Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Di Kerjai


__ADS_3

Gea sekarang benar-benar ilfil melihat Adlan Setelah kejadian kemarin,, etah kenapa dia merasa sedikit kecewa pada Adlan, mungkin itu di sebabkan karena dia sempat memberi kesan baik pada sosok Adlan,


Tapi setelah melihat kejadian kemarin Gea menyimpulkan Adlan sama saja dengan laki laki pada umumnya


Gea langsung memasukan ponselnya ke saku sweaternya, karena dia sudah tidak ada mood lagi untuk berbalas pesan dengan sang adik,, dan dia menekuk wajahnya di sepanjang perjalanan menuju kampus karena kehadiran Adlan di dekatnya


Setelah mereka tiba di halte dekat kampus, Gea langsung turun dari bis dan berjalan masuk ke kampus dengan terus di ikuti Adlan dan Anju di belakangnya,


Gea sekarang benar-benar tidak memperdulikan keberadaan Adlan lagi,, dia sudah masa bodo


"Dia sekarang sepertinya benar-benar tidak suka melihat ku" ucap Adlan pada Anju


"Ya mungkin karena dia belum tau saja tuan itu Siapa,, kalau dia tau tuan itu orang kaya, mungkin dia akan balik mengejar-ngejar tuan muda, dan bertekuk lutut di hadapanmu" ucap Anju dengan tersenyum


"Aku tidak yakin,, dia sepertinya bukan tipe wanita yang seperti itu,, buktinya dia tidak terlalu mengekspos kecantikan nya ,, kalau dia memang berniat menggaet pria pria kaya, dia bisa saja berpenampilan lebih cantik dan menarik daripada dandanan nya yang sekarang, dan aku yakin, jika dia memperlihatkan kecantikannya, dia akan langsung jadi primadona di kampus ini" ucap Adlan


"Ya, kurasa juga begitu tuan,, gadis itu mungkin akan secantik nyonya kalau dia merubah penampilannya," ucap Anju tidak menampiknya


"Ya, pasti dia persis seperti yang ku bayangkan" ucap Adlan


Mereka pun segera bergegas masuk ke gedung fakultas mereka masing-masing,


Sementara Anju seperti biasa, dia menunggu tuanya di area luar, karena tidak mungkin kalau dia ikut masuk juga dengan Adlan ke perkuliahan nya, karena dia bukan mahasiswa di sana


Adlan segera duduk di ruangannya, lalu mengikuti mata kuliah sebagaimana biasanya, bisa di bilang kalau Adlan sekarang adalah mahasiswa yang cukup antusias dan cukup menonjol di prestasi nya jika di bandingkan dengan mahasiswa lain yang seruangannya,, karena pada dasarnya di memang di anugrahi otak yang pintar, tapi seperti kata orang,, kadang kala musuh terberat untuk orang pintar itu adalah malas,,


Dan Adlan selalu mencoba untuk mematahkan prespektif itu dari dirinya, dia yang sekarang sungguh-sungguh ingin jadi anak yang bisa di banggakan oleh orang tuanya, dia ingin menghapus semua kesan jeleknya di masa lalu


.


…


Waktu terasa begitu cepat bagi Adlan,, beberapa mata kuliah sudah dia ikuti di kampus nya,, dan haripun mulai beranjak Siang,


Seperti biasa, para mahasiswa memanfaatkan jam istirahat mereka untuk mencari makan siang, tidak terkecuali Adlan


Dia turun dari ruang kelas dan langsung menemui Anju yang berada di luar gedung universitasnya, dan matanya terus mencari keberadaan Gea di antara mahasiswa lain yang berlalu lalalng, tapi matanya belum menemukanya yang ingin dia lihat itu


"Anju, apa kau melihat gadis itu keluar?" tanya Adlan

__ADS_1


"Tidak tuan, saya belum melihatnya" ucap Anju


"Apa mungkin dia makan di kantin?"


"Mungkin saja" ucap Anju


Tidak berselang lama, pucuk di cinta ulam pun tiba, adlan melihat kalau Gea ternyata baru saja keluar dari gedung fakultas lain, dan dia juga seperti nya tidak pergi ke kantin untuk makan siang, karena dia terlihat berjalan ke arah luar area kampus


"Ah itu dia,, Kita ikuti" ucap Adlan


Adlan dan Anju sengaja langsung menguntit di belakang Gea, Adlan ingin tau kemana Gea akan pergi, dan ternya Gea masuk ke sebuah tempat makan seapood yang ada di sebrang luar kampus, Adlan tentu saja mengikuti nya masuk ke sana


Dan Adlan langsung duduk di samping tempat duduk Gea yang kebetulan kosong, tapi dia pura-pura tidak melihat Gea


Gea langsung sadar kalau yang duduk di dekatnya itu adalah Adllan,, dia langsung memukul bahu Adlan 'Puuuk'


"Hey, apa kau mengikuti ku lagi??" tanya Gea memasang wajah galak


"Eh Gea, Kebetulan sekali, kau makan di sini juga??, kalau begitu biar aku yang traktir, aku yang bayar semua makanan mu,, bagaimana" ucap Adlan


"Sebenarnya aku malas makan dengan mu, tapi sepertinya tawaran mu bagus juga, apa aku boleh makan apapun" ucap Gea,


