
Agam merangkul bahu Adlan dan memeluknya sesekali "Syukurlah kalau kau baik-baik saja di luar sana, O yah, bagaimana ceritanya Kalian bisa bertemu gadis yang mirip dengan nyonya, aku penasaran bagaimana ekspresi Tuan besar jika dia melihat gadis itu" ucap Agam
Mereka segera beranjak untuk duduk ke kursi yang ada di ruangan tunggu Adlan
"Dia teman kampus ku paman, Aku juga tadinya tidak sadar kalau dia punya kemiripan dengan ibu, tapi suatu insiden kecil menyadarkan ku kalau dia memiliki wajah hampir mirip ibu,, O yah, ngomong ngomong dia bicara apa pada Paman?" tanya Adlan
"Dia ingin masuk ke organisasi ini, tapi paman tidak yakin dia bisa lolos seleksinya" ucap Agam
"Begitukah, Kalau bisa,, tolong bantu Dia untuk lulus paman," ucap Adlan
Mereka segera mendudukan diri mereka di sofa
"Adlan, organisasi kita punya prosedur ketat untuk merekrut seorang Anggota, dan tidak mungkin paman membiarkan sembarangan orang masuk ke organisasi kita ini, paman tidak bisa bantu meloloskannya jika dia tidak punya kemampuan, karena resiko dari masuk ke organisasi ini cukup besar, jadi seorang anggota haruslah punya keahlian bela diri, atau setidaknya punya potensi untuk di tempa" ucap Agam
"Aku melihat dia cukup punya potensi paman, tapi kita lihat saja nanti, aku juga sangat mengerti kalau paman tidak akan sembarangan memilih bibit Anggota", ucap Adlan
"Ya begitulah, tentu kau paham semua tentang organisasi ini kan" ucap Agam
"O yah, apa dia masih ada di ruangan paman sekarang?" tanya Adlan
"Dia sudah keluar bersama Anju barusan" ucap Agam
"Oh,, kalau begitu aku juga akan menyusul mereka" ucap Adlan
"Ya Sudah, pergilah" ucap Agam tidak menahanya
"Terimakasih paman,, aku pamit dulu" ucap Adlan
"Ya" ucap Agam dengan tersenyum
Adlan segera beranjak dari tempat duduknya, dan segera keluar untuk menyusul kedua temannya itu
Setibanya di luar, dia melihat Gea dan Anju sedang mengobrol di luar mobil
"Pokoknya aku ingin berlatih dengan mu sebelum seleksi itu di lakukan" ucap Gea
"Baiklah, besok akhir pekan, kalau kau tidak ada acara, kau bisa mengunjungi tempat latihan ku," ucap Anju
"Baik, aku akan pergi ke tempat mu, kau kirimkan saja nanti alamat tempatnya di mana" ucap Gea
"Tentu" ucap Anju
Adlan langsung menghampiri mereka "Ada apa ini?, Apa ada masalah?" tanya Adlan pura pura tidak tau
"Masalahnya adalah kenapa kau kabur di saat aku akan interview" ucap Gea
"Kau interview??, seperti melamar kerjaan saja, memang nya kau mau kerja apa di sini??, memasak?, atau mencuci?" tanya Adlan
__ADS_1
"Mencuci kepalamu" ucap Gea ketus
"Ohh,, Seperti nya seru juga jika setiap hari kau mencuci kepala ku" ucap Adlan terkekeh
"Hhhh, sudahlah, benar-benar tidak ada paedahnya jika bicara dengan mu" ucap Gea
"Oh ya Anju, apa kau bisa mengantarkan ku pulang? rumahku lumayan jauh dari sini" ucap Gea
Anju langsung melirik Adlan seperti biasanya, dan setelah mendapat isyarat persetujuan, dia baru berani menjawab
"Iya,, Tentu saja" ucap Anju
"Terimakasih banyak,, kau benar-benar pria yang baik, kalau begitu aku masuk mobilmu lagi ya" ucap Gea
"Sebenarnya ini mobil....."
"Sudahlah Nju, kita antar saja nona ini tanpa perlu penjelasan" ucap Adlan sembari menepuk bahu Anju sejenak
"Oh, Baiklah" ucap Anju
"Tidak perlu ada pengawalan" ucap Adlan pada Yuda yang masih menunggunya
"Baik tuan muda" ucap Yuda
Mereka pun akhirnya kembali masuk ke mobil, Dan sang sopir yang merupakan anggota Redbear juga langsung melajukan mobil Rolls-Royce yang di tumpangi mereka itu keluar dari marakas besar Redbear
.
