
Jelas sekali. perasaan amarah dan dendam yang awal-awal memenuhi hati Flying Claw kini buyar terbang bersama angin musim semi yang hangat. Niat di dalam hatinya kini berubah menjadi tekad dan Nafsu Serakah untuk memiliki Teknik Pedoman Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran. Oleh sebab itu, pria keturunan naga itu, merubah cara berbicaranya dengan Sima Yong. Dia pandai menyembunyikan kemarahan dan bersikap palsu, seperti ramah seketika. Tanyanya..
"Adik kecil yang baik, dapatkah kamu berbagi denganku, bagaimana caranya memasuki reruntuhan kuno itu tanpa menggunakan kunci empat Klan Mata Angin?" Tanya Flying Claw dengan mata berkilat-kilat rakus.
Sima Yong sendiri, tetap bersikap seperti seorang yang polos dan tanpa ragu-ragu dia menunjukkan suatu celah yang ada di sekitar runtuhan runtuhan bangunan. Katanya..
"Dari sinilah aku dapat keluar dan masuk ke dalam reruntuhan kuno, lalu masuk di kedalaman bumi menuju Aula Terakhir secara leluasa.
Ini adalah pintu keluar dan masuk yang secara rahasia hanya diketahui olehku seorang" sambil berjalan menuju puing-puing bangunan itu, Sima Yong menunjukkan ada satu celah yang tidak terlihat oleh mata biasa.
SIma Yong ketika menunjukkan celah itu, dia mengedipkan mata seolah-olah berkata bahwa "Ini akan menjadi rahasia antara aku dengan kau" seperti layaknya permainan bohong-bohongan kanak-kanak.
Patriark Flying Claw pun menanggapi dengan dengan sedikit malu-malu, ikut-ikutan bersikap kanak-kanak menjaga rahasia. Dalam hatinya "Kena kau bodoh !"
Patriark Flying Claw lantas bertanya secara hati-hati.
"Kalau demikian... Apakah adik kecil ini mengijinkan aku untuk masuk ke dalam reruntuhan itu?" tanyanya dengan terlihat sekali tak tahu malu.
Tanpa segan-segan Sima Yong langsung berkata kocak,
"Tentu saja tuan.. Anda dapat masuk ke dalam reruntuhan kuno ini.
Dan mungkin.. kalau anda beruntung, di dalam sana anda akan bertemu dengan Pertapa Yamazaki Takejiro..
Lalu anda dapat langsung meminta petunjuk dari Sang Pertapa. Bagaimana cara untuk memperoleh salinan Pedoman Pengaturan Siklus Abadi..
Bahkan, kalau Anda beruntung mungkin saja dia akan menunjukkan kepada anda suatu teknik pedang Tanpa tanding" jawab Sima Yong, masih bernada polos.
Degup jantung Flying Claw seketika dipenuhi suara tabuhan seperti gendang bertalu-talu.. "Anak bodoh ini juga mewarisi teknik pedang?" batin nya semakin cemburu. Namun dia mencoba bersikap tenang. Katanya.
"Adik kecil, dapatkah kamu memberitahu aku? Teknik pedang Tanpa tanding itu adalah sesuatu seperti apakah?" Flying claw ini betul-betul rubah tua licik dan tidak kenal rasa malu.
Dia semakin menonjolkan sifat serakahnya, dan tidak lagi memperdulikan posisinya yang begitu tinggi sebagai seorang patriark klan. Dan dia melayani anak muda itu bercakap-cakap ramah-tamah, padahal sebelumnya dia berapi-api ingin membunuhnya.
Sima Yong tertawa kecil lalu segera mengambil setangkai kembang dari pohon Persik, berniat mempertunjukkan kepada Flying Claw seperti sebuah Teknik Pedang Tanpa Tanding itu.
"Apakah anda ingin melihatnya?"
"Tolonglah adik kecil.. orang tua ini akan sangat menghormati kamu jika kamu menunjukkan teknik yang katamu adalah suatu ilmu tanpa tanding" kata Flying Claw girang.
Dengan gerakan yang kacau, Sima Yong memperagakan gerakan kacau Langkah Pertama dari Pedang Sembilan Langkah itu.
Dunia lantas seperti berputar ketika anak muda itu berputar seperti limbung, dalam gaya tak teratur. Akan tetapi semua efek yang timbul seperti bencana alam adanya. Belum lagi energi pedang yang keluar dari setangkai kembang, terasa melebih pedang paling sakti apapun yang pernah dilihat Flying Claw.
