
Adlan langsung tersenyum mendengar pertanyaan Sisil yang mengira dia sudah di marahi ayahnya "Tidak juga, aku sudah bukan anak kecil bandel yang harus di marahi ayah kan" ucap Adlan
"Ya habisnya kau terlihat sedikit melamun" ucap Sisil
"O yah Sil, apa kau tau alasan ayah mengundang kalian ke sini?" tanya Adlan
"Tau, dia ingin menjodohkan kita kan?" ucap Sisil
"Lalu apa pendapatmu?" tanya Adlan
"Kalau aku sih tidak keberatan, toh kita juga sudah kenal dari kecil kan" ucap Sisil
"Kalau seandainya aku menolak perjodohan ini, apa kau akan kecewa?" tanya Adlan
"Mungkin, apa kau keberatan dengan keinginan Ayahmu itu?" tanya Sisil
"Entahlah, tapi kalau boleh jujur, aku sudah menulis satu nama gadis di hatiku, aku tidak yakin bisa menghapusnya" ucap Adlan
"Apa gadis itu yang bersama mu di kampus?" tanya Sisil
"Ya, dia orangnya, tapi kami memang belum punya hubungan yang jauh" ucap Adlan jujur
"Aku tidak akan memaksa mu untuk setuju dengan perjodohan kita, kalau kau siap, aku juga siap, kalau kau tidak siap, aku juga tidak bisa apa apa kan?" ucap Sisil
"Intinya, kau jangan berharap terlalu banyak, karena aku juga tidak mau merusak pertemanan kita kalau seandainya kita tidak berjodoh" ucap Adlan
"Baiklah," ucap Sisil
.
.
...°°°...
Sementara itu, Gea sudah mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini di markas Redbear,, tapi dia tidak menampakkan raut wajah bahagia meski dia sekarang sudah resmi jadi anggotanya, itu karena Adlan tidak mendampingi nya saat ini,
Dia keluar dari ruangan registrasi dengan membawa lencana anggota dan beberapa berkas yang harus di pelajari sendiri
"Bagaimana, apa semuanya lancar?" tanya Anju yang menunggu Gea di luar ruangan
"Ya, semuanya berjalan seperti yang aku harapkan" ucap Gea
"Lalu kenapa kau tidak terlihat senang?" ucap Anju
"Siapa bilang, aku sangat senang, aku hanya masih merasa kalau semuanya ini hanya mimpi" ucap Gea dengan senyum yang di paksakan
"Baiklah Kalau begitu, kapan kau mulai Aktif di anggota?" tanya Anju
"Mungkin besok aku sudah mulai aktif" ucap Gea
"Lalu bagaimana dengan kuliahmu?" tanya Anju
__ADS_1
"Entahlah, aku masih mempertimbangkan nya,, mungkin aku akan ikut kelas karyawan saja, jika aku mengambil mata kuliah sore, kuarsa akan sedikit kerepotan untuk membagi waktunya" ucap Gea,
Meskipun mimpinya untuk jadi anggota Redbear sekarang sudah tercapai , tapi Gea tetap punya mimpi lain untuk masa depannya selain jadi anggota organisasi, jadi dia berniat untuk terus melanjutkan pendidikan nya hingga selesai
"Baiklah, bagaimana baiknya saja" ucap Anju
"Iya,, O yah, aku sudah janji untuk menelaktir mu makan kan?, jadi, mari kita cari tempatnya sekarang" ucap Gea
"Baiklah, aku tidak mungkin menolaknya" ucap Anju, meski sebenarnya dia tidak menginginkan telaktiran makan dari seorang gadis, tapi dia tetap menghargai niat baik Gea
.
.
