Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Bersiap


__ADS_3

Sementara Adlan yang baru saja keluar dari kediaman sang ayah masih sedikit heran dengan ekspresi wajah yang di perlihatkan Gea, dia nampak terus murung dan tidak terlihat bergairah


"Ge, kau tidak perlu sekhawatir itu, aku yakin Anggi dan ibumu akan baik baik saja sekarang, dan mereka pasti segera pulang" ucap Adlan yang mengira Gea begitu karena terus kepikiran soal keselamatan sang ibu


"Iya, aku harap juga seperti itu" ucap Gea tidak terlalu menjelaskan apa yang sebenarnya jadi penyebab kegundahannya,


Adlan menggandeng tangan Gea untuk mencoba menguatkan nya, "Kita pergi ke markas untuk bersiap-siap, Ayah pasti akan segera menurunkan perintah nya supaya Redbear membantu kita, dan Redbear juga pasti akan segera bergerak" ucap Adlan


"Mm,, Baiklah" ucap Gea dengan tidak merubah raut wajah rumit nya


Mereka berdua segera naik ke mobil Redbear lagi, dan Adllan segera mengemudikan nya untuk kembali ke markas besar


.


…


Sesampainya di markas besar, Adlan dan Gea langsung kembali menghadap ke ruangan Agam


Agam langsung berdiri dari duduknya saat Adlan dan Gea memasuki Ruangan,, dan bersikap hormat pada Adlan "Ah, tuan Adlan, Aku sudah menyiapkan 300 anggota terlatih untuk ikut dengan Anda ke dark Land, mereka terdiri dari sepuluh penembak jitu, sepuluh ahli peledak, sepuluh pilot dan co-pilot, dan sisanya anggota yang sudah mahir dengan senjata api, dan beberapa tim medis juga akan ikut untuk berjaga-jaga,, Sementara untuk tenaga cadangan, Anggota dari cabang cabang di luar pula tinggal menunggu instruksi, dan mereka akan bersiap," ucap Agam


Mendengar hal itu, Adaln sejenak terdiam, menurutnya jumlah itu mungkin bisa saja meratakan sebagian wilayah di darkland, bukan untuk menyelamatkan 2 orang yang hanya di jaga oleh puluhan bandit saja


"Paman, apa ini tidak terlalu berlebihan?, jumlah mereka di kapal yang akan kita kejar itu hanya sekitar 30 orang saja, kurasa hanya menurunkan 5 pilot heli dan beberapa anggota saja itu sudah cukup untuk menakuti mereka" ucap Adlan


"Saya mendapat info dari Tuan besar kalau ibu dari Gea sudah tidak berada di kapal yang sebelumnya, mereka mempersingkat waktu perjalanan dengan mengalihkan mereka menggunakan helikopter, dan mungkin sekarang mereka sudah mendarat di Dark Land, Sandri sudah berhasil meretas sistem keamanan internal mereka, Dan tuan besar sudah memperkirakan kekuatan mereka di sana seperti apa" ucap Agam


Sementara Gea hanya bisa terbengong mendengar percakapan mereka itu, dia sedikit tidak menyangka kalau Arman akan menurunkan bala bantuan yang tidak main-main untuk nya, dan itu sedikit di luar dugaannya,


"Ge, sepertinya kita akan berkunjung ke tempat Asalmu, apa kau merindukannya?" tanya Adlan

__ADS_1


"Hah?, maksudku tidak tuan muda" ucap Gea langsung menundukkan pandangan


"Sejak kapan panggilan mu berubah, aku tidak menyukai panggilan mu itu Nona FOX" ucap Adlan


"Kau putra dari pemimpin Redbear, dan harusnya aku memanggilmu seperti itu dari awal, maaf" ucap Gea


"Baik, di sini kau boleh bersikap begitu, tapi di luar, aku tetap Adlan yang sebelumnya" ucap Adlan


"Baik tuan muda" ucap Gea


"Baiklah, kita juga harus bersiap sekarang," ucap Adlan


"Siap tuan" ucap Gea dengan hormat


Mereka berdua segera keluar dari ruangan Agam, jika sebelumnya mereka jalan berdampingan, tapi sekarang Gea mengikuti Adlan di belakangnya, dan mereka segera menuju ke tempat perlengkapan


Dan mereka segera menggunakan rompi anti peluru dan membawa pistol yang di rasa akan mereka perlukan, mengingat kalau anggota BlackPython juga di persenjatai dengan senjata senjata yang cukup mematikan


.


