Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Perang Tak Telupakan (ii)


__ADS_3

Suara Baron Wei menggelegar, menyusul dengungan petikan suara harpa meraung-raung seperti kilat dan Guntur yang keluar dari langit, bergabung sekali lagi dalam mancawarna, dominan jingga. Seribu tentara dan Sage-sage itu itu kembali bersemangat, meletuskan Energi Jingga bergabung dengan dengungan mistis petikan harpa.


Dua kekuatan besar Sekte Pedang Terbang sekali lagi bertabrakan dengan Cahaya api surgawi, semarak hijau kebiru-biruan yang keluar dari ujung pedang Nangong Rong.


Duar !


Ini adalah kali tak termaafkan. Wajah semua praktisi dari sekte pedang terbang mulai dari Kaum andal tentara berkuda terbang itu sampai ke praktisi Sage dan Baron Wei, menampakan wajah pudar seputih kertas. Ketiga kalinya.. secara masal semua orang sekali mengeluarkan tegukan darah, kini terluka secara massal.


Nangong rong semakin menjadi-jadi, dia semakin congkak terlihat, bersinar seperti dewa, kalap dalam rasa bangga akan kepandaiannya sebagai Sang Immortal. Kata nya dengan seram ...


"Bagiku, kalian semua tidak lebih daripada semut. Bahkan Immortal kekuatan jiwa itu pun bukan apa-apa. Dia dan bukanlah tandingan ku.


Yang dapat mengalahkan aku, hanyalah seorang jenius mengagumkan, yang memiliki kekuatan seimbang di peringkat Immortal.


Akan tetapi sayang sekali... kalian patut dikasihani, hidup merana di benua yang miskin hawa Qi ini. Dengan sumber energi Qi yang begitu melarat, ditambah sumber daya dunia kalian yang terbatas.. aku berani memastikan.


Tidak akan pernah sekalipun seseorang akan menerobos menjadi Immortal seperti aku !"Nangong Rong semakin congkak, arogan menghina Benua Silver. Semua yang mendengar nya pun tanpa terasa sakit di dalam hati. Ini sebuah penghinaan yang nyata-nyata dari Immortal Negeri Ajaib itu.


MAsih angkuh berselimutkan nada arogan mencibir, Nangong Rong melanjutkan.


"Jadi...

__ADS_1


Tantangan dari kalian Sekte Pedang Terbang itu, semua tidak lebih dari pada permainan kanak-kanak di depan mataku.Dan sekarang, mari kalian melihat seperti apa kekuatan sesungguhnya dari seorang Immortal !" Nangong Rong mengakhiri pidari pongahnya dengan perubahan yang menyeramkan.


Mendadak, satu energi murni terasa meluap dari bayangan Sang Immortal ketinggian langit sana, terasa menindas dan mendramatisasi semua penonton di padang, gurun itu seperti merasa seperti akan mati saja.


Dada semua orang terasa sesak dan kesulitan mengambil nafas. Dan di sela-sela susahnya tiap-tiap orang mengambil nafas dalam tindasan kekuatan Nangong Rong, Nangong Rong membuat hal yang mustahil di mata semua orang.


"Demi Dewa.. !"


"Seperti inikah kekuatan seorang ahli Immortal?"


Dengan wajah takut-takut, terbelalak dan tercengang semua melihat perubahan Sang Immortal. Tubuh Nangong Rong berubah menjadi besar, teramat besar melebihi raksasa, mungkin seperti itulah wujud para dewa ketika berhadapan dengan kecilnya makhluk fana.


Katanya dengan suara agung, terdengar seperti datang dari langit, berbisik di benak menimbulkan rasa gentar.


"Saatnya kalian menerima kematian ditangan Immortal ini. Sudah sejak lama aku memberi kesempatan dan belas kasihan kepada kalian. Namun nyatanya kalian yang ada malah membunuh semua pengikut dan kaki tanganku..."


"Pergilah dengan damai !"


Nangong rong melambaikan Pedang Immortal Api yang ikut membesar seukuran tubuh dewanya, dengan gaya seperti malas namun dampaknya luar biasa tercipta.


Domain Pedang Api itu sekali lagi meluap lebih dahsyat dan lebih besar, siap-siap menghanguskan semua wajah-wajah pucat ketakutan bercampur rasa horor di antara 1000 pengendara kuda terbang, 10 Sage serta Baron Wei. Sinar ai hijau biru itu sebesar meteor yang jatuh dari langit.

__ADS_1


"Tragis... ini kejadian yang tak terlupakan"suara Huo Qing terdengar pilu.


"Sekte pedang terbang adalah satu memiliki usia yang amat sangat pendek di Benua Silver ini.


Mereka dengan sekali kemunculan mereka langsung berdiri di awan-awan, tinggi dan mulia. Memiliki nama besar dengan ahli-ahli peringkat tinggi..


Akan tetapi sayang seribu sayang.. Sekte Pedang erbang ini memiliki umr tersingkat dalam sejarh Kultivasi Benua Silver. Berdiri megah tidak lebih dari seumur jagung, kemudian akan akan lenyap, terlupakan pernah ada di Benua Silver ini" bisik Huo Qing sedih. Dia berbicara pada anak muda bernama Yong-yong itu. Huo Qing berbalik dan mencari letak keberadaan Yong-yong, merasa tidak di jawab kata-katanya.


Wang Qing-qing juga ikut-ikutan mencari Yong-yong


"Kemana anak itu?" tanya Qing-qing heran.


"Lihat ! apakah itu adalah dia?" horor terdengar suara Huo Qing.


Ketika Wang Qing-qing dan Huo Qing melihat Yong-yong sedang berlari-lari kecil, terlihat lemah dengan teknik meringankan tubuh yang mudah ditemui di praktisi pemula. Yong-yong berlari-lari menuju arena turun terkutuk itu.


"Yong- yong, apa yang kau lakukan !" teriak Huo Qing ketakutan.


Bersambung


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3

__ADS_1


__ADS_2