…
Sementara di sisi lain, Sisil juga mengajak Adlan untuk mencari makan malam di luar, jadi Adlan membawanya pergi dengan mobil Sport merah berlambang kuda jingkrak
"Waw, ini kali pertama aku naik mobil Sport mu Adlan, ini benar benar keren sekali" ucap Sisil di sela perjalanan mereka
"Ya lumayan, meski harga nya tidak terlalu mahal, tapi aku sangat menyukai mobil ini, karena ini hadiah pertama dari mendiang ibu" ucap Adlan
"Kau bilang tidak terlalu mahal?, memangnya berapa harga mobil ini," tanya Sisil penasaran
"Ya sekitar 5 sampai 7 Miliar kalau tidak salah" ucap Adlan
"Gila, harga segitu kamu bilang tidak mahal??, itu sebanding dengan 3 unit mobil Suv mewah kali" ucap Sisil
"Iya sih, paman Arman memang benar-benar hebat" ucap Sisil
Tidak lama Adlan memberhentikan mobilnya di depan sebuah Restoran yang tidak terlalu mewah
"Kita makan di sini??" tanya Sisil sedikit tidak percaya
"Iya, kenapa memang, apa ada masalah?" tanya Adlan
"Tidak, aku hanya tidak habis pikir saja orang sepertimu ingin makan di tempat seperti ini, kenapa kita tidak diner di tempat yang lebih romantis??" tanya Sisil
"Ayolah, kita bukan sedang kencan kan,, tidak apa kalau kau tidak mau makan di sini, kau tidak perlu turun, setelah aku selesai makan, nanti aku akan antar kau ke tempat yang kamu inginkan" ucap Adlan
"Bukan begitu maksudku, Baiklah aku juga akan makan di tempat ini, asalkan denganmu dimana saja akan terasa enak" ucap Sisil sambil meraih bahu Adlan
"Sil, ayolah, bisa tidak kalau kau bersikap biasa saja" ucap Adlan sedikit risih
"Memangnya aku bersikap luar biasa?, ini juga biasa kan, biasa seperti pasangan pada umumnya" ucap Sisil
"Apa kau tidak mengerti apa yang ku bicarakan di Mansion tadi, kita bersikap seperti teman saja, paham??" ucap Adlan melepaskan tangannya dari genggaman Sisil
"Kau ini aneh, bukan kah kita sebentar lagi akan bertunangan?, jadi apa salahnya kalau kita bersikap seperti pasangan yang wajar?" ucap Sisil
"Kau sepertinya benar-benar tidak paham maksudku" ucap Adlan langsung membuka pintu mobilnya dan keluar
__ADS_1
Dan entah kebetulan atau tidak, saat dia keluar dari mobil, dia malah langsung beradu pandang dengan Gea yang juga baru turun dari mobil Anju
"Ah, sudah kuduga, ini pasti mobil tuan, aku tidak mungkin salah" ucap Anju yang sudah berada di luar mobilnya
"Kalian kesini juga?" tanya Adlan merasa kalau itu sangat kebetulan
Sisil juga turun dari mobil "Baiklah, kalau kau tidak suka,, aku tidak akan seperti itu lagi" ucap Sisil
Tapi Adlan hanya fokus melihat ke arah Gea sekarang, jadi Sisil juga ikut melihat ke arah yang sama dengan Adlan,
"Oh, ada temanmu ya, ini kebetulan atau kalian memang janjian??" tanya Sisil
"Anju, kita mending cari tempat lain saja" ucap Gea
"Ge, apa kau menganggap aku seorang penggangu??" tanya Adlan
"Tidak, aku hanya merasa ingin makan sesuatu yang lain saja, dan kurasa tidak akan ada di tempat ini" ucap Gea
Adlan langsung berjalan mendekat ke arah Gea dan sedikit mencondongkan badannya untuk memperhatikan wajah Gea dari dekat
"Kau mau apa??" tanya Gea sedikit tidak mengerti dengan sikap Adlan
"Kau bohong kan?, kau sengaja ingin menghindari ku,, Gea,, apa aku harus menjelaskan sesuatu padamu?" tanya Adlan
"Aku aku, tidak bohong, juga memangnya apa yang perlu di jelaskan?," ucap Gea
"Apa kau tau?, aku sedikit mengenal mu, jadi aku tau sedikit karakter mu," ucap Adlan
Sisil tiba-tiba saja menggandeng Adlan dari belakang "Adlan, katanya kita mau makan, kenapa malah ngobrol di sini" ucap Sisil
"Ge, mending kita makan sama sama, aku sudah lapar,, o yah apa tawaran traktiran mu itu masih berlaku?" tanya Adlan
"Yang benar saja, kau tidak ikut mengantar ku ke markas, masih nanya soal teraktiran?, Tidak tau malu" ucap Gea
"Nah, itu baru Gea yang ku kenal,, Anju, ajak dia masuk, jangan sampai dia kabur" ucap Adlan Asal
"Baik tuan" ucap Anju
"Kabur kabur, memangnaya aku tawananmu apa?" gerutu Gea dengan suara kecil
Gea pun akhirnya mengikuti Adlan untuk masuk ke restoran itu,
Adlan yang duluan masuk sengaja menunggu Gea untuk memilih tempatnya,, dan barulah Adlan menghampiri mejanya dan duduk berseberangan langsung dengan tempat duduk Gea,
Karena Adlan tau kalau Gea sedikit menghindari nya, dan tidak mungkin dia akan memilih duduk bersama nya karena dia juga bersama Sisil
Adlan bisa sedikit membaca situasinya, kalau gea sebenarnya tidak suka melihatnya dengan Sisil
"Sayang, kenapa kamu malah duduk di sini sih?, kita mending cari tempat lain untuk kita berdua saja" ucap Sisil sengaja berniat untuk memanas manasi Gea,
Dan tentu Gea juga langsung memasang wajah masam
__ADS_1
Adlan juga sadar akan gelagat keduanya, "Sil, sudah ku bilang kan, kita di sini bukan untuk kencan, jadi tidak perlu selebay itu, kau dan mereka sama sama temanku, jadi kita makan satu meja saja di sini" ucap Adlan