab nya
"Hey, dasar gadis aneh, setelah puas aku di tinggal Begitu saja, tidak bertanggung jawab" ucap Adlan yang hanya menatap kepergian Gea itu dengan tersenyum di tempat nya berdiri
"Saya tau status kalian masih pasangan teman kan?, tapi saya rasa kalian lebih mesra daripada pasangan kekasih" ucap Anju
"Entahlah, kurasa begini juga tidak buruk," ucap Adlan
.
.
....
Tidak terasa, Aktivitas kampus yang padat membuat Gea merasa kalau waktu begitu cepat berlalu, setelah jam mata kuliahnya selesai, diapun segera berberes dan memasukan semua barangnya ke tas gendong kecilnya
"Ega, Apa kau mau langsung pulang setelah ini?" tanya salah seorang rekan mahasiswa Gea yang duduk di belakang kursi Gea
"Iya, memangnya ada apa?" tanya Gea, rekan mahasiswa lainya memang mengenal Gea dengan sebutan Ega, karena di awal dia masuk kuliah di memakai nama itu
" Tidak, aku hanya mau mengajak mu untuk gabung di salah satu komunitas kampus, di sana banyak hal hal seru lho, apa kamu berminat?," tanya Selvi rekan Gea
"Sepertinya tidak, aku ada aktivitas lain di luar kampus, jadi sepertinya aku tidak bisa gabung di komunitas mu itu" ucap Gea
"Oh, begitu ya, O yah, ngomong ngomong, kau dan Adlan yang tampan itu pacaran ya?,, kalian benar-benar pasangan yang serasi menurutku" ucap Selvi
" Kau ini bicara apa, aku dan adlan tidak ada hubungan apa apa, kita hanya berteman saja" ucap Gea
"Yakin hanya berteman?, aku melihat kau memeluk dia di depan kampus tadi pagi, kupikir kau dan dia tidak bisa di bilang teman biasa," ucap Selvi
__ADS_1
"Entahlah, tapi yang jelas kami memang belum punya hubungan" ucap Gea
"Oh,, belum, itu artinya akan ada di next time" ucap Selvi
" Kau ini, sudah dulu ya, Aku buru buru mau langsung pergi" ucap Gea langsung beranjak dari duduknya
"Oh, Iya, aku juga akan segera keluar" ucap Selvi
mereka pun segera keluar dari ruang kuliah mereka, dan Gea segera turun ke halaman kampus dengan langkah yang cukup bersemangat,
Gea pun melihat Kalau Adlan sudah bersama Anju di tempat Biasanya, jadi dia segera menghampiri nya
"Hai,, aku siap, apa kita pergi sekarang?" ucap Gea pada Adlan dan Anju
"Kau seperti nya bersemangat sekali" ucap Adlan
"Ya tentu saja, hari ini adalah hari bersejarah dalam hidupku, Jadi tentu saja aku harus bersemangat" ucap Gea
"Baguslah, tapi sayangnya aku tidak bisa menemani mu untuk ke markas,, jadi kau pergi dengan Anju saja, ya" ucap Adlan
"Kenapa begitu?, Ayolah, aku akan menelaktirmu makan nanti, Ini hari besarku, jadi aku ingin merayakan nya dengan kalian" ucap Gea
"Hhhhh, kau ini, benar-benar tidak bisa diandalkan, Ayolah, apa urusan mu tidak bisa di tunda dulu sementara waktu" ucap Gea sedikit kecewa
Tidak lama beberapa mobil mewah memasuki Area kampus, salah satunya mobil Rolls-Royce yang waktu itu menjemput Gea dan Adlan
"Sepertinya tidak, jemputan ku sudah datang" ucap Adlan
"Wah, ini mobil yang waktu itu kan?, Hebat sekali kau di jemput mobil ini lagi, kau tidak ada cocok cocok nya nya menaiki mobil seperti ini" ucap Gea asal
"Ya, kupikir juga begitu" ucap Adlan
