Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Memulai Perjalanan


__ADS_3

Hari mulai beranjak petang, hingga langit yang menaungi daratan luas Darkland juga meredup karena matahari sudah hampir menenggelamkan sinar nya,


Terlihat beberapa anggota Redbear yang berbaris di area terbuka di pelabuhan yang jadi pintu gerbang masuk ke Tanah gelap,, tanah tempat sarang mafia yang sangat di cari oleh kepolisian dari berbagai negara,,


"Apa kalian tau untuk apa kalian ku panggil?" tanya Tiara tegas


""Siap, tidak third Bear"" ucap serempak keempat Anggota yang ada di hadapan Tiara, third Bear adalah panggilan Tiara di organisasi yang berarti beruang ketiga setelah Arman dan Agam


"Mulai sekarang kalian boleh memanggil ku fourth Bear, karena putra Master Sent sudah masuk ke tengah-tengah kita" ucap Tiara


""Siap fourth Bear"" ucap serempak ke empat anggota


"Baik, aku memanggil kalian kesini karena aku percaya akan kemampuan kalian, kalian akan ikut dengan tuan muda dalam penyamaran untuk kepusat kota darkland, jadi lakukan yang terbaik yang kalian bisa, kalian mengerti?" ucap Tiara sedikit berteriak


""Siap, mengerti fourth Bear"" ucap Serempak Anggota


"Sekarang perkenalkan nama panggilan kalian pada tuan muda" ucap Tiara


"Siap" ucap serempak anggota


"Saya Bumi, divisi anggota tiga Redbear, saya juga ahli di perakitan bom"


"Saya Loki, divisi empat Redbear, juga ahli dalam membuka kunci"


"Saya Snip 07, divisi tiga Redbear, Saya sniper terbaik di divisi"


"Saya Yuna, divisi 5, saya juga bergabung di tenaga medis," ucap Yang terakhir


Adlan tau Setiap tingkatan anggota di Redbear di kategorikan oleh bakat dan kemampuan mereka dalam bertarung, semakin mengerucut itu artinya mereka semakin hebat, dan divisi tiga itu hampir mendekati senioritas di Redbear, sementara divisi empat itu masih di bawah satu level dari divisi tiga, dan begitu seterusnya


Adlan hanya manggut-manggut saat para anggota memperkenalkan diri nya, dan untuk anggota yang terakhir memperkenalkan diri, Adlan sedikit memperhatikannya, karena meski dia berpenampilan maskulin, adlan masih bisa melihat kalau dia perempuan


"Sebentar, kenapa harus menyertakan anggota perempuan?, apa dia bisa bertarung?" tanya Adlan penasaran


"Tidak ada anggota Redbear yang tidak bisa bertarung, kau tau sendiri bagaimana cara mereka bisa masuk ke Redbear kan?,, kalau kau ingin mengujinya, silahkan saja" ucap Tiara


Adlan memang tau persis bagaimana organisasi menyeleksi setiap anggota nya, Adlan juga berpikir mana mungkin Tiara akan memasukan orang lemah ke organisasi, terlebih di misi kali ini


"Tidak perlu, aku hanya sekedar bertanya saja" ucap Adlan

__ADS_1


Setelah pengenalan tim, Orang-orang yang akan ikut dengan Adlan di wajibkan merubah penampilan rapih mereka jadi sedikit berantakan, mengingat orang orang di darkland tidak ada yang serapih mereka, itu supaya penampilan mereka tidak terlalu mencolok, dan bisa berbaur di antara para penduduk darkland


Adlan juga merubah perpenampilannya dengan gaya preman romantis, dia mengenakan bawahan jeans yang sengaja dia sobek sobek sendiri, dengan atasan kaos hitam polos dan jaket kulit lusuh, tidak lupa Adlan meminjam anting anting milik Shelin untuk variasi di telinga nya, serta tatatnan rambut yang di tata menyerupai kulit durian oleh Shelin


Sementara itu, Gea masih terbilang berpenampilan normal, dengan tetap memakai boots tinggi nya, dan mantel kulit milik Shelin,, yang semuanya berwarna gelap, hanya saja dia memakai wig dan make up yang agak berlebihan


"Tara,, ini dia kakaku" ucap Shelin sang penata rias Adlan seolah menampilkan hasil karyanya pada Gea dan Tiara yang sudah menunggu mereka di ruang tengah


Saat Gea Melihat penampilan Adlan, Gea tidak bisa untuk menahan tawanya meski dia mencobanya "Mmmmmhh bhahahha, ahahahha"


Adlan yang biasanya berpenampilan cool dan sedikit formal, kini berubah drastis menjadi seperti halnya pemuda berandal yang berantakan, tapi itu tidak mengurangi ketampanan Adlan yang memang sudah bawaan dari lahir


Tapi Gea benar-benar di buat terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya karena merasa geli dengan penampilan pacar nya itu "Ahahahhahah, ahahaha" tawa gea sambil sesekali menunjuk Adlan


"Kenapa kau malah menertawakan ku?, bukan kah kau bilang harus berpenampilan seperti ini?" ucap Adlan tidak mengerti, padahal dia merasa sudah berpenampilan sesuai dengan arahan Gea


