
Gea kesal karena Tiger memutus panggilannya begitu saja, padahal dia masih ingin mengetahui kabar dari sang ibu dan Anggi sekarang, jadi gea mencoba untuk menelpon kembali nomor yang di gunakan Tiger, tapi Sayangnya panggilan nya sama sekali tidak dapat tersambung
" Sial, kenapa tidak bisa di hubungi lagi?" gumam Gea dengan ekspresi marah
"Mungkin Tiger sudah memblokir panggilan mu" ucap Adlan
"Seperti nya begitu, dia memang benar-benar manusia pengecut, aku sangat ingin menyayati kulit wajahnya dan membuat dia menderita seperti yang dia sudah lakukan kepada ayahku" ucap Gea
"Hari akan datang, kau pasti bisa membalas kan dendam Ayahmu" ucap Adlan
" Yah, itu pasti, tunggu saja tanggal mainnya Tiger, " ucap Gea yang meremas ponselnya kuat kuat seolah ponsel itu wajah Tiger dan ingin menghancurkanya
.
Perjalanan panjang mereka pun terus berlanjut untuk mengarungi lautan yang luas di depan mereka, Gea merasa sudah tidak sabar ingin cepat cepat sampai ke Dark Land dan ingin segera bertemu keluarganya dan membalas kan dendam untuk sang ayah,
Meski hal itu mungkin tidak semudah apa yang di ucapkannya, tapi dia tetap optimis karena kekuatan Redbear ada bersamanya sekarang, dan gea tau itu akan sangat membantunya
Kapal layar mewah itu terus mengarungi lautan tanpa henti, untuk menuju ke tempat yang mungkin tidak semua orang tau kalau tempat itu ada
Bermil mil lautan terus kapal pesiar itu arungi, derasnya deburan ombak di tengah laut sama sekali tidak menyurutkan laju kapal pesiar yang membawa ratusan anggota Redbear itu
Hingga tidak terasa, hari pun mulai berganti hari yang berbeda, dan kini kapal pun sudah mulai mendekati tujuan mereka, mungkin hanya sekitar setengah hari perjalanan lagi, dan mereka akan sampai di Dark Land dengan tetap di pandu oleh Sandri sang peretas sistem dari jarak jauh,
Kalau tidak ada Sandri atau S sang hacker kepercayaan Arman, mungkin kapal mereka akan kehilangan arah, mengingat Dark land memang benar-benar tidak nampak di pantauan Citra satelit biasa yang ada di monitor ruang kendali kapal
...•••...
Pagi ini, Cuaca cerah langsung menyambut Gea yang baru saja terbangun dari tidurnya di salah satu kamar mewah yang ada di ruang pribadi kapal pesiar itu, dia sedikit menggeliat, dan menyadari kalau Shelin yang jadi teman sekamar nya sudah tidak ada di sana
Gea langsung melirik ke arah jam digital Led yang ada di atas meja, dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul 07.15 "Sudah siang ternyata, Kenapa Shelin tidak membangunkan ku?" ucap Gea Yang segera beranjak untuk membasuh wajahnya ke kamar mandi
Setelah nya gea segera keluar kamar untuk mencari Shelin ke area Dek depan, tempat favorit mereka untuk menenangkan pikiran
__ADS_1
"Shel, kenapa kau tidak membangunkan ku?" tanya Gea langsung menghampiri Shelin yang sedang berdiri di dekat pembatas dek
Shelin yang sedang asyik melihat para anggota Redbear yang sedang baris berbaris di dek bawah langsung menoleh pada Gea
"Eh Ge, kau sudah bangun?, aku tidak tega membangunkan mu, dua hari ini kau selalu tidur larut kan??" ucap Shelin
"Ya, memang sulit rasanya memejamkan mata jika ada pikiran yang mengganggu, o yah Adlan kemana?, aku tidak melihatnya di dalam?" tanya Gea
"Tadi dia mencarimu ke kamar, tapi kau masih tidur, dan dia juga tidak ingin menggagngu mu,, jadi dia turun kebawah Sendiri, katanya dia akan menyusun rencana dengan beberapa komandan Redbear agar kapal kita bisa masuk ke wilayah musuh dengan aman, kalau kau mau, kita juga ikut kebawah sekarang, supaya kita tau seperti apa rencana kak Adlan dan yang lainnya" ucap Shelin
"Begitukah?, Baiklah Kalau begitu, tunggu sebentar,, aku akan mengganti pakaianku dulu,," ucap Gea yang memang masih berpenampilan gadis rumahan
"Aku juga sama," ucap Shelin yang juga masih bersetelan baju tidur
"Baiklah kita sama sama, o yah aku pinjam bajumu boleh??, aku tidak bawa baju ganti" ucap Gea
"Tentu saja, itu juga kalau ada yang pas untuk mu" ucap Shelin
"Aku memang lebih pendek dari mu, tapi ukuran baju kita sepertinya sama" ucap Gea
"Janganlah, aku baru bangun tidur" ucap Gea sedikit tidak PD
"Tenang saja, aku tidak akan meng uplodnya, hanya untuk di simpan,, ayo senyum!" ucap Shelin
"Tuh kan, bagus, lagi ,lagi" ucap Shelin
"Sudahlah, kita mending segera bersiap, atau kita akan ketinggalan pembahasan mereka" ucap Gea
"Baiklah," ucap Shelin langsung beranjak
Mereka berdua segera masuk ke kamar mereka lagi untuk bersiap, dan kemudian pergi ke tempat konferensi darurat Redbear yang di gelar di lantai tengah kapal
__ADS_1
.
