
Dari salah satu Mobil mewah yang berada di belakang mobil Rolls-Royce itu kemudian keluar seorang senior dari Anggota Redbear, dia langsung berjalan ke arah Adlan dengan di ikuti beberapa anggota Redbear lain di belakangnya
Setelah sampai dia hadapan Adlan, Yuda langsung membungkuk sedikit padanya
"Tuan muda, ada apa ini?, apa ada yang terjadi di sini?" tanya Yuda sang senior Redbear itu
Adlan sangat mengenali Yuda karena dia adalah mantan pengawal pribadi sang ibu selama dia masih hidup
"Paman Yuda, sudah lama tidak bertemu, di sini tidak ada apa apa, hanya ada sebuah permainan kecil" ucap Adlan
"Beraninya,, apa kalian memprovokasi tuan Kami??" tanya Yuda menatap tajam dua orang preman yang berada tidak jauh dari tempat Adlan berdiri
Pria pria yang yang sudah sejak tadi gemetaran langsung menjetuhakan lutut mereka di tanah
"Ti tidak tuan, kami tidak tau apa apa" ucap salah satu pria itu
Sementara di sisi lain Radek cukup kaget melihat kedatangan anggota Redbear yang tiba-tiba itu, apalagi saat anggota Redbear senior memanggil salah satu orang yang di provokasinya itu dengan sebutan tuan, jantungnya seperti langsung berhenti berdetak saat itu juga
Yuda langsung melirik ke arah Radek, dan itu sukses membuat nya menundukkan pandangannya
"Bang Radek, siapa mereka, kenapa kau sepertinya takut pada mereka?" ucap Erik
"Diam bodoh, apa kau benar-benar tidak tau mereka itu siapa?, Mereka adalah orang yang tidak seharusnya kau usik,, ini gara gara kau, kenapa kau tidak bilang kalau kau berurusan dengan tuan muda dari organisasi Redbear, kau benar-benar menjebaku sekarang, kau harus minta maaf pada mereka, atau kau dan seluruh keluarga mu akan lenyap dari muka bumi ini tanpa jejak" ucap bang Radek
"A apa,, apa mereka benar-benar bisa melakukanya?" mendengar itu Erik sedikit takut,,
Kalau Erik mendengar ucapan seperti itu dari orang lain, dia mungkin hanya akan menganggap itu sebuah lelucon saja, karena dia juga punya latar belakang keluarga yang lumayan kaya,, tapi mendengar itu dari mulut bang Radek yang sangat Erik percaya, tentu dia menganggap itu benar-benar hal yang serius
"Jika kau masih ingin hidup, kau segera lah minta maaf" ucap Bang Radek
"Be Baiklah aku akan minta maaf" ucap Erik
Bang Radek dan Erik pun langsung menghampiri Adlan dan yang lainnya
Yuda langsung menatap tajam pada Bang Radek dan Erik
__ADS_1
"Apa kalian yang berani menyinggung tuan muda?" tanya Yuda dengan tatapan membunuh nya
Bang Radek tidak bisa untuk tidak langsung berlutut di tanah mengikuti jejak dua anak buahnya "Ma maaf bos besar, a aku hanya di mintai bantuan oleh dia,, aku aku tidak tau kalau aku menyinggung tuan muda Redbear, aku benar-benar minta maaf, tolong lepaskan Aku dan anak buahku" ucap Bang Radek
Tatapan mata tajam Yuda kemudian beralih menatap Erik
Erik pun merasa merinding walau hanya melihat sorot matanya saja, tatapan mata Yuda itu seolah menciptakan atmosfer mencekam di sekitar nya, jadi dia benar-benar merasakan aura yang menakutkan dari Yuda dan para anggota Redbear lainya
"Siapa kau, dan dari keluarga mana?, Apa kau ingin ku binasakan dengan seluruh anggota keluarga mu?" geretak Yuda
"Ti tidak tuan, aku tau aku salah, aku akan minta maaf pada tuan muda" ucap Erik, meski dia bingung Siapa di antara Adlan dan Anju yang tuan muda dari organisasi Redbear
"Kalau begitu kau tampar dirimu sendiri dan akui kesalahan mu pada tuan muda,, atau jika kau butuh bantuan aku tidak keberatan untuk memukul wajahmu hingga kulitnya mengelupas" ucap Yuda
