Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Sembilan Langkah Pedang Tanpa Tanding


__ADS_3

  Anak muda berpenampilan seperti Elf itu terlihat berputar-putar menggunakan sebuah benda besar, sepertinya itu adalah sebuah besi besar, hitam dan terlihat sangat berat. Akan tetapi dia dengan lincahnya berputar-putar melatih pukulan pertama dari teknik Sembilan Langkah Pedang Tiada Tanding.


   Teknik atau jurus pertama dari rangkaian Sembilan Langkah Pedang Tiada Tanding ini dinamakan permulaan pedang. Di dalam permulaan pedang, terdapat sebanyak 360 gerakan yang harus dihafal anak muda itu (Sima Yong), dengan semua gerakan yang berputar-putar acak, senantiasa berubah-ubah dalam sudut 360 derajat jangkauannya.


"Pertama-tama adalah kamu menggunakan besi berat ini sebagai senjata. Kamu tidak dapat berhenti melatih semua serangan sembilan langkah pedang tiada tanding ini, jika besi di tanganmu belum patah" tegas Yamazaki Takejiro.


   Sementara Sima Yong sendiri tenganga.


"Membuat besi tak berbentuk ini menjadi patah, hanya dengan menggunakannya berlatih?..


   Senior Yamazaki.. Bukankah ini agak mustahil? Bagaimana mungkin aku dapat membuat patah besi baja ini, tanpa berbenturan atau bersentuhan dengan sesama senjata?" tanya Sima Yong waktu itu.


   Pertapa Yamazaki hanya tersenyum tipis dan berkata'


"Kosong adalah berisi, dan berisi adalah kosong. Ingat-ingatlah akan pengajaran ini, dan latihlah Permulaan Pedang itu. Jika kamu bersungguh-sungguh di dalam pelatihan mu, niscaya besi hitam itu akan path dengan sendirinya.. percayalah padaku" kata Pertapa Yamazaki yang langsung menutup matanya, dan membiarkan Sima Yong merenungi dalam-dalam arti kata "kosong adalah berisi, dan berisi itu kosong"


   Di sela-sela pelatihan teknik pedangnya itu, Sima Yong juga diharuskan untuk melatih Buku Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran. Biar bagaimanapun, dia harus menerobos ke ranah kekuatan Jiwa Immortal karena Salinan Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran ini pada prinsipnya adalah mendorong seorang praktisi kekuatan jiwa untuk menjadi ahli di ranah Immortal.


   Sementara itu, di dalam dunia reruntuhan kuno yang jauh dan tidak tertangkap keberadaannya oleh siapapun, Sima Yong berlatih keras siang dan malam, guna mencapai teknik tertinggi dari Sembilan Langkah Pedang Tiada Tanding itu. Dia bahkan lupa dengan waktu, makan pun hanya dengan menyantap bekal madu hutan yang dibelinya di Kota Klan Beruang pada beberapa waktu yang lalu. Sima Yong bahkan tidak menyadari waktu bergulir dengan sangat cepat.


   Ketika itu waktu telah berlalu tiga bulan lamanya, dan di sama sekali belum berhasil mematahkan besi baja hitam, ketika berlatih teknik mula-mula Permulaan Pedang itu.


   Sima Yong amatlah kesal. Pertapa Yamazaki sendiri hanya menutup mata siang dan malam, tidak makan dan hanya menjawab,


"Kosong itu berisi, dan berisi itu kosong" tiap kali dia bertanya mengapa dirinya masih tetap berlatih di langkah pertama, Permulaan Pedang.

__ADS_1


   Karena mereka berada jauh di bawah reruntuhan kuno, dan tidak melihat keadaan di luar, kadang kala ketika dia selesai berlatih Permulaan Pedang (menurut perkiraannya saat itu adalah tengah malam di Kota Perdamaian), Sima Yong berulang kali berucap pelan-pelan "Kosong itu berisi dan berisi itu kosong".


"Kosong itu berisi, dan berisi itu kosong"


"Kosong itu berisi dan berisi itu kosong" nada suaranya mulai terdengar frustasi, tapi dia tetap mengeraskan hati, berusaha memikir apa maksud sebenarnya dibalik kata-kata itu. 


"Kosong itu berisi dan berisi itu ko...." wajah Sima Yong berubah cerah. Dia berteriak keras-keras, seperti diingatkan akan sesuatu.


"Aku mengerti. Demi apapun makhluk suci... pada akhirnya aku mengerti apa maksud kata-kata ini"


   Anak muda itu buru-buru menyambar besi panjang, hitam tak beraturan itu, lalu mengeksekusi dan melatih ulang gerakan pedang yang pertama yang disebut "Permulaan Pedang"


   Kali ini semua gerakannya tidak lag menimbulkan angin deru badai, penuh kekuatan dan energi Qi, yang terdengar mengerikan laksana angin taufan. Kini semua gerakan pedangnya lembut, seolah-olah tidak memiliki energi mematikan di dalamnya. 