"Tentu saja, kau bebas makan apa saja yang kau mau" ucap Adlan percaya diri


Dan Benar saja, Gea tidak segan segan untuk memesan menu pada pelayannya, Hinga di depan mereka kini sudah di penuhi oleh menu menu yang beraneka ragam bentuknya, dari mulai ikan, cumi, kepiting, lobster, semuanya Gea pesan


Adlan sampai tercengang melihat apa yang di pesan Gea


"Ge, apa kau serius akan makan ini semua??" tanya Adlan merasa tidak percaya


"Tentu saja, bukan kah kau bilang aku bebas memesan apa pun" ucap Gea


"I Iya sih, tapi aku tidak menyangka akan sebanyak ini,, tapi tidak apalah, yang penting kau senang" ucap Adlan dengan senyum miris,


Dia mulai merogoh sakunya, dan melihat isi dompetnya yang hanya tersisa dua lembar uang merah,, itu adalah jatah untuk makanya untuk beberapa hari kedepan,, tapi sepertinya untuk makan kali ini saja itu akan kurang


"Kenapa?, jangan bilang kalau kamu mau menarik ucapnmu lagi, pria sejati itu pantang menjilat ludahnya sendiri lho" ucap Gea


"Ti tidak, kau makan saja, tenang saja, Semuanya aku yang bayar" ucap Adlan

__ADS_1


Mendengar itu Gea sontak langsung berdiri "Hey teman teman, kalian dengar tidak barusan, Adlan ulang tahun lho, dan dia akan membayar semua makanan kita hari ini,," teiak Gea pada mahasiswa lain yang kebetulan makan di sana juga


"Ge, apa yang kamu katakan?, aku tidak ulang tahun" ucap Adlan benar-benar merasa panik sekarang


"Waaah Adlan, kamu ulang tahun ya, kamu baik sekali mau mentraktir kita makan,, ayo ayo pesan yang banyak, mumpung ada yang bayarin" ucapa salah satu mahasiswi pada temannya yang lain, dan tentu semuanya langsung memesan makan lagi meski sebagian dari mereka sudah memesan sebelumnya


Gea langsung tersenyum melihat ekspresi Adlan yang sudah seperti kebakaran jenggotnya, setelah ini dia yakin kalau Adlan akan berhenti mendekati nya,


"Kamu memang pria yang baik Adlan," ucap Gea menepuk nepuk bahu Adlan dengan tersenyum


Adlan hanya bisa memberikan senyuman yang lebih buruk daripada menangis, dia merasa benar-benar sudah di kerjain habis habisan oleh Gea


"Iya, aku Baik" ucap Adlan


Sementara Anju diam diam hanya bisa menertawakan Adlan dari belakangnya, dia jarang sekali melihat ekspresi tuanya setegang itu karena di kerjai seorang gadis,


Padahal menurutnya ekspresi itu tidak perlu dia tunjukkan, karena dia adalah anak dari salah seorang pembisnis terkaya di Indonesia,, kalau dia mau, jangankan hanya membayar semua makanan di tempat itu,, beli tempat makannya sekalian juga harusnya itu bukan beban bagi ayahnya,


Dan sebelumnya,, uang jutaan hanya di anggapnya uang receh saja oleh adlan, jadi Anju tidak habis pikir dengan ekspresi Adlan sekarang


Tapi Anju tau kalau tuanya sekarang sedang memegang prinsip barunya, dan dia sangat menghargai itu


.


…


Dan tibalah Saat saat puncak yang menegangkan bagi Adlan, ya itu melihat nominal bil yang harus di bayar olehnya sekarang yang berjumlah hanya sekitar 3jtan, dan dia bingung bagaimana membayarnya,, karena kartu yang di bawa Selin kemarin tidak dia Ambil


Kondisi Adlan juga basah kuyup karena dia di siram air minum Oleh beberapa orang yang memberikan selamat ulang tahun padanya setelah mereka selesai makan, dan dia hanya bisa pasrah saja dengan apa yang terjadi


Gea tersenyum kecil saat melihat Adlan berekspresi menyedihkan saat akan membayar, tapi dalam hati dia jadi merasa bersalah juga pada Adlan


'Apa aku sudah sangat keterlaluan padanya?, ah tapi ya sudahlah, sudah terjadi juga, biar dia kapok mendekatiku, toh dia juga sudah punya pacar kan,, tapi kasian juga sih' gumam Gea dalam hati


"Hey, kenapa??, kamu bisa bayar makanan nya kan??" tanya Gea


"Iya, tentu saja, aku bisa membayarnya, tenang saja" ucap Adlan


"Baguslah, kalau begitu terimakasih untuk makan siang hari ini, kalau kau mau jadi temanku,, sering seringlah menteraktirku makan,, ya" ucap Gea, dia pun segera keluar lebih dulu,, dia sangat yakin Setelah ini Adlan pasti akan berpikir ulang untuk mendekati nya lagi

__ADS_1


Adlan langsung mengeluarkan isi dompetnya yang tinggal dua lembar itu saja "Aku baru bisa bayar segini,, sisanya aku bayar belakangan ya, bisakan mbak??" ucap Adlan


__ADS_2