"Kau seperti berandalan yang ke sasar sayang, beneran" ucap Gea yang tidak bisa berhenti menertawai Adlan, meski Ada Tiara di situ


"Hhhhhh, Kau ini, terus apanya yang lucu,?" tanya Adlan langsung memperhatikan penampilannya sendiri


"Tidak, sebenarnya tidak ada yang lucu, tapi, ahahahha" Gea benar-benar tidak bisa menghentikan tawanya itu


"Kau juga, kenapa menertertawakanku?" ucap Adlan


"Tidak begitu, aku hanya terbawa oleh Gea saja,, aku tidak menertawakan mu" ucap Shelin


"Kalian ini," ucap Adlan yang bingung harus ikut tertawa atau merasa terintimidasi,


"O yah mah, kenapa aku tidak boleh ikut dengan kak Adlan??, aku juga bisa jaga diriku sendiri mah" ucap Shelin


"Tidak boleh, rencana kakakmu ini resikonya sangat besar, mamah tidak ingin kau terlibat di dalamnya, paham" ucap Tiara


"Yah mamah, gak asik, ayolah mah" ucap Shelin merengek


"Jangan bandel, turuti saja kata ibu," ucap Adlan sambil mengusap kepala Shelin


Shelin langsung menghela nafasnya "Ya ya ya, terserah lah" ucap Shelin pasrah


Adlan tau kalau presentasi tingkat keberhasilan dari rencananya Itu mungkin hanya sekitar 30 persen saja, dan dia tidak mungkin membiarkan Shelin ikut ke situasi yang tidak menguntungkan,

__ADS_1


Terlebih Adlan tidak yakin bisa melindungi 2 orang gadis sekaligus, meski mereka jago dalam urusan berkelahi, tapi adlan tau kalau itu tidak akan menjamin keselamatan mereka kalau mereka menemui kemungkinan terburuk


.…


Adlan, Gea dan keempat Anggota Redbear yang sudah bersiap segera pergi dengan tujuan langsung ke pusat kota Darkland, mereka berangkat dengan menunggangi dua unit mobil Jeep musuh yang mereka temukan di sekitaran pelabuhan yang sudah mereka kuasai


Tidak lupa Gea menjelaskan sedikit bahasa yang di gunakan di tempat asalnya selama di perjalanan, supaya mereka tidak salah bebahasa, karena bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa internasional,


Mereka menyusuri jalanan darkland di Susana langit yang mulai gelap, dan hanya di terangi oleh cahaya dari mobil yang mereka tumpangi saja,,


Di rute perjalanan mereka itu, ada banyak pos penjagaan yang harus mereka lewati, jadi mereka berharap keberuntungan ada di pihak mereka dan mereka bisa lolos tanpa menemukan hambatan, agar mereka tidak harus menghabisi musuh, dan mengundang kecurigaan dari pihak Tiger


"Di depan ada pos penjagaan, kalau ada yang mengehentikan kita,, kalian bertingkah seperti sedang mabuk saja" ucap Gea


"Begitukah, baiklah, tapi seperti apa orang mabuk itu??, aku tidak pernah mabuk," ucap Adlan


"Apa iya??, sekalipun belum pernah??" tanya Gea


"Ya begitulah,, apa aku payah?" tanya Adlan


"Tidak juga,, intinya kau hanya perlu bertingkah konyol dan ngobrol tidak nyambung saja," ucap Gea, diapun langsung membuka buka laci mobil untuk mencari sesuatu yang mungkin bisa meyakinkan, dan kebetulan memang ada, Gea menemukan sebuah botol kaca pipih yang berisi minuman beralkohol yang masih belum di buka, jadi Gea langsung mengambilnya


"Nah ini dia, supaya lebih meyakinkan, kita harus membasahi sedikit baju kita dengan ini" ucap


Gea langsung membuka botolnya dan sedikit mengoleskannya pada pakaiannya, itu supaya aroma dari minuman itu tercium oleh orang lain,.


Gea juga langsung membasahi baju adalan yang mengemudi dengan mengoles nya menggunakan tangan


"Emhhhh, baunya menyengat sekali" ucap Adlan sambil mengibas ngibaskan tanganya di depan wajah


"Ya maaf, orang yang tidak minum alkohol pasti tidak akan suka dengan baunya, Tapi ini supaya terlihat meyakinkan, tidak papa kan,??" tanya Gea


"Ya ya ya, ini masih bisa ku tahan" ucap Adlan


"Maaff yah,,, " ucapo sambil mengusap lengan adlan, Gea pun menoleh pada dua rekannya yang duduk di Belakang "O yah kalian juga harus melakukan nya" ucap Gea pada Bumi dan Yuna


"Siap" ucap Serempak di anggota itu


"Sebaiknya kalian tidak terus bersikap seperti itu, atau penyamaran kita akan mudah di tebak musuh ,, jadi biasa saja, anggap kalau kita ini hanya berteman biasa, tidak ada pangakat atau senioritas di antara kita, paham??," ucap Adlan

__ADS_1


"Siap Tuan, kami paham" ucap Bumi dan Yuna,


__ADS_2