
Gea menepis lembut tangan Adlan hingga turun dari wajahnya, karena itu memang membuat nya jadi salah tingkah "Aku, aku mau langsung ke kelas ku, mata kuliahku sebentar lagi akan di mulai,, jadi sampai ketemu lagi nanti,, daaahh" ucap Gea langsung beranjak dari duduknya dan pergi untuk menghindari Adlan
Adlan hanya terdiam dengan menatapi punggung Gea yang mulai menjauh dari tempat nya sekarang,, jujur dia merasa kalau luka luka di wajah Gea itu sedikit membuat hatinya tidak nyaman,
"Apa kau yakin tidak pernah membuatnya seperti itu saat latihan?" tanya Adlan pada Anju
"Aku berani jamin, tidak ada kontak pisik yang akan menggores wajahnya, dia selalu menggunakan pelindung kepala saat latihan fighting, aku juga selalu menggunakan alat latihan dan sarung tangan, anda juga pasti tau semua proses latihan nona Gea kan," ucap Anju
Adlan terdiam karena memang dia juga selalu ada untuk melihat saat mereka latihan, dan memang Adlan belum pernah melihat hal yang ekstrim di saat Gea dan Anju berlatih
"Apa Gea punya latihannya sendiri di luar latihan rutin kita?, atau ada seseorang yang menyabotase nya dan kita tidak tau?" ucap Adlan menduga-duga
"Bisa jadi seperti itu" ucap Anju
"Harus nya dia bicara pada kita kalau memang ada apa apa di luar,,, karena sangat di sayangkan wajah cantiknya itu harus terluka hanya karena masalah sepele di luar," ucap Adlan
"Ya memang sangat di sayangkan" ucap Anju
"O yah, apa kau sudah dapatkan informasi tentang kelompok yang selalu mengejar Gea?" tanya Adlan
"Belum,,, belum ada keterangan yang jelas tentang mereka, sepertinya kelompok mereka itu tidak banyak melakukan pergerakan di kota ini, dan kurasa mereka memang tidak ingin menunjukkan eksistensi mereka pada publik" ucap Anju
"Begitu ya, biasanya kelompok seperti mereka itu selalu ingin menunjukkan eksistensi keberadaannya supaya mereka di segani di lingkungan mereka" ucap Adlan
"Ya, biasanya orang orang ku juga bisa dengan mudah mendapatkan informasi kelompok dunia bawah yang ada di kota J ini, karena dia punya koneksi yang cukup luas di kalangan Gangster dan orang-orang di dunia bawah lainya, tapi informasi tentang mereka sepertinya memang cukup sulit untuk di dapatkan, Aku curiga kalau kelompok itu bukan asli dari kota J, mungkin mereka itu kelompok yang datang ke Kota J ini hanya untuk mencari keberadaan Gea" ucap Anju
"Begitukah menurut mu?" ucap Adlan
'Ting' tiba tiba terdengar sebuah pesan masuk di Ponsel Anju, dan Anju pun langsung melihat ponselnya
"Ah,, Kebetulan sekali, ada pesan dari orang ku yang bertugas mencari info tentang mereka, mungkin ada informasi terbaru yang di dapatnya" ucap Anju, diapun segera memeriksa pesan masuk yang ada di ponselnya, dan Anju memang mendapatkan sebuah foto dan beberapa keterangan tambahan di layar ponselnya itu
"Ada informasi apa?" tanya Adlan penasaran karena Anju langsung terfokus saat memeriksa nya
__ADS_1
"Sepertinya tadi malam kelompok mereka bentrok dengan kelompok lain, dan kelihatan nya beberapa orang dari anggota mereka terluka cukup parah, lihatlah ini" ucap Anju memperlihatkan sebuah Foto yang menunjukan beberapa orang anggota Black Python yang di gotong oleh kelompok mereka sendiri untuk di naikan ke atas mobil mereka
"Jarang menunjukkan eksistensi, tapi mereka terlibat bentrok juga" ucap Adlan
"Kemungkinan mereka hanyalah sekumpulan kelompok kecil, jadi sangat masuk akal jika mereka bentrok dengan gangster kecil yang kita tidak tau," ucap Anju
"Kalau begitu selidiki terus mereka, aku ingin tau siapa pemimpin mereka dan di mana markas utama mereka, kalau memang mereka hanya sekelompok gangster sampah di Kota ini, bersihkan saja mereka," ucap Adaln
"Baik tuan, percaya kan saja soal ini padaku" ucap Anju
"Aku selalu percaya padamu" ucap Adlan
"Terimakasih Tuan" ucap Anju
Adlan lalu beranjak dari duduknya untuk segera masuk ke ruangan kampusnya, dan mengikuti aktivitas kampus nya seperti biasa,
Sekarang,, tiap kali Adlan berpapasan dengan mahasiswa lain saat di kampus, mereka selalu memberi jalan pada Adlan seolah mereka segan terhadapnya
Dan sekarang mereka tau kalau Adlan berhubungan baik dan bahkan sangat dekat dengan sebuah organisasi Redbear yang tentunya itu menarik semua orang yang tidak tau langsung mencari tau apa dan bagaimana kiprah organisasi itu di kota J
Tapi Adlan tidak merasa besar kepala, dan tetap bersikap sewajarnya pada teman-teman kampusnya itu seperti biasanya
.
