
Mis Marta langsung tersenyum ke Arah Gea yang mengira kalau Master Sent Dan Agam itu orang yang sama
"Bukan, tentu saja Master Sent itu bukan Ketua Agam, bisa di bilang Kalau Ketua Agam itu hanya tangan kanan master Sent, meski sama sama di takuti di organisasi ini, tapi dia jugu masih tunduk dan patuh pada master Sent" ucap Marta menjelaskan
"Begitukah?" ucap Gea sedikit tidak percaya, dan seketika rasa bangganya yang mengira dirinya sudah bertemu sang legenda itu pun seolah runtuh begitu saja
"Ya, selain pemimpin dari organisasi ini, Master Sent juga memiliki bisnis besar lainnya di luar sana, jadi dia cukup jarang untuk meninjau organisasi karena mungkin skedul nya sangat padat, kecuali kalau ada sesuatu yang mendesak dan tidak bisa di putuskan sendiri oleh ketua Agam" ucap Marta
"Aku kira aku sudah mengenal sang legenda Redbear, tapi nyatanya aku masih belum tau apa apa soal beliau, aku jadi penasaran ingin bertemu dengannya langsung" ucap Gea
"Tidak sembarangan orang bisa bertemu dengannya secara langsung, aku juga jarang bisa berbicara dengan beliau," ucap Marta
"Aku juga tidak punya keberanian untuk bertemu secara langsung dengan beliau, kuarsa bisa melihatnya saja itu sudah jadi kebanggaan buatku" ucap Gea,
Dia berpikir jika Agam yang sebagai tangan kanannya saja sudah membuatnya menggelepar saat berhadapan, apalagi kalau berhadapan dengan Master Sent yang dia kagumi itu
Gea lalu berpikir kalau dia sudah salah mengganggap Anju sebagai putra Master Sent, 'Kalau paman Agam bukan master Sent, berarti Anju juga bukan pewaris Redbear kan?, itu artinya ibu juga tidak perlu mendesaku untuk jadi pasangan nya,' batin Gea
"Sudahlah, jangan melamun terus, cepat bantu aku kerjakan pekerjaan ini," ucap Marta
"Oh, Baiklah" ucap Gea, diapun segera membuka sebuah laptop di hadapannya, dan mengambi sebagaian berkas yang menumpuk di meja
...°°°...
Sementara itu, Adlan yang juga sudah memulai mata kuliahnya di kampus merasa mulai sedikit terbiasa dengan tidak adanya Gea di kampus, dia bisa kembali fokus lagi pada setiap mata kuliah yang dia ikuti.
.
.
Siang harinya Adlan makan Siang bersama Anju di tempat biasa mereka makan, dia tiba tiba saja teringat pada Gea saat melirik ruang kosong di kursi panjang antara dia dan Anju, yang biasanya ada Gea di Antara mereka, dan ikut makan bersama
"Ngomong-ngomong, Gea Sekarang sedang apa di markas, apa dia juga sedang makan siang?" tanya Adlan dengan sedikit melamun
"Ya mungkin dia juga sedang makan siang juga, sama seperti kita" ucap Anju yang di sebelahnya
"Rasanya aku sudah sangat merindukannya" ucap Adlan
"Anda tinggal temui saja dia markas kan, apa sulitnya" ucap Anju
"Itu dia masalahnya, aku sudah berjanji padanya untuk tidak menemui nya lagi, aku tidak ingin melihat dia bersedih jika aku menemui nya" ucap Adlan
__ADS_1
"Aku masih tidak mengerti dengan kalian, kenapa harus seperti ini?" ucap Anju
"Aku juga tidak mengerti, apa lagi kau, o yah, apa Gea masih terus menghubungi mu?" tanya Adlan
"Terakhir kali dia menghubungiku tadi malam" ucap Anju
"Apa yang dia bicarakan?, apa dia pernah memintamu untuk berkencan?" tanya Adlan
"Mana ada dia mengajaku kencan, yang dia tanyakan hanya soal kabarmu saja, dia tidak pernah menyinggung soal keinginan ibunya itu, kalaupun iya, aku juga tidak berani untuk pergi dengan nya" ucap Anju
"Benarkah?, kalau begitu aku akan ke markas Redbear besok untuk menjenguk dia,, tapi aku yakin dia tidak akan seperti sebelumnya, bagaimana menurutmu" tanya Adlan
"Entahlah, mungkin kau perlu menyamar atau semacamnya supaya Gea tidak mengenalimu" ucap Anju
"Itu dia solusinya,, otakmu benar-benar brilian Anju" ucap Adlan tersenyum, diapun kembali melanjutkan makanya dengan tersenyum,
Adlan berpikir kalau Gea bisa mengelabui musuh dengan menyamar, kenapa dia tidak bisa
…
Sementara Gea yang juga sedang menyantap makan Siangnya tiba tiba kupingnya berdengung "Apa ini?, siapa yang berani membicarakan ku di belakang??" gumamnya dengan meniup kepalan tangan dan meletakan di kupingnya berulang-ulang
.
