
Pagi bergerak lambat menjadi siang, dan siang merangkak pelan menuju malam. Perang di antara Empat Raja Pedang - utara, selatan barat dan timur pecah di angkasa, terlihat seperti cahaya ledakan meteor ketika pedang bertemu dengan pedang.
Pertempuran menarik mata itu, jauh-jauh hari telah menghentikan perang diantara tiga kubu, dimana ahli-ahli dataran utara, barat dan timur, telah terhenti dan semua konsentrasi menyaksikan perang para makhluk setengah dewa itu. Bahkan tuan Fei Ma dan Tain Cheng sepertinya sepakat untuk berhenti bertarung, dan fokus menyaksikan pertarungan tingkat tinggi antara Raja-raja Pedang.
Sementara itu, kelihatannya hanya Raja Pedang dataran tengah, Yang Xiansheng yang belum terjun ke dalam arena, sepertinya dia masih menimbang-nimbang apakah akan bergabung atau menantang pemenang akhir dari perang empat makhluk setengah dewa itu.
Sementara itu, niat pedang dan niat pembantaian pedang menimbulkan hawa mematikan yang bersifat menghancurkan, terpancar keluar dari empat senjata berbasis pedang dari empat raja pedang.
Seseorang akan diakui sebagai Raja Pedang, ketika ranah kultivasinya mencapai peringkat SAGE dan ahli itu telah memahami Niat bela diri - di dalam niat bela diri ini terbagi dalam beberapa bagian seperti niat beladiri pedang atau niat beladiri pembantaian atau niat beladiri itu sendiri.
Di dalam salinan teks-teks purba, disebutkan ada individu-individu yang dapat memasuki kondisi kultivasi bagi diri sendiri, semisal pada saat mereka menutup diri dan berkultivasi, individu ini seolah-olah melangkah jauh seorang diri didalam mengembangkan kultivasinya. Mereka inilah orang-orang yang memiliki hati atas seni beladiri tertinggi yang pada akhirnya menjamin mereka akan memahami niat beladiri seperti niat pedang tadi.
Akan tetapi perlu diketahui, seorang individu praktisi, meskipun memiliki kemampuan beladiri yang tinggi, belum tentu dia memiliki hati atas seni beladiri dan memahami niat beladiri yang disebut niat pedang dan lain-lain. Tian Cheng misalnya. Ranking dua di dataran tengah itu, meskipun memiliki kemampuan beladiri dan kultivasi yang tinggi, namun dia tidak memiliki hati beladiri - yang pada akhirnya tidak memahami niat beladiri, untuk dapat disebut Raja Pedang.
Di Novel KDPU dan RDRP ini, tingkatan niat beladiri atau niat pedang ini dibagi dalam enam tingkatan.
Pertama adalah Niat Pedang Level satu.
Kedua adalah Nat Pedang Level dua.
Ketiga adalah Niat Pedang Level tiga
Keempat disebut Niat Pedang - Pedang Hati Suci.
Kelima disebut - Interpretasi Niat Pedang.
Keenam disebut - Istana Pedang.
Konon ketika seorang individu atau ahli telah mencapai pemahaman Istana pedang, jalan menuju Immortality telah di depan mata.
__ADS_1
Dari keempat Raja Pedang yang bertarung itu, masing-masing memiliki pemahaman akan niat pedang seperti ini.
Penatua Zuo Feng Ying - Level 4 Niat Pedang, Pedang Hati Suci.
Atid Ananada - Level 4 Niat Pembantaian, Pedang hati suci.
Mao Lao Gao - Level Niat Pembantaian, Pedang Hati Suci.
Dong Bai - Level tiga Niat Pedang, Niat Pedang Hati Level tiga.
Selagi itu khusus Yang Xiansheng sendiri, kabar berita yang beredar mengatakan bahwa Raja Pedang Dataran Tengah itu telah memahami level lima Niat Pedang - Interpretasi Niat Pedang.
******
Malam di Gurun Terkutuk tidak lagi gelap. Langit dipenuhi warna, percikan pedang yang menyala-nyala, baik efek dari teknik pedang maupun kilatan Niat Pedang para raja pedang.