Dan tiba tiba mobil sang ayah datang dan membelah barisan ratusan anggota yang memberi jalan dengan hormat padanya, Arman kemudian turun dari mobil dengan di sambut hormat oleh semua anggota, tidak terkecuali Gea yang juga memberi hormat dari belakang Adlan


Arman langsung melangkah bersama Tiara untuk berhadapan dengan Adlan yang masih berdiri di luar lobi markas


"Ayah, aku sedikit tidak menyangka dengan ini, selain pembisnis hebat, ternyata kau juga pemimpin organisasi ini" ucap Adlan


"Kalau ibumu tidak menyuruh merahasiakan nya darimu, mungkin kau akan tau dari dulu" ucap Arman


"Aku bangga bisa jadi Putramu" ucap Adlan

__ADS_1


Arman hanya tersenyum, lalu mengeluarkan sebuah cicin kuno bermata besi kursani kuning dari saku jasnya, "Cincin ini milik ibumu,, bawalah agar kau bisa merasa sedikit aman" ucap Arman, langsung mengulurkan nya pada Adlan


Adlan langsung menerima cicin kursani itu yang jadi pelindung ibunya semasa dia hidup, Tapi Adlan hanya menganggap kalau itu hanya sebuah cincin kuno biasa, dia tidak tau kalau di balik tampilan nya yang kuno, cincin itu menyimpan sebuah efek magis yang menjadikan pemakainya kebal terhadap serangan apapun pada fisik nya


"Terimakasih, ini sangat berharga bagiku" ucap Adlan dengn menggenggamnya erat erat cicin itu di kepalan tangannya,


.


…


Semua pasukan Redbear segera berangkat menuju pelabuhan, karena mereka akan menggunakan jalur laut untuk sampai ke dark Land,, Sementara helikopter akan di turunkan belakangan,, Mereka berangkat menggunakan sebuah kapal pesiar yang cukup besar milik sang Ayah,


Sesampainya di pelabuhan Adlan dan Lena, langsung naik ke kapal pesiar mewah itu,,


Gea nampak kagum dengan kapal yang jadi tunggangan mereka itu, tapi dia tidak tau kalau itu milik pribadi, Gea terus bersama Adlan untuk melihat lihat ruanga demi ruangan, lantai demi lantai, sampai akhirnya mereka menemukan tempat yang menurut mereka nyaman di area dek kapal


Mereka langsung berdiri bersebelahan di tepian dek kapal itu, dan memandang ke arah lautan lepas yang akan mereka arungi itu


"Adlan, apa aku boleh bertanya satu hal padamu?" tanya Gea


"Tentu saja" ucap Adlan sedikit menoleh


"Jika seandainya kau di hadapkan pada sebuah pilihan, dan kau harus memilih satu di antara keluarga, atau orang yang kau cintai,, kau akan memilih yang mana?" tanya Gea


"Aku pasti akan tetap memilih keduanya" ucap Adlan tersenyum, karena menganggap pertanyaan gea itu hanya pertanyaan iseng saja


Gea juga langsung tersenyum miris dengan mata sedikit berkaca-kaca, dalam hati dia juga tentu memilih keduanya, dan tidak ingin memilih salah satunya saja


"Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan sekarang?, apakah ada pikiran lain yang mengganggu mu saat ini selain masalah ibumu??" tanya Adlan

__ADS_1


"Tidak, tidak Ada, aku hanya sangat mengkhawatirkan ibu dan Anggi saja" ucap Gea tidak berani mengungkapkan prihal syarat dari Arman padanya


"Sudah ku bilang berkali-kali kan, mereka pasti akan baik baik saja, sekarang nikmati saja perjalanan nya, karena rasanya kita hanya akan berangkat liburan saja ketempat asalmu" ucap Adlan berceloteh dengan harapan bisa sedikit mengalihkan kerisauan di hati Gea


__ADS_2