
Adlan sedikit berbincang dengan klien mereka di pos keamanan, dan sang klien juga merespon baik dengan kecakapan Adlan yang menurutnya enak untuk di ajak bicara,
Adlan juga mengintrogasi sang pelaku pelempar telur busuk itu, supaya dia mengakui siapa yang menyuruhnya melakukan itu, dan ternyata itu memang suruhan dari si pesaing bisnis kliennya
Dan setelah mengetahuinya, Adlan beranjak keluar dari pos
"Dia memang suruhan seseorang yang memiliki bisnis yang sama dengan ibu" ucap Adlan
"Memang sudah kuduga, memang beginilah di dunia bisnis, kita maju, pasti banyak yang iri, kita mundur, juga pasti banyak yang buli, kalau kita lemah, pasti akan di anggap remeh di persaingan bisnis, dari itulah aku sering meminta bantuan Redbear, supaya aku bisa merasa kuat dan aman" ucap sang klien
"Tentu saja bu, itu memang sudah tugas kami, dan tentunya kami juga akan berusaha supaya mitra kami mendapatkan keamanan yang mutlak" ucap Adlan
"Terimakasih kalau begitu, aku sangat mempercayai orang orang dari Redbear" ucap sang klien
"Sama sama bu" ucap Adlan
Saat mereka sedikit bersantai di pos, tiba tiba HT yang di bawa oleh Adlan dan dua anggota Redbear itu berbunyi bersamaan
š"Anak magang, masuk," terdengar suara Gea Dari HT mereka bertiga
"Seperti nya ketua Ge ada perlu dengan mu" ucap Robin pada Adlan
"Oh, Baiklah" Adlan meraih HT miliknya dan langsung berbicara "Anak magang masuk, Ada apa ketua Ge?" tanya Adlan
š"Kamu pergi ke toilet yang ada di dalam gedung" suara Gea dari HT Adlan
"Siap, di mengerti" ucap Adlan
Tanpa menunggu lama Adlan segera beranjak dari pos keamanan itu dan masuk ke dalam gedung, untuk mencari toilet yang di maksud oleh Gea, meski dia tidak tau untuk apa Gea memanggilnya kesana, tapi dia tetap mengikuti instruksi dari Gea
Tidak lama dia pun menemukan Area toilet di gedung itu atas petunjuk beberapa staf
"Aku sudah berada di depan toilet, aku harus apa?" tanya Adlan pad HT nya
"Masuuukk saja" teriak Gea dari dalam toilet wanita, dia berteriak secara langsung, tidak melali HT nya lagi, itu supaya perkataannya tidak di dengar Rekannya yang lain
Adlan sedikit bingung kenapa dia harus masuk ke toilet wanita, tapi dia juga sedikit penasaran ada apa dengan Gea
"Baiklah, kuharap ini tidak akan jadi masalah untuk ku" gumam Adlan,
Diapun segera memasuki ruang wastafel, tapi Adlan tidak melihat Gea di sana, jadi dia menebak kalau Gea masih ada di dalam salah satu bilik kamar mandi
__ADS_1
"Nona Ge, aku sudah masuk, ada apa ketua Ge memanggil ku kesini?" tanya Adlan
Gea pun langsung membuka sedikit pintu kamar mandi yang sedang dia gunakan, dan hanya menunjukkan wajahnya saja dari balik pintu kamar mandi itu
Adlan langsung berjalan untuk mendekat pada Gea
"Cukup, kamu di situ saja" ucap Gea yang tidak ingin Adlan terlalu dekat, karena dia sekarang belum mengenakan pakaian atasannya lagi setelah membukanya, karena bajunya itu kotor terkena telur busuk dari si pelempar telur
"Baiklah, jadi ada apa ketua Ge memanggil ku kesini?" tanya Adlan yang menghentikan langkahnya
"Tolong kamu belikan aku sebuah bra, bra yang sebelumnya ku pakai berbau tidak enak, aku juga lupa tidak membawa ganti dari asrama, jadi cepat kamu carikan untuk ku, jangan lama-lama" ucap Gea dengan suara sedikit pelan, karena sebenarnya dia malu untuk meminta bantuan Adlan untuk hal itu,,
Gea tidak meminta bantuan yang lain karena dia berpikir Adlan bukan anggota tetap di Redbear, jadi kejadian yang memalukannya itu tidak akan menyebar luas di lingkungan organisasi
Gea juga merasa tidak nyaman kalau dia yang keluar untuk mencari nya sendiri, karena memakai kemeja putih tanpa menggunakan bra itu akan sedikit terekspos menurut nya
Adlan yang mendengar permintaan Gea itu langsung berpikir cukup keras, dia mana pernah membeli barang seperti itu, dan yang dia tau kalau benda itu juga mempunyai ukuran yang berbeda-beda
Pikiran Adlan juga sempat sempat nya treveling saat membayangkan kalau Gea sekarang tidak mengenakan apa apa di balik pintu itu, dan sedikit membuat pikiran nya agak berantakan 'Harusnya aku belajar sihir untuk membuat pintu jadi transparan' pikiran nakal Adlan sedikit bermain
