
Adlan kembali masuk ke ruangan dengan senyuman yang susah dia hilangkan dari bibirnya, meski pun sekarang bajunya basah kuyup karena keisengan Shelin di kolam,,
Kalau saja Adlan tidak perlu jaga image di depan Gea, ingin rasanya dia juga menceburkan dirinya ke kolam, dan berenang bersama dua gadis itu untuk sekedar menyegarkan badan, sekaligus matanya
.
.
Setelah Gea dan Shelin selesai berenang, mereka segera merapikan diri mereka di salah satu kamar yang ada di lantai pribadi, dan setelah nya mereka keluar dan langsung menghampiri Adlan yang kini berada di ruang TV
Adlan langsung menoleh saat Shelin dan Gea datang,
"Kalian sudah selesai?, kenapa cepat sekali" tanya Adlan
"Sudah lah, kami tidak mungkin selama nya berada di air kan, nanti bau amis" ucap Shelin langsung duduk di sebrang Sofa Adlan yang terhalang meja kaca
Gea juga ikut duduk di samping Shelin, karena merasa mereka sudah sedikit akrab sekarang
Adlan tersenyum saat melihat Gea yang duduk persis di sebrang nya, meski sekarang Gea Sudah mengenakan pakaian rapuhnya kembali, tapi otak nakal Adlan tetap bisa menerawang ke elokan Gea yang di lihatnya sebelumnya
"Apa?, kenapa menatap ku seperti itu?" ucap Gea yang sadar dengan tatapan Adlan yang tidak biasa
"Tidak apa, kamu cantik, jadi aku ingin terus memandangimu" ucap Adlan ngeles
Dan 'Buk', tiba-tiba bantal sofa terbang dari tangan Shelin tepat mendarat di wajah Adlan, dan itu sukses membuyarkan lamunanya "Aw" lirih Adlan yang kaget
"Huuuuuuuuu,, ada anak kecil juga, rayu rayuan saja Terus" ucap Shelin
"Apa kau tidak bisa sopan sedikit padaku?, apa tidak bisa kalau hanya bicara?,, kenapa harus melempar bantal ke wajahku?" ucap Adlan langsung membalas lemparan Shelin dengan bantal Sofa yang sama
Tapi Shelin bisa menangkapnya, "Et, tidak kena" ucap Shelin
"Ge, kita pergi dari sini, ada dia di sini rasanya aku tidak bisa hidup tenang" ucap Adlan yang langsung berdiri dari duduknya
"Gitu saja marah, jangan pergi dong,,, tapi kalau kalian pergi aku juga ikut" ucap Shelin juga langsung berdiri dari duduknya
"Ya Tuhan, kenapa kau tidak mengikuti ibumu saja, kenapa harus terus mengangguku" ucap Adlan kembali menjatuhkan dirinya ke sofa
__ADS_1
Gea hanya bisa tersenyum bingung, dan berpikir keras bagaimana cara agar kakak beradik itu bisa akur, Gea tau Adlan selalu terganggu oleh Shelin, tapi gea juga tau Shelin hanya ingin di mengerti kakaknya,
"Ayo pergi, kenapa malah duduk lagi?" ucap Shelin
"Kau saja yang pergi" ucap Adlan malas
'Kruuuuuukkkkkk' Tiba tiba terdengar bunyi aneh yang menandakan kalau ada yang lapar di sana
Sontak Adlan dan Shelin menoleh pada Gea
""Kamu lapar?"" tanya serempak Kakak beradik itu yang sekilas berpandangan
Wajah Gea sedikit memerah karena malu oleh perutnya yang tidak bisa di ajak kompromi itu
"Sepertinya begitu,, benar-benar tidak bisa diam perutku ini" ucap Gea tersenyum Canggung dengan memegang perutnya 'Kenapa harus berbunyi sekeras itu, benar-benar memalukan' batin Gea
"A iya, kau dari kemarin belum makan kan, Kalau begitu tunggu sebentar, aku akan menghubungi bagian dapur untuk memasakan sesuatu untuk mu," ucap Adlan langsung beranjak ke meja telpon
"Mending kau saja yang masak di sini kak, kurasa akan sedikit lama jika Chef yang memasak nya, kasian kan kalau Gea harus nunggu lama" ucap Shelin
"Adlan masak,??, apa bisa?" tanya Gea
