
Gea mencari bolpenya dan berniat membantu Adlan yang melawan dua kawan Erik itu,, Setelah dia mendapatkan bolpennya, dia langsung memperhatikan Adlan yang ternyata masih baik baik saja, dia pikir Adlan akan sangat mudah dikalahkan mereka
Gea juga sedikit tercengang kala melihat Adlan begitu lihai nya melakukan tarian bela diri saat dia mempermainkan Daniel dan jek yang menyerangnya, Gea sedikit takjub Melihat gerakan Adlan yang begitu taktis dan gesit,
"Apa dia benar-benar tidak bisa bertarung, atau memang dia cuma tidak niat, itu bukan gerakan konyol dari orang yang payah kan" gumamnya, diapun memutuskan untuk tidak menggunakan bolpenya untuk membantu Adlan karena ingin menyaksikan gaya Adlan yang bertarung tampa melakukan serangan langsung
Dan setelah beberapa saat kemudia, Dua pria yang menyerang Adlan sudah babak belur oleh diri mereka sendiri , mereka sampai menyerah dan menyandarkan diri mereka di tembok pagar
Adlan melirik Anju yang juga sudah menumbangkan Ramon dan satu teman lainya
"Ayolah, apa kalian tidak ingin memukul ku lagi?, aku belum terkena pukulan kalian" ucap Adlan
Tapi Daniel dan jek tidak menggubris Adlan dan hanya sibuk mengaduh kesakitan
"Ya Sudah kalau kalian tidak mau" ucap Adlan, dia menoleh pada Gea yang ternyata sedang memperhatikan nya dari belakang
"Eh Ge, apa kau tidak papa?" tanya Adlan basa basi
"Pecundang", gumam Gea
"Ya kau tau aku kan, aku memang tidak pandai berkelahi" ucap Adlan berlagak payah
"Kau sengaja tidak melawan kan,?, bukan tidak bisa melakukannya" ucap Gea
"Tidak juga, kau terlalu memuji" ucap Adlan
"Aku bukan anak kecil Adlan, aku bisa menilai dari gerakamu" ucap Gea langsung melangkah mendekat pada Adlan
Erik sedikit tidak percaya kalau Adlan bisa menumbangkan anak buahnya tanpa memukul mereka, sementara dia sedikit maklum pada Anju Karena dia memang membalas untuk mengalahkan Ramon dan satu temannya
"Apa apaan ini?, kenapa kalian bisa di kalahkan orang orang payah, lihat saja, akan ku panggil bang Radek untuk memberi kalian pelajaran" gumam Erik sambil mgeluarakan ponselnya dan menghubungi salah satu nomor di ponselnya
"Bang, aku butuh bantuan di kampus" ucap Erik pada yang di seberang telpon
š²" Baik,, aku akan kesana sekarang" ucap orang yang di telpon itu
"Aku tunggu bang," ucap Erik, diapun memutus panggilannya lagi
"Kalian,,, lihat saja kalian, akan ku beri kalian pelajaran karena sudah berani melawanku" cap Erik sambil menunjuk ke arah Anju dan Adlan
"Terserah, pangil siapapun untuk membantumu, kalau perlu panggil semua keluarga mu kesini" ucap Anju menantang
__ADS_1
"Anju, sudahlah, mending kita segera pergi" ucap Adlan tidak ingin memperpanjang keributan, dan sedikit malu karena mereka sudah jadi tontonan mahasiswa lain, dan mereka juga tidak berani melerai pertikaian Erik itu
"Habislah sudah mereka,, Erik punya backingan kuat dari bang Radek, dia preman yang cukup terkenal di kota ini, mereka tidak mungkin mengalahkan orang-orang bang Radek kan" celetuk salah seorang penonton
Adlan yang mendengar desas-desus itu sedikit tersenyum 'Di kalahkan preman??,, yang benar saja' pikir Adlan
"Adlan,, Kalau kau bisa mengalahkan orang-orang yang di panggil oleh Erik, aku mau jadi pacarmu" ucap Gea tiba-tiba
Mendengar itu Adlan langsung terperangah dan menoleh pada Gea "Apa kau serius dengan ucapanmu?" tanya Adlan
"Tentu saja,, memangnya kapan aku berbicara omong kosong?" ucap Gea terlihat serius dengan perkataannya
Adlan langsung menengadah kan wajahnya kelangit
'Mah, ijinkan aku bertarung lagi untuk mendapatkan wanita yang mirip denganmu ini, ya' batin Adlan
"Baiklah, deal??" tanya Adlan mengulurkan tangannya pada Gea
Gea sedikit Ragu, tapi dia menjabat tangan Adlan "Deal" ucap Gea, dia sebenarnya sedikit khawatir juga kalau kalau Adlan akan terluka,
Tapi Gea juga penasaran dan ingin memastikan kalau dugaannya tentang Adlan itu benar, dan dia sengaja memancing Adlan dengan janji, karena dia tau kalau Adlan memang menyukainya
.
