
Malam belum lagi berakhir, ketika itu satu demi satu petinggi empat Klan Mata angin bermunculan di Paviliun Keindahan Cahaya Malam.
Mula-mula tamu yang menarik perhatian adalah ketika kentongan kedua 'Hay - Sie' dibunyikan, mata semua orang tertuju ke anak tangga menuju Aula Keindahan Cahaya Malam. Satu suara bunyi langkah kaki berderap pelan, bernada tetap dan mantap menimbulkan aura menekan.
Menyusul seorang pria berusia lima puluh tahun muncul mengikuti langkah kaki meninds itu. Pria itu terlihat dalam balutan mantel berwarna keemasan melenggang dengan lambaian mantel di tiup angin malam. Sosok itu masuk kedalam aula diikuti tatapan mata penuh kekaguman orang-orang.
Pria itu berpenampilan menarik dengan rambut yang di tata tinggi ke atas, membentuk gelungan kecil di bagian puncak. Itu terlihat menambah angker tapi mewah penampilannya dimana rambutnya diikat sehelai pita dari kain sutra berwarna emas, senada dengan warna jubah yang dia kenakan.
Badan pria itu tidak terlalu tinggi, sedang-sedang saja. Namun keeluruha penampilannya penuh wibawa, membuat mata semua orang memandang, merasa enggan untuk berpaling dari wajah beraura memikat penuh wibawa.
"Pria berpenampilan menarik itu adalah Patriark Klan Murong yang bernama Murong Zhong Zhi" bisik Mismaya kepada tuan mudanya.
Memang Mismaya sengaja di ajak ke acara tersebut mendampingi Sima Yong, sekaligus sebagai asisten yang akan memberi informasi kepada Sima Yong, tentang siapa-siapa tamu yang datang ke acara tersebut kepada Sima Yong.
Sejak kedatangan rombongan mereka di Kota Perdamaian ini, Mismaya langsung menghilang beberapa waktu, berkeliling kota untuk melihat-lihat dan mencar informasi penting tentang penguasa-penguas empat klan mata angin.
Gadis peri itu melakukan kegiatan mata-mata dengan mengunjungi perusahaan atau asosiasi yang menjual informasi dan barang-barang alkimia dan artefak Kota Perdamaian.
"Aku bukan anak kecil, dan telah berusia seratus tahun" bentak Mismaya, ketika penjaga Asosiasi Cemara Angin meragukan usianya dan menolak menjual informasi kepada Mismaya.
"Cepat bawa kemari Slip Giok Pengukur usia. Dan jangan terkejut jika alat itu akan memberitahu kamu, berapa usia ku sesungguhnya! " Mismaya membentak dan menampar meja dengan sejumlah Eliksir merah jambu.
Seketika pelayan-pelayan di Asosiasi Cemara Angin bergegas membawa semua informasi yang dibutuhkan peri kecil itu. Rupa-rupanya mereka ketakutan dengan pelanggan berpenampilan kanak-kanak namun pemikirannya dewasa.
Mismaya bahkan membeli gambar-gambar patriark empat klan beserta semua penatua dan orang pentingnya, di Toko yang khusus menjual benda langka dan informasi tertentu.
"Aku juga meminta gambar atau lukisan patriak Empat Klan Mata Angin, lengkap dengan jenius klan yang nantinya akan menjadi generasi penerus patriak klan itu !" Mismaya menyodorkan sejumlah Eliksir Merah Muda - sementara pria penjaga itu menelan ludah melihat jumlah eliksir yang paling tidak berjumlah Dua Ribu Eliksir tinggi merah muda.
Namun Mismaya melirik dengan ekor mata, menilai pria muda penjaga Asosiasi Cemara Angin - salah satu Asosiasi Penjual Informasi dan benda artefak terbaik di Kota Perdamaian, seperti ragu-ragu menjual informasi penting itu, Mismaya membanting lagi 100 Elikisir merah muda dan berbisik,
"Seratus Eliksir merah muda ini adalah khusu fee untuk kamu.
Aku merasa anda sangat ramah dalam melayