Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Seseorang Yang Berharga


__ADS_3

Adlan yang kesal karena di kerjai Shelin terus mengejar Shelin di dek kapal pesiar mewah itu, mereka terus berlarian melewati para anggota Redbear yang kebingungan dengan tingkah putra putri pemimpin mereka


"Weee, tidak kena, kau tidak akan bisa menangkapku," ucap Shelin yang terus bisa menghindari Adlan di antara banyak orang


"Awas kau ya, aku pasti bisa menangkapmu" ucap Adlan terus mencoba meraih pundak Shelin yang Sangat lincah berlari


Tapi langkah Adlan terhenti saat Shelin bersembunyi di balik seorang wanita paruh baya yang berperawakan jangkung, dengan jilbab Hitam simpel yang menutupi kepalanya, dan wajahnya nampak persis dengan Shelin


"Ayo, kejar aku, kenapa kau berhenti?" ucap Shelin yang bersembunyi di belakang Tiara


"Apa kalian tidak bisa untuk bersikap sedikit lebih dewasa?," ucap Tiara


"Eh,, mamah" ucap Shelin yang sedikit tidak sadar dengan kehadiran Tiara


"Anda juga ikut ke kapal ini???" tanya Adlan sedikit tidak menyangka kalau ibu tirinya juga ikut serta di perjalanan nya kali ini


"Apa kau akan terus memanggilku dengan sebutan Anda?, apa tidak bisa kau memanggil ku ibu seperti dulu?" tanya Tiara dengan menatap lurus mata Adlan


"Kau bukan ibuku kan?, jadi aku tidak perlu memanggilmu ibu" ucap Adlan yang langsung saja berbalik untuk pergi, Dia tidak menghiraukan Shelin yang membuatnya kesal, karena ingin menghindari pembicaraan dengan ibu tirinya


"Apa kau tetap menyalahkan ku atas kepergian ibumu?" tanya Tiara


Adlan yang akan beranjak sejenak mengurungkan langkahnya "Kalau kau tidak bicara apapun pada ibuku, mungkin dia masih ada sampai saat ini," ucap Adlan


"Apa kau tidak malu menyalahkan orang lain atas kesalahan mu sendiri??, ibu hanya mengatakan apa yang ibu dengar pada ibumu, apa menurut mu itu salah??," tanya Tiara


Mata Adlan langsung berkaca kaca saat dia mengingat kembali saat kepergian sang ibu di dekapannya, karena Serangan jantung yang tiba-tiba saja menyerangnya saat ibunya itu marah besar atas ulah buruk Adlan sebelumnya,


Adlan menyalahkan Tiara karena ibu tirinya itulah yang sudah mengadukan kelakuan buruk Adlan di luar lingkungan sekolahnya pada sang ibu, meski Adlan sudah mencoba menutupinya, dan sudah membereskan masalahnya dengan uang supaya kabar nya tidak sampai ke telinga sang ibu


"Ibu tanya sekali lagi, Apa kau akan selamanya menyalahkan ibu?" tanya Tiara


Adlan hanya terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaan itu, meski hatinya tetap menyalahkan Tiara yang sudah menyulut api kemarahan sang ibu, tapi dia juga sadar kalau yang sepenuhnya salah adalah dirinya, karena dia tidak mampu mengendalikan ego masa labilnya yang haus pujian, karena terlahir dari keluarga terpandang, dan memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata,, dia tidak pernah menuruti nasehat dari sang ibu,


Andai kata waktu bisa di ulang, Adlan benar-benar ingin memperbaiki semuanya dari awal, supaya dia tidak harus kehilangan sosok sang ibu

__ADS_1


Adlan kembali meneruskan langkahnya untuk pergi dari hadapan ibu tirinya,,


Air matanya hampir saja menetes kala dia di ingatkan lagi ke masa lalunya


Tapi baru beberapa langkah Adlan berjalan, dia melihat Gea yang berdiri tidak jauh di depannya, jadi dia menghindari untuk berpapasan denganya juga dan melangkah ke arah lain, karena tidak ingin kelemahannya di lihat oleh Gea atau pun orang lain,


"Adlan" panggil Gea yang heran karena Adlan menghindari nya "Kenapa dia?" gerutu Gea


Sementara Tiara langsung melangkah ke arah gea dan berhadapan dengan gadis yang tingginya tidak melebihi bahunya itu


"Kehadiran mu mungkin bisa mengisi kekosongan yang sudah hilang dari Adlan" ucap Tiara yang kini berhadapan dengan Gea


Gea langsung bersikap hormat karena dia tau sedang berhadapan dengan siapa,


"Maaf nyonya, Saya tidak paham maksud anda" ucap Tiara


"Kau akan paham kalau kau menemuinya sekarang" ucap Tiara,, diapun segera berlalu dari hadapan Gea yang masih tidak mengerti masalah mereka