   Sima Yong bahkan memainkan gerakan pertama Sembilan Langkah Pedang Tak Tertandingi itu sambil menutup matanya. Tubuhnya terbungkus dengan hawa pedang, lembut dan membuai, tidak terkesan mematikan sama sekali.


"Kraak !"


   Besi besar hitam di tangan Sima Yong patah menjadi dua ketika di melakukan gerakan yang ke sembilan puluh. Sima Yong sendiri tertegun melihat keajaiban yang terjadi, setelah dia memahami arti dan maksud dari kata-kata Pertapa Yamazaki Takejiro.


"Ah... kamu berhasil menerobos ke tahap selanjutnya dari penguasaan Elemen Tanpa wujud" suara Pertapa Yamazaki Takejiro terdengar. Pria itu kini telah membuka matanya dan tersenyum tipis.


"Namun jangan kamu menjadi senang terlebih dahulu. Langkah kedua dari penguasaan Sembilan Langkah Pedang Tak tertandingi ini telah siap menanti kamu".


   Pertapa Yamazaki lantas berdiri dan memulai gerakan kedua yang dinamakan "Langkah Kedua Pedang tak berwujud melawan pedang" di dalam gerakan ini terdapat variasi sebanyak 315 gerakan yang dapat berputar dan berpindah hingga 315 derajat. Dengan menggunakan teknik Langkah kedua ini, semua serangan lawan yang menggunakan pedang di dunia ini, akan ditaklukkan.

__ADS_1


"Dan kamu akan berlatih menggunakan ranting kayu muda yang penuh dedaunan ini. Karena ranting ini lemas, kamu hanya diijinkan untuk mengganti senjata ketika pada akhirnya ranting itu menjadi sekeras pedang dan tidak ada daun yang cacat sobek, ataupun gugur dari ranting itu. 


   Ketika permintaanku telah kamu penuhi barulah kamu diizinkan untuk menggunakan senjata berikutnya dalam pemahamanan akan element pedang tak berwujud" tegas Pertapa Yamazaki pada Sima Yong.


   Sima Yong menghabis kan waktu tidak selama ketika dia berlatih menggunakan besi hitam panjang dulu. Meskipun awal-awal berlatih menggunakan ranting muda penuh dedaunan amatlah sulit - seringkali daun-daun itu terlepas dari ranting, atau sobek dan lain sebagainya, namun memasuki bulan kedua pelatihannya, dia telah berhasil menggunakan senjata aneh itu tanpa kerusakan pada daun atau apapun dari batang ranting muda itu.


   Kemudian Sima Yong memasuki tahap ketiga dari Sembilan Langkah Pedang ketiga yang tujuannya adalah guna menghadapi musuh yang menggunakan semua senjata tempur di luar pedang, namun merupakan senjata serangan jarak pendek, seperti tombak, pedang pendek, Guan Dao dan lain sebagainya. Terdapat 270 gerakan di langkah ketiga, dengan arah perubahan hingga sebesar 270 derajat perubahan.


   Dengan menggunakan langkah ketiga, semua senjata jarak pendek di muka dunia akan takluk di kaki teknik ini. Dalam hal ini dia masih diharuskan menggunakan ranting pohon muda, yang dipenuhi dedaunan segar dan harus menjaga agar daun tersebut tidak menjadi rusak atau pun sobek.


   Langkah keempat adalah gerakan pedang dalam variasi pedang sebanyak 225 gerakan dengan perubahannya pada 225 derajat perputaran. Hingga pada langkah keempat ini, Sima Yong tidak diijinkan untuk mengganti senjata oleh Yamazaki Takejiro.


   Langkah keempat ini ditujukan untuk menaklukan semua senjata yang memiliki jangkauan luas seperti Senjata panah dan lain sebagainya.


   Ketika bosan melanda, Pertapa Yamazaki Takejiro menyarankan Sima Yong untuk menekuni dan memahami Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran.


"Kamu tidak dapat dengan gegabah meninggalkan pelajaran kekuatan jiwa itu. Kamu harus menerobos di ranah Immortal jiwa, mengingat kamu akan berhadapan dengan ahli-ahli ilusi di Hutan Mimpi dan juga makhluk Bijuu berekor dan berkepala delapan nanti.


  Memang Teknik Sembilan Langkah Pedang Tiada Tanding itu amatlah rumit. Terdapat ribuan gerakan yang harus kamu hafal, namun hal itu amatlah penting jika kamu ingin dipanggil sebagai Raja Pedang.


   Aku teringat, bahkan Dewa Er Lang sendiri sering mengeluh ketika dia harus menghafal ribuan gerakan pedang tiada tanding ini. Namun satu hal yang kamu harus tahu. Di dunia ini, Semua teknik senjata apapun akan sujud dan berlutut di kaki Sembilan Langkah Pedan Tak Tertandingi ini.


   Bahkan di dunia setengah Nirwana yang disebut Negeri Ajaib, Sembilan Langkah Pedang Tiada Tanding ini tetap diperhitungkan dan masih memiliki pamor yang berwibawa" pungkas Pertapa Yamazaki Takejiro yang membuat semangat Sima Yong bangkit.


Bersambung

__ADS_1


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.


__ADS_2