
Gurun Terkutuk adalah tempat yang awal-awalnya adalah perbatasan gersang tanpa kehidupan, dengan udara panas menyengat. Akan tetapi ketika saat ini malam merangkak menuju kegelapan, segelap jelaga, nampak terlihat satu sosok tubuh melayang, terlempar jauh-jauh hingga puluhan tombak jaraknya.
Sosok itu adalah Dong Bai sang Raja Pedang dari Wilayah Timur - terhempas jauh-jauh setelah bentrokan teknik pedang milikinya, melawan Niat Pedang bercampur Teknik Melukis Nirwana milik Raja Pedang dari Utara.
Para penonton khususnya para praktisi dari wilayah timur semua berteriak dipenuhi rasa khawatir akan nasib Raja sedang mereka..
"Raja Pedang !"
"Tuan Dong Bai !"
Beberapa praktisi malahan di landa angkara murka, dan mulai saling membakar guna balas menyerang praktisi-praktisi wilayah utara.
"Mari kita bantai semua orang-orang Utara itu"
"Aku akan bertarung habis-habisan"
"Dasar orang orang bar-bar, mereka masih berhutang nyawa Pangeran Zhao Sagung dan keberadaan Nona Fan Beauty.. kini mereka menghabisi Raja Pedang kami" suara duka bercampur amarah terdengar dari sisi sebelah Timur.
Sementara itu, ketika suasana dalam keadaan kacau balau dan amukan marah karena Dong Bai sang raja Padang Timur itu dikalahkan Penatua Zuo Fen Ying, di satu pihak kelompok para praktisi dan para cultivator dari dataran Utara bersorak-sorai, begitu gegap-gempita.
"Hidup Penatua Fan Ying"
"Negeri Utara lah yang pantas disebut tuan rumah Raja Pedang !"
Semua memuji-muji Raja Pedang mereka Penatua Zuo Feng Ying. Meskipun demikian, jauh dari sudut lain atau tepatnya bagian orang-orang para praktisi wilayah Tengah pada berkumpul diam-diam, satu tatapan mata yang mencorong garang, tatapan yang dalam dan dingin menatap serta mengunci keberadaan Penatua Fen Ying yang terlihat agung dalam kemenangan.
Baru-baru saja kelompok praktisi dataran Utara merayakan kemenangan Penatua Fen Ying mereka, sekonyong-konyong satu cahaya kebiru-biruan berkelebat lurus begitu cepat laksana meteor .. asalnya dari kelompok para praktisi Wilayah Dataran Tengah berkumpul. Kelebatan itu melompat seperti bayangan dan seketika menghadang penatua Fen Ying yang melayang di udara.
"Hoho... rupa-rupanya Raja Pedang dari Utara ini memiliki sedikit kepandaian dengan perpaduan Pedang Melukis Nirwana bercampur Niat Pedang, sampai-sampai teknik kelas bawah ini meningkat levelnya menjadi Teknik peringkat kuasi Dao.
Aku menjadi bertanya-tanya apakah kemampuan sehebat itu? Akan dapat menghadang serangan pedangku, Yang Xiansheng yang rendah ini? Aku mendengar bahwa orang-orang di utara sana telah meningkat pesat ranah kultivasinya belakangan ini... beranikah anda bertarung langsung menghadapi seorang SAGE level delapan?" tanya Yang Xiansheng sedikit menyombongkan diri. Dia sadar kalau dirinya adalah satu-satu nya Raja Pedang dengan tingkat kultivasi SAGE level delapan.
Hening seketika. Ini adalah tantangan nyata-nyata yang tak dapat di bantah. Yang Xiansheng memuji setinggi langit, lalu sesudahnya menantang Penatua Zuo Fen Ying nyata-nyata.
Penatua Zuo Feng Ying menatap dengan dingin ke arah yang xiansheng yang terlihat melayang-layang dengan Agung.
Dia tahu ranah kultivasinya jauh di bawah laki-laki itu, SAGE level enam. Akan tetapi tantangan nyata-nyata di depan orang banyak, membuatnya enggan menolak. Katanya dengan suara datar
"Kalau saja dirimu merasa bahwa aku adalah lawan mu yang pantas. Mengapa tidak mencabut pedang?" pendek jawaban Penatua ini, namun didalamnya terkandung sifat gagah tak kenal takut.
Mendengar kegagahan Penatua Zuo Feng Ying, seketika kawanan praktisi dari sisi utara bersorak-sorai..
"Orang-orang utara adalah pahlawan-pahlawan perang tak kenal rasa takut !"
"Lebih baik mati daripada hidup terhina dan di pandang rendah !"
"Hidup Penatua Zuo Fen Ying !"
"Hidup Raja Pedang Utara !"
Teriakan-teriakan itu sangat membakar semangat di hati Zuo Fen Ying. Lalu dia kembali berbicara dengan dingin dan nada datar..
"Lalu Mari kita saling bertukar pukulan pedang sampai seribu serangan. Dan mari kita lihat, siapa yang layak disebut Dewa pedang.. SAGE level delapan kah atau SAGE level enam?" suaranya kini terdengar mengejek.