Shelin dan Gea langsung memasuki ruangan yang di hadiri oleh tujuh komandan Redbear, termasuk Tiara yang juga hadir di sana,
Mereka semua mengelilingi sebuah meja hologram canggih untuk melihat seperti apa gambaran di darkland, untuk membuat rencana yang matang, supaya kedatangan mereka kesana tidak mendapatkan sambutan yang berarti
Jika mereka mendekati pulau itu begitu saja, mungkin kapal mereka bisa langsung di tenggelamkan oleh penjaga yang melihat kapal mereka sebelum berhasil menepi
Gea sedikit takjub dengan ruangan yang memiliki fitur-fitur yang cukup canggih, salah satunya hologram tabel untuk memantau kondisi di darkland, dia mendekat ke arah Adlan yang fokus pada meja hologram itu
"Baiklah, jadi rencanana A seperti yang sudah kita bahas tadi, dan untuk rencana cadangan....," Ucapan Adlan sontak terhenti saat melihat Gea dan Shelin yang baru bergabung di sana "Ge, kau kemari?, baguslah, kau mungkin bisa lebih paham kondisi di sana dari pada aku, jadi kau bisa jelaskan struktur pertahanan mereka seperti apa dan titik lemahnya di mana,, supaya kita nanti bisa mengantisipasi semuanya dengan baik" ucap Adlan
"Oh, baiklah, akan ku coba mengingatnya" ucap Gea yang langsung berdiri di samping Adlan untuk melihat peta hologram
Dia mencoba memperhatikan dan coba mengingat beberapa sisi lemah yang bisa di jadikan alternatif untuk mereka memasuki kawasan Dark land yang memang di sana memiliki penjaga an yang ketat, dan banyak kamera pengintai yang tersebar hampir di setiap sudut kawasan darkland
"Untuk berlabuh Mungkin kita bisa masuk dari sini?, karena seingatku di sini tidak terlalu banyak penjagaan, dan jarang di pakai untuk akses keluar masuk oleh mereka" ucap Gea menujuk salah satu sisi
"Bukankah pusat kota darkland di sini?" tanya Adlan menunjuk bagian tengah dan memperbesar nya
"Ya, di sanalah pusat pemerintahan darkland yang di pimpin oleh Tiger" ucap Gea
"Kalau kita masuk dari sini, ini akan terlalu jauh untuk sampai ke pusat kota" ucap Adlan menujuk titik yang tadi di tunjuk Gea Sebagi titik lemah
"Iya, tapi menurutku dari sini pintu masuk yang paling aman" ucap Gea
"Tidak, meski itu aman, perjalanan kita akan banyak memakan waktu, aku sudah berunding dengan semua ketua di sini, kalau kita akan masuk dari sini," ucap Adlan menunjuk kawasan dermaga yang paling dekat dengan pusat kota
"Apa itu tidak terlalu beresiko?" tanya Gea
"Tenang saja, kita smua sudah merencanakannya dengan matang" ucap Adlan
"Baiklah Kalau memang sudah terencana dengan baik, aku ikut saja" ucap Gea
__ADS_1
Mereka melanjutkan pembahasan yang lebih mendetail lagi, karena Gea tentunya banyak tau seluk beluk dari tempat kelahiran nya itu, jadi informasi yang Gea berikan juga bisa sedikit mempermudah langkah mereka untuk masuk ke darkland