
Adlan dan Gea menunggu kedatangan Agam di depan markas Redbear, mereka bergabung dengan para anggota yang sudah stay di depan markas untuk berjaga dan menyabut kedatangannya
Tidak lama Mobil yang membawa Agam memasuki Markas besar,
Dan Gea langsung berinisiatif untuk membukakan pintu untuk ketua tertinggi itu,
"Selamat pagi ketua" ucap Gea langsung menyapa Agam
"Selamat pagi Ge," ucap Agam langsung turun dari mobilnya, dan dia melihat Adlan di belakang Gea
"Adlan??, Kamu di sini??" tanya Agam
"Iya Paman, ada hal yang perlu aku bicarakan padamu" ucap Adlan
"Sepertinya ini masalah yang serius, kita bicara di dalam saja" ucap Agam
"Baik paman" ucap Adlan
Mereka pun langsung masuk mengikuti Agam dari belakang, dan mereka langsung naik ke lantai atas untuk ke ruangan Pemimpin
.
Di ruang pemimpin
Agam duduk di kursi kebesarannya, Sementara Adlan dan Gea di kursi di samping depan Agam
"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Agam
"Baiklah, aku sebenarnya ingin bicara mewakili Gea untuk meminta bantuan pada Redbear" ucap Adlan
"Apa ini menyangkut Soal penculikan keluarga ketua Ge?" tanya Agam
"Iya, paman pasti sudah dapat laporan soal siapa yang menculik mereka" ucap Adlan
"Ya, paman sudah tau, tapi paman tidak bisa berjanji untuk membantu,, semua keputusannya ada di tangan master Sent Adlan" ucap Agam
"Master Sent??, bukan kah itu nama samaran paman?" tanya Adlan
"Sepertinya kita harus bicara empat mata dulu Adlan" ucap Agam
__ADS_1
"Kalau begitu saya ijin keluar dulu ketua," ucap Gea langsung bangkit untuk undur diri karena mendengar pernyataan dari Agam, dia sejenak menatap Pada Adlan, dia berharap banyak padanya, supaya Dia berhasil meminta bantuan untuk nya
Setelah itu Gea segera beranjak keluar dari ruangan itu, dan mempercayakan semuanya itu pada Adlan
Dan di ruangan itu sekarang tinggal hanya ada Adlan dan Agam
"Sebenarnya paman di larang untuk menceritakan ini padamu, tapi berhubung kau sudah dewasa, dan paman yakin kalau kamu bukan anak labil lagi, jadi rasanya kau harus tau siapa yang berkuasa penuh atas Redbear ini" ucap Agam
"Kupikir paman lah orang yang berkuasa di organisasi ini", ucap Adlan
"Tidak, paman tidak lebih drai seorang tangan kanan saja di Redbear, dan tidak punya hak untuk mengambil keputusan penuh atas organisasi" ucap Agam
"Kalau memang ada orang lain yang berada di balik Redbear, Aku ingin tau dia siapa, dan juga ingin menemui nya secara pribadi untuk meminta bantuannya" ucap Adlan
"Orang yang punya hak penuh atas Redbear itu sebenarnya adalah Ayahmu sendiri Adlan" ucap Agam
Adlan langsung terdiam sejenak mendengar hal itu "Ayah??,, Apa kau berkata yang sebenarnya?" tanya Adlan
"Percaya atau tidak itulah kenyataannya, Tuan muda,, Aku tidak memberi tau mu dari awal karena ibumu yang melarang aku untuk memberitahu mu,, dulu dia takut kalau kau tau semuanya, itu akan semakin memperparah ego masa mudamu" ucap Agam
"Begitukah" ucap Adlan, dia berpikir kalau dia harus bicara pada ayahnya soal membantu Gea, rasanya dia sedikit ragu, karena dia tau ayahnya tidak mengijinkan nya dengan Gea karena latar belakangnya
"Baiklah, kakau memang seperti ini keadaan nya,, aku akan bicara padanya" ucap Adlan, meski dia tidak yakin ayahnya akan menurunkan bantuan untuk Gea, tapi dia juga merasa harus mencobanya dulu
Adlan segera keluar dari ruangan Agam, dan langsung di sambut oleh Gea yang sangat was-was menunggu kedatangannya
"Bagaimana??" tanya Gea
"Kau harus menemui ayahku dulu sebelum kau dapat bantuan dari Redbear" ucap Adlan
"Tapi, tapi, kenapa aku harus menemui Ayahmu dulu, aku aku belum siap" ucap Gea sedikit heran
"Karena keputusan nya ada di tangannya" ucap Adlan
"Apa???, jadi maksudmu master Sent itu adalah Ayahmu?" tanya Gea sedikit terkejut
"Ya" ucap Adlan, singkat
Gea juga langsung terdiam mendengar hal itu, dia memang ingin menemui orang yang bernama master Sent itu, tapi kalau itu artinya dia juga harus menemui ayah dari orang yang di cintai nya, itu benar-benar membuatnya gugup dua kali lipat
__ADS_1
"Aku aku..."
