
Adlan mengantar Anggi menuju ke toko yang menjual permen, Yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahnya, jadi mereka hanya berjalan santai untuk sampai ke toko
"O yah, namamu Anggi kan,?" tanya Adlan saat mereka di perjalanan
"Iya, aku Anggi, dan ini namanya Oky" ucap Anggi juga memperkenalkan bonekanya
"Oh, bonekmu namanya Oky ya?,, nama yang bagus" ucap Adlan
"Kalau kakak namanya siapa?" tanya Anggi
"Panggil saja kakak Adlan" ucap Adlan
"Oh kak Adlan ya, Baiklah, apa kakak pacarnya kak Gea?" tanya Anggi
Adlan hanya tersenyum kecil "Bukan,, kakak hanya pengagumnya, memangnya kak Gea belum punya pacar?" tanya Adlan
"Aku tidak tau, aku tidak pernah melihat kak Gea bawa pacar ke rumah" ucap Anggi
"Begitu ya,, Kira kira apa yang di sukai oleh kakak mu itu?" tanya Adlan
"Dia sukanya sepak bola, dan berantem" ucap Anggi
"Sungguh??, maksumu sepak bolanya sambil berantem?" tanya Adlan
"Ya dia sering berantem dengan anak pria kalau dia kalah main," ucap Anggi
"Kedengarannya Aneh jika itu di lakukan oleh seorang wanita, terkesan tomboy,, tapi hobi dia hampir sama dengan kakak dulu sih, suka berantem juga,, mungkin memang masa muda itu masa di mana kita mengeksplorasi kemampuan diri sendiri, dan ingin di puji orang lain, jadi begitulah,, kalau kamu, apa kesukaan mu?" tanya Adlan
"Permen" ucap Anggi singkat
"Maksud kakak apa kegiatan yang kamu sukai" ucap Adlan
"Main dengan Oky" ucap Anggi
"Oh, Sepertinya Kau memang tidak punya rahasia ya, beda dengan kakakmu yang sedikit misterius" ucap Adlan tersenyum
Mereka pun akhirnya tiba di toko yang mereka tuju, dan Anggi tentu langsung mengambil beberapa permen di atas toples
"Aku ingin ini, tapi aku tidak bawa uangnya kak" ucap Anggi yang memegang lima bua permen warna-warni di tangan nya
"Iya, ambil saja sesukamu,, apa itu sudah cukup??" tanya Adlan sembari mengusap lembut kepala anggi
"Iya, sudah" ucap Anggi
"Baiklah, biar kakak yang bayar" ucap Adlan
Setelah Adlan membayarnya, diapun berbalik lagi pada Anggi yang sudah membuka satu permennya
"Ayo kita pulang" ucap Adlan
"Tidak, aku mau menghabiskan ini dulu" ucap Anggi
__ADS_1
"Kau bisa menghabiskan nya di rumah nanti" ucap Adlan
"Iya sih,, tapi aku takut di marahin ibu" ucap Anggi
"Kamu sembunyikan saja" ucap Adlan
"Benar juga ya, baiklah" Anggi langsung memasukan permen yang sudah di bukanya itu ke saku depan bajunya
"Sudah, mari kita pulang" ucap Anggi
Adlan langsung tersenyum "Itu masih terlihat, mending kamu sbunyikan di belakang oky saja" ucap Adlan
"Oh iya baiklah, ayo pulang" ucap Anggi
Mereka berdua segera meninggalkan toko dan kembali ke rumah
Sesampainya mereka di depan Rumah, terlihat Gea dan ibunya yang sedang mencari Anggi di halaman rumah, Dan sontak mereka menoleh pada Anggi dan Adlan yang baru saja datang
Gea langsung menghampiri mereka berdua
"Anggi,, kamu darimana saja??, sudah kakak bilang,, kamu tidak boleh keluar dari rumah, banyak orang jahat di luaran sana,, apa kamu tidak mengerti juga??" ucap Gea sedikit meninggi kan suaranya pada Anggi
"Maaf kak, Anggi salah,,tapi anggi tidak sendirian, Anggi di antar sama kak Adlan" ucap Anggi yang menundukan pandanganya karena di marahi Gea
Gea sekilas menoleh pada Adlan "Baik, kali ini kakak maafkan, tapi jangan ulangi lagi, kamu tidak boleh keluar rumah lagi, tanpa seizin kakak" ucap Gea
"Tapi kan anggi cuma mau permen" ucap Anggi
"Iya kak" ucap Anggi
Anggi menurut dan langsung beranjak melewati Gea untuk menghampiri ibunya, dan mereka kembali masuk ke rumah
Gea langsung melipat tangan di depan Adlan "Apa Maksudmu mengajak Adiku keluar dari rumah?, Apa kau ingin Anggi di lihat orang-orang yang mencariku?" tanya Gea
"Aku tidak ada maksud apa apa, dia sedikit mirip denganmu, ku pikir itu kau,, jadi tadi aku menemaninya dan sedikit mengobrol" ucap Adlan
"Adlan, keluargaku tidak sama dengan keluargamu atau keluarga siapapun,, apa kau tidak Melihat kejadian di cofee shop sebelumnya??, ada banyak mata yang mengintai keluarga ku, jadi kami harus terus bersembunyi supaya bisa merasa aman, apa kau mengerti" ucap Gea
"Tentu saja aku tidak mengerti, karena kau masih belum menjelaskan siapa mereka sebenarnya, dan apa tujuan mereka mengejar mu" ucap Adlan
"Sudahlah, kau memang menyebalkan, kalau pun aku ceritakan juga aku yakin tidak akan bisa membantuku" ucap Gea yang berbalik dan kembali berjalan ke rumahnya
Adlan langsung menghela nafasnya "Baiklah, aku memang tidak bisa membantu jika aku tidak tau apa masalahmu kan" ucap Adlan,
.