Walaupun dari jauh tampak kedua raja pedang itu terlihat berbicara seolah-olah dua sahabat lama, akan tetapi siapa yang menyangka dan menerka isi pembicaraan mereka?
__ADS_1
Diam-diam penatua Zuo Feny Ying mulai mengalirkan hawa murni dari dalam dantian nya, kira-kira sebanyak 90 bagian atau ratusan jin kekuatan kini mengalir deras
melewati meridian, menjalar sampai ke telapak tangan dan memenuhi ke pedang di tangan kanannya.
Kata penatua Zuo Feng Ying,
"Kalau begitu aku tidak akan lagi berbasa basi dengan anda. Terimalah Energi Pedang Melukis Nirwana ini"
Wush !
Tangan melambai, pedang berayun, dunia terasa hampa dan tertekan. Suatu energi seperti badai penuh cipratan energi warna-warni seperti pelangi langsung mengunci tubuh Yang Xiansheng. saat Penatua Zuo Feng Ying mulai menggores pedang di tangan kanannya ke arah langit.
Dia langsung mengerahkan teknik tertinggi yakni level 10 dari Teknik Pedang Melukis Nirwana - suatu teknik yang digabungkan dengan Niat Pedang, Pedang Hati Suci. Teknik indah itu kini berubah menjadi raungan kejam, mengandung seribu hujaman pedang, yang berhawa membunuh tak kenal ampun.
Tentu saja walaupun ranah kultivasi dari penatua Zuo Feng Ying berada dua tingkat di bawah Yang xiansheng akan tetapi melihat serangan Zuo Fen Ying sekejam dan sebrutal itu - ini adalah teknik Peringkat kuasi Dao bercampur Niat Pedang Hati Suci, tentu saja Yang Xiansheng seketika berubah serius.
Dia lantas merapalkan mantra dan melakukan gerakan berputar seratu delapan puluh derajat, guna memutar pedangnya dan mengeksekusi suatu teknik defense untuk memblokir serangan kejam tersebut.
Wajah yang berubah serius itu, Yang Xiansheng mulai melambaikan pedangnya, yang dengan tiba-tiba muncul di tangan kanannya
Duar !
Bentrokan terjadi, ledakan terjadi dan sesuatu yang belum pernah dilihat semua orang kini terpapar di depan mata. Demikian benturan itu, sampai-sampai langit terasa seperti akan terbelah dua. Percikkan api beterbangan dan gempa lokal di Gurun Terkutuk mengguncang semua penonton.
Wush !
Wush !
Sementara itu, akibat yang terjadi dari bentrokan dua SAGE papan atas itu, Yang Xiansheng merasakan tangannya bergetar kesemutan, dan hampir saja pedang di tangan nya akan dia lepaskan. Akan tetapi Dewa pedang dari dataran tengah berperingkat tinggi, dia berusaha untuk terlihat seperti biasa biasa saja, seolah tak terpengaruh.
Akan tetapi berbeda hal nya beda halnya dibandingkan Penatua Zuo Feng Ying. Sage perempuan level 6 yang bertopeng itu terlempar mundur jauh hingga setengah Li jaraknya.
Bedebum ! Debu dan pasir beterbangan ketika tubuh Zuo Fen Ying terhempas ke tanah berpasir.
Penatua Zuo Fen Ying buru-buru mengeraskan hati dan berdiri. Daa kerdipan mata dia berhasil menstabilkan diri, setelah hawa murni nya di edarkan meluruskan semua meridian yang kacau balau. Namun diam-diam SAGE perempuan itu menghapus Tetesan Darah yang mengalir dari bibirnya
Sesungguhnya setelah bentrokan tadi, Penatua Zuo Feng Ying yang ini merasa ada bagian dalam tubuhnya yang terguncang dan rusak. Akan tetapi dia mengeraskan hati dengan menelan banyak sekali obat-obatan penyembuh secara instan, ketika tangannya merogoh beberapa pil dan langsung memasukkan ke dalam mulutnya
tentu saja di dalam kekuatan energi atau Hawa murni seorang Sage level 9 memiliki perbedaan yang sangat dalam dibandingkan Sage level 6, dimana Perbedaan itu ibaratnya antara luasnya adalah seperti jarak antara langit dan bumi
Setelah merasa dirinya kembali membaik secara instan - dengan mengkonsumsi pil-pil penyembuh dan penghilang rasa sakit - SAGE perempuan itu, Zuo Feng Ying kembali terbang mendekati Yang Xiansheng. Dia berkata,
"Huh, hanya sampai disitu saja kah kekuatan seorang Sage level delapan? Mari kembali kita bertarung dengan teknik pedang tingkat tinggi lainnya"
Usai berkata singkat seperti itu, seketika itu juga pedang di tangannya berayun dan mengeluarkan suara mencicit, terdengar menyakitkan kuping memenuhi langit Gurun Terkutuk
Orang-orang memandang dengan terpana ketika penatua Zuo Fen Ying menyodok dengan tikaman yang mengandung energi bukan lagi mengandung Hawa murni warna pelangi. Akan tetapi warna kali ini adalah Jingga.