"Tapi, aku aku tidak pernah membeli barang seperti itu" ucap Adlan merasa ragu ragu untukenuruti permintaan Gea
Adlan semakin bingung lagi mendengar kode size itu, mana dia tau soal nomor ukuran bra,
"Aku tidak mengerti bagaimana membedakan ukuran nya, apa aku bisa melihat punyamu dulu" ucap Adlan polos
Mendengar itu, Gea merespon dengan langsung mempersempit selah pintu nya "Apa yang kau pikirkan?, jangan kurang ajar" ucap Gea
Adlan sedikit tidak mengerti kenapa responnya seperti itu, dan sadar kalau kata katanya ada yang kurang,
"Maksudku aku ingin melihat bra punyamu dulu sebagai contoh, itu maksudku, bukan punyamu yang itu" ucap Adlan menjelaskan dengan sedikit gelagapan
"Tidak boleh, pokonya nomor 34b, semua penjualnya juga pasti sudah tau itu, jadi cepat pergi sekarang, atau aku akan berteriak supaya kau di pergoki orang mengintip di toilet wanita" Ancam Gea
"Oke oke, baik, aku pergi" ucap Adlan langsung berbalik berniat langsung pergi, tapi dia berbalik lagi saat gwa akan menutup pintu "Ah, satu lagi, kau mau warna apa?" tanya Adlan
"Terseraaaah, cepatlah pergi, aku bisa kedinginan jika terus berada di sini" triak Gea lagi
"Oh, Baiklah" ucap Adlan melanjutkan langkahnya lagi
Dia segera keluar dan langsung masuk ke mobil Redbear, dia segera mengemudi untuk mencari pesanan Gea itu
__ADS_1
.
Adlan melambatkan mobil saat dia melihat toko baju di pinggir jalan yang tidak terlalu jauh dari tempat awal nya, "Kuharap di sini ada" ucap Adlan
Dia segera memasukan mobilnya ke area toko itu, dan turun dari mobilnya, Dia mengambil nafas dalam-dalam karena dia tidak terlalu percaya diri dengan benda yang ingin di belinya itu, tapi dia juga tidak mungkin membiarkan Gea terus mengurung dirinya di dalam toilet
"Baiklah, ini tidak akan sulit kan, tinggal beli, dan kembali" ucap Adlan
Adlan segera melangkah masuk ke dalam toko, dan langsung menyapu setiap sudut ruangan untuk mencari apa yang dia inginkan, dia berjalan jalan sedikit dan akhirnya menemukan tempat pakaian dalam wanita
"Ini dia" ucap Adlan, meski dia ragu ragu tapi dia terus melihat lihat model model pakaian dalam wanita yang membuatnya sedikit merinding saat melihatnya
'Ya tuhan, masa iya aku harus membeli barang seperti ini, benar-benar kau Ge, kalau bukan kau yang memintanya, aku tidak akan mau membelikannya,' batin Adlan
Melihat Adlan yang kebingungan, sang pelayan toko pun langsung menghampirinya "Silahkan Tuan, mau pilih untuk istrinya ya?" tanya sang pelayan toko sopan, karena meskipun wajah adlan sedikit aneh, tapi penampilan nya sangat rapi
Adlan langsung tersenyum kaku "I Iya, aku mau bra yang ukuran.. aduh berapa ya, aku lupa" ucap Adlan yang tidak begitu mengingat kode nya
"Masa lupa ukuran istrinya sendiri, pasti kan setiap hari Anda melihatnya" ucap Sang pelayan asal
"Iya, tapi aku lupa, memangnya ada berapa ukuran di sini?" ucap Adlan
"Ada banyak, dari mulai cup A, B,C,D,E,F, dan masing-masing punya sembilan ukuran yang berbeda" ucap sang pelayan
"Oh, sebanyak itu ya?, tapi aku lupa lagi ukurannya berapa" ucap Adlan, diapun langsung memperhatikan milik sang pelayan yang berukuran sedang, dan meniliknya dengan cukup teliti
"Jangan nakal tuan, ini sudah ada yang punya" ucap sang pelayan yang tau kalau adlan memperhatikan dadanya
"Tidak tidak, bukan begitu, tapi kurasa ukuranya hampir sama dengan mu, kau pakai yang ukuran berapa?" tanya Adlan yang merasa dada mereka hampir sama
"Sepertinya tuan ini hanya modus saja, masa iya lupa denga ukuran istrinya sendiri, Anda seperti nya hanya sengaja ingin menggodaku" ucap Sang pelayan
Wajah Adlan langsung merah padam karena dia benar-benar merasa malu di tuduh seperti itu, "Tidak begitu, aku benar-benar lupa, aku mohon sebutkan saja Nomornya, pasti akan pas untuknya" ucap Adlan
"Baiklah, aku pakai yang 32B" ucap Sang pelayan dingin
"Begitu ya, kurasa memang itu yang di katakan istriku" ucap Adlan
"Baiklah jadi Anda mau ambil model yang mana,?" ucap sang pelayan
Adlan pun harus di hadapkan dengan pilihan yang sulit lagi karena sangat banyak model untuk di pilih nya, dan dia tidak tau model seperti apa yang sering di gunakan oleh Gea
__ADS_1