
Adlan benar-benar gelap mata saat melihat Gea hampir saja di gagahi oleh pria pria dari BlackPython itu, hingga Adlan membuat tiga pengikut BlackPython itu mati dengan mengenaskan
Anju juga baru kali ini melihat keganasan Adlan yang semenakutkan itu, yang tidak ubahnya seperti beruang yang mengamuk karena merasa terusik oleh anakan ular Python, dan dia hampir tidak pernah melihat Adlan yang seperti itu
Setelah Adlan melampiaskan emosinya, dia kembali naik kedalam mobil box untuk memastikan keadaan Gea yang masih terikat dan meringkuk di dalam mobil
"Adlan," ucap Gea dengan deraian air mata membasahi pipinya, dia tidak menyangka kalau Adlan selalu saja datang di saat dia terdesak, dia tidak paham kenapa Adlan bisa tiba-tiba datang kesana,, karena dia belum tau kalau Rekan yang selalu bersama nya itu adalah Adlan
"Tidak apa, aku masih belum terlambat kan?" tanya Adlan yang sudah menetralkan emosi nya, dan dia segera merapihkan pakaian Gea yang sudah tersingkap, kemudian melepaskan ikatan tangan Gea di belakang tubuhnya
Setelah ikatanya terlepas, Gea segera terduduk dan langsung memeluk Adlan dengan menangis sejadinya di bahu Adlan "Terimakasih kau sudah datang Adlan" ucap Gea
"Tidak apa, jangan menangis, apa mereka berbuat sesuatu padamu?" tanya Adlan
Gea hanya menggelengkan kepalanya di bahu Adlan
"Syukurlah" ucap Adlan
…
Sementara di luar tiba tiba saja terdengar brendelan tembakan dari anggota BlackPython ke arah mobil itu, yang menargetkan Anju dan Rekanya yang berasa di luar mobil 'Duaaaar' duar' Dar 'duar'
"Gawat, cari tempat aman" ucap Anju pada rekan Redbear, dan mereka langsung mencari tempat perlindungan untuk mereka, dan membalas tembakan ke arah komplotan BlackPython itu
"Tuan, kita harus mundur sekarang juga, musuh semakin mendekat, mereka bersenjata api dan jumlah mereka cukup banyak" ucap Anju pada Adlan
'Duar' "Arghhhhh" Anju berteriak lirih saat sebutir peluru mengenai bahunya
"Anju," triak Adlan kaget,
"Pergilah, cepat kalian pergi sekarang juga, bawa Gea bersama mu," ucap Anggelina yang merasa situasi tidak kondusif
"Tapi...."
"Cepat pergi, aku tidak akan apa apa di sini, cepat selamatkan Gea" ucap Anggelina lagi
Adlan tanpa pikir panjang langsung mengangkat tubuh Gea yang kakinya masih terikat,
"Aku pasti akan kembali untuk melepaskan mu" ucap Adlan
"Ibuuuu,,,, kau harus membawa ibu dan anggi juga Adlan, aku mohon" ucap Gea tidak ingin berpisah dari sang ibu
__ADS_1
"Cepatlah pergi, atau kita semua akan mati di sini" ucap Anggelina
"Maaf Ge, aku tidak bisa membawa mereka" ucap Adlan yang merasa tidak mungkin membawa ketiganya sekaligus
Dia langsung meloncat keluar dari dalam mobil dengan Gea di pangkuanya,
"Ibuuu, anggiiii" triak Gea, dia benar-benar khawatir akan terjadi apa apa pada mereka, karena dia menganggap hanya mereka lah keluarganya di dunia Ini
Adlan langsung berlari dengan di lindungi oleh Anju yang sesekali melepaskan tembakan ke arah kawanan musuh, dan mereka segera menjauh untuk mencari tempat perlindungan yang aman,
Mereka langsung bersembunyi di balik tumpukan kountener,
"Apa mereka masih mengejar?" tanya Adlan
"Kurasa tidak," ucap Anju
"Adlan Kau harus selamatkan ibuku, aku mohon" ucap Gea merengek di pangkuan Adlan
"Pasti, aku pasti akan melepaskan Anggi dan ibumu juga, tapi sekarang, aku harus melepas ikatan mu dulu" ucap Adlan langsung menurun kan Gea ke lantai, lalu melepas ikatan yang ada di kaki Gea
Setelah ikatan Gea terlepas, Gea refleks meraih tengkuk Adlan dengan kedua tangannya, dan langsung memajukan wajahnya hinga bibirnya langsung beradu dengan bibir Adlan,
Adlan sedikit kaget dengan ciuman tiba-tib dari Gea, tapi juga senang karena dia memang menginginkannya, dia tidak menyangka bisa menikmati ciuman dari bibir Gea yang lembut dan manis di kondisi seperti itu
Anju hanya melihatnya sekilas, lalu memalingkan wajahnya lagi ke arah lain, dengan menyunggingkan sebuah senyum "Dasar kalian, masih sempat-sempatnya melakukan itu di situasi seperti ini" gumam Anju, yang juga menahan sakit di bahunya yang terluka
Sampai beberapa saat Adlan dan Gea berpagutan ringan, dan setelah itu Gea segera mengakhiri ciumannya dan menatap wajah Adlan yang hanya di terangi oleh cahaya bulan
"Terima kasih, terimakasih karena kau selalu ada dia saat aku butuh, terimakasih Adlan" ucap Gea dengan sedikit terengah
"Sama sama" ucap Adlan yang masih merasa terhanyut oleh ciuman dari Gea itu
...°°°...
