Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Laga Awal


__ADS_3

Meskipun Gea merasa belum pantas untuk berbaur di antara para petinggi Redbear, dia juga tidak mungkin pergi untuk mencari tempat lain di luar, itu sama saja tidak menghargai Agam yang sudah menerima kehadiran nya dengan baik di sana


Jadi dia mencoba tetap duduk tenang di tempat nya, meski waktu terasa sangat lama untuk nya yang menunggu giliran tandingannya di mulai, itu karena Gea hanya menyimak obrolan di antara Adlan Anju dan Agam tanpa berani berkomentar, mereka membahas prihal jalanya pertandingan yang berlangsung, pembicaraan tripel A itu memang cukup hangat layaknya diskusi sebuah keluarga, jadi Gea tidak berani ambil suara


Sementara Anggi hanya menikmati jus buahnya dengan terus bermain bersama Oky di sofa, dia sedikit acuh dengan kondisi di sekitarnya,


.


Setelah beberapa pertandingan usai, Adlan mendengar pengatur acara menyebut nama Gea VS nama lawanya yang akan berlaga selanjutnya, jadi Adlan langsung menoleh pada Gea


"Ge, kau bersiap siaplah ke bawah, namamu sudah di umum kan" ucap Adlan


Gea pun merasa sedikit lega dan langsung berdiri dari duduknya, "Oh, Baiklah, aku akan segera turun sekarang" Gea kemudian menghadap pada Agam "Master, saya ijin untuk undur diri dulu" ucap Gea sembari membukuk pada Agam


"Silahkan, berhati-hatilah, kalau kau merasa tidak bisa melanjutkan pertandingan, jangan memaksakan diri" ucap Agam


"Baik master, terimakasih atas sarannya" ucap Gea, diapun segera undur diri dari hadapan Agam, dan beranjak pergi dengan di temani seorang pekerja di sana sebagai penunjuk jalan untuk Gea turun ke arena


Adlan juga langsung berdiri dari duduknya


"Paman, aku juga akan turun untuk mendampingi dia di bawah" ucap Adlan


"Baiklah, pastikan dia baik baik saja, paman sebenarnya tidak tega melihat wajah nyonya berada di tempat seperti ini" ucap Agam


"Aku juga begitu, hanya saja dia gadis yang keras kepala, berbeda jauh dari sifat ibu, mereka hanya wajahnya saja yang mirip, sifatnya kurasa jauh berbeda" ucap Adlan


"Dia bukannya keras kepala, menurut paman dia hanya punya pendirian yang kuat,, tapi kita lihat saja, apakah pendirian nya itu bisa memperkuat kemampuannya?, atau tidak" ucap Agam


"Hmm,, kalau begitu aku titip Anggi, dia penurut,, jadi tidak begitu merepotkan" ucap Adlan


"Ya ,Baiklah, paman tidak akan menyuruhnya untuk mabuk,,, tenang saja,,, bergegaslah" ucap Agam


"Baik paman, terimakasih" ucap Adlan, dia juga segera beranjak mengikuti Gea yang sudah turun melewati tangga khusus dari ruang VIP itu


...°°°...


Sementara itu Gea kini sudah bersiap di balik pintu keluar menuju ke arena, dia menunggu namanya di Panggil dengan jantungnya yang sedikit berdebar, dia hanya mencoba mengatur nafasnya supaya bisa menenangkan dirinya

__ADS_1


"Apa kau gugup??" tanya Adlan tiba tiba dari belakang Gea


Sontak Gea menoleh ke asal suara ",Tuan, maksudku kau kemari?" ucap Gea sedikit tergagap


Adlan tersenyum dan berdiri sejajar dengan Gea "Bersikap seperti biasanya saja, aku bukan siapa siapa di sini, aku hanya kenal baik dengan paman Agam" ucap Adlan tanpa menatap lawan bicaranya


"Tetap saja itu membuatku segan padamu jika berada di tempat ini" ucap Gea


"Jangan seperti itu, biasa saja, apa kau tau caranya untuk menang?" tanya Adlan menoleh


"Tentu saja, aku hanya harus mengalahkan lawan kan" ucap Gea


"Kau pintar, kalahkan semua lawanmu, jangan biarkan mereka menyakiti mu, atau aku akan naik ke arena dan menghajar mereka" ucap Adlan


"Baiklah, aku akan merasa kasian pada mereka jika harus di pukuli olehmu," ucap Gea menoleh juga dengan tersenyum pada Adlan


"Tetap tenang, fokus, dan jaga akurasi seranganmu, dan kau akan menguasai arena itu" ucap Adlan


"Baiklah tuan muda, aku paham" ucap Gea asal, dia sedikit bisa meredam demam panggung nya karena Adlan sedikit bisa menenangkannya sekarang


Tidak lama nama Gea pun di panggil, dan Gea juga segera keluar dari persembunyiannya dengan tetap di dampingi Adaln,


"Banyak sekali yang penonton nya" ucap Gea sambil berjalan ke arah arena tarung


"Mereka datang untuk taruhan, dan aku yakin kali ini mereka akan rugi melihat pertandingan mu, karena kurasa tidak akan ada yang menjagokan mu di sini" ucap Adlan


"Apa termasuk kau juga?" tanya Gea


"Tidak, kau jagoanku satu satunya di sini, jadi aku percaya kau akan memenangkan semua pertandingan mu" ucap Adlan


