Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Perang Tak Terlupakan (iii)


__ADS_3

"Yong yong... Yong yong..


Apa yang kau lakukan ? Kembali kesini..." teriak Huo Qing panik. Dia tak menyangka sama sekali si anak muda akan memiliki keberanian, berlari menembus luapan sisa energi pertempuran, yang seperti hujan jatuh di tanah berpasir, arena Padan Gurun Terkutuk.


   Wang Qing-qing sendiri tak kelah histerisnya.. dia meluap dalam amarah, karena melihat anak muda yang lemah itu berlari menembus hujan energi pertempuran yang masih berjatuhan di arena.


"Yong-yong, Yong-yong... dasar anak bodoh ! Kembalilah ! 


   Kau hanya mencari kematian pergi mendekat ke arena" teriak Wang Qing-qing, kompak keduanya menjerit histeris.


   Suara jeritan teriakan keduanya, demikian ribut membuat perhatian orang-orang di dekat, kaum pengunjung teralihkan perhatiannya pada anak muda bernama Yong-yong. 


"Apa yang dilakukan apakah bocah itu mencari kematian saja"


"Dia sudah bosan hidup dan ingin berpacaran dengan kematian !" teriak orang-orang ikut-ikutan menjadi panik ketika Yong-yong melaju dengan gerakan kaku dan kikuk, canggung menuju arena pertempuran di Padang Gurun Terkutuk. 


   Akan tetapi mulut-mulut penuh sumpah serapah, penuh nada mencibir itu terdiam. Waktu itu mereka menyaksikan tak percaya, si anak muda yang dipanggil Yong-yong itu tiba-tiba menutul kakinya di atas pasir, lantas melayang melesat seperti bayangan membelah di Padang Terkutuk.


   Semua gerakan kaku dan canggung itu berubah menjadi gerakan gesit, bergerak cepat laksana meteor, dan tanpa diduga-duga, sebentar saja dia telah berdiri sejajar dengan Sang Immortal Nangong Rong.


"I-ini adalah?"


"Apakah dia nyata"banyak orang mengucek-ucek mata, seakan tak percaya dengan hal itu.


   Huo Qing dan Wang Qing-qing, kini terdiam. Mereka bahkan tak berani berkata-kata, ketika melihat si anak muda berubah dari si canggung aku bisa apa-apa, kini berdiri sejajar Sang Immortal. 


   Tidak cukup sampai disitu saja keterkejutan semua orang sini rasa terkejut bertambah dan heboh ketika di atas langit sana, anak muda itu mengeluarkan cahaya terang, yang menimbulkan hawa penindasan, menjalar hingga ke semua dataran berpasir, hawa penindasan dengan hawa murni yang sangat kuat. 


   Kemudian dengan sangat cepat tubuh anak muda itu,  berubah menjadi besar... besar dan lebih besar lagi, yang pada suatu titik jenuh, dia terlihat demikian besar seperti Dewa, wujudnya tak kalah menyeramkan dibandingkan dengan Nangong Rong. 


"Immortal !"


"Dia adalah Immortal !" suara teriakan dari jutaan pengunjung terdengar, penuh di seluruh dataran padang gurun. Huo Qing dan Wang Qing-qing semakin membisu. Tidak dapat berbicara sedikitpun, menggigil ketakutan. Mereka telah bersikap tidak sopan terhadap Immortal itu - Yong-yong. Terlebih lagi Wang Qing-qing. Gadis yang tadinya sempat cemburu, karena Yong-yong dikasihi sang master. terdiam membisu.


"Apakah ini nyata? anak sederhana yang kaku dan canggung itu pada kenyataan adalah seorang Immortal !" Huo Qing, Master Sekte Pedang Harmoni melihat kejadian itu dengan tubuh gemetar keras. Tak disangka sama sekali, bahwa si anak muda yang biasa-biasa itu pada kenyataannya seorang Immortal. Wajahnya memerah dalam rasa malu yang luar biasa, ketika dia mengingat satu demi satu kisah yang baru saja berlalu. Dia dengan lancangnya, bahkan memiliki niat untuk mengangkat Yong-yong menjadi muridnya.

__ADS_1


"Huo Qing.. kamu sudah terlalu tua. Mungkin ini pertanda sudah waktunya kamu mengundurkan diri dari panggung Wu-Lim, hiruk pikuk dunia Jiang Hu ini" Wajah Huo Qing seketika layu, terlihat bertambah tua sepuluh tahun.


Sementara itu 


   Di langit sana, Nagong Rong bersuara keras dalam tawa,  tatkala melihat si anak muda itu, pada kenyataannya adalah satu praktisi Immortal. Katanya..


"Jadi kau ini adalah Kartu Truf yang disembunyikan Sekte Pedagang Terbang itu bukan?