Sementara di sisi lain, Panter sang ketua kelompok mereka sudah tidak melihat pergerakan Adlan dan yang lainya, jadi dia menyudahi tembakan nya
"Hentikan tembakan, kita pergi sekarang, sebelum bantuan Redbear berdatangan kemari, dan itu akan mempersulit keadaan" ucap Panter
"Tapi bos, salah satu gadis tawanan kita ada bersama mereka" ucap salah satu anak buah Panter
"Tidak masalah, cepat atau lambat gadis itu pasti akan menyusul ibunya sendiri ke Dark Land, jadi bawa segera Anggelina dan satu putrinya itu ke kapal" ucap Panter
__ADS_1
"Siap bos" uca pria itu langsung pergi dari hadapan Panter
"Ayo kita mundur, Kalau ada pergerakan dari mereka lagi, gunakan bazooka untuk menghalau mereka" titah Panter langsung berbalik pergi menuju ke kapal perahu yang sudah menunggu mereka,
Dan mereka pun membawa serta Anggelina dan Anggi ke kapal itu,
...°°°°...
Sementara itu Adlan dan yang lainya masih mengintai pergerakan mereka dari kegelapan
"Adlan, mereka sudah membawa ibu dan Anggi ke kapal, bagaiman sekarang??" tanya Gea yang khawatir dengan keselamatan mereka
"Kita segera bergerak untuk menghentikan mereka, tidak perlu kode etik, langsung habisi siapapun yang menghalangi" ucap Adlan
"Baik tuan, kami mengerti," ucap sermpak anggota Redbear
"Anju, kau terluka, jadi kau tidak perlu maju" ucap Adlan
"Tidak tuan, aku tidak papa" ucap Anju
"Baiklah kalau begitu, tetap waspada dan, maju sekarang" ucap Adlan yang maju lebih dulu untuk berpindah-pindah persembunyian, itu pun di ikuti oleh semua yang di belakangnya
Setelah Adlan merasa ada ruang untuk menembak, di langsung membidik salah satu yang berjaga di atas kapal dengan pistolnya, dan 'duaaaar' "Satu," "Dua", tiga" ucap Adlan saat tembakanya mengenai sasaran
'Duar duar' Adlan terus beradu tembakan dengan mereka yang sudah naik ke kapal, dan setiap peluru dari Adlan selalu tembus ke targetnya, karean dia tidak asal asalan menembak,, hingga sampai Adlan akan membidik target yang ke lima, Adlan melihat sebuah basoka yang di arahkan musuh ke arahnya
"Sial, mereka punya bazooka, semuanya mundur segera, tempat ini akan hancur" ucap Adlan langsung berlari dari persembunyiannya dan langsung meraih tangan Gea untuk segera menghindari tembakan mematikan itu, dan
'Siuuuuuuuuuttttttt' Duaaaaaaaaaaarrrrr' ledakan besar pun langsung terjadi di area itu, hingga api pun langsung membumbung tinggi ke atas langit
Adlan dan yang lainya sampai terpental ke depan karena terkena efek dari ledakan di belakangnya
"Arggg", lirih Adlan yang langsung tiarap di tanah, dengan tetap menggandeng tangan Gea
"Ge, apa kau tidak papa?" tanya Adlan yang mendengar Gea juga berteriak lirih
"Tidak, aku tidak papa," ucap Gea
"Syukurlah" ucap Adlan
"Tapi ibu!!, bagaiamana dengan ibu dan Anggi?" ucap Gea tetap mengkhawatirkan mereka, dia langsung berdiri dan melihat ke arah kobaran api yang menyala nyala, dan berteriak memanggil ibunya keras keras
__ADS_1