Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Keputusan


__ADS_3

Sisil langsung memutar mata malas saat mendengar perkataan Adlan yang menyebut kalau mereka semua adalah teman, karena dalam hatinya dia menganggap Gea itu saingan


"Adlan, sebentar lagi kita akan tunangan kan?, kau tidak bisa menganggap ku hanya teman biasa, karena aku calon tunangan mu" ucap Sisil menekankan,


"Sil, tidak perlu kau membahas itu di sini," ucap Adlan yang merasa suasana mulai sedikit tidak nyaman, karena dia melihat wajah Gea mulai tidak karuan


"Tapi itu kenyataannya kan?, orang tua kita juga sudah membicarakan hal ini" ucap Sisil


'Braaak' tiba tiba Gea menggebrak meja dan berdiri dari duduknya "Cukup, kalian tidak perlu berdebat hanya karena aku, jika kalian merasa aku mengganggu di sini,, aku akan pergi sekarang" ucap Gea langsung berbalik dan meninggalkan mereka


"Sil, seharusnya kau tidak perlu bersikap seperti ini,, aku rasa benar-benar harus mempertimbangkan lagi masalah perjodohan kita" ucap Adlan dingin,, dia pun langsung berdiri dari duduknya


"Adlan,, aku, aku hanya terbawa suasana saja, aku tidak bermaksud seperti itu,, aku minta maaf" ucap Sisil langsung meraih tangan Adlan


"Anju, tolong kau antar dia pulang ke Mansion, kau mengerti maksud ku kan?" ucap Adlan


"Aku mengerti tuan" ucap Anju


Adlan segera beranjak untuk mengejar Gea, sementara Anju langsung menghalangi Sisil supaya dia tidak mengejar Adlan, karena dia sangat paham apa yang di maksud oleh Adaln


"Adlan,,,, tungu, aku mohon maafkan aku, Anju, minggir lah, jangan menghalangi aku" ucap Sisil mencoba menyingkirkan Anju dari hadapan nya


"Aku yang akan mengantarkan mu pulang, apa kau ingin melanjutkan makan?, kalau tidak aku langsung antar kamu pulang sekarang" ucap Anju


"Makan saja Sendiri, awas, minggir lah" ucap Sisil terus mencoba lepas dari hadangan Anju


Tapi Anju tentunya tidak membiarkan Sisil pergi begitu saja


…


Sementara di luar, Adlan segera mengejar langkah Gea yang sedikit terburu-buru itu, dan di berhasil meraih pundak Gea dan membalikan badannya untuk berhadapan dengannya


"Ge, apa kita bisa bicara sebentar?" ucap Adlan,


Tapi saat Adlan memperhatikan wajah Gea, dia melihat lintasan air mata di pipi Gea "Apa kau menangis?" Tanya Adlan sedikit tidak menyangka kalau Gea akan menangis karena hal seperti itu, yang dia tau Gea wanita yang kuat, dan dia tidak pernah menangis walau pun dia terluka


"Memangnya menurutmu apa?,, untuk apa kau mengejar ku?, kenapa tidak duduk tenang saja bersama calon tunangan mu itu?" ucap Gea sedikit meninggikan suaranya

__ADS_1


"Apa kau cemburu?" tanya Adlan


"Cemburu?, untuk apa?, aku tidak punya perasaan apa apa padamu" ucap Gea


"Air matamu sudah cukup untuk mengatakan kejujurannya" ucap Adlan


Gea semakin terisak mendengar itu "Sudah cukup, aku tidak ingin berharap padamu lagi, aku tidak bisa terus seperti ini" ucap Gea semakin menangis tersedu


"Bukan kah selama ini aku yang berharap?, bukan kah kau sendiri yang mengabaikan perasaan ku?" ucap Adlan


"Kau tau sendiri jawaban nya kan?, kau tau alasanku menepis perasaan ku itu karena ibuku kan?, tapi kau tidak pernah tau kalau membohongi perasaan itu sangat menyiksa, benar-benar sakit" ucap Gea dengan tetap terisak


Adlan langsung menghela nafasnya dalam-dalam, Dia memang tau Gea selalu membohongi perasaan nya sendiri, tapi dia tidak tau kalau itu ternyata menyiksa batin Gea


Adlan langsung memeluk nya untuk sekedar menenangkan nya


"Kalau kau merasa membohongi perasaan itu menyiksa, harusnya kau tidak perlu melakukan nya" ucap Adlan


"Kau tidak akan mengerti betapa rumit nya hidup ku Adlan, Aku juga tidak ingin melakukannya, tapi aku juga tidak bisa bilang tidak" ucap Gea