.
.
Saat Adlan sudah tiba di depan Markas, dia merasa sedikit gugup karena khawatir Gea masih bisa mengenali penyamarannya
Adlan sekarang memang berpenampilan sedikit aneh,, dia memakai kacamata bulat, gigi palsu, wig keriting, dan tahi lalat buatan di wajahnya, dan juga mengenakan pakaian yang sama seperti para Anggota Redbear pada umumnya
"Apa aku sudah terlihat meyakinkan?, apa Gea tidak akan mengenaliku dengan penampilan ku seperti ini" tanya Adlan pada Anju
Anju malah langsung terkekeh geli melihat penampilan Adlan itu, dia memang tidak henti-hentinya menertawakan Adlan diam diam selama di perjalanan
"Iya tuan, aku bahkan tidak mengenalimu sekarang" ucap Anju
"Baguslah, tapi bagaimana kalau paman Agam tau, aku harus jawab apa kalau dia menanyakan aku siapa,, kalau tau ini aku pasti dia melaporkan ku lagi pada Ayah" ucap Adlan
"Soal itu gampang, aku akan bicara pada Ayah kalau Anda adalah teman ku yang ingin ikut training" ucap Anju
__ADS_1
"Baguslah, pokonya atur aku supaya aku bisa dekat dengan Gea" ucap Adlan
"Siap, itu soal mudah" ucap Anju
Mereka pun segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke markas besar, Anju langsung membawa Adlan ke ruang pembagian tugas harian, dan menyuruh mereka untuk memasukan Adlan ke tim Gea
"Kita hanya perlu menunggu saja di sini, nanti Gea juga akan kesini, karena dia adalah ketua kelompok kecil" ucap Anju
"Baiklah, kalau begitu kau boleh pergi sekarang" ucap Adlan
"Kenapa tuan?" tanya Anju
"Kalau kau ada di sini , Gea mungkin akan curiga padaku" ucap Adlan
"Oh, benar juga, baiklah, aku akan ke ruangan ayah dulu kalau begitu" ucap Anju, diapun segera pergi dari ruangan itu meninggalkan Adlan
Adlan pun hanya menunggu dia ruangan itu, sambil terus memperhatikan Anggota yang datang untuk mengkonfirmasi tugas mereka,
Dan setelah Adlan mulai bosan melihat orang-orang yang datang silih berganti, diapun akhirnya melihat apa yang ingin dia lihat
Yaitu giliran Gea yang masuk ke ruangan itu dengan beberapa ketua kelompok yang lain
Gea langsung menghampiri salah satu staf di sana untuk mengkonfirmasi tugasnya, staf itupun terlihat langsung menjelaskan tugas gea, kemudian menunjuk Adlan yang terus memperhatikan Gea
"Hah??, dia akan bergabung denganku?, memangnya siapa orang itu" tanya Gea
"Dia hanya anak magang yang ingin ikut training di sini, dan ketua Agam memilih timu untuk dia bergabung" ucap Satf itu
"Yang benar saja, apa dia bisa di andalkan?, kenapa aku meragukan nya" gerutu Gea yang melihat tatanan penampilan Adlan yang sedikit berantakan
"Baiklah, kalau ini tugas, aku siap" ucap Gea, setelah Gea selesai mengkonfirmasi, diapun langsung menghampiri Adlan
Gea berdiri di depan Adlan dengan melipat kedua tangannya
Sementara Adlan sedikit terpesona oleh penampilan Gea Sekarang, dia tidak pernah melihat Gea berpenampilan formal sebelumnya, dan Gea benar-benar terlihat cantik dia matanya, menurut nya Gea sangat cocok jika dia jadi wanita karir
"Bu Gea?" ucap Adlan Asal
"Panggil aku ketua Ge, aku bukan Ibumu" ucap Gea
Melihat gaya bicara Gea seperti itu, Adlan yakin kalau Gea tidak mengenalinya
__ADS_1
"Maksudku itu, aku akan bergabung dengan timu" ucap Adlan
"Baik, tapi kau harus perbaiki tampilan mu, apa kau tidak melihat kalau Semua anggota di sini di tuntut untuk berpenampilan Rapih?, jadi aku sarankan kau memangkas rambut mu terlebih dulu, sebelum kita bertugas" ucap Gea