Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda

Putri Mafia Kesayangan Tuan Muda
Master Sent?


__ADS_3

Setelah Adlan melihat Gea masuk ke rumahnya, dia pun menundukkan kepalanya ke setir mobilnya, dia merasakan sesak yang teramat sangat di hatinya,


Meskipun sebenarnya perpisahan mereka tidak di dasari oleh hubungan yang sebenarnya, tapi apa mau di kata, hatinya sudah terikat kuat pada Gea, dan pikirnya mengatakan kalau dia tidak akan menemukan lagi gadis seperti Gea di dunia ini


Begitu pun Gea yang sudah masuk ke kamarnya, dia merasakan hal yang sama dengan Adlan, hingga air matanya terus menetes tak henti membasahi pipinya, dia berpikir harinya mungkin tidak akan berwarna lagi jika dia tidak dengan Adlan, karena tidak di pungkiri olehnya sudah banyak hal yang berkesan di hati yang sudah mereka lalui,, dia sudah merasa cukup nyaman dengan Adlan


Mereka seolah berpisah untuk mencari arah hidup mereka masing-masing, dengan tujuan yang mungkin bisa di bilang bertentangan


Tapi sesakit apapun itu, dia merasa kalau itulah satu-satunya jalan supaya dia bisa fokus pada tujuan awalnya, yakni memperkuat diri dan status nya, kemudian mebalaskan dendam sang ayah


...°°°...


Adlan kembali ke kediaman Ayahnya, dan langsung mencarinya ke ruangan kerjanya, sebab dia tidak menemukan ayanya di ruangan lain


"Adlan, kau sudah kembali?" tanya Sang ayah saat sudut matanya melihat putranya masuk ke ruangan kerja nya


Adlan langsung menghampiri sang ayah dan duduk di kursi di depan meja kerja Arman


"Aku sudah memutuskan untuk tidak bertemu lagi dengan Gea, tapi apakah boleh jika aku juga menolak bertunangan dengan Sisil?" tanya Adlan


Arman yang terfokus melihat dokumen pun langsung mengalihkan atensinya pada Sang putra


"Apa kah sesulit itu menerima saran ayah?" tanya Arman


"Bukan seperti itu, aku hanya ingin fokus pada kuliah ku dulu sekarang, tanpa harus terganggu oleh sebuah ikatan" ucap Adlan


"Ayah tau itu hanya alasanmu,, tapi Ayah juga tidak bisa memaksa mu jika memang kau tidak bersedia, setidaknya ayah sudah memberimu pilihan yang menurut Ayah baik," ucap Arman


"Terimakasih untuk pengertiannya" ucap Adlan sedikit merasa lega, karena permintaan nya itu tidak tentang sang ayah, dan juga tidak ada raut kecewa yang terlihat dari sang ayah atas keputusan nya itu


.



Mulai hari itu, Adlan melewati hari harinya tanpa ada Gea bersamanya, dan itu sedikit membuatnya tidak bergairah dalam setiap aktivitas yang dia ikuti di kampus, karena mungkin melihat Gea di kampus itu sudah seperti candu untuk nya


Karena Gea Sekarang sudah aktif di markas besar Redbear, dan menjalanka tugas harian yang langsung di percaya Agam untuk membawahi dua rekan Anggota yang masih sama sama junior di Redbear,


Dan Gea sesekali medapat tugas untuk pengawalan pada klien wanita, jadi bisa di bilang kalau dia spesialis bodyguardnya wanita

__ADS_1


.


.


Hingga tidak terasa pekan demi pekan Gea lalui dengan menjalani hari hari barunya bersama rekan-rekan di Redbear, dan sedikit bisa mengalihkan pikirannya yang selalu tentang Adlan


Pagi ini dia mengikuti latihan wajib anggota seperti biasanya, dia sekarang jarang pulang ke rumahnya karena dia sesekali menginap di asrama markas Redbear,


Itu supaya dia tidak harus bangun pagi-pagi buta dan menyita waktunya hanya untuk perjalanan ke markas


Para anggota Redbear memang di tuntut untuk memiliki vitalitas yang kuat, jadi setiap hari sebelum matahari terbit, mereka sudah harus berkumpul di tempat latihan untuk melatih pisik dan bela diri mereka, sebelum mereka menyebar untuk melaksanakan tugas masing masing


Setelah latihan usai, Gea dan yang lainnya kembali ke asrama masing-masing, dan langsung bersiap dengan berpenampilan Rapih seperti yang sudah dia tau dari berkas berkas organisasi, yaitu dia wajib berpenampilan formal hitam hitam atau hitam putih,,


Setelah itu, Gea kembali ke markas untuk mengecek jadwal tugas nya ke ruangan pembagian tugas


Gea masuk ke ruangan dan duduk di salah satu meja staf di sana "Apa ada tugas khusus untuk ku hari ini?" tanya Gea


"Hari ini tidak ada tugas pengawalan untuk mu, jadi kau bisa membantu sekretaris senior menyiapakan data data organisasi di atas, kau cukup mahir untuk mengerjakan itu kan, dan untuk dua reknmu yang lain, kau suruh mereka berjaga saja di gerbang masuk" ucap sang sekretariat


"Oh, baiklah kalau begitu, terimakasih" ucap Gea


Dan kedua rekan Gea pun segera bangkit dari dudukannya dan langsung memberi hormat pada Gea,


Mungkin itu pemandangan yang cukup janggal jika di lihat dari sudut pandang orang awam, di mana dua orang pria gagah harus memberi hormat dan mematuhi instruksi dari seorang gadis imut seperti Gea,


Tapi menurut dua rekannya itu hal yang wajar, mereka tau betul kemampuan bela diri Gea ada di atas mereka,, karena mereka memang mengikuti seleksi di hari yang sama dengan Gea tempo hari


"Kalian berdua dapat tugas untuk menjaga gerbang di luar markas hari ini, pastikan semua yang masuk ke markas adalah orang orang kita, atau orang yang berkepentingan saja, mengerti?" ucap Gea


"Siap, di mengerti" ucap serempak Dua rekan Gea itu


"Ya sudah, segera ke posisi" ucap Gea


"Siap, kami siap bertugas" ucap Dua pria itu langsung berbalik badan dan melangkah keluar untuk menjalankan instruksi Gea


Gea juga segera beranjak dengan sedikit menyunggingkan senyum di bibir manisnya, mau tidak mau dia harus bisa besikap tegas dan dingin pada bawahan untuk menjaga wibawa, dan hatinya yang dalam kondisi tidak punya mood untuk bercanda sangat mendukung untuk tuntutan perannya itu


Gea sebenarnya sedikit tidak mengerti kenapa Agam langsung memberi kepercayaan itu pada nya, padahal dia juga belum terlalu paham soal otoritas di organisasi Redbear yang terkesan sangat formal itu, karena bisa di bilang kalau organisasi Redbear kelas yang cukup elit untuk sebuah organisasi

__ADS_1


Sementara di tempat asalnya, Gea tidak pernah menemui peraturan formal untuk menjadi seorang anggota, dan seingat nya para anggota yang mengikuti sang ayah terkesan seenak jidat sendiri dalam berpenampilan,


Juga memang perbisnisan di sana tidak menggunakan sistem official seperti halnya bisnis yang ada di negara yang memiliki aturan ketat dan membutuhkan perizinan mutlak untuk melakukan bisnis yang legal


Gea pun segera naik ke lantai teratas gedung itu, dan langsung mengetuk pintu ruangan sekertaris Redbear 'Tok'tok'


"Masuk" ucap samar dari dalam ruangan


Gea langsung membuka pintu dan memasuki ruangan itu


"Ketua Ge, apa kau bertugas membantu ku lagi?" tanya seorang wanita setengah baya yang duduk di kursinya


"Iya miss, saya di tugaskan kesini untuk membantu Anda" ucap Gea


"Baguslah, aku memang sedang membutuhkn orang sepertimu untuk membantuku, kalu tidak otaku bisa mendidih karena menyusun laporan laporan sebanyak ini" ucap sang Sekretaris senior itu


"Baiklah, saya siap membantu Anda Mis" ucap Gea dengan hormat


"Ayolah, jangan bersikap seperti itu di depanku, aku hanya wanita kantoran bisa" ucap Marta sambil terfokus lagi ke tugasnya


Gea pun segera duduk di samping kursi yang di duduki Marta, karena mejanya kebetulan memanjang dan ada beberapa tiga tempat duduk di belakang meja,, Gea memang sempat beberapa kali membantu nya, jadi dia sudah tidak sungkan lagi


"Anda bilang hanya wanita kantoran biasa?,, Apa Anda tidak mengikuti seleksi saat masuk ke organisasi ini??,, misalnya seperti para Anggota Redbear" tanya Gea penasaran dengan pernyataan Marta


"Tidak, aku di rekrut langsung oleh master Sent dulu" ucap Marta sambil tetap fokus ke beberapa dokumen dan komputer nya


"Benarkah, itu pasti sebuah kehormatan untuk mu" ucap Gea


"Tentu saja, Master Sent itu panutan untuk ku, meski dia memiliki kekuasaan penuh, dia tidak pernah menggunakan wewenang nya itu untuk memprovokasi atau merugikan orang lain, tapi sekali dia terprovokasi, maka tidak akan ada yang bisa membendung amarahnya" ucap Marta yang sangat mengenal baik Arman atau Sean di organisasi


"Dia juga panutan ku, aku masih sedikit tidak menyangka kalau aku bisa bertemu dengannya, dan bahkan bergabung dengan organisasi yang di pimpin oleh nya ini" ucap Gea


"Apa kau pernah bertemu dengan beliau??, seingatku kau baru beberapa pekan di sini,?, dan master Sent juga belum pernah meninjau organisasi beberapa bulan terakhir" ucap Marta


"Benarkah?, bukankah dia selalu ada di ruangan pemimpin?, aku sering bertegur sapa dengannya" ucap Gea sedikit heran dengan pernyataan Marta


"Oh, mungkin maksudmu kau bertemu ketua Agam kan?" ucap Marta


"Iya,, bukan kah master Sent itu paman Agam, m m maksudku ketua Agam?" tanya Gea, semakin tidak mengerti

__ADS_1


__ADS_2