ā¦
Keesokan paginya, semua berjalan seperti biasanya lagi, Adlan terbangun di kamar kost nya, karena semalam setelah mengantar Gea pulang dia juga kembali ke tempat kosnya lagi bersama Anju
Meski hari ini Akhir pekan, adlan tidak keluar untuk belorahraga seperti biasanya, karena dia tau hari ini Gea akan berkunjung ke tempat Latihan Anju, jadi dia langsung bersiap siap untuk segera pergi ke sana juga, dan berniat berlatih di sana sekalian
Setelah Adlan merapihkan dirinya, dia segera keluar untuk menyambangi kamar Anju, dan langsung mengetuk pintu kamarnya
'tok'tok'tok'
Anju yang masih Rebahan di tempat tidurnya langsung melihat jam di ponselnya, dan kemudian beranjak untuk membukakan pintu
"Ada apa tuan?" tanya Anju dengan wajah masih mengantuk
"Ya ampun, apa kau masih belum siap?" tanya Adlan
"Seingat ku hari ini akhir pekan, apa kau akan pergi ke kampus di hari libur?" tanya Anju
"Tidak, aku tidak akan pergi ke kampus,, apa kau lupa??, Bukan kah hri ini kau ada janji membawa Gea ke tempat latihan?" tanya Adlan
__ADS_1
"Tapi kan ini masih pagi tuan" ucap Anju
"Justru karena ini masih pagi, kita sekalian jemput dia" ucap Adlan
"Dia bilang tidak perlu di jemput, dia akan pergi ke tempat latihan sendiri" ucap Anju
"Kau ini tidak bisa mengerti wanita, meski dia bilang tidak, dalam hatinya dia pasti ingin di perlakukan seperti ratu,, percayalah" ucap Adlan
Tiba-tiba ponsel Anju berdenging tanda ada sebuah pesan yanh masuk, Anju langsung menoleh ke ponselnya yang dia simpan di atas tempat tidur nya
"Sebentar Tuan, saya lihat ponselku dulu" ucap Anju, dia pun beranjak untuk mengambil ponselnya dan segera melihat nya
Tidak lama Anju kembali lagi ke pintu "Seperti Gea sudah menunggu kita di tempat Latihan tuan" ucap Anju
"Benarkah, dia sangat bersemangat sekali, ya sudah kau segera bersiap saja, kita langsung pergi" uca Adlan
"Tapi aku belum mandi tuan" ucap Anju
"Tidak perlu, nanti saja, kelamaan kalau kau mandi dulu" ucap Adlan yang tidak mau membiarkan Gea menunggu lama
"Ya baiklah," ucap Anju lemas,, sebenarnya dia merasa tidak nyaman kalau dia tidak mandi, tapi mana mungkin dia melawan Adlan
Anju pun dengan segera bersiap, kemudian mereka berdua segera pergi dengan jemputan mereka lagi, itu supaya perjalanan mereka bisa sedikit lebih cepat, karena memang jaraknya agak jauh dari tempat mereka sekarang
.
Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya tiba di tempat Latihan mereka, itu adalah tempat di mana Agam selalu melatih Ayahnya Adlan sebelum akhirnya mereka jadi orang yang tak terkalahkan, dan kemudian memimpin organisasi Redbear yang pernah mereka luluh lantakkan dulu
Gea terlihat sudah menunggu mereka di depan gerbang masuk gedung aula latihan itu dengan penampilan Sport nya, dan dia tidak datang sendirian, dia di temani oleh sang adik lucu duplikat Gea, ya itu Anggi yang membawa serta boneka nya
Adlan dan Anju langsung turun dari mobil mewah nya persis di depan gerbang tempat Gea menunggu, dan sekarang mobil jemputan mereka bukan Rolls-Royce seperti kemarin, jadi tidak terlalu mencolok datang ke sana, itu karena Adlan yang meminta nya
"Hay, apa ini terlalu pagi?, Maaf aku memang terlalu bersemangat untuk berlatih" ucap Gea
"Tidak apa" ucap Anju
Sementara Anggi langsung menghampiri Adlan
"Kak Adlan, kita ketemu lagi" ucap Anggi terlihat senang melihat Adlan
"Kamu kenapa ikut kesini?" tanya Adlan sambil mengusap ngusap rambut di ubun Anggi
"Hari ini Aku memang giliran main dengan kak Gea" ucap Anggi
"Iya, tiap akhir pekan aku slalu mengajak nya jalan jalan ke luar, tidak apa kan aku ajak dia kesini?" tanya Gea
"Tidak apa, biar Anggi bersama ku saja, kau berlatihlah" ucap Adlan
__ADS_1
"Terimakasih, ternyata kau ada gunanya juga ikut kesini" ucap Gea