"Terimakasih" ucap Gea tersenyum


Gea pun segera naik ke arena, dia langsung melepaskan mantelnya dan menaruhnya di sudut arena, hingga dia kini hanya mengenakan atasan tenktop sportnya, dan tetap memakai boots tinggi nya, dan gwa juga tidak lupa untuk menggulung Rambutnya supaya tidak jadi sasaran lawan


Gea pun langsung jadi pusat perhatian di atas Arena, karena baru kali ini mereka melihat kandidat wanita cantik yang berperawakan kecil naik ke arena tarung


Gea juga Jai buah bibir, dan banyak yang menyayangkan kalau Gea harus masuk ke arena itu, "Sayang sekali wanita secantik dia harus berada di sana, lebih baik dia jadi istri sirihku saja" "Ya memang sayang sekali tapi walaupun dia cantik aku tidak akan memilihnya dalam urusan taruhan" ucpa segelintir penoton di keramaian

__ADS_1


Adlan yang melihat kalau Gea mengenakan baju atasan itu langsung menepuk jidatnya "Astaga, kenapa dia harus menggunakan atasan itu, itu baju favorit ku" ucap Adlan, dia memang suka melihat Gea saat menggunakan thaktop hitamnya itu, tapi untuk di lihat orang banyak Adlan sedikit menyayangkannya


Gea kini sudah bersiap dan berhadapan dengan lawan pertama nya, dia memperhatikan pria yang jadi lawanya sekarang tidak terlalu besar atau tinggi seperti pria pria di pertandingan sebelumnya, jadi Gea boleh merasa sedikit tenang saat ini, tapi Gea juga tidak akan meremehkan kemampuan lawannya sebelum dia melihat nya sendiri,, karena kadang kala penampilan tidak menggambarkan kemampuan, seperti halnya dirinya


Gea berpikir sekarang dia tanpa senjata, atau jarum bius yang jadi andalan nya, jadi saat ini dia hanya bisa mengandalkan hasil latihannya untuk menghadapi lawan lawan nya


"Aku tidak menyangka akan berhadapan dengan lawan cantik seperti mu, Hey gadis, apa orang tuamu tidak akan marah jika kau pulang dengan menangis?" tanya Pria yang jadi lawan gea itu


"Tidak perlu banyak bicara, kita buktikan saja siapa yang akan pulang dengan menangis" ucap Gea dingin


"Ya Tuhan, kau galak sekali ternyata, aku jadi takut" ucap Pria itu langsung terkekeh


Setelah tanda pertandingan di bunyikan, Gea tidak segan untuk segera meju kehadapan lawannya, dia memasang kuda-kuda dan langsung mencoba mengetes gerik lawannya dengan pukulan palsu


Dan tanpa aba aba Gea langsung melayang kan sebuah tendangan keras ke arah pria itu, dan entah karena pria itu belum siap, atau dia terlalu meremehkan gea, hingga dia tidak sempat menghindar atau menahan serangan dari Gea itu


"Hiaaa" triak khas Gea saat menyerang lawannya


Alhasil 'Baaaaak, Guprak' "Arghhh" lawanya langsung mengerang saat terjatuh ke lantai Arena, itu karena tendangan Gea cukup keras mengenai wajahnya


"Sial, aku terlalu meremehkan kemampuanmu, tapi aku tidak akan mengalah padamu, lihat saja," ucap Pria itu langsung bangkit kembali dan langsung menyerang ke arah Gea dengan membabi buta, dia merasa gengsi jika harus di kalahkan oleh seorang wanita


Serangan pria itu terkesan tidak karuan karena mentalnya sudah kena di awal, gaya seranganya juga tidak terlihat seperti orang yang terlatih,,


Jadi Gea cukup mudah untuk menbaca setiap gerakan dari serangan lawannya itu, dan dengan mudah bisa menghindari nya


Jadi pria itu semakin kesal karena serangannya tidak ada yang berhasil mengenai lawanya,


Dan pria itu malah mendapatkan beberapa pukulan balasan lagi dari Gea di wajahnya, di susul sebuah tendangan keras dari Gea yang tepat menghantam dadanya, yang membuat pria itu terpental cukup keras ke lantai Arena


"Arghhh," pria itu mengerang keras lagi, "Si, al, lan" lirih pria itu terpatah, dia mencoba bangkit lagi, namun dadanya terasa sesak akibat hantaman hak sepatu yang dikenakan oleh Gea, diapun langsung ambruk kembali dan langsung tidak sadarkan diri


Gea yang masih dalam posisi bersiap sedikit tidak menyangka kalau pria itu langsung pingsan menerima serangan nya, dan itu artinya dia lah yang memenangkan pertandingan nya


'Huuhhh,. Baguslah, lawan pertamaku ternyata cukup mudah di kalahkan' batin Gea


"Oh, Benar benar sulit di percaya, Gea Rahas Pati, gadis bertinggi badan 5 kaki dengan berat 40Kg ini mampu menumbangkan lawan prianya yang berbadan lebih besar darinya, benar-benar luar biasa,, berikan tepuk tangan untuk nya" ucap pengatur acara di pengeras suara

__ADS_1


Suara pengatur pertandingan itu pun langsung di sambut oleh suara gemuruh tepuk tangan dari penonton yang menyaksikan di sisi luar Arena, meski mereka sebenarnya kecewa karena mereka kalah dalam taruhan,


Karena persis seperti dugaan Adlan, tidak ada yang bertaruh untuk menjagokan Gea di Arena


__ADS_2