
Gea yang masih berdiri di tengah-tengah arena tanding langsung mengembangkan senyum di bibirnya karena kemenangannya itu, dia juga melirik ke arah Adlan yang berada di luar Arena
Adlan juga membalas tatapan Gea itu dengan senyuman,
Setelah di umumkan sebagai pemenang, Gea kemudian langsung turun dari arena tarung dengan sudah mengenakan mantelnya kembali, dan dia langsung menghampiri Adlan dengan wajah sumringah
Gea langsung memegangi kedua tangan Adlan dengan girangnya "Sudah kubilang kan, aku pasti bisa mengalahkan lawan lawanku" ucap Gea, baginya pertandingan ini seperti sebuah kompetisi, dan kemenangan nya tentu jadi poin penting untuk dia raih, jadi dia merasa sangat senang dengan poinya sekarang,, berbeda jika dia berkelahi hanya untuk melampiaskan amarahnya, hanya kepuasan sesaat saja yang dia dapat
Adlan juga tentunya senang dengan kemenangan Gea, terlebih dia yang sekarang di jadikan objek selebrasi oleh Gea
"Iya, aku percaya padamu, tapi jangan puas dulu, ada dua pertandingan lagi yang harus kau selesaikan malam ini" ucap Adlan
"Baiklah, O yah, apa Anggi masih di atas?" tanya Gea sedikit khawatir kalau Anggi akan membuat masalah
"Iya, dia di atas, kita juga mending ke atas untuk menunggu pertandingan berikutnya" ucap Adlan
"Iya" ucap Gea
Mereka pun segera beranjak naik keruangan VIP lagi, sebenarnya Gea tidak ingin kembali menunggu di sana, tapi dia juga harus memastikan Kalau Anggi tidak membuat masalah di sana
Setibanya di ruang VIP, degup jantung Gea seolah berhenti saat melihat Anggi malah bermain di depan kursi yang di duduki Agam, dan Anju juga membiarakan Anggi di sana
"Astaga, ku bilang juga apa, harus nya Anggi tidak kita ajak kesini, dia benar-benar membuat masalah" ucap Gea dengan ekspresi rumit
"Tidak apa, paman Agam orangnya baik, kau tidak perlu khawatir" ucap Adlan
"Entahlah, apa aku harus kesana?, atau kau bawa saja Anggi untuk turun bersama, kita menunggu pertandingannya di bawah saja" ucap Gea
"Ayolah, kita menunggu di sini saja," ucap Adlan langsung mendorong pundak Gea untuk berjalan ke arah sofa mereka yang sebelumnya
Gea juga dengan terpaksa mengikuti dorongan dari Adlan itu
"Anggiii, kesini!!" hardik Gea yang merasa Anggi sangat tidak sopan pada Agam
"Oh, Iya kak" ucap Anggi langsung bangkit dan menghampiri Gea
"Mohon maaf master, adik saya sudah tidak sopan di sini," ucap Gea merasa tidak enak
"Tidak masalah, kami hanya sedikit mengobrol barusan" ucap Agam
__ADS_1
"Sekali lagi saya minta maaf master" ucap Gea, diapun langsung mencubit Anggi dengan gemas
"Aw Aw, kak, sakiiiit, Anggi tidak melakukan kesalahan kan?" ucap Anggi
"Kau harusnya diam saja di kursimu, jangan bertingkah tidak sopan, mengerti" bisik Gea memperingatkan Anggi
"Iya, aku akan diam" ucap Anggi
"Kalian berdua duduklah, jangan menyakiti dia Ge" ucap Adlan yang di belakang Gea
"Iya maaf, saya benar-benar merasa tidak enak, mungkin akan lebih baik jika saya dan adik saya mencari tempat lain untuk kami menunggu" ucap Gea langsung meraih tangan Anggi
"Maaf master, saya dan adik saya ijin untuk undur diri" ucap Gea pada Agam
"Kau tidak perlu seperti itu, duduklah kembali, ada hal yang ingin ku tanyakan padamu" ucap Agam
"Tapi...."
"Sudahlah, ayo duduk, paman Agam ingin bicara" ucap Adlan langsung mendorong pundak Gea lagi untuk duduk ke sofa
"Tapi, tapi...."