"Sudahlah, kita pergi sekarang, tidak ada waktu untuk berpikir, kita harus cepat selamatkan ibumu kan, sebelum Ibumu dan Anggi sampai di Dark Land, dan akan menyulitkan pencarian" ucap Adlan langsung menggandeng lagi tangan Gea dan menariknya berjalan
"Tapi aku, aku belum siap" ucap Gea, dia berpikir kalau memang master Sent itu ayah dari adaln, itu artinya dialah yang tidak menyukai latar belakang nya, dan itu menimbulkan keraguan yang mendalam di benaknya
"Kau hanya perlu diam dan duduk manis, biar semuanya aku yang urus, oke" ucap Adlan meyakinkan
"Baiklah," ucap Gea
Mereka segera berangkat ke kediaman Arman Arfandi, dia yakin Ayahnya belum berangkat ke kantor nya, karena jam biasa kerja ayahnya masih ada sekitar setengah jam lagi
Mereka hanya pergi berdua saja dengan mobil, tanpa di dampingi oleh anggota Redbear yang lain
.
ā¦
Setelah Beberapa Saat perjalanan, mereka pun akhirnya tiba di sebuah halaman Mansion megah nan indah,, dan Adlan langsung keluar dari mobilnya dan langsung mebukakan pintu sisi lain mobil untuk Gea turun
"Turunlah" ucap Adlan
Gea yang ragu hanya terdiam, dia cukup terkesima saat melihat kediaman Adlan yang sangat megah itu, dan Entah kenapa dia merasa sangat minder, dan benar-benar merasa tidak layak untuk masuk ke kediaman keluarga Adlan itu
"Apa kau yakin aku akan di terima masuk oleh ayahmu?" tanya Gea
"Ge, kau tidak akan tau jawabannya sebelum kau mencoba," ucap Adlan, dia langsung meraih tangan Gea lagi untuk mengajak nya turun dan masuk ke kediamannya itu
Gea pun dengan terpaksa mengikuti tarikan dari Adlan, meski dia merasa sangat ragu untuk masuk kesana, karena menurutnya masuk ke Mansion megah itu tidak ubahnya seperti masuk ke kandang singa pemburu
Di sisi lain dia memerlukan kekuatannya untuk embantu menangkap buruan, tapi di sisi lain dia juga takut akan jadi bulan-bulanan sang singa
Adlan terus menggandeng tangan Gea untuk masuk ke kediaman ayahnya itu, dan saat dia membuka pintu kayu solid yang jadi gerbang masuk bagi rumah itu, kebetulan Adlan melihat sang Ayah dan ibu sambungnya sudah ada di ruang tengah keluarga, dan mereka sudah bersiap untuk pergi ke kantor,
Rania yang sedang mencoba merapikan dasi suaminya pun langsung menoleh pada Adlan yang baru memasuki ruangan itu, dia sedikit kaget kala melihat Adlan masuk dengan seorang gadis yang hampir mirip dengan mendiang ibunya sendiri
"Lena??" ucap Spontan Rania sang ibu sambung
Arman juga langasung menatap tajam pada Adlan dan Gea yang baru saja tiba itu, meski dia sudah melihat sosok gadis itu dari informasi yang di kirim Agam, tapi menurutnya wajah nya sangat berbeda jika dia berada di depan mata nya langsung, dan wajah gadis di depanya sekarang memang mengingatkan Arman pada mendiang sang istri yang paling di cintai nya
__ADS_1
Kalau saja Arman tidak mendapatkan informasi apapun soal Gea sebelumnya, pasti dia juga akan bereaksi sama seperti Rania sang istri