Tentu saja dengan kultivasi yang jauh di bawah Zuo Feng Ying, Raja Pedang dari Timur Dong Bai hanya menjadi bulan-bulanan di dalam pertempuran setengah hari itu. Apalagi ketika masing-masing Raja Pedang menggunakan pemahaman Niat Pedang di dalam pertempurannya, Dong Bai semakin keteteran karena Niat Pedang Hati Sucinya selalu dimakan mentah-mentah oleh Niat Pedang - Interpretasi Niat Pedang Penatua Zuo Fen Ying.
Kondisi Dong Bai pada saat menjelang malam setelah pertarungan berjalan beberapa jam lamanya (setengah hari), dirinya terlihat makin mengenaskan. Pakaiannya compang-camping dengan sekujur tubuh penuh goresan pedang.
Tentara, praktis, dan ahli-ahli beladiri yang telah menghentikan peperangan, kini berbalik ke kelompok masing-masing, di sisi utara, barat, timur dan mulai menyoraki pertempuran.
Kelompok orang-orang utara mulai berani bersorak dan mencaci ketika melihat raja pedang dari timur Dong Bai, dalam beberapa kesempatan selalu menghindar, cenderung lari dalam gerakan-gerakan penerbangan yang sangat cepat.
"Cih !.. dasar penakut"
"Tak ada gunanya menjadi seorang raja pedang, jika melawan seorang perempuan saja dan selalu mengambil gerakan melarikan diri !" ejekan terdengar keras, di tumpahkan menggunakan hawa murni dengan sengaja, agar seluruh Gurun Terkutuk mendengar ejekan-ejekan tersebut - asal suara itu terdengar dari sisi utara Gurun Terkutuk.
Tentu saja kelompok tentara dan ahli-ahli dari timur mulai kepanasan dan dilanda angkara murka. Mereka tak terima Raja Pedang nya dihina oleh orang-orang di sisi utara gurun.
__ADS_1
Karena melihat raja pedang mereka selalu menghindar, karena terdesak oleh Penatua Zuo Feng Ying, dan menutupi kekurangan di pihak mereka, kata-kata kotor penuh hinaan mulai meluncur dari mulut kelompok ahli-ahli dari timur. Mereka menyebutkan penatua Zuo Fen Ying adalah seorang perempuan tua berwajah buruk.
"Tentu saja, dia bahkan tidak berani menampilkan wajah sesungguhnya yang dia miliki!"
"Konon wajah asli nya adalah seorang perempuan tua yang sama sekali tidak menarik dan menimbulkan rasa mual ketika orang memandangnya !"
"Pantas saja topeng adalah jalan keluar terbaik untuk menyamarkan semua itu !" suara bincang-bincang ini juga dikerahkan menggunakan hawa murni, agar terdengar oleh semua orang di gurun itu.
Diam-diam kelompok di sisi barat tertawa dalam hati. Sebagai keturunan ras iblis yang wataknya licik, mereka senang melihat kerusuhan yang akan terjadi antara pihak utara dan timur
Sementara itu, di langit Gurun Terkutuk,
Penatua Zuo Feng Ying terlihat melambaikan pedang di tangannya. Dia menggores pedang dengan warna yang terlihat tebal-tebal, seperti tulisan atau rangkaian kata-kata puisi dan sastra, mulutnya merapal mantra untuk kekuatan pamungkasnya.
"Pedang Hati Suci !"
Satu sinar besar - teramat besar yang berwarna pelangi terbentuk pada pedang di tangan kanannya. Lalu dengan lambaian tangan kanan, Penatua Zuo Fen Ying melepas energi pedang yang mengandung Niat Pedang Hati Suci.
"Istirahat !"
Tembakan Pedang melukis Nirwana bercampur Niat Pedang Hati Suci meledak dalam bola api besar berwarna - warni sesuai warna pelangi..
"Demi Dewa... Dewa Pedang Dong Bai akan celaka !" tangis ahli-ahli wilayah timur. Tatapan mereka menjadi nanar ketika melihat bola api pelangi itu menggulung Dong Bai, lalu menghempaskan Raja Pedang itu terlempar puluhan tombak kebelakang.
Dong Bai melayang terhempas kekuatan Niat Pedang seperti layangan putus.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.
__ADS_1