Setelah ibunya pergi Shelin langsung menghampiri Gea juga "Hhh, kenapa ibu harus ada di sini, kenapa tidak di dalam saja?, ujung-ujungnya selalu seperti ini kalau mereka bertemu" ucap Shelin


"Mereka begitu semenjak ibu Lena meninggal,, awalnya semuanya baik-baik saja, Kak Adlan juga Sebelumnya adalah sosok kakak yang peduli dan hangat padaku, tapi setelah ibunya tiada, dia jadi seperti tidak ingin melihat ku, aku jadi merasa kehilangan sosok kakak yang ku kenal dulu, aku sudah mencoba memberi banyak perhatian padanya,, tapi sama sekali tidak bisa mengembalikan sikap nya,, karena kesal dengan sikap dia yang terus seperti itu, aku jadi sering mengisengi nya, itu semata-mata hanya untuk mencari perhatian dia saja," ucap Shelin sedikit bercerita


"Begitukah, lalu apa maksud nyonya tentang mengisi kekosongan yang hilang dari Adlan?" tanya Gea


"Kau pasti sudah tau kan, kalau wajahmu sedikit mirip dengan bunda Lena, jadi mungkin maksud ibuku kau bisa menggantikan sosoknya untuk Adlan, dan menurut ku juga hanya kau yang bisa menggantikan peran bunda Lena sekarang,, jadi mending kau cari dia, karena aku yakin dia sedang sedih" ucap Shelin


"Oh, baiklah" ucap Gea,


Gea pun segera meninggalkan Shelin dan bergegas ke arah perginya Adlan


Dia mencari Keberadaan Adlan di setiap sudut dek kapal dan bertanya kepada setiap anggota Redbear yang dia temui


"Maaf, Apa kau melihat tuan Adlan di dalam?" tanya Gea pada salah satu rekan anggota yang berpapasan di pintu masuk kapal


"Tuan muda sepertinya pergi ke arah toilet sebelah sana barusan" ucap sang anggota menunjuk ke salah satu pojok ruangan kapal

__ADS_1


"Oh, Baiklah, terimakasih" ucap Gea


Gea segera menuju ke arah yang di tunjuk oleh rekannya, dan tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke sebuah toilet pria untuk mencari Keberadaan Adlan di sana


Gea melihat lihat kedalam ruangan luar toilet mewah yang ada di kapal itu, namun dia tidak melihat keberadaan Adlan di sana,


"Adlan, apa kau ada di sini?" tanya Gea langsung masuk dengan sedikit mengendap-endap


Tapi sama sekali tidak ada yang menyahut pertanyaan dari Gea di sana,


"Adlan, apa kau di dalam??" tanya Gea lagi sambil celingak-celinguk menilik ke setiap pintu kamar mandi


Namun Adlan yang memang berada di salah satu bilik kamar mandi itu sama sekali tidak berniat menjawab Gea, karena memang kondisi hatinya sedang tidak begitu baik sekarang


"Adlaann" panggil Gea lagi dan lagi


Adlan yang mendengar Gea terus memanggilnya segera membasuh wajahnya, lalu keluar dari persembunyiannya untuk memenuhi panggilan Gea dengan wajah yang basah kuyup, itu karena dia tidak ingin kesedihan nya terlihat oleh Gea


"Untuk apa kau mencari ku sampai kemari??, apa kau tidak bisa menungguku di luar?" ucap Adlan sedikit dingin dan langsung melangkah lurus ke arah wastafel untuk membasuh wajahnya lagi sebagai cara untuk menyembunyikan kesedihannya


"Apa kau menangis sendirian di kamar mandi?" tanya Gea Asal


"Hhh, lelucon macam apa itu?, mana mungkin aku melakukan hal itu" ucap Adalan tersenyum sambil melihat Gea yang berdiri di belakangnya dari pantulan cermin, dia merasa tidak munkin mengakui nya meskipun itu kenyataan


"Kalau kau punya masalah, harus nya kau bisa membagi nya denganku kan," ucap Gea


"Masalah??, masalah apa??" tanya Adlan sedikit menoleh


"Apa menurut mu, aku ini mirip dengan seseorang yang sangat berharga untuk mu sebelumnya?" tanya Gea


Adlan berbalik dan berhadapan dengan Gea "Apa wanita itu bicara banyak padamu??" tanya Adlan


"Adlan,, aku mungkin tidak akan bisa memahami mu seperti ibumu, tapi setidaknya aku bisa menampung semua keluh kesah mu,, kau bisa menceritakan apapun yang mengganggu pikiran mu padak........"


Sebelum Gea menyelesaikan kata-katanya, Adlan sudah memeluknya secara tiba-tiba

__ADS_1


"Aku hanya ingin kau tetap bersamaku,, sampai kapan pun,,, berjanji lah, kalau kau tidak akan pernah pergi dariku" ucap Adlan dengan mendekap erat tubuh Gea, seolah merasa tidak ingin kehilangan sosok yang sama untuk keduakalinya


__ADS_2