Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Luka Luka


__ADS_3


Setelah mereka Selesai makan Siang, Adlan Dan Gea kembali ke kampus dan menuju ke kelas mereka masing-masing tanpa saling menyapa meski mereka berjalan beriringan, mereka hanya saling menoleh saat mereka sudah berjauhan


.



Setelah Adlan menyelesaikan sisa mata kuliahnya sampai Selesai, dia kembali bubar dari kelasnya dengan yang lain, dan dia ingat kalau dia masih mempunyai sisa 2 kali hukuman membersihkan pasilitas kampus


Jadi Adlan langsung di arahkan ke salah satu aula untuk dia bersihkan hari itu


Saat dia baru memulai membersihkannya, Anju langsung menghampirinya


"Tuan, Nona Gea ingin mengunjungi tempat latihan lagi sore ini?" tanya Anju


"Ya sudah, ajak saja" ucap Adlan


"Oh, Baiklah,, aku akan membantumu untuk menyelesaikan ini" ucap Anju


"Tidak perlu,, Kalian pergi duluan saja ketempat latihan, nanti aku akan menyusul ke sana" ucap Adlan


"Baiklah kalau begitu, saya pergi dulu, kalau ada apa apa, Anda langsung hubungi saya saja" ucap Anju


"Tentu" ucap Adlan


Anju segera pergi dari hadapan Adlan, dan kembali Pada Gea yang menunggu nya di luar pintu


"Apa dia akan ikut?" tanya Gea


"Dia bilang dia akan menyusul nanti" ucap Anju


"Harusanya dia tidak perlu menjalani hukuman itu lagi kan, ini semua karena Erik, jadi kenapa Anda tidak menyuruh dia untuk mencabut hukuman Adlan?" tanya Gea


"Kuarsa kau benar, aku tidak kepikiran" ucap Anju


"Ya Sudah, kita cari Erik sekarang" ucap Gea


Mereka segera beranjak untuk mencari keberadaan Erik


Mereka pun menghampiri Erik saat dia akan masuk ke mobilnya


Anju langsung mendorong pintu yang akan di buka Erik,


Sontak Erik menoleh Pada Anju "Tu tuan muda, a ada apa?" ucap Erik dengan ekspresi pucat, semenjak dia tau kalau Anju adalah putra dari pemimpin Redbear yang bahkan bang Radek yang Erik segani juga harus hormat padanya, jadi Erik tidak berani bertingkah seperti sebelumnya Pada Anju Atau Adlan

__ADS_1


"Kau sudah membuat temanku di hukum oleh pihak kampus kan?, harusnya kau tau apa yang harus kau lakukan sekarang" ucap Anju


"Baiklah, aku aku akan menemui pihak kampus untuk mencabut hukuman nya" ucap Erik dengan sedikit gemetar


Anju Langsung menepuk-nepuk tengkuk Erik "Kalau begitu cepat lakukan" ucap Anju


"Beb baik" Erik tidak menunggu lama lagi dan langsung bergegas pergi ke dalam kampus untuk menemui pihak kampus


Sementara Gea dan Anju hanya menungu di depan mobil Erik.


.


Tidak berapa Lama Adlan terlihat keluar dari kampus dan langsung berjalan ke arah Anju dan Gea berada


"Kalian belum pergi?" tanya Adlan


"Kau yang terlalu cepat keluar, kami baru akan pergi" ucap Gea


"Oh, Iya, aku hari ini bebas hukuman" ucap Adlan


"Nona Gea yang meminta Erik untuk mencabut hukuman mu" ucap Anju


"Sungguh?, kau perhatian sekali" ucap Adlan


"Kenapa jadi aku, bukan kah Anda berbicara pada Erik?, aku hanya sekedar memberi saran saja" ucao Gea pada Anju


"Kau ini tidak sopan sekali, tuan Anju sengaja menunggumu, dan kau mau pergi begitu saja?,, benar-benar tidak sopan" ucap Gea


"Jadi aku harus pergi dengan kalian?, apa itu tidak akan mengganggu kencan kalian?" tanya Adlan asal


"Sumpah Adlan,, Aku rasanya ingin sekali menyentil ginjalmu, biasanya juga kau tidak bisa di larang, ikut ya tinggal ikut saja" ucap Gea


"Baiklah aku ikut, kau ini pemaksa sekali" ucap Adlan bergimik seolah jadi korban bully


"pemaksaa apanya" gumam Gea.


