
Adlan tentu saja tidak ingin kalau Rambut palsu yang di pakainya sekarang itu di pangkas seperti yang diperintahkan Gea , itu sama saja dengan membongkar penyamaran sendiri
"Ketua Ge, aku hanya ikut training saja kan, juga aku bukan anggota tetap, jadi aku tidak bisa memangkas rambut ku ini" ucap Adlan
"Kalau begitu kau tidak perlu masuk ke timku, aku tidak mau timku di masuki oleh orang yang tidak di siplin dan tidak mematuhi perintah" ucap Gea,
"Nona Ge, saya mohon jangan begitu, saya tidak mau memangkas rambut kesayanganku ini, aku benar-benar sangat menyayanginya,, menurut ku ini keren, dan juga kalau nona Ge tidak memasukan saya ke tim, berarti nona Ge juga tidak mematuhi perintah Ketua Agam kan?" ucap Adlan
Gea langsung memutar mata malas 'Ya Tuhan, kenapa aku harus di beri pengikut manusia unik seperti ini?, benar-benar terobsesi dengan rambutnya sendiri' grutu batin Gea
Gea langsung menghela nafas kasar karena dia merasa kalah bicara dari Adlan, "Terserah, tapi aku tidak akan mengakui mu sebagai anggota tim kalau kau tetap berpenampilan seperti ini" ucap Gea langsung Berbalik dan melangkah pergi menuju ke pintu keluar
Tentu saja Adlan langsung menguntitnya dari belakang
Seperti biasa, Gea sudah di tunggu oleh dua rekannya di luar ruangan yang langsung bersikap tegap dan hormat saat Gea keluar
"Tugas kita kali ini sedikit panjang, kita dapat tugas pengawlan keluar kota untuk dua hari kedepan, jadi kita harus bawa persiapan untuk keperluan kita selama 2 hari di sana, jangan lupa kalian bawa baju ganti double karena aku tidak ingin kalau sampai klien kita mencium bau keringat saat berdekatan dengan kalian, apa kalian mengerti" ucap Gea
""Siap, di mengerti"" ucap serempak bawahan Gea
"Bagus, kalian hanya punya waktu lima belas menit untuk bersiap, jadi cepat kemasi barang kalian seperlunya" ucap Gea
""Siap, laksanakan"" ucap serempak Robin dan hendra, mereka langsung berbalik badan dan kemudian segera pergi ke asrama mereka masing-masing
"Siap, aku juga mengerti" ucap Adlan yang masih berada di belakang Gea
"Hhhhh, kau tidak perlu mengerti apapun di sini, karena kau bukan anggota kan?" ucap Gea yang langsung saja beranjak meninggalkan Adlan
Adlan tidak merasa risih dengan sikap Gea yang tidak menganggapnya ada, dia justru malah semakin bersemangat untuk mengikuti Gea ke mana pun
Gea keluar dari markas besar dan segera menuju ke gedung asrama yang terletak di sebelah timur markas besar,
__ADS_1
Dan tentunya Adlan juga tetap mengikutinya berjalan kesana, dia ingin tau semua hal tentang rutinitas dan keseharian Gea selama dia ada di organisasi
Geapun akhirnya sampai di depan gedung asramanya, dan saat dia menoleh kebelakang, ternyata Adlan masih ada di belakangnya, dia tidak sadar kalau Adlan mengikutinya karena dia sedikit terburu-buru
"Kamu???, Mau apa kau ikut ke sini?, kemasi barang barang mu kalau kau mau ikut tugas" ucap Gea
"Siap, aku tidak punya barang untuk di bawa, jadi aku hanya akan mengikuti anda kemanapun anda pergi" ucap Adlan yang menirukan gaya rekan rekan gea di tim
"Kau benar-benar tidak tau aturan, apa kau juga akan mengikutiku kalau aku ke toilet?" tanya Gea kesal
"Siap, tentu saja" ucap Adlan
"Benar benar gila, pergi sekarang sebelum aku kehabisan kesabaran ku, pergiii" ucap Gea
"Siap, waktu Anda cuma tinggal 10 menit 40 detik lagi untuk berkemas" ucap Adlan sambil melihat jam tangannya
"Astaga, kenapa aku harus di beri orang seperti mu," ucap Gea geregetan dan ingin sekali langsung menendang Adlan saat itu juga, tapi dia sadar waktunya memang sudah mepet untuk bersiap, jadi dia tidak ingin meladeni Adlan lagi dan segera berbalik untuk masuk ke gedung Asramanya
