Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Membohongi Perasaan


__ADS_3

Adlan dan Gea yang sudah kelaparan itu pun segera memesan menu makan pada pemilik tempat makan pinggir jalan itu, sembari menunggu makanan mereka di masak Chef nya, mereka memesan teh panas untuk menghangatkan badan mereka


"O yah, aku belum mengucapkan terimakasih pada kalian karena sudah membantuku, aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau kalian tidak datang tadi, mungkin saja sekarang aku sudah di bawa mereka pergi dari kota ini, jadi, terima kasih banyak sudah menolong ku" ucap Gea


"Sama sama, lain kali kalau kau mau melakukan sesuatu seperti itu lagi,, jangan melakukannya sendirian, itu terlalu beresiko untuk gadis sepertimu kan, untung saja mereka tidak sampai mencelakai, atau berbuat sesuatu yang tidak kau inginkan,," ucap Adlan sambi menyesap teh nya


"Iya maaf,, aku sebenarnya hanya mencari pelampiasan dari rasa jengahku di rumah,, Ibuku selalu saja mengeluh dan menganggapku tidak berguna, itu karena aku hanya seorang perempuan, bukannya anak laki-laki yang seperti ibu harapkan untuk bisa jadi penopang keluarga,, tapi meskipun aku bukan anak laki laki, aku ingin buktikan padanya kalau aku bisa membalaskan dendam Ayah untuk nya" ucap Gea


"Begitukah?" tanya Adlan


"Ya, itulah alasanku untuk melakukan semua ini,, dan alasan kenapa aku tidak bisa jadi wanita lembut seperti yang kau pertanyakan" ucap Gea


"Kemampuan bertarung mu sekarang memang sudah cukup meningkat, tapi bukan berarti kau harus melakukan semuanya sendirian kan, kami ini temanmu, setidaknya kau membicarakan semua masalah mu itu padaku sebelumnya," ucap Adlan


"Iya maaf, aku mungkin tidak terlalu terbuka soal ini pada kalian, juga kupikir ini adalah dendam keluarga ku, jadi aku tidak enak jika harus melibatkan kalian dalam urusan ini" ucap Gea


"Ge, kita ini teman kan?, kau tidak perlu sungkan pada kami, masalah mu adalah masalah kami juga" ucap Adlan


"Terimakasih banyak, kalian memang yang terbaik,,, O yah ngomong-ngomong kenapa kalian bisa tiba-tiba ada di sana tadi?, apa kalian mengikuti ku?" tanya Gea penasaran, dan mengalihkan pembicaraan ke topik awal


"Ya bisa di bilang begitu" ucap Adlan


"Aku sedikit tidak menyangka kalian bisa datang di saat yang tepat, aku baru saja berpikir untuk meminta bantuan pada kalian tadi, tapi sayangnya ponselku di rusak pria tua menyebalkan itu" ucap Gea yang perasaannya sudah sedikit lebih tenang


"Perasaan ku tidak enak,, itu karena kau susah di hubungi sejak tadi Sore, dan insting ku mengatakan kalau kau akan mendapatkan masalah,, jadi aku mencari mu" ucap Adlan


"Begitu ya, insting mu ternyata cukup tajam juga,," ucap Gea


"Ya begitulah, aku juga sedikit tidak menyangka" ucap Adlan datar


Gea pun langsung menoleh pada Adlan yang sedang menikmati teh panasnya, karena memang makanan mereka belum datang,,


Gea tersenyum senyum saat memperhatikan wajah Adlan yang di sampingnya, wajahnya nampak polos, tapi di balik kepolosan nya itu dia menyembunyikan keberingasan yang membuat Gea cukup terkesan saat melihat Adlan beraksi


"Adlan,, apa kau tau, kau terlihat sangat hebat tadi, aku tidak menyangka sama sekali kalau kau benar-benar bisa bertarung" ucap Gea

__ADS_1


"Ya lumayan lah" ucap Adlan


"Itu hebat tau, bukan lumayan lagi" ucap Gea


Tidak lama makanan yang mereka pesan pun datang dan segera tersaji di depan mereka


"Terimakasih" ucap Gea pada orang yang mengantarkan makanan nya


"Adlan, kau ini punya kemampuan,, harusnya kau juga bergabung dengan organisasi Redbear, apa kau tidak tertarik?" tanya Gea


"Sudahlah, jangan terus bertanya padaku, aku sudah lapar sekarang, kau juga makanlah, atau cacing dalam perutmu akan protes lagi" ucap Adlan


"Oh, baiklah, aku memang sudah sangat lapar, kalau begitu selamat makan" ucap Gea langsung mengambil alat makannya, dan segera menyantap makanan yang tersaji di depannya dengan sangat lahap


Adlan tersenyum saat melirik Gea yang makan seperti orang yang sangat kelaparan, dia berpikir berkelahi itu memang cukup menguras tenaga, apalagi untuk seorang perempuan seperti Gea, jadi Adlan tidak heran kalau Gea sangat kelaparan saat ini


.