Flying Claw seketika melotot. Matanya berkilat serakah ketika melihat anak muda di hadapannya itu menggunakan Kembang Bunga Persik sebagai senjata. Suara deru angin tajam berhawa pedang yang sangat kejam, manakala si anak muda melambaikan tangannya.
__ADS_1
Terakhir, si anak muda menggores Kembang Bunga Persik. Saat itu mulut Patriark Flying Claw terbuka lebar penuh rasa tidak percaya.
"Hanya dengan menggunakan setangkai kembang dari bunga Persik itu dan energi yang keluar melebihi dari pada suatu energi ketika orang menggunakan pedang peringkat Immortal tertinggi dari yang paling tinggi?
Teknik paling hebat yang pernah aku lihat" batin Flying Claw.
"Biar bagaimanapun, aku harus masuk ke dalam reruntuhan kuno tersebut dan meminta petunjuk dari Pertapa Yamazaki Takejiro" tanpa membuang waktu, pria keturunan naga itu melesat cepat, masuk melewati celah yang ditunjukkan Sima Yong tadi.
Patriark Flying Claw meninggalkan Sima Yong yang bahkan belum selesai memainkan teknik langkah pertama sesuai permintaannya. Kata si patriak lalu lenyap di dalam celah..
"Aku ingin bertemu langsung dengan Pertapa Yamazaki Takejiro dahulu...
Untuk sementara dendam antara kita berdua aku lupakan sosoknya lenyap dengan sekali kelebat, jauh-jauh hari menghilang sebelum Sima Yong menjawab kata-katanya.
Sima Yong hanya tertawa kecil. Lalu berjalan dengan santai meninggalkan reruntuhan kuno di tepi Hutan Motozawa..
***
Apa yang terlihat jadi selanjutnya dengan Patriark Flying Claw itu? Apakah dia bertemu dengan Pertapa Yamazaki Takejiro di dalam perut bumi reruntuhan kuno tersebut?
Atau..
Apakah Patriark Flying Claw itu berhasil memperoleh teknik dan petunjuk tentang Pedoman Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran? Atau bahkan .. Apakah si patriark itu berhasil memperoleh ilmu 9 Langkah Pedang Tiada Tanding?
Tidak ada yang pernah bisa menjawab hal ini. Yang pasti adalah sejak hari itu sampai selanjutnya, ketika tahun berganti bahkan puluhan puluhan tahun lewat sudah.. Patriark Flying Claw dari Klan Penyihir Emas itu, tidak pernah lagi menampakan batang hidungnya di Kota Perdamaian. Lama kelamaan, nama Flying Claw hilang dan terlupakan orang.
******
Malam hari ini adalah malam yang memikat. Bulan Purnama menggantung di Langit Kota Perdamaian, terlihat berkilau gemerlap dalam cahaya dingin menampilkan warna Indah campuran antara warna buah aprikot dan warna butir-butir gandum matang.
Rembulan demikian indahnya, jelas terlihat dikelilingi lingkaran halo nya yang kadang-kadang berpendar kecil.. memesona mata dan tergantung di atas langit kota
Ketika itu seorang anak muda berwajah tampan dengan mengenakan pakaian yang baru yang baru di beli di penjahit kenamaan, yang wajahnya tampan muda bercahaya. Kulitnya kenyal berkilauan di bawah Purnama.. tampak memikat dengan titik-titik air keringat bercampur minyak, itu tampak seperti kulit bayi.
Anak muda itu adalah Sima Yong yang baru saja menjejakkan di Kota Perdamaian dengan berniat untuk melihat-lihat, setelah dia merasa kalau dirinya telah melewatkan waktu begitu lama di dalam penutupan diri berkultivasi.
Tentu saja dia rindu dan ingin bertemu dengan gadis kecil keturunan peri bernama Mismaya, juga Griffin bernama Teci itu.
Akan tetapi telah berulang kali dia mengirimkan sinyal atau semacam kode menggunakan jimat teleportasi, namun sama sekali tidak ada jawaban dari kedua orang kawannya yang sejak awal mereka telah bersama-sama dengannya di kota perdamaian.
"Apakah mereka telah kembali ke Kota masing-masing" batinnya penasaran. LAlu satu ide muncul di benaknya.
Tempat makan Restoran dan tempat keramaian seperti pasar adalah sumber yang paling mudah dan terbaik untuk memperoleh informasi apapun. Oleh karena itu, malam ini dia melangkahkan kakinya dan menuju ke restoran terkenal di Kota Perdamaian, itulah Restoran Paviliun Keindahan Malam.
Seperti pada malam-malam sebelumnya di tahun-tahun yang lama telah berlalu, Restoran Pavilion Keindahan Malam ini tidak kurang sedikitpun di banjiri pengunjung yang terdiri dari kalangan elit kaum bangsawan dan pemuka-pemuka kota.
__ADS_1
SIma Yong memperhatikan satu demi satu orang-orang yang datang. Semuanya berpakaian menarik indah berwajah tampan dan cantik, lalu dia buru-buru memesan makanan dari pelayan yang mana semua pesanannya terdiri dari hidangan-hidangan mahal akan tetapi tanpa menggunakan bahan mengandung daging.
Sayuran dan roti atau kue-kue, disertai minuman Teh langka
dan sedikit arak mahal yang menjadi pilihannya.
Sementara dia memasukkan satu demi satu roti kukus dan sayur-sayuran tumis mahal tersebut kedalam mulut, samar-samar dia mendengar diantara para pengunjung yang berbicara beramai-ramai, dalam suara berisik.
"Pertarungan hidup mati dari makhluk keturunan Griffin itu adalah suatu tontonan yang menarik yang [pernah aku lihat. Apakah kamu tidak berniat untuk datang kesana untuk bertaruh?" suara besar seorang pria terdengar. SIma Yong melirik, dan mendengar pembicaraan itu dengan kekuatan Immortal Jiwa.
JAwab yang lainnya...
"Ya harus ku akui... itu adalah pertunjukan terbesar yang akan dipertontonkan di arena kota nanti.
Aku mendengar bahwa Nio Nio nomor dua akan mendatangkan lawan yang khusus dari Benua timur, yang konon merupakan lawan seimbang Griffin itu" jawab yang lain.
"Dengar-dengar... hadiah pemenang duel itu adalah seorang perempuan muda cantik yang juga keturunan dari peri." dan Sima Yong memalingkan wajah menatap kelompok itu. Dia makin tertarik.
"Kamu tahu bukan? gadis-gadis muda dan mungil seperti itu, adalah hal yang menarik untuk dijadikan teman tidur di malam hari. Mereka lembut dan sangat patuh !" suara genit pria berwajah jerawat terdengar mesum.
Seketika jantung Sima Yong langsung berdebar. Dengan kemarahan yang ditahan matanya melirik tajam ke arah pengunjung yang berbincang-bincang mesum tadi.
Duar ! seketika wajah erawat itu terlempar... DIa merasa seolah-olah ada sosok tak terlihat yang menampar pipinya..
"A-apa itu tadi?" kata si mesum setelah kini berdiri.
SIma Yong menahan diri. Cukup saja tamparan tadi. Tidak lebih. Buru-buru dia menyelesaikan makanannya lalu memanggil pelayan dan menanyakan berapa harga harus dia bayar.
Ketika pelayan menyebutkan bahwa nilai makanannya sebanyak 20 elixir tingkat tinggi, anak muda itu meletakkan 30 batu eliksir tingkat tinggi dan berkata
"Kemarilah aku akan ingin menanyakan sesuatu tentang hal yang menjadi pembicaraan pengunjung-pengunjung di sampingku itu.
Apakah benar akan terjadi pertarungan antara seorang keturunan Griffin di Arena Kota Perdamaian?
Dan Apakah benar hadiah utamanya adalah seorang gadis muda keturunan peri?" tanyanya halus.
Jelas saja mata si pelayan itu langsung bersinar-sinar penuh cahaya dengan cepat tangannya menangkap 30 batu elixir peringkat tinggi dan menyimpannya 10 batu ke dalam kantong dan dia bertanya balik bertanya...
"Tuan muda Anda. Tentunya bukan berasal dari kota ini bukan ?
Memang benar besok hari akan terjadi pertarungan yang sangat spektakuler yaitu seorang Griffin dengan Gladiator dari Benua Timur.
Anda tahu siapa Griffin itu adalah keturunan makhluk legendaris.. Entah mengapa, Nio-nio nomor dua sang Nekomata Tuan Arena Kota sangat membenci keduanya. Peri dan Griffin itu maksudku.."
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.