Tidak lama Yuda turun dari mobil itu, tapi dia langsung membukakan pintu belakang mobil Rolls-Royce itu untuk seseorang yang duduk di kursi Belakang mobil,
Dan sesosok wanita anggun dengan gaun merah nya keluar dari mobil itu
Adlan sejenak menatap heran pada gadis yang turun dari mobil itu, dan gadis itu bahkan langsung melambaikan tangannya pada Adlan
"Adlan" teriak sang gadis
__ADS_1
"Sisil,??, Bagaimana bisa??" Adlan sedikit bingung, Sisil adalah teman masa kecil Adlan yang berasal dari kota B, dia adalah putri dari Randi sahabat karib Arman Arfandi sang Ayah
Gea pun melihat sosok gadis anggun itu dengan teliti, tapi dia tidak melihat ada kemiripan di wajahnya dengan Adlan, seperti halnya Shelin dan kak Nayra yang masih ada sedikit kemiripan wajah dengan Adlan, jadi gea menebak kalau dia bukan saudara Adlan lagi
"Oh, jadi ini urusan keluarga nya, siapa dia??" tanya Gea menelisik
"Dia teman...." Tapi sebelum Adlan menjelaskan,, Sisil sudah datang kehadapan mereka dengan didampingi Yuda, jadi Adlan tidak melanjutkan perkataannya
"Hay" sapa Sisil yang hanya fokus melihat Adlan
"Sisil, kanapa kau bisa ada di sini?, kapan kau datang dari kota B" tanya Adlan
"Aku tadi pagi tiba di kota J, dan sekarang aku di suruh Ayahmu untuk sekalian menjemput mu pulang, apa kuliahnya sudah selesai?" tanya Sisil
"Iya, aku sudah selesai, sudah lama aku tidak bertemu dengan mu, kau tambah cantik saja" ucap Adlan
Gea yang mendengar Adlan memuji wanita lain pun langsung berwajah masam, dan hatinya sedikit kepanasan
"Terima kasih,, Kau juga ternyata semakin tampan saja, tapi aku jadi sedikit kenapa kau jadi anak manja sekarang, masa kau harus di antar jemput untuk ke kampus, bukanya dulu kau selalu mengendarai mobil kesayangan mu itu" ucap Sisil
"I Iya, kupikir di antar jemput lebih nyaman, ucap Adlan tidak ingin menjelaskan soal pengasingan nya, dan yang Sisil tau Adlan dulu tidak pernah lepas dari mobil Sportnya jika dia pergi kemanapun, termasuk saat dia berangkat ke sekolah menengah akhir
Gea semakin bingung mendengar percakapan mereka, dan menatap lekat wajah Adlan 'Antar jemput?, mobil kesayangan?, apa itu artinya Adaln benar-benar anak orang kaya?' batin Gea, Dia merasa jadi sedikit minder kalau seandainya Adlan benar-benar dari keluarga terpandang
"Kurasa memang kau jadi sedikit manja setelah dewasa" ucap Sisil langsung terkekeh geli
"Tidak begitu juga, aku hanya sedang malas mengemudi saja akhir akhir ini" ucap Adlan sedikit membual untuk menjaga imagenya di depan teman masa kecilnya itu
"Adlan, kalau begitu aku duluan" ucap Gea brniat pergi dari kehangatan mereka itu
"Oh ya, Anju kau Antar Gea" ucap Adlan
"Baik tuan" ucap Anju
Gea pun segera beranjak dari hadapan mereka dengan di ikuti Anju di belakangnya, dan saat dia akan keluar dari area Kampus, dia kembali menengok ke arah Adlan yang masih mengobrol dengan Sisil
"Siapa wanita itu?" tanya Gea pada Anju
"Maksudmu nona Sisil?, dia teman bermain Adlan saat mereka kecil, dia adalah putri dari rekan tuan besar" ucap Anju sedikit menjelaskan
__ADS_1