Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Terbius


__ADS_3

Adlan menoleh pada Gea dengan dada sedikit berdebar, selama sebulan terakhir Gea tidak pernah menghubungi nya sama sekali, Adlan menatap wajah Gea yang menelpon tanpa melihat ke arahnya, Adlan kemudian menjawab panggilan dari Gea itu,


Tapi begitu Adlan menerima panggilan nya, Gea baru tersadar kalau dia tidak seharusnya menghubungi Adlan, jadi Gea langsung mengakhiri panggilan nya lagi


"Apa yang kupikirkan, kenapa aku bisa bisanya menghubungi Adlan untuk mengajak dia makan, Gea,, Adlan itu orang kaya, dan juga sudah bertunangan dengan orang lain, jadi,, jangan mengganggu kebahagiaan nya, paham " gumam Gea pada dirinya sendiri,


Memang hal pertama yang di ingat Gea saat dia mendapatkan gajinya adalah ingin mentraktir Adlan makan, karena dia sempat meminta nya meskipun dua tau kalau permintaan Adlan itu hanya bercanda,


Saking senangnya Gea mendapatkan gaji dari organisasi Redbear yang sekitar sepuluh jutaan, dan itu menurutnya jumlah gaji yang lumayan besar mengingat dirinya yang seorang pemula di organisasi, sampai-sampai melupakan soal keputusannya yang sudah memilih jalan masing-masing dengan Adlan,


Sementara Adlan masih menaruh ponselnya di telinga, dia pikir Gea menghubunginya karena sudah mengetahui kalau dia ada di depannya, tapi nyatanya Gea hanya repleks saat dia merasa bahagia


Gea yang masih memeluk ponsel di dadanya kembali menoleh pada Adlan "Hey Kitting" tegur Gea pada Adlan yang masih terbengong di pintu kamarnya


"Oh, iya, aku akan segera kelur sekarang" ucap Adlan sedikit terperanjat


"Tidak, maksud ku bukan itu, kau tadi mengajak ku makan di luar kan?, aku akan bersiap, kau tunggu saja di luar," ucap Gea


Tentunya Adlan langsung tersenyum saat mendengar itu, "Baiklah, aku akan menuggumu" ucap Adlan, diapun segera melanjutkan lagi niatnya untuk membuka pintu dan segera keluar untuk menunggu Gea bersiap


.


Setelah beberapa saat, Gea pun membuka pintu kamar hotel nya lagi, dia keluar dengan bersetelan santai seperti biasanya, jaket hitam, kaos putih, dengan bawahan jeans standar yang cukup khas dari Gea


"Ayo turun" ucap Gea yangengahmpiri Adlan yang hanya menatapnya


"Baiklah, silahkan nona FOX duluan" ucap Adlan


"Kau kekeuh sekali memanggil ku dengan sebutan itu" ucap Gea santai sambil melenggang melewati Adlan


"Hanya sebuah panggilan Saja kan, harusnya itu bukan masalah" ucap Adlan


Mereka pun segera turun dari lantai yang mereka tempati sekarang, dan ke luar dari area hotel untuk menikmati suasana kota D saat malam hari


Mereka berjalan jalan santai menyusuri trotoar jalanan yang tidak begitu ramai di bawah gelapnya langit malam kota D


Tidak lama mereka menemukan sebuah kafe yang menyediakan tempat duduk di luar ruangan untuk pengunjung nya, dan Gea berbelok untuk masuk ke kafe yang menurutnya cukup nyaman untuk mereka bersantai,


Mereka pun langsung duduk di meja luar Kafe yang tidak terlalu ramai itu, dan menikmati suasana malam di sana


"Aku sebenarnya ingin mengajak seseorang untuk makan malam bersama, tapi karena seseorang itu ada di kota J, jadi tidak mungkin aku mengundangnya kesini, jadi malam ini aku traktir kau saja" ucap Gea sambil mendongak menatapi kegelapan langit malam kota J

__ADS_1


"Sungguh?, siapa orang itu?" Tanya Adlan pura pura tidak tau,, padahal dia yakin Kalau yang di maksud Gea adalah dirinya


"Kau tidak perlu tau siapa orangnya, ku beritau juga belum tentu kau kenal" ucap Gea


"Ya siapa tau aku mengenalnya" ucap Adlan


"Kitt, ngomong-ngomong, apa kau pernah jatuh cinta?" tanya Gea dengan intonasi suara yang cukup tenang


"Tentu saja pernah" ucap Adlan


"Apa kau mengungkapkan perasaan mu pada orang yang kau cintai itu?" tanya Gea lagi


"Ya,,,Tentu" ucap Adlan dengan terus menatap intens pada Gea


"Lalu bagaimana rasanya saat perasaan mu itu bersambut?" tanya Gea


"Entahlah, aku juga belum pernah merasakan itu" ucap Adlan,


"Apa itu artinya kau sering bertepuk sebelah tangan?" tanya Gea sejenak menoleh pada Adlan


"Tidak juga, aku hanya pernah sekali merasakan cinta yang sebenarnya, dan merasa tidak mungkin bisa hidup tanpa nya,, tapi orang itu malah seperti tidak peduli dengan perasaan ku, dan malah memilih jalannya sendiri" ucap Adlan


"Makanya kau rubah sedikit penampilan rambut mu itu,, jangan seperti ini terus, mana ada wanita yang mau menerima mu jika kau seperti ini" ucap Gea menatap wajah Adlan yang sedikit aneh itu