"Ti tidak perlu,, aku sendiri saja" 'plak' "Aw" 'plak' "Ssh Aw,, tuan muda aku benar-benar bersalah, tolong maafkan aku" ucap Erik langsung meraih tangan Adlan,
"Kau salah,, tapi bukan padaku" ucap Adlan
Erik pun mengira kalau dia salah memilih tuan muda, jdi dia langsung meraih tangan Anju
"Kalau begitu terus tampar dirimu sendiri, dan aku akan meamapkan mu" ucap Anju,
"Be Baiklah" Erik pun melakukan apa yang di perintahkan Anju, dia terus saja menampar wajahnya sendiri
Sementara Gea hanya bisa tercengang melihat anggota anggota Redbear yang gagah perkasa kini berada di dekatnya,, dia benar-benar mengagumi aura kuat yang di bawa mereka,
Dan kekagumannya pada Anju kini benar-benar percaya seratus persen, karena dia sebelumnya sempat meragukan Anju, tapi melihat bukti nyata di depan matanya dia sekarang benar-benar yakin kalau Anju adalah putra dari pemimpin Redbear
"Pa paman, a aku Gea" Gea langsung mengulurkan tangannya pada Yuda, dia ingin di kenali oleh para anggota Redbear itu
Sontak Yuda menoleh pada Gea yang berada di antara dirinya dan Adlan, Yuda sedikit terkejut melihat sosok Gea yang menurutnya tidak asing di matanya itu "Nyonya??" ucap Yuda dengan mata terbelalak
"Bukan, dia temanku, namanya Gea " ucap Adlan
"Oh, maaf," Mendengar ituYuda langsung menetralkan ekspresi wajahnya yang sempat kaget itu, dia juga berpikir mana mungkin Nyonya besarnya masih muda seperti Gea
__ADS_1
Yuda pun menjabat tangan Gea "Saya kira anda seseorang yang ku kenal,, saya Yuda, saya Yang di tugaskan untuk menjemput Tuan muda" ucap Yuda memperkenalkan dirinya
"Saya Gea, teman dari tuan muda" ucap Gea dengan tersenyum tegang
"Kalau begitu kita segera pergi" ucap Adlan
"Bagaimana dengan mereka tuan, apa kau akan melepaskan mereka begitu saja" ucap Yuda melirik Radek dan anak buahnya
"Mereka tidak ada urusan denganku, jadi lepaskan saja mereka" Ucap Adlan
"Baiklah kalau itu printah anda" ucap Yuda
Mendengar itu Radek langsung merasa lega, dia benar-benar sudah mengira kalau dia dan kelompoknya akan di hapus dari kota ini,, karena dia tau betul kekutan dari organisasi Redbear itu benar-benar besar,
Dengan jumlah anggota mencapai ribuan dan memiliki kemampuan di atas rata-rata seperti halnya batalyon kopassus, karena tidak sembarangan orang bisa masuk ke organisasi yang di segani dunia bawah itu
Andai dia berniat melawan, pasti dia dan semua orang orangnya bisa di singkirkan dengan sangat mudahnya
"Terimakasih tuan muda, terima kasih atas kerendahan hatinya" ucap Radek
"Ya Sudah, kita pergi sekarang" ucap Adlan
"Baik Tuan, silahkan" ucap Yuda mempersilahkan Adlan untuk berjalan lebih dulu,
Gea juga ikut berjalan sejajar dengan Adlan dan Anju di barisan terdepan, dia merasa sangat terhormat mengingat dia kini benar-benar berada di tengah-tengah organisasi yang melegenda menurut nya
Adlan masuk ke bagian depan mobil Rolls-Royce, sementara Gea dan Anju duduk di kursi bagian belakang,,
Gea benar-benar terkesima dengan kemewahan interior kendaraan yang dia tumpangi sekarang, karena dia baru pertama kali nya naik ke sebuah mobil seharga puluhan miliar itu
Tapi dia merasa ada yang janggal
"Hey Adlan, kau tidak sopan sekali, kenapa kau duduk di depan, harusnya tuan muda yang duduk di sana" celetuk Gea melirik Anju, Dia masih belum paham dan masih mengira Anju lah yang Tuan muda
Adlan tidak habis pikir dengan Gea yang tidak engeh kalau mobil itu milik keluarga nya, 'Apa Gea pikir ini mobil Anju??' pikir Adlan
__ADS_1
"Oh baiklah, aku akan duduk di belakang" ucap Adlan, dia tidak berniat menjelaskanya sekarang dan kalau dia duduk di belakang itu juga keuntungan buatnya karena bisa dekat dengan Gea