Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Ejekan


__ADS_3

Sore harinya saat jam kuliah Adlan selesai, dia Segera keluar dari ruang kelasnya, dan dia langsung turun ke halaman depan kampus dan menghampiri Anju yang menunggu nya,


"Apa Gea sudah keluar?" tanya Adlan pada Anju yang langsung berdiri saat Adlan datang


"Sepertinya belum tuan" ucap Anju


"Aku sedikit khawatir dengan penampilannya yang sekarang, aku rasa dia akan jadi pusat perhatian" ucap Adlan


"Mau bagaimana lagi tuan,, dia sudah menunjukkan sisi cantik nya sekarang, tuh dia, lihatlah" ucap Anju mlihat ke arah Gea yang baru turun dan di godai beberapa pria yang ingin mendekatinya


Adlan juga langsung menatap ke arahnya "Itulah yang tidak bisa ku terima, Semakin banyak yang mendekatinya, semakin kecil juga peluang ku mendapatkannya kan" ucap Adlan


"Anda tidak perlu khawatir tuan, pria yang bisa beladiri di kampus ini bisa di hitung dengan jari,, dan ada baiknya kalau Anda memperlihatkan kemampuan Anda padanya, supaya Nona Gea juga kagum pada Anda, dan tidak menganggap tuan ini orang lemah lagi" ucap Anju


"Entahlah, aku bingung kalau soal itu, kau tau jelas apa alasan ku tidak ingin menunjukkan sifatku yang dulu kan" ucap Adlan


"Tuan sendiri yang bilang kalau nona Gea menyukai pria yang memiliki kemampuan beladiri,, jadi menurut ku satu satu nya cara untuk mengambil hatinya ya dengan menunjukkan kemampuan tuan" ucap Anju


"Ya kurasa kau benar" ucap Adlan sambil tersenyum menatap ke arah Gea yang terus di ikuti beberapa pria yang menginginkan nomor kontaknya


Tiba tiba Erik dan rombongannya menghampiri Gea "Heh, pria pria miskin, ngapain kalian mendekati wanita ku, pergi pergi, beraninya kalian" ucap Erik


"Ma maaf, kami tidak tau kalau dia wanita mu, aku minta maaf, kalau begitu kami pergi," ucap Salah satu pria yang sedikit takut melihat Erik dan langsung berlalu


"Hey, kita bertemu lagi cantik,, Aku akan mengantarkan mu pulang hari ini,, bagaimana" ucap Erik


"Tidak perlu, aku sudah punya pacar, aku akan pulang dengannya" ucap Gea mengabaikan Erik dan berlalu untuk menghampiri Adlan dan Anju


"Sialan gadis ini, lihat saja, sampai kapan kau bisa mengabaikan ku seperti ini" gumam Erik pelan


"Tenang saja bos, cepat atau lambat dia pasti akan bertekuk lutut di hadapanmu, dia tidak mungkin bertahan lama berhubungan dengan pria kere itu" ucap Salah satu anak buah Erik


"Ya kau benar, tunggu saja tanggal mainnya" ucap Erik


…


Adlan melihat Gea sama sekali tidak tergoda oleh pria manapun, jadi dia sedikit merasa lega

__ADS_1


"Hay, apa kau suka jadi pusat perhatian?" tanya Adlan


"Entahlah, risih juga rasanya, kurasa ku Benar, aku tidak seharusnya mengubah penampilan jadi seperti ini,, tapi tidak apalah, O yah Anju, Kau kemarin janji padaku akan mengajaku bertemu Ayah mu, apa kah bisa sekarang?" tanya Gea


Anju langsung menoleh pada Adlan, dan Adlan juga tidak merasa keberatan untuk itu, dia sedikit memberi isyarat untuk mengabulkan keinginan Gea


"Baiklah, tentu saja bisa" ucap Anju,


"Sungguh??, terimakasih, kau memang pria yang baik, kalau begitu ayo pergi" ucap Gea nampak bersemangat, dan langsung melangkah lebih dulu


Anju langsung menoleh pada Adlan lagi "Apa tidak papa tuan?" bisik Anju


"Bawa saja,,,, dia sangat memgagumi Ayahmu, o yah, kamu minta supir untuk menjemput kita,, kasian dia kalau kita bawa naik bis" ucap Adlan


"Baik Tuan" ucap Anju,, diapun segera menghubungi sopir dari kediaman Ayahanda Adlan, dan kemudian segera menyusul Gea yang sudah duluan kedepan