Seorang berperawakan tegap dengan wajah yang sangar langsung turun dari motornya dan berjalan untuk menghampiri Erik,
Belasan anak buah yang di bawanya juga segera turun dari motor mereka masing-masing
"Tamatlah mereka, harusnya mereka kabur di saat ada kesempatan"
"Iya, mereka pasti akan babak belur di sini, apa kita perlu beritahu pihak kampus?,"
"Ah biar akan saja, siapa suruh mereka berani menyinggung bos Erik"
Suara desas desus dari penonton terdengar lagi hingga ke telinga Adlan
Anju langsung menghampiri Adlan, "Tuan, apa perlu kita panggil bantuan??" tanya Anju
"Tidak perlu, ini bukan masalah serius" ucap Adlan yang sudah ada perjanjian dengan Gea kalau dia akan menghadapi mereka
Melihat banyaknya orang yang datang, Gea sedikit merasa pesimis dan merasa khawatir dengan keselamatan Adlan
__ADS_1
"Adlan,,,, lupakan perkataan ku tadi, kamu tidak perlu menghadapi mereka" bisik Gea
"Tidak apa, ini sudah tanggung" ucap Adlan
pria yang bernama Bang Radek kini sudah berhadapan dengan Erik "Siapa yang sudah berani membuat masalah dengan mu, akan kupatahkan tulang tulanngnya" ucap Bang Radek
"Santai saja bang, mereka hny orang orang yang so jago saja, itu orangnya bang" ucap Erik menunjuk ke arah Adlan dan Anju
"Hanya dua orang saja?, ini bisa di selesaikan oleh anak buahku saja, " ucap Radek, dia melirik ke arah anak buahnya, "Kalian,, beri pelajaran anak itu" ucap Radek
Adlan tentu sudah bersiap untuk bermain main lagi, dia cukup bersemangat mengingat akan hadiahnya yang begitu menggiurkan, yaitu jadi pacar wanita kembaran ibunya itu
"Anju, menyingkirlah" ucap Adlan menyingkirkan Anju dari hadapannya
"Apa tuan yakin,?" tanya Anju
"Tentu saja" ucap Adlan langsung maju kedepan
Anju sangat tau kemampuan tuanya itu, jadi dia tentu tidak merasa khawatir sama sekali
Tapi Gea yang tidak terlalu mengenal Adlan langsung meraih tangan Adlan untuk menahan nya
"Adlan, kau masih bisa berubah pikiran sekarang, aku hanya bercanda dengan tantanagnku," ucap Gea yang khawatir, menurutnya perkataan nya Sunggu tidak di pikirkan terlebih dulu mengingat akibat buruk yang mungkin akan di terima Adlan
"Tidak papa, tenang saja" ucap Adlan
Namun di saat Anak buah Radek sudah mulai berjalan mendekat, beberapa mobil Mewah tiba tiba saja menepi di jalanan yang tidak jauh dari tempat mereka
Sontak deretan beberapa mobil mewah itu menarik perhatian orang-orang yang ada di sana, termasuk Erik yang melihat mobil paling depan adalah mobil Rolls-Royce, dan dia sedikit heran siapa yang datang Kesana menggunakan mobil klasik mewah yang mahal itu
Kemudian dari beberapa mobil di belakangnya langsung turun beberapa pria pria kekar berpakaian hitam hitam yang berlambang beruang merah di dada mereka, mereka langsung berbaris di sekitaran mobil Rolls-Royce itu untuk menyambut Adlan
Adlan sedikit heran kenapa mobil jemputan untuk mereka harus di kawal ketat seperti itu
"Anju, kenapa jemputan kita harus di kawal seperti ini?" tanya Adlan dengan berbisik
"Aku tidak tau tuan, mungkin tuan besar mengira kau akan pulang hari ini", bisik Anju
"Ini terlalu berlebihan" ucap Adlan
Gea yang juga memperhatikan mobil itu hanya kagum saja, dia mengira kalau ada seorang miliarder yang berkunjung ke kampus mereka
__ADS_1
Sementara dua orang preman yang maju kehadapan Adlan langsung gemetaran melihat orang orang yang memiliki lambang beruang merah di bajunya,, itu menandakan kalau mereka adalah Anggota Redbear yang cukup mereka segani di kota J