
Yong-yong mengucapkan kata-kata 'Istirahat' dengan suara yang terdengar lembut, tapi agung mengandung perintah. Tanah di Padan Gurun bergetar hebat, tanah bergoyang-goyang, meluapkan energi yang diserap, masuk ke dantiannya,lalu diteruskan ke telapak tangan. Sementara itu, langit seperti terbelah, ribuan bunga Meihua meluncur dari retakan berlari-lari cepat seperti pedang dengan warna kemerah-merahan.
"Istirahat !"
Nangong Rong menatap muram ketika melihat Yong-yong memerintah energi dari Bumi dan Langit, serempak terkumpul menjadi aura pedang dalam wujud Bunga Meihua.
Tak mau kalah melihat luapan energi yang diperintah Yong-yong, Nangong Rong menggores langit dengan Pedang Immortal Api.
Pedang Memerintah Matahari !
Nangong Rong memblokir serangan Yong-yong dengan teknik kelas para dewa, Pedang Memerintah Matahari. Sesungguhnya Pedang Immortal Api di tangan Nangong Rong adalah satu senjata legendaris jaman purba dulu.
Baron Wei sebagai Elf yang tua, mengamati sejak lama pedang di tangan Nangong Rong. Dia terbayang kembali akan kisah-kisah lama yang menceritakan asal mula kejadian ketika Arda (dunia) dikreasikan oleh dewa. Ketika itu dunia masih gelap, hanya diterangi bintang-bintang saja. Merasa gelap dengan bintang sendirian tidaklah baik, dia Sang Kreator menciptakan Matahari dan Rembulan untuk menemani Bintang-bintang.
Merasa bersyukur atas kebaikan Sang Kreator yang menciptakan Matahari dan Rembulan menemani Bintang-bintang, tersebutlah Vaulla, seorang Elf mula-mula sejak zaman penciptaan. Vaula seorang penempa sihir yang terbaik kala itu, berniat menempa tiga senjata tiada tanding untuk menghormati tiga anak-anak ciptaan Sang Kreator; Bintang, Rembulan dan Matahari.
Adalah Pedang Cahaya Bintang yang diciptakan berdasarkan unsur-unsur dan menyerap kekuatan Bintang-bintang, yang kemudian di hadiahkan kepada kaum Elf sebagai anak sulung dari Arda. Pedang Cahaya Bintang ini telah lama menghilang, sejak perang mula-mula Kaum Elf yang kemudian saling memisahkan diri.
Senjata Kedua dikenal dengan nama Pedang Rembulan. Pedang ini ditempa dengan menyerap semua unsur-unsur dingin yang dimiliki rembulan. Semua kekuatan dan energi Rembulan diserap dan terciptalah Pedang Tempur Maha Dahsyat - Pedang Rembulan.
Belakangan Baron Wei mendengar seseorang di Selatan sana, menjual dan melelang Pedang Rembulan ini, yang namanya kini berubah menjadi Pedang Sihir Es. Dua hali dari Pulau Es mereka, lalu menyusup ke acara pelelangan, dan mencuri Pedang Rembulan yang kini namanya berubah menjadi Pedang Sihir Es.
Tidak seorangpun yang menyadari kehebatan Pedang Sihir Es itu. Karena, pedang ini hanya akan berfungsi dengan maksimal, mengeluarkan kekuatan maha dahsyat Rembulan, ketika digunakan oleh Ahli puncak di ranah Immortal.
Oleh sebab itu, Baron Wei diam-diam bergidik menyaksikan si anak muda, Yong-yong bertempur tanpa menggunakan senjata, sementara Nangong Rong memegang Pedang Immortal api, yang sesungguhnya adalah Pedang Matahari.
Beruntung Nangong Rong tidak menyadari atau mengetahui rahasia sesungguhnya Pedang Immortal Api di tangannya. Jika saja dia tahu cara menggunakan senjata itu dengan sihir, Baron Wei percaya kalau sejak awal-awal, Yong-yong itu telah di taklukkan oleh Nangong Rong.
"Semoga rahasia ini hanya diketahui di kalangan Elf-Elf tua" batin Baron Wei cemas.
******
Sementara itu,
Nangong Rong menggores Pedang Immortal Api dan memanggil Matahari. Ketika itu langit retak-retak, malam berganti menjadi siang, ketika sinar matahari dipantulkan dari belahan dunia yang lain, ter refleksi ke langit di Gurun Terkutuk.
Semua orang menjadi geger, ketika malam berubah menjadi terang benderang.
__ADS_1
Matilah !
Nangong Rong selesai dengan goresan pedang, lalu ribuan awan kecil, berkilauan terpantul cahaya matahari, bercampur dengan api seketika melesat ke Yong-yong, yang tengah mengirimkan ribuan energi Bumi dan Langit.
Benturan itu meluap, semua orang menutup mata. Petir menyambar sebagai efek ledakan dari benturan dua kekuatan, Energi dari Matahari meledak ketika benturan terjadi melawan energi Langit dan Bumi.
Semua menatap nanar ke arah langit yang terang benderang. Semua tak percaya dengan penglihatan ini..
"Mereka berdua bahkan mampu memerintah energi dari Matahari dan energi Langit Bumi..." Baron Wei berbisik pelan namun semua orang lantas berpaling memperhatikan kata-katanya.
"Apakah kami akan memiliki peluang kemenangan?
Apakah Sekte Pedang Terbang kami, kesempatan itu?" tanya Ye Bing Qing dan Feng Ying bersamaan.
Dengan wajah yang terus serius, menatap ke langit tak berkedip sedikitpun, Baron Wei berkata..
"Aku berharap kita akan memenangkan pertarungan ini..
Fen ying... apakah kamu membawa Pedang Sihir Es itu? Kita perlu berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadi" kata Baron Wei.
"Tuan, Fenying menyimpannya dengan baik.
Terimalah pedang ini, dan lakukan yang terbaik jika keadaan kurang menguntungkan akan terjadi.
Anda adalah Ahli yang paling kuat diantara semua kami dari Pulau Es ini"kata Fenying.
Baron Wei mengelus-elus kotak pedang itu, suaranya dalam berbisik..
"Kamu akan mempertunjukkan kekuatan Sang Kreator, ketika nanti terpaksa harus berperang melawan saudaramu Sang Matahari"
Ketika Baron Wei selesai dengan kata-katanya, mendadak, cuaca berubah menjadi dingin. Ada suatu kekuatan tak terlihat, yang bergerak lembut dari kotak pedang di tangan Baron Wei.
Tidak seorangpun diantara ahli-ahli Pulau Es dan Sekte Pedang Terbang, yang memahami maksud kata-kata Baron Wei. Ini adalah rahasia dunia penciptaan. Hanya kaum mula-mula yang masih tahu dan pernah mendengar cerita ini.
Di langit Gurun Terkutuk..
Benturan dua Immortal di atas langit sana, membawa kehancuran dimana-mana. Mau tidak mau semua orang, baik pengunjung yang menghadiri acara itu, maupun orang-orang di Belahan lain Benua SIlver, Barat, Timur, Tengah dan Selatan, menyaksikan dua Immortal dalam wujud besar, seperti kaum dewa bertempur dan menimbulkan riak-riak gelombang berbahaya yang jatuh menimpa Benua Silver.
__ADS_1
Banyak orang yang memiliki kemampuan rendah, ketika tak dapat menghindari riak gelombang sisa benturan, terbaring kaku.. entah tewas atau masih hidup.
Tidak ada perbedaan antara siang dan malam, karena Nangong Rong telah memanggil kekuatan Matahari yang terpantul menyinari langit Benua Silver.
Yong-yong si anak muda itu, juga tetap konstan menyerang tanpa rasa takut, bertempur menggunakan kekuatan immortal dan serangan Pedang Tak berwujud.
"Langkah kedua Seni Pedang Tiada Tanding !" anak muda itu lenyap dalam bayangan, tidak dapat diikuti dengan mata biasa, menyudutkan Nangong Rong dengan Pedang Tak Berwujud, yang keluar dari dua jari di tangannya.
"Perubahan pertama !" dan kembali langit bergetar, tanah di bawah sana berguncang keras. Dia melakukan Langkah kedua Seni Pedang Tiada Tandang, dalam 315 perubahan pedang.
"Perubahan kedua" ribuan Kembang Meihua datang dari langit dan bumi, meluap dan menyiksa Nangong Rong.
Nangong Rong bahkan tidak sempat mengeluarkan serangan pedang. Dia Sang Immortal itu hanya kerepotan membuat teknik defense, mempertahankan diri dari ribuan Bunga Meihua, yang berubah-ubah sesuai perubahan langkah kedua.
"Perubahan kesepuluh !"
"Perubahan kesebelas !"
Pertempuran dua setengah dewa itu berpindah dari dataran Tengah ke dataran Timur, berputar dari ke Dataran Barat, lalu ke Selatan hingga hari kembali menjadi sore. Tidak ada terlihat siapa yang akan kalah.
Meskipun Seni Pedang Tiada Tanding adalah Teknik Tanpa Tanding, namun Nangong Rong dapat mengimbangi meskipun dia hanya melakukan teknik pertahanan saja.
Sementara itu, akibat luapan energi yang memberontak dan merusak kemana-mana, tak seorangpun di Benua Silver yang sadar bahwa telah terjadi keretakan besar di wilayah Barat Benua Silver.
Riak-riak energi luapan bentrokan dua Immortal itu, merusak dan menghancurkan batas dan array yang sejak awal penciptaan, memisahkan Benua Silver dan Benua Penyaringan Dewa. Praktisi dan orang-orang di Wilayah Selatan Benua Penyaringan Dewa terkejut ketika mendengar suara ledakan keras.
Dan kabut pun tersingkap, dunia baru membentang di depan mata... jalan menuju ke Benua Silver terbuka lebar, tidak perlu melewati portal, tidak perlu melalui badai ruang angkasa yang mematikan lagi. Banyak orang penasaran lantas berlari atau terbang menyusuri jalan lebar, menuju tepian Barat Benua Silver. Semua terbelalak menyaksikan pertempuran maha dahsyat di langit Benua Silver - antara dua Immortal.
"Immortal.. bahkan ada dua Immortal"
"Bahkan di Benua Penyaringan Dewa kami tidak pernah ada satu immortal pun.. Disini, di tempat aneh ini, bahkan ada dua ahli puncak Abadi" Ngeri, takut tapi antusias melanda orang-orang Benua Penyaringan Dewa.
Geger melanda Benua Penyaringan Dewa. Kabar dari mulut ke mulut menyebar cepat. Banyak yang berlari atau terbang menuju tepian Barat Benua Silver, menyaksikan Pertempuran Tak terlupakan itu. Immortal vs Immortal.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3
__ADS_1