"Ya mungkin saja" ucap Gea


"Kalau begitu sebentar, aku basuh dulu wajah ku" ucap Adlan, dia beranjak dari tempat duduknya dan berniat ke kamar mandi untuk menghapus semua penampilan Aneh nya sekarang


Adlan ingin melihat seperti apa reaksi Gea saat di tau kalau pria yang ingin dia ajak makan itu sebenarnya ada bersamanya


"Apa hubungannya dengan membasuh wajahnya sekarang, dasar Aneh" gumam Gea


Tiba tiba dering ponselnya Gea berbunyi,, dan Gea langsung meraih ponsel yang di taruhnya di meja di depannya, dan mengangkat panggilannya "Hallo bu" sapa Gea


šŸ“²"Hallo Gea, Adik mu tertangkap oleh anak buah Tiger, tapi ibu sekarang bisa lolos dari mereka,, kau di mana sekarang?, apa kau masih berada di markas Redbear?" tanya sang ibu dengan nada panik dan sedikit terengah-engah karena sudah berlari menghindari anggota BlackPython yang ingin menangkapnya


"Apa??, Anggi tertangkap???, bagaimana mereka bisa menemukan kalian??," tanya Gea juga sedikit panik


šŸ“²"Ibu tidak tau, tapi mereka langsung saja masuk keruamah kita, dan ibu tidak bisa membawa annggi Lari" ucap Anggelina


"Aku sekarang ada di luar kota bu, aku sedang ada tugas organisasi disini," ucap Gea juga ikut panik mendengarnya

__ADS_1


šŸ“²"Benarkah?, kalau begitu kamu juga harus hati-hati, mereka seperti nya sudah mengintaimu juga, dan mungkin tau keberadaan mu,, soalnya ibu mendengar kalau mereka membicarakan mu" ucap Angelina


"Begitukah, ibu tenang saja,, aku bisa melindungi diriku se......" 'cep' Aaaah" tiba tiba Gea merasakan sesuatu yang tiba-tiba menancap di bahunya, dan Gea langsung meraihnya, dan melihat kalau itu adalah peluru dari senapan bius "Gawat, ini pasti perbuatan mereka" gumam Gea yang merasa badan nya mulai melemah, dan perlahan penglihatan nya juga mulai kabur,


Gea langsung menjatuhkan ponsel yang di gegamanya ke lantai, dan kemudian di susul tubuhnya nya yang juga ikut ambruk 'Bruukk', dan Gea langsung tidak sadar kan diri


šŸ“²" Hallo,,, Ge, ada apa??, ge!!!" suara Anggelina dari ponsel Gea


Dan muncullah Tiga pria yang berpenampilan metal yang sedari awal sudah membuntuti Gea ke kota dari Kota J, salah satu dari mereka segera mememungut ponsel Gea yang masih tersambung dengan panggilan Anggelina


"Putrimu yang satu lagi sudah ada ditangan kami, jadi kau tidak punya pilihan selain ikut dengan mereka juga untuk pulang, nyonya leopard" ucap pria itu


šŸ“²"Brengsek kalian, aku bersumpah akan membalas semua perbuatan kalian" ucap Anggelina


Pria itu hanya menynggingkan senyumanya, lalu segera mematikan panggilan nya


"Bawa dia" ucap Pria itu pada kedua rekannya


"Baik" sahut salah satu dari mereka, mereka segera membawa tubuh Ge yang terkulai lemas di lantai tanpa ada perlawanan, dan langsung memasukannya kedalam mobil mereka


.


.


…


Beberapa saat kemudian Adlan kembali dari toilet setelah dia menjadi dirinya lagi, tapi saat dia kembali ke mejanya, dia sudah tidak melihat Gea di sana "Ge,," panggil Adlan, dia langsung melihat ke sekeliling tempat itu, namun dia tidak melihat keberadaan Gea di sana "Ge,, Apa kau meninggalkanku sendirian di sini?, yang benar saja" gumam Adlan


Dia langsung menghampiri salah satu Waitress di sana untuk memastikannya "Ah, maaf mbak, apa kau melihat teman saya yang duduk di sana tadi?" tanya Adlan positif thingking, karena bisa saja Gea pergi ke toilet juga


"Oh, wanita yang di sana tadi kelihatan nya pingsan tuan, dan ada orang yang langsung mebawanya pergi, mungkin itu teman Anda juga" ucap Sang pelayan


"Oh, begitu ya, Terimakasih kalau begitu" ucap Adlan, 'Pingsan, mana mungkin Gea tiba-tiba pingsan begitu saja' batin Adlan,, meski perasaan nya langsung tidak enak karena mendengar hal itu, tapi dia masih mencoba tenang dan segera menghubungi Hendra untuk memastikan Gea kembali ke hotel bersama mereka atau tidak


"Hallo, apa ketua Ge ada bersama kalian sekarang?" tanya Adlan tanpa basa-basi,


šŸ“²"Apa maksudmu??," ucap Hendra tidak mengerti


"Maksudku tadi ketua Ge pingsan di kafe, apa kalian yang mebawanya kembali ke hotel?" tanya Adlan lebih merincikan pertanyaan nya


šŸ“²"Tidak, kami berdua tidak kemana-mana dari tadi" ucap Hendra

__ADS_1


"Oh, ya sudah" Adlan langsung mematikan panggilan nya, "Sial, kalau bukan mereka , lalu siapa yang membawa Gea??,, apa black Python?, bagaimana mungkin mereka ada di kota ini juga??," ucap Adlan langsung mengkhawatirkan Gea, dia takut akan terjadi apa-apa padanya


__ADS_2