"Energi Es Pedang Jingga !"
Para penonton di padang gurun terkutuk menjerit ketakutan. Hawa dingin melanda Gurun Terkutuk, memblokir tanah itu dalam suatu ruang spasial penuh es... Butir-butir es jatuh berguguran dari langit !.
"Mustahil !...
__ADS_1
Dia membuat Gurun Terkutuk berubah menjadi padang es"
Sesungguhnya setelah bentrokan senjata antara dua Raja Pedang peringkat Sage level 6 dan Sage level 8 pada kejadian sebelumnya, udara dan tanah berpasir di gurun terkutuk itu telah mengalami kondisi rusak dan retak-retak akibat benturan yang sangat eksplosif tadi.
Dan kini kembali orang-orang mulai merasa hatinya membeku teriris-iris energi Jingga manakala pedang tipis diayunkan oleh Penatua Zuo Fen Ying.
Dari sisi Barat, Timur, Selatan dan Tengah, para penonton mulai memuji-muji kemampuan teknik pedang Zuo Fen Ying ini.
"Sesungguhnya.. dia memang pantas disebut Sage menjadi Raja Pedang dari Utara.
Teknik pedangnya kali ini adalah suatu teknik peringkat Dao yang jarang ditemui di Benua Silver"
"Teknik pedang ini adalah teknik tingkat tinggi penuh dengan energi dan Hawa murni... Bahkan kita yang berdiri jauh jauh dari tempat dia bertarung saja, merasakan seolah-olah tubuh kita akan terbelah oleh hawa pedang yang dingin itu"
Namun ada juga yang mencela...
"Betul sekali kata-katamu... Akan tetapi kita belum melihat seperti apa kemampuan asli dari Yang Xiansheng itu?!"
"Betul kata-katanya. Apakah kamu menganggap seorang Sage level 8 itu hanya sosok yang biasa-biasa saja?
Aku yakin, Yang Xiansheng itu menyimpan banyak kejutan di balik lengan bajunya.. Percayalah Yang Xiansheng belum menunjukkan keahlian yang sesungguhnya. Lihat saja, dia akan membuat semua orang terkejut dengan Julukan Raja Pedang Dataran Tengah !"
Sementara itu, waktu melompat cepat hingga se- peminum teh (atau setara dengan tiga puluh menit menit). Pertarungan antara Penatua Zuo Fen Ying melawan Yang Xiansheng kini mulai terlihat berat sebelah.
Raja pedang Utara itu berulang kali mengayunkan pedangnya mengejar Yang Xiansheng akan tetapi Raja Pedang dataran Tengah itu berulang kali hanya berkelit sekali. Seperti dia tidak menganggap serius setiap serangan dan tebasan dari Zuo Fen Ying sebagai suatu gerakan yang mematikan.
"Dia mempermainkan Penatua Zuo Feng Ying" bibir Tuan Fei Ma bergetar melihat pertarungan itu.
"Kekuatan nya jauh melampaui Penatua kami" suara Meirenyu terdengar sedih.
Zuo Fen Ying sendiri merasakan bahwa dia hanya dipermainkan oleh yang xiansheng dalam pertarungan itu. Padahal jelas-jelas teknik ini adalah teknik Pedang Es JIngga, suatu teknik peringkat Dao. Zuo Fen Ying sadar benar, bahwa kekuatannya jauh dibawah daripada yang siang seng
"Aku harus mengakhiri ini semua" batin Zuo Fen Ying..
Pada suatu titik yang harus menentukan siapa pemenangnya, tanpa disangka-sangka Penatua Zuo Fen Ying mengayunkan pedangnya dan menusuk ke arah dada Yang Xiansheng dengan kekuatan sepenuhnya - energi Es Jingga.
Melihat hal itu, Yang Xiansheng tahu inilah titik penentuan.
"Perempuan itu berjudi dengan nyawa, menggunakan sepenuhnya energi hawa murninya !" batin Yang Xiansheng terkesiap.
Dia lantas menusuk balik dengan kekuatan penuh SAGE level delapan. Ujung kedua pedang tersebut bertemu pedang lawan pedang, energi Hawa murni saling mengalir dan saling menindih. Qi SAGE level enam bertarung nyawa melawan Qi SAGE level delapan.
"istirahat !" bentak Yang Xian Sheng mengakhiri itu semua.
Hal mengerikan lantas terpampang di depan pandangan semua orang. Ketika ledakan terlihat dalam luapan yang eksplosif, tubuh penatua Zuo Fen Ying yang terlempar jauh ke belakang seperti layangan putus. Samar-samar darah beterbangan ditiup angin malam.
Saat itu juga, semua orang melihat satu benda seperti topeng kayu terlepas dari wajah Penatua Zhuo Ying.
Samar-samar dalam gerakan mata cepat ketika Penatua Zuo Fen Ying melayang da terlempar itu, Yang Xian Sheng melihat wajah dibalik topeng yang telah terlepas. Wajah manis yang dikenali pada beberapa waktu yang lalu.
"Nona Fan Beauty !" teriaknya membahana. Keadaan lantas menjadi heboh.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.
__ADS_1