Mereka bertiga akhirnya pergi ke tempat Latihan keluarga Arfandi dengan di jemput Anggota Redbear


Sesampainya di sana, Gea dan Anju langsung saja melanjutkan latihan mereka lagi di sana


Dan Adlan hanya jadi penonton saja di tempat duduk nya...


Hari demi hari Gea rutin berlatih di tempat Latihan keluarga Arfandi itu setiap kali dia pulang kuliah,, Dan di akhir pekan, Anggi juga selalu ikut latihan dengan Gea dan di latih Adlan tanpa di Ketahui kakaknya seperti sebelumnya


.

__ADS_1



Tidak terasa, sudah hampir 2 pekan Gea menjalani rutinitas barunya mengikuti latihan di tempat Latihan keluarga Adlan, dan keahlian beladiri dan tenaga nya sudah cukup meningkat, buah dari usaha Keras nya


Pagi ini, seperti biasa, Adlan turun di halte bus yang ada di depan kampus bersama Anju, dan kebetulan pagi ini Gea tidak naik di bus yang sama dengan mereka


"Tumben nona Gea tidak naik bus yang sama dengan kita" ucap Anju


"Mungkin dia sudah sampai duluan" ucap Adlan


"Mungkin" ucap Anju


Adlan dan Anju segera melangkah masuk ke area kampus, tapi Adlan tidak langsung naik untuk ke ruang kelasnya, dan dia duduk bersama Anju di tempat biasa Anju duduk, Adlan menunggu Gea yang belum terlihat ada di sekitaran kampus


Tidak lama Gea juga akhirnya datang dengan stelan kemeja putih yang di balut almamater biru tua dengan bawahan jeans panjang, rambutnya di ikat rapih, dan sebuah kacamata berlensa kecil bertengger manis di hidung mancung nya


Adlan hanya memperhatikan Gea yang terus mendekat padanya, sekilas tidak ada yang aneh pada wajah Gea yang tetap cantik seperti biasanya,


Tapi saat Gea sudah sangat dekat di hadapan mereka, Netra Adlan menangkap sesuatu yang janggal di wajah Gea,, Adlan bisa melihat beberapa luka lebam kecil yang sedikit di samarkan di wajah cantiknya, bahkan Adlan melihat sedikit luka robek di sudut bibir Gea


"Hayy, selamat pagi" sapa Gea pada Anju dan Adlan


"Pagi juga, kau cantik sekali pagi ini" sambut Anju


"Terimakasih" ucap Gea


Sementara Adlan tidak balas menyapa Gea dan hanya fokus menatapi luka luka samar di wajah Gea itu, dia sedikit heran karena seingatnya latihan Dari Anju tidak pernah sampai melukai wajah Gea,


"Wajahmu kenapa?" tanya Adlan sambil menatap nya lekat


"Maksudmu?" tanya Gea


"Kenapa wajahmu terluka?" tanya Adlan memperjelas pertanyaan nya


"Oh, ini, masih kelihatan ya? ini bekas latihan sebelumnya kan, hanya luka kecil saja matamu jeli sekali,, padahal aku sudah menutup nya dengan makeup," ucap Gea sedikit menyentuh lukanya itu


Adlan berdiri dari duduknya, dan langsung menarik bahu Gea untuk mendudukkannya di tempat duduknya


"Hey kamu mau Apa??" tanya Gea


"Duduklah, aku ingin melihat lukamu" ucap Adlan langsung memperhatikan wajah Gea dan menyingkap anak rambut Gea yang melintas di wajahnya untuk melihat luka yang tertutupi "Kenpa bisa sampai luka luka seperti ini?" tanya Adlan bersimpatik, di menyentuh dagu Gea saat Meperhatikan lukanya


Mendapat perlakuan seperti itu dari Adlan, jantung Gea tentunya langsung berdegup cukup kencang, dengan mata terus menatap lurus wajah Adlan


"Anju, apa kau yang sudah melakukannya?, kasar sekali Latihan mu" ucap Adlan

__ADS_1


"Aku aku rasanya tidak pernah melatih Gea sampai seperti itu" ucap Anju sedikit gelagapan, dia takut di salahkan atas luka luka di wajah Gea,


"Sudahlah, aku tidak papa, ini hanya luka luka kecil saja kan, ini bukan apa apa, kau tidak perlu so perhatikan begitu padaku" ucap Gea langsung menepis lembut tangan Adlan dari dagunya


__ADS_2