   Dan kini pada akhirnya kau pun menunjukkan dirimu. Aku memang sudah menduga. Tidak mungkin orang tua itu seorang Immortal di Ranah praktikal kekuatan jiwa mampu melawan ku, Sang Immortal" Wajah Nangong Rong mencibir, seperti saja dia telah menebak akhir dari drama yang dibuat Sekte Pedang Terbang.


   Yong-yong si anak muda tidak menjawab sama sekali. Yang ada dia terlihat serius, siap meluap dalam pertukaran pedang yang bisa-bisa terjadi tanpa disangka-sangka.


Dua kekuatan besar dengan hawa yang menindas lantas menyelimuti langit, merembes turun hingga di padang gurun, memiliki kekuatan kejam, mematikan yang hanya dipunyai oleh ahli-ahli Immortal saja. 


"Ini kejadian langka.. betul-betul kejadian langka Immortal akan melawan Immortal ahli pedang melawan ahli pedang" orang-orang semakin bergairah.


   Saat itu Nangong Rong melambaikan tangannya, lalu Pedang Immortal Api mulai mengeluarkan suara mendesis seperti suara hutan penuh pohon kering, terlalap api, mengerikan di dengar. Penonton seketika bergidik mendengar suara dan gerakan tangan Nangong Rong.


   Anak muda bernama Yong-yong itu bahkan tidak membawa senjata atau apa-apa.. Semua orang menjadi cemas melihat dia seperti tidak memiliki niat dan persiapan untuk perang.


"Apakah dia kepingin mati cepat? Tolong seseorang datang memberikan pedang kepada dia !" orang-orang bahkan terpukul melihatnya hanya bertangan kosong.


   Ketakutan makin bertambah, ketika semua orang menyaksikan Nangong Rong melambaikan pedang di tangannya.


   Pada saat itu Domain Api kembali terbentuk di belakang Nangong Rong, lalu keluar dari dalam domain itu, meluncur cepat. Tiga Ribu Pedang dalam wujud api yang berputar-putar mengancam siap menghanguskan si anak muda.


   Nangong Rong sendiri terlihat tak henti-hentinya membentuk segel- segel aneh di dada yang bertujuan mengendalikan Tiga Ribu Pedang Api. Kesemuanya meliuk, terlihat jahat penuh dengan energi panas yang dapat bahkan dapat menghancurkan satu negara sekalipun. 


   Nangong Rong berkata dengan sombong.


"Semua teknik dan semua ilmu pedang di dunia ini telah aku pelajari...


   Bahkan jika aku mau, manusia manusia setengah dewa pun dapat kukalahkan dan ku penggal batang lehernya.


   Kamu hanya satu semut, sama sekali tidak ada artinya di hadapanku" 

__ADS_1


Mati ! 


   Nangong Rong, lantas membangkitkan roh pedang di dalam Tiga Ribu Pedang Api, yang kini saling kejar-kejaran dengan cepat, seperti hantu siap memanggang Yong-yong menjadi debu. 


   Sementara itu, terlihat dibelakang Tiga Ribu Pedang Api, Nangong Rong bergerak cepat, melakukan gerakan pedang, menusuk penuh hawa mematikan, penuh energi Sang Immortal, juga Pedang Immortal Api. 


   Sebaliknya, Yong-yng anak muda itu terlihat santai saja. Bahkan dia tidak panik sama sekali. Dia dengan tangan kosong nya lalu membentuk segel di dada kemudian mengayunkan tangannya ke depan, sambil melayang mundur secepat kecepatan dan gerakan pedang di tangan Nangong Rong. Nangong Rong sungguh terlihat mengerikan, dalam gerakan tusukan, beriring-iringan Tiga Ribu Pedang Api, mengunci dan siap membunuh Yong Yong.


"Tidak !" jerit tertahan terdengar dari mulut penonton. 


   Terjadilah kejar-kejaran di langit, terjadi antara sesama Immortal juga dengan tusukan Pedang Immortal. Yong-yong kemudian membentuk segel yang bercahaya besar, penuh rune syair-syair asing. Bibirnya komat-kamit memerintahkan sesuatu yang tidak disangka-sangka.


Blam.


   Cermin itu besar, amat besar. Cermin itu lantas diam di depan Yong-yong, bertindak seperti tameng transparan. 


"Defense !" suara teriakan nya keras.


   Ledakan eksplosif terjadi ketika tameng pelindung Yong-yong itu berbenturan dengan Tiga Ribu Pedang Roh Api.


Blam !


Blam !


Blam ! 


   Langit berubah warna menjadi terang benderang, demikian terang bahkan mengalahkan terangnya sinar matahari di waktu siang.


   Lalu suara ngeri terdengar dari Yong-yong,  


"Sekarang giliranku !". 


   


Bersambung

__ADS_1


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2