ā¦
Keesokan Paginya, Adlan sudah bersiap berangkat ke kampus seperti biasanya lagi, di keluar dari kamar Kost nya dan Sudah di tunggu Anju di depan kamarnya
"Pagi tuan" sapa Anju
__ADS_1
"Tidak perlu bersikap manis padaku,, kau musuh dalam selimut" ucap Adlan asal
"Ayolah tuan,, aku tidak tau apa dan kenapa Nona Gea tiba tiba jadi bersikap manis padaku,, aku minta maaf kalau memang wajah ku ini tampan, itu bukan salahku kan" ucap Anju percaya diri
Adlan ingin tertawa tapi dia masih dalam mode kesal, jadi dia sedikit menahanya "Baiklah tampan, kuperingatkan padamu, sebaiknya kau mengalah, karena Gea ibuku,, maksudku dia sedikit mirip ibuku,, atau kita akan bersaing secara jantan" ucap Adlan
"Aku tidak berani Tuan, aku mengalah saja" ucap Anju
"Bagus, itu pilihan yang bijak,, kalau begitu kau jaga sikap mu,, jangan terlalu bersikap manis padanya," ucap Adlan sambil beranjak melewati Anju
"Baik, saya mengerti" ucap Anju
Adlan yang sudah beranjak menoleh lagi kebelakang "Ah, satu lagi, kalau dia ingin belajar Bela diri padamu,,beri tau aku juga, Oke" ucap Adlan
"Tentu saja tuan,, kalaupun kau tidak mengingatkan, aku juga pasti akan lapor padamu soal itu" ucap Anju
"Baiklah, ingat, jaga sikap" ucap Adlan
"Iya, aku mengerti" ucap Anju
Mereka berdua segera berangkat ke kampus seperti biasanya, dan naik bus juga seperti biasanya,
Adlan mencari Gea di dalam bis yang di naikinya, tapi dia tidak melihatnya, dia berpikir setelah kejadian kemarin Gea pasti akan sedikit merasa trauma untuk keluar rumah, dan mungkin dia tidak akan pergi kemana-mana hingga beberapa hari kedepan
Bis yang di Adlan segera sampai di depan kampus mereka,
Dan saat Adlan berjalan ke arah gerbang kampus, dia melihat sesosok gadis cantik berambut coklat panjang berdiri di depan gerbang kampus,,
Rambut coklat terang yang bergelombang itu sebagian di gerainya di depan dadanya, kacamata hitam juga bertengger di hidung mancung nya menutupi pandangan Adlan pada mata indahnya , kulitnya wajahnya yang nampak seputih salju sangat kontras dengan kacamata yang dia kenakan sekarang
Gadis yang berpenampilan cukup modis itu cukup mencuri perhatian para mahasiswa yang lewat di hadapannya, bahkan ada yang kepalanya sampai keseleo karena terus memutar kepala untuk terus memperhatika Gea meski sudah melewati nya
Adlan juga sedikit tersepona dengan kehadiran gadis yang baru di lihatnya itu, tapi dia tidak begitu memperdulikan, karena menurutnya wanita Cantik itu relatif
Adlan terus berjalan untuk melewati gadis itu juga, tapi yang tidak dia sangka, gadis itu malah langsung beranjak ke arahnya dan langsung menyapa Anju
"Hai kak Anju" sapa gadis itu
Adalan sedikit menoleh dan memperhatikan wajah di balik kacamata hitam itu, tapi dia merasa tidak pernah melihat wanita ini sebelumnya
Anju juga nampak heran, "Anda siapa?" tanya Anju bingung karena tiba tiba di sapa seorang gadis cantik
"Apa kau benar-benar tidak mengenaliku?" tanya Gea
"Seperti nya tidak" ucap Anju
"Bagus, berarti penampilan ku cukup berhasil" ucap Gea
"Apa kau Gea" tanya Adlan
"Hah?,, kau masih mengenali ku??,, matamu yang jeli atau penampilan ku yang kurang totalitas??" ucap Gea sedikit kecewa karena dirinya masih di kenali Adlan
__ADS_1
"Tidak, penampilan mu cukup baik, aku juga hampir tidak mengenalimu" ucap Adlan