"Jadi apa yang bisa ku lakukan untukmu sekarang?" ucap Adlan


"Aku minta, kau sebaiknya tidak perlu menemui ku lagi, mungkin dengan begitu aku bisa membuat pilihan hidupku lebih sederhana," ucap Gea


Adlan sedikit termenung mendengar jawaban Gea, "Apa menurut mu itu cara terbaik?" tanya Adlan


"Ya, kurasa itu jalan terbaiknya, biarkan aku hanya mengejar satu tujuan saja, tanpa harus melibatkan perasaan" ucap Gea


"Baiklah, aku sangat mengerti keinginan mu, jika menurut mu itu hal yang terbaik untukmu, aku akan melakukannya" ucap Adlan yang juga tidak mau menghalangi Gea untuk mencapai tujuan yang di inginkan oleh Ibunya,


Karena Gea memang sangat menyayangi keluarganya, dan mungkin itu juga adalah jalan terbaik untuk Adlan untuk bisa memenuhi permintaan dari sang ayah, tanpa harus melukai perasaan Gea


"Selamat tinggal Adlan, kuharap,, jika suatu hari nanti kita bertemu lagi, rasa ini sudah memudar, dan aku bisa benar-benar menganggap mu sebagai teman saja" ucap Gea dengan masih sedikit terisak


"Kalau boleh saran, katakan selamat tinggal nya nanti saja, biarkan aku mengantarkan mu pulang dulu sekarang, setidaknya untuk yang terakhir" ucap Adlan


"Kau benar-benar tidak pernah mengerti aku" ucap Gea sambil menyeka Air mata nya dan sedikit menyunggingkan senyum

__ADS_1


"Bisakah kau berkata hal yang sama dengan yang di katakan hatimu, setidaknya untuk malam ini saja" ucap Adlan, dia tau kalau apa yang slalu di ucapkan Gea padanya adalah ungkapan yang sebaliknya, dia cukup terlatih untuk mengatakan hal yang berlawanan dengan hatinya


Gea masih sedikit tersenyum "Kau sangat mengerti aku Adlan, terimakasih" ucap Gea meralat kata katanya


Adlan juga langsung tersenyum melihat kesedihan Gea sedikit memudar


Adlan segera membawa Gea ke mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk nya


"Mobilmu sangat bagus" ucap Gea dengan sisa Air mata yang masih membekas


"Lebih tepatnya ini mobil orang tuaku" ucap Adlan


Gea pun segera duduk di kursi mobil Sport kesayangan Adlan itu dengan perasaan nyaman, dan Adlan juga segera menutup pintunya dan beranjak untuk ke sisi lain mobilnya dan masuk di belakang kemudi


"Aku tidak menyangka kalau sebenarnya kau itu orang kaya" ucap Gea


"Seperti yang sudah ku bilang, semuanya milik keluarga ku, bukan miliku" ucap Adlan


"Kau memang orang yang sangat merendah, kau pantas mendapatkan yang terbaik" ucap Gea


Adlan hanya tersenyum menanggapi pernyataan Gea itu,, dia pun segera menghidupkan mesin mobilnya dan melajukanya keluar dari area tempat makan itu, mobil Sport Adlan pun segera berakselerasi di jalanan ibu kota yang ramai menuju ke kediaman Gea


.


.


Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya tiba di depan Rumah Gea,


Gea hanya terdiam di tempat duduk nya meski perjalanan mereka sudah sampai di tujuan, dia seolah enggan beranjak dari kursi itu, dan merasa berat untuk menjalani pilihan yang sudah dia putuskan


Adlan juga hanya terdiam memperhatikan wajah Gea dengan sangat lekat, seolah dia ingin mengingat lebih dalam raut wajah itu supaya dia tidak lupa, meskipun sebenarnya tidak sulit untuk Adlan mengingat wajah Gea karena kemiripannya dengan sang ibu


"Apa sekarang aku sudah bisa mengatakannya" tanya Gea sambil menoleh pada Adlan yang masih menatapnya


"Katakan saja" ucap Adlan


"Selamat tinggal, terimakasih atas semua yang sudah kau berikan padaku" ucap Gea dengan menjatuhkan Air matanya lagi

__ADS_1


"Aku berharap kau mengatakan itu dengan tersenyum, supaya aku tidak merasa bersalah" ucap Adlan


"Aku tidak bisa" ucap Gea langsung menutup mulutnya, dan di segera keluar dari mobil dengan tangisanya, dan masuk kerumahnya tanpa menoleh lagi


__ADS_2