"Oh, Baiklah" ucap Gea yang terpaksa menuruti Adlan untuk duduk lagi di sana, tapi kali ini dia duduk di sofa yang di duduki Adaln sebelumnya, karena Adlan mengarahkannya ke sana,
Anggi juga mengikutinya, dan duduk di sisi kiri Adlan, sementara Gea di sisi kanan Adlan
"Kau memiliki kemampuan yang cukup lumayan, aku terkesan dengan kemampuan mu" ucap Agam
"Terima kasih master, ini semua juga karena putra Anda, jadi, aku juga sangat berterima kasih pada tuan Anju" ucap Gea tersenyum karena merasa dirinya mendapatkan pujian dari Agam
"Terlepas dari itu, kau seperti nya punya latar belakang yang cukup mendukung kemampuan mu, kalau tidak, berlatih seperti apapun dirimu, kau tidak akan seperti sekarang,, darimana tempat asal mu?" tanya Agam tiba-tiba
Gea sedikit tersentak mendengar pertanyaan Agam, dia berpikir mungkin anggi sudah menceritakan sesuatu pada Agam saat Gea tidak ada di sana
"Saya, saya, berasal dari dark land master" ucap Gea ragu ragu untuk menyebutkan tempat asalnya
"Hhhhm, Tanah gelap, negri yang tidak di anggap ada, benar kan?" ucap Agam
"I Iya master, saya berasal dari sana" ucap Gea
__ADS_1
"Jadi, apa tujuanmu sebenarnya ingin masuk ke lingkungan organisasi ini, apa kau seorang mata mata dari negara mu?" tanya Agam
Mendengar itu, Gea langsung turun dari sofa dan berlutut dengan menundukan pandanganya, dia merasa tuduhan itu sama sekali tidak benar
"Saya bersumpah master, Saya tidak ada hubungan lagi dengan tempat kelahiranku, saya memang lahir di sana, tapi saya tumbuh besar di kota ini, saya sudah menganggap bahwa di kota inilah saya di lahirkan" ucap Gea
"Lalu, apa tujuanmu ingin masuk ke organisasi ini?" tanya Agam
"Saya, saya hanya ingin mengembangkan kemampuan saya master, hanya itu tujuan saya datang ke organisasi anda, saya berani bersumpah kalau saya bukan seperti yang master sebutkan" ucap Gea benar-benar takut kalau dirinya di kira seorang mata mata
Adlan juga tidak bisa membela Gea saat ini, karena dia tidak tau apapun tentang negara asal Gea, dan dia menyerahkan urusan Gea pada Agam di tempat itu
"Bangunlah, aku sudah mendengar itu dari adikmu, aku hanya ingin memastikan kalau kalian tidak memberikan keterangan yang berbeda" ucap Agam
"Beb baik master, terimakasih" ucap Gea merasa sedikit lega mendengar itu
"Apa yang paman tau soal dark land?" tanya Adlan penasaran ingin mendengar dari pandangan Agam, karena dia tidak begitu serius mendengarkan bsaat Gea menceritakan sola tempat asalnya itu
"Paman hanya tau sedikit tentang negara kecil itu, itu karena dulu organisasi kita punya koneksi bisnis di sana, Dark Land adalah negara liberal yang membebaskan penduduknya hidup bebas tanpa norma, tidak ada orang baik yang bisa bertahan di sana,, bisnis terlarang juga merupakan bisnis legal di negara itu, dan jadi mata pencaharian sebagian besar orang orangnya, Dark Land juga merupakan salah satu pendistributor obat obatan terlarang terbesar ke berbagai negara, dan beberapa hal lain yang biasa di perjual belikan di situs gelap,, pemimpin kerajaan bisnis mereka bernama Williams Rahas Pati, atau lebih familiar dengan sebutan Leopard di lingkungan kerajaan bisnis nya, dia di kenal sadis dan kejam" ucap Agam
"Begitukah,, ku kira Dark Land itu hanya cerita karangan Gea saja, tapi kalau paman mengetahui nya, berarti Gea memang menceritakan yang sebenarnya" ucap Adlan
"Ya, itu memang benar adanya" ucap Agam, dia pun langsung menatap tajam pada Gea lagi "Namamu Gea Rahas Pati kan?, apa hubungan mu dengan leopard?" tanya Agam
"Leopard adalah Ayahku" ucap Gea dengan sedikit ragu
"Kalau kau memang putrinya, kenapa kau memilih meninggalkan kerajaan bisnis Ayahmu itu??" tanya Agam
"Ayahku sudah tiada sejak lima tahun lalu, tahtanya di gulingkan oleh saudaranya sendiri yang bernama Tiger, kami lari ke negara ini untuk bersembunyi dari perang saudara yang terjadi di sana waktu itu, yang menyebabkan kekacauan besar di dark land, kami memilih menetap di negara ini dan menjadikannya ruamah kedua bagi kami, karena di sini kami bisa menemukan kedamaian hidup," ucap Gea
"Perang saudara ya?, apa aku bisa mempercayai ceritamu??" tanya Agam
"Aku tidak berharap Anda bisa mempercayai ku, tapi aku harap masih di berikan kesempatan untuk masuk ke organisasi anda" ucap Gea
"Selesai kan saja pertandingan mu, layak atau tidaknya kau jadi anggota Redbear,, itu tergantung dari usahamu sendiri" ucap Agam
"Terimakasih banyak Master, terima kasih" ucap Gea sembari menundukan pandanganya dan mata berkaca-kaca
...~°~...
__ADS_1