Setelah Mereka selesai makan malam, Adlan langsung mengantarkan Gea pulang dengan berjalan kaki, karena memang jarak mereka dari tempat makan ke ruamah Gea sudah lumayan dekat,


"Haduh, perutku rasanya sangat penuh sekali" ucap Gea sambil mengusap ngusap perutnya dengan satu tangan


"Iya iya maaf, lagian siapa suruh kau yang bayarin makanan ku, aku bisa bayar sendiri kan" ucap Gea


"Tidak apa, yang penting kau kenyang kan, tapi lain kali kau yang traktir kami makan" ucap Adlan asal


"Tidak tau malu, pria macam apa kau ini , masa kau meminta di traktir oleh seorang gadis, lagian aku juga sekarang sudah tidak bekerja paruh waktu lagi, otomatis uang jajan ku juga sedikit menipis, jadi aku tidak janji bisa menelaktir kalian makan" ucap Gea


"Aku hanya bercanda, kau serius sekali" ucap Adlan


"Oh," ucap Gea


Langkah kaki merekapun akhirnya sampai di depan rumah Gea


"Apa kalian ingin mampir dulu?" tanya Gea

__ADS_1


"Kurasa tidak, ini sudah malam, aku takut akan mengganggu istirahat orang orang di rumahmu jika aku bertamu malam malam" ucap Adlan


"Ayolah, ini belum terlalu larut juga kan, baru juga jam sembilan lebih, kenapa kalian buru-buru sekali, aku masih butuh teman ngobrol" ucap Gea


"Apa kau memaksa??, baiklah kalau memang kau memaksa, aku akan mampir dulu" ucap Adlan langsung saja melangkah masuk ke halaman rumah Gea


"Dasar, tidak sopan, aku belum mempersilahkanmu masuk kan" ucap Gea dengan tersenyum, kemudian Gea melirik Anju yang masih bersama nya "Anju, mari masuk" ucap Gea


"Baiklah" ucap Anju,


Mereka pun masuk dan segera menghampiri Adlan yang sudah duduk manis di kursi teras rumah Gea,


Dan Gea juga langsung membuka pintu rumahnya "Ayo masuk" ucap Gea


"Seperti nya di sini lebih nyaman, aku di sini saja, kalau kalian mau masuk, masuk saja" ucap Adlan


"Mana bisa begitu, baiklah kalau kau mau di sini, aku juga di sini, kau mau ku buatkan teh atau kopi?" tanya Gea


"Seperti nya aku ingin kopi buatan mu, aku penasaran belum pernah mencoba kopi racikan mu waktu di cofee shop itu" ucap Adlan


"Itu tidak mungkin, di rumahku tidak ada alat coffe maker seperti di sana" ucap Gea


"Ya sudah, bikin yang ada di rumahmu saja, yang penting itu butanmu, pasti sama sama enak" ucap Adlan


"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar ya, aku akan segera kembali" ucap Gea dengan tersenyum, diapun segera masuk kedalam rumahnya untuk membuatkan kopi spesial untuk mereka


Anju segera duduk di kursi lain di samping Adlan


"Tuan, kau ternyata pandai juga bersandiwara" ucap Anju


"Apa maksudmu?" tanya Adlan langsung mengerutkan keningnya


"Kau menyukai nona Gea kan?, Nona Gea juga sama, tapi kenapa kalian malah bersikap seolah tidak punya perasaan apa apa" ucap Anju


"Kau tau sendiri bagaimana Gea kan, jika dia terus bersikap seperti itu, aku bisa apa?, aku tidak mungkin harus memaksa nya kan" ucap Adlan

__ADS_1


"Kalian memang Aneh, sama sama saling suka, tapi terus di sembunyikan di balik kata teman" ucap Anju


"Ya begitulah keadaannya sekarang" ucap Adlan tidak menyangkalnya


__ADS_2