Gea yang merasa dirinya tidak di ikuti sontak menoleh kebelakang, dan benar saja, Adlan Dan Anju masih tertinggal cukup jauh


"Ya ampun,, Kenapa kalian lelet sekali??" ucap Gea


"Maaf, kami bahas dulu sesuatu" ucap Anju


"Ya aku akan ikut, soal hukuman, aku bolos saja hari ini" ucap Adlan


"Dasar" ucap Gea


Tiba tiba Erik memberhentikan mobil Sportnya di depan mereka dan langsung membuka kaca mobilnya untuk di lihat Gea


"Hay Cantik, mending kamu pulang bareng aku saja, gadis Cantik sepertimu mana pantas pulang dengan pria idiot seperti Adlan, ayo masuklah" ucap Erik


"Tidak perlu, aku tidak berminat" ucap Gea,


"Ayolah cantik, jangan munafik, aku tau kamu sebenarnya mau kan,?" tanya Erik


"Aku bilang tidak ya tidak, ayo Anju, kita pergi" ucap Gea langsung beranjak


Bukan Gea so munafik dengan menolak ajakan Erik, karena pada dasarnya wanita mana yang tidak tergoda dengan kemewahan, tapi sekarang dia memang belum terfokus untuk menikmati hidupnya, yang jadi tujuan nya sekarang adalah bagaimana caranya dia menjadi kuat, dan bisa membalas kematian sang ayah di kemudian hari

__ADS_1


"Baiklah," ucap Anju, dia bahkan sempat sempat nya memberikan jempol terbalik pada Erik sebelum dia jalan untuk meledek Erik karena dia tidak berhasil merayu Gea


Sebenarnya Adlan ingin melakukan itu, tapi dia yang sekarang memang lebih menghindari terlibat masalah yang tidak perlu, jadi dia hanya bisa tersenyum karena niatnya sudah di wakili Anju


"Brengsek kau, beraninya mengoloku, awas saja kau" ucap Erik


Erik langsung melajukan mobilnya keluar dari area Kampus


Begitu Adlan dan yang Lainnya keluar, Erik sudah menunggu mereka di depan mobilnya, dia langsung menghampiri Anju


"Apa maksudmu?" tanya Erik yang tidak senang dengan sikap Anju


"Bukan kah pertanyaan itu harusnya aku yang tanya" ucap Anju


"Kau menyebalkan, kita lihat apa kau berani meledeku lagi setelah aku menghajarmu" ucap Erik, dia langsung melayangkan pukulannya Pada Anju,


Jelas Anju tidak diam saja, dia langsung menahan pukulan Erik dan langsung membalas menendangnya 'Bak'


"Arghhhhh, kurang ajar, berani kau melawanku, itu artinya kau akan menyesal" ucap Erik


Kawan kawan Erik yang menaiki motor dan baru keluar dari gerbang Kampus melihat kejadian itu, dan tentu saja mereka langsung menghampiri mereka untuk membantu Erik


"Hey, bearninya kalian main keroyokan," ucap Ramos yang langsung turun dari motornya, dan di ikuti 4 kawanya lain


Ramos langsung saja menyerang Anju, dan perkelahian antara mereka pun tidak dapat terelakkan lagi


2 Orang lainya langsung menghampiri Adlan dan Gea "Beraninya kau mengeroyok bos kami, kau harus tau akibatnya" ucap salah satu Pria itu


"Aku tidak melakukan apa apa...."


"Alah dasar cupu, kita buat dia menyesal" ucap pria itu, mereka langsung menyerang Adlan bersamaan,


Sementara Adlan juga langsung menghindari setiap serangan mereka, namun dia tidak berniat menyerang mereka balik


"Bolenku, mana bolepenku" Gea menyender dan langsung mencari bolpenya yang dia simpan di dalam tas,


Dan Adlan hanya terus mengelak dan memanfaatkan serangan mereka, untuk menyerang teman mereka sendiri, gerakan Adlan yang hanya bertahan juga tidak bisa di anggap Remeh

__ADS_1


itu bahkan membuat keduanya kesal, dan saling pukul satu sama lain meski itu tidak di sengaja karena Adlan menghindar atau membelikan serangan mereka,


Adlan hanya teus bermain-main dengan mereka yang tentu saja mereka bukanlah lawan yang sepadan untuknya, jika dia berniat mengalahkan mereka, tentu saja itu sangat mudah baginya


__ADS_2