ā¦
Sore harinya, Adlan dan Gea kembali bertemu di depan kampus setelah mereka menyelesaikan mata kuliah mereka masing-masing,
Tiga serangkai itu pun segera berjalan meninggalkan area kampus
"Hari ini aku tidak latihan dulu ya, aku ingin rehat dulu sebelum sleksi keanggotaan itu di mulai," ucap Gea pada Anju
"Baiklah,, terserah kau saja" ucap Anju
__ADS_1
"Sleksinya akan di mulai besok kan?, apa kau sudah merasa siap?" tanya Adlan
"Ya kurasa aku sudah cukup siap sekarang, o yah, kau harus datang untuk mendukung ku nanti, awas saja kalau kau tidak hadir di sleksi perdanaku" ucap Gea pada Adlan
"Iya Iya , tentu saja aku akan datang," ucap Adlan,
"Awasa saja kalau kau tidak datang" ucap Gea, dia sekarang merasa sudah terbiasa dengan kehadiran Adlan di hari harinya, dan cenderung tidak punya semangat kalau dia tidak melihatnya, termasuk saat dia latihan
Adlan hanya mesem saja dan tidak menjawab Gea lagi
Mereka pun segera melangkahkan kaki mereka ke halte bis di pinggir jalan, dan menunggunya untuk mereka tumpangi
Setelah bis yang di tunggu mereka datang, mereka langsung naik, dan bus juga segera pergi meninggalkan halte untuk mengantar penumpang penumpang nya ke pemberhentian masing-masing
ā¦
Saat Adlan sudah sampai di kamar kost nya, dia langsung melemparkan tas nya ke atas tempat tidur, di ikuti tubuhnya yang langsung dia jatuhkan juga ke atas tempat tidur
"Hhhhhh, melelahkan sekali hari ini, nyaman juga bisa kembali rebahan di sini, tapi sepertinya akan lebih Segar jika aku mandi dulu Ya?" gumam Adlan,
Adlan yang sedang menikmati rebahannya segera beranjak kembali untuk membersihkan dirinya dulu, dan dia pun langsung mengguyur tubuhnya dengan air dingin supaya tubuhnya segar kembali
.
Setelah hari beranjak malam, Adlan keluar dari kamar kost nya dan menyambangi kamar Anju, Tampa berlama-lama Anju juga segera membuka pintu kamarnya
"Siap tuan, apa kau ingin aku belikan sesuatu untuk makan malam?"" tanya Anju seperti biasanya
"Kita cari makan di luar saja, kau ajak Gea juga sekalian untuk keluar" ucap Adlan
"Oh, Baiklah Kalau begitu" ucap Anju, dia pun segera mengirimi Gea pesan suapaya dia keluar malam ini untuk makan malam bersama,,
Setelah itu mereka pun segera keluar dari tempat kost untuk mencari tempat makan yang nyaman untuk mereka
__ADS_1