"Kau yang menyebalkan,, tapi Baiklah, kurasa kau benar" ucap Adlan tidak jadi untuk menelpon kepala koki dan menaruh telpon ke tempat nya lagi
Dia lalu bergegas ke pantry dan mencari bahan yang ada di freezer untuk dia memasak,,
Adlan melihat ada banyak persediaan bahan makanan di sana, dari mulai yang instan, ikan ikan an segar, daging segar, dan juga beberapa sayuran, itu karena pengurus kapal yang menyiapkan semuanya di sana
"Apa iya kau bisa memasak?,, aku meragukannya " ucap Gea dari belakang Adlan dengan nada tidak yakin
"Mohon untuk menilai nya nanti saja, sekarang kau ingin makan apa?, kau yang pilih" ucap Adlan
"Yang kau bisa saja lah, tapi harus enak" ucap Gea
"Hampir semua aku bisa memasaknya, jadi kau pilih saja" ucap Adlan
"Kalau begitu aku ingin mengujimu dengan masakan seafood, apa kau bisa?" ucap Gea, mengingat mereka sekarang ada di tengah laut, jadi Gea rasa tidak afdhol kalau tidak makan hidangan laut
__ADS_1
"Baiklah, karena ini tantangan, harusnya aku akan dapat hadiah jika aku berhasil" ucap Adlan
"Ya,, tentu saja, tapi kau mau apa dariku?, aku tidak punya apa apa" ucap Gea
"Mmm,, Aku minta cinta dan kasih sayangmu saja" ucap Adlan asal
"Huuuu, terus saja menggombal, pacarmu tidak akan kenyang hanya dengan mendengar gombalan mu, jadi cepatlah memasak, aku juga sudah sangat lapar ini" ucap Shelin yang juga berdiri di belakang Adlan bersama Gea
"Masak saja Sendiri, aku hanya akan memasak untuk Gea, paham?" ucap Adlan yang langsung mengambil tuna segar dan lobster untuk dia bawa ke meja pantry
"Aaaa,, itu tidak adil, kakak pilih kasih, aku juga ingin makan masakan mu kak, sudah lama sekali aku tidak mencicipi masakan yang kau buat" ucap Shelin merengek
"Ya sudah, kalau begitu kau yang memasak spaghettinya" ucap Adlan
"Hah, aku masak spaghetti??, no no no, terakhir kali aku melakukan nya aku gagal, dan tidak ada yang mau memakannya" ucap Shelin
"Sungguh, jadi kau tidak pandai memasak ya?" tanya Gea sambil terkekeh
"Ya, begitu lah" ucap Shelin nyengir
"Kau memang hanya bisanya makan dan menjaili orang saja, sial sekali jika ada pria yang menikahi mu, kuharap kau tidak punya jodoh, atau dia akan menyesal" ucap Adlan yang mulai melipat ujung kemeja hitam di tangannya untuk mulai membersihkan bahan masakan
"Aaaa, Kaka jahat sekali, kenapa menyumpahi ku seperti itu, tidak berperikekakaan sekali," ucap Shelin
Adlan tersenyum dan segera terfokus kembali pada aktivitas nya
"Iya, kau jangan berkata begitu, bagaimana kalau sampai doa mu terwujud?, apa kau tidak kasihan kalau Shelin jadi perawan sampai tua??" ucap Gea sambil memukul ringan bahu Adlan
"Aaaaa tidak mau, aku ini cantik, aku tidak mungkin jadi perawan tua kan,?" ucap Shelin
Adlan langsung terkekeh tanpa menoleh mendengar rengekan dari Shelin, tidak di pungkiri olehnya kalau Shelin punya sifat yang sedikit lucu menurutnya
"Iya Iya, kakak cabut kembali ucapan kakak barusan, sekarang cepat bantu, jangan hanya mau tinggal makan saja" ucap Adlan
"Oke Kaka,, walaupun aku tidak bisa memasak, tapi aku ini cantik dan penurut, jadi aku yakin kalau jodohku nanti akan merasa beruntung" ucap Shelin yang langsung mendekat pada Adlan untuk membantu
Gea juga tidak diam saja, dia juga membantu untuk menyiapkan beberapa bumbu untuk dia olah
__ADS_1
Sementara Shelin hanya jadi asisten yang sebenarnya tidak terlalu banyak membantu