Adlan malah langsung cengengesan saat melihat Gea berlalu dengan kesal karena menahan amarahnya "Benar-benar lucu, apa kau tau Ge?, aku sangat merindukan ekspresimu itu" gumam Adlan,
Jadi Adlan berniat untuk menunggunya di depan asrama yang di masuki Gea, dengan sikap siaga dan membelakangi gedung
Tidak lama Gea kembali dengan sebuah tas punggung di tangannya, dan Saat dia memperhatikan pria yang berdiri membelakangi nya itu, Gea merasa kalau perawakan si kribo itu sama persis dengan perawakan Adlan kalau di lihat dari belakang, dia bahkan sempat sempat nya membayangkan kalau yang berdiri membelakangi nya sekarang itu adalah Adlan, tapi saat dia melihat rambut keriting dari wig yang di gunakan Adlan, Gea langsung bergidik sendiri, dan sedikit menggeleng gelengkan kepalanya
"Otaku Benar benar sudah tidak waras, bisa bisanya aku membayangkan kalau orang aneh itu adalah Adlan" gumam Gea
Gea segera berjalan melewati Adlan tanpa menegurnya
"Siap" ucap Adlan langsung bergegas mengikuti Gea dan berinisiatif untuk membawakan tasnya
"Ketua Ge, biar saya yang bawakan tas Anda" ucap Adlan sambil berjalan mepet ke arah Gea untuk meraih tasnya
__ADS_1
"Tidak perlu, perintah ku sekarang adalah, jauh jauh dariku, paham?" ucap Gea
"Siap, aku tidak bisa jauh jauh dari nona Ge, karena Anda adalah ketua tim, jadi aku harus selalu bersama Anda" ucap Adlan terus berlaga seperti para Anggota Redbear yang lainnya
"Benar-benar menyebalkan, kalau ini bukan instruksi dari ketua Agam, aku pasti sudah akan menemdangmu" grutu Gea sampai menggeretakan giginya
Adlan hanya bisa tersenyum mendengar gerutu Gea itu,
Sesampainya mereka di depan markas
Dua bawahan Gea yang lain sudah menunggunya di depan dua mercy dinas mereka masing-masing, Gea juga langsung masuk ke mobil yang berada di posisi belakang
Tentu saja Adlan juga masuk ke mobil yang sama dengan Gea
Dan Gea pun langsung menoleh ke kursi belakang yang di duduki Adlan "Hey, kenapa kamu masuk ke mobil ini?, mobil yang di depan masih kosong, kau pindah ke mobil depan" hardik Gea
"Siap, saya ingin satu mobil dengan Anda" ucap Adlan
"Kau terus mengatakan siap tapi kau tidak pernah menuruti perintahku?, kurasa aku akan jadi gila jika terus bersama orang seperti mu" ucap Gea langsung turun lagi dari mobilnya dan berpindah ke mobil depan yang di bawa Robin
"Langsung kunci pintu nya" ucap Gea setelah di masuk kedalam mobil
"Baik" ucap Robin, diapun segera mengunci semua pintu secara otomatis seperti yang di inginkan Gea
Dan Saat Adlan ingin mengikuti Gea ke mobil itu, dia tentunya kesulitan saat ingin membuka pintu mobilnya, di terus menarik nya untuk membuka pintu mobil itu, tapi pintunya sama sekali tidak mau terbuka, dan karena Adlan menariknya terlalu kuat, handel pintu mobil itu malah lepas di buatnya, dan 'Tak'
Adlan langsung kaget karena mendapati handel pintu mobilnya ada di genggaman nya sekarang
Sementara Gea langsung menepuk jidatnya sendiri saat melihat kelakuan Adlan dari kaca spion "Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam, kenapa aku harus menghadapi orang bodoh seperti dia hari ini, benar-benar merusak hari ku,, Robin, jalankan saja mobilnya, jangan perdulikan dia, kita sudah hampir terlambat" ucap Gea pada Sang rekan
"Baik" ucap Robin, diapun segera melajukan mobilnya untuk segera keluar dari markas
__ADS_1
Sementara Adlan masih berdiri mematung dan memperhatikan kepergian mobil Gea dari hadapan nya, dengan tetap menggenggam hendel mobil Gea yang copot "Kau benar-benar tidak mengerti Ge, aku ingin bersama mu kan, Kenapa kau tidak peka" gumam Adlan
Diapun terpaksa memilih masuk ke mobil yang satunya lagi, dan mulai membuntuti mobil yang di tumpangi oleh Gea