Rahasia Sang Office Girl

Rahasia Sang Office Girl
67. Clara Kabur


__ADS_3

"Apa? Bagaimana bisa Clara kabur?" Alexa tersentak mendengar perkataan Balin.


"Polisi bilang, Clara kabur dengan cara membobol loteng sel tahanan."


Dahi Alexa mengkerut, tak percaya jika Clara bisa melakukan hal itu.


"Jangan katakan berita ini pada Kirana maupun Raka! Biarkan mereka mengurus pernikahan mereka dengan tenang. Aku saja yang akan menanganinya."


Alexa menarik nafas, lalu mengangguk setelah mendengar penjelasan dari Balin.


***


Jalanan malam licin akibat guyuran hujan. Bau dari got  menguar ke indra penciuman setiap orang yang lewat. 


Tapi Clara tak mempermasalahkan betapa bau got yang kini sedang dia lewati. Keinginannya hanya satu. Lari secepat mungkin agar terbebas dari kejaran polisi.


Satu jam yang lalu, Clara bersama tiga orang tahanan lain mencoba membobol loteng dan genteng tahanan. Namun, saat mereka melompati pagar pembatas, tiga teman Clara berhasil ditangkap.


Hanya Clara yang berhasil lolos, karena dia orang pertama yang melompati pagar, sebelum akhirnya petugas menyadari ada tahanan kabur.


Terdengar suara nafas yang memburu di kesunyian malam. Kaki Clara menerjang kubangan air, dan membuat ujung celananya basah.


Baju oranye seragam tahanan itu terlihat jelas meski Clara berada di kegelapan. Salah satu cara agar Clara tidak lagi ditangkap adalah melepas baju itu.


Tapi rasanya tidak mungkin melepas baju di tempat umum. Maka, yang terlintas di benak Clara ialah ia perlu mencuri baju.


Kebetulan tak jauh dari tempatnya berdiri, ada stand pedagang baju-baju bekas. Clara berjalan mengendap, menyambar sebuah jaket hoodie, dan kabur sebelum si penjual sadar barang dagangannya dicuri.


Setelah memakai jaket, lapar menjadi masalah selanjutnya. Perut Clara keroncongan, tenaganya telah terkuras dipakai berlari, belum lagi kepala yang mulai terasa berat dan pusing.


Clara berjalan dengan langkah gontai di tepi jalan. Tanpa sengaja kakinya menabrak tong sampah dan Clara melihat di dalam tong sampah itu ada sepotong ayam goreng bagian paha bawah.


Clara mengecapkan bibir, menelan saliva, dan memungut sepotong ayam di antara tumpukan sampah. Tanpa ragu, dia memakannya.

__ADS_1


"Makan malam yang lezat, meski diambil dari tempat sampah," gumam Clara menggigit lagi potongan ayam.


Clara berinisiatif mengorek lagi tong sampah, sambil berharap ada makanan lagi yang terbuang di sana, dan benar, Clara menemukan kepala ikan yang masih bisa dimakan.


Tepat saat itu, di dekat kaki Clara ada seekor kucing liar mengeong, seolah sedang memelas meminta sedikit kepala ikan yang digenggam Clara.


"Ini milikku. Pergi sana! Hush!"


Clara mengayunkan kaki agar kucing itu pergi. Namun, bukannya pergi, si kucing malah mengeong semakin keras dan bermunculan juga kucing-kucing liar yang lain.


Clara yang mulai ketakutan, memilih untuk berlari secepatnya. Lalu berhenti ketika dirasa kucing jalanan itu tak lagi mengejarnya.


"Kucing-kucing itu sama saja seperti Kirana. Mencoba merebut apa yang seharusnya menjadi milikku."


Sambil memakan kepala ikan, manik mata Clara melihat sosok pria yang hendak masuk ke dalam mobil. Seketika dia membulatkan mata. 


Raut wajahnya bagaikan seorang musafir menemukan oase di tengah padang pasir yang gersang.


Lantas Clara berlari mendekati si pria sebelum dia melajukan mobil.


Pria yang dipanggil Kevin itupun menoleh, tampak jelas gurat keterkejutan di muka Kevin melihat Clara ada di depannya. Dia menoleh kanan kiri memastikan tak ada orang yang memperhatikan mereka.


Lalu Kevin memberi isyarat agar Clara masuk ke dalam mobilnya.


"Kau harus menolongku. Aku dipenjara juga gara-gara kamu."


Kevin yang sedang menyetir mengerutkan dahi.


"Aku?" tanya Kevin yang tak mengerti kenapa dia yang disalahkan atas terpenjaranya Clara.


"Yes. Karena kamu tidak datang ke pesta pertunanganku sambil membawa obat-obatanku."


Kevin tertawa sekaligus menambah kecepatan mobilnya.

__ADS_1


"Sekalipun aku datang, sepertinya kau akan tetap dipenjara, Clara."


"Heh, dengar! Kau harus membantu menyembunyikan aku. Sebab jika aku tertangkap, kau juga akan tertangkap."


Sekilas Kevin melirik tajam pada Clara. Sorot matanya memancarkan kemarahan, lalu dia kembali fokus menyetir.


Kevin membawa Clara ke apartemennya. Di sana, Clara langsung tertuju ke sebuah ruangan dimana Kevin sering meracik obat.


Tanpa bertanya, Clara tahu letak obat yang sering dipesannya. Pertanda bahwa Clara sering mengunjungi apartemen Kevin. Dia mengambil beberapa pil dan menelannya dengan tak sabar.


"Kau tahu, obat-obatanku ini semuanya tidak gratis," ucap Kevin sambil membawa segelas air putih.


Clara mengambil gelas di tangan Kevin, meneguk hingga tandas, dan raut wajah yang tadi galak berubah memelas seperti anak kucing minta disayang.


"Tenang saja. Aku pasti akan bayar, hanya saja aku tidak membayar dengan uang. Melainkan dengan cara lain."


Tangan Clara bergerak menuntun tangan Kevin agar mengusap dadanya. Otomatis senyum seringai berkembang di bibir Kevin, bersamaan dengan berdirinya sesuatu yang ada di bawah sana.


Tidak ada rasa malu dalam diri Clara. Dia akan melakukan segala cara asalkan dia mendapatkan obat psikotropika dan terbebas dari bayang-bayang Ray.


Clara membuka bajunya tanpa menyisakan sehelai benang menutupi tubuhnya. Dia mendorong Kevin untuk duduk di sofa panjang.


Bola mata Kevin menelisik setiap lekuk tubuh Clara, yang menjadikan sesuatu di bawah sana berdiri tegak hingga membuat celananya sesak.


Perlahan Clara membuka kancing baju Kevin dengan gaya menggoda. Begitu tubuh Kevin dalam keadaan polos, Clara mulai bermain dengan benda pusaka yang sejak tadi minta disentuh.


"Aku bersedia menjadi teman ranjangmu asal kau mau membantuku," ucap Clara disela-sela kegiatannya.


Kevin tersenyum menikmati permainan yang diberikan Clara.


"Tawaran yang menarik. Aku terima."


Dengan gerakan cepat, Kevin merebahkan tubuh Clara di atas sofa. Mereka bercumbu layaknya pasangan suami istri. 

__ADS_1


Meskipun Kevin tahu dia telah masuk ke dalam masalah besar, namun tak mengapa selama dia dapat merasakan kenikmatan yang telah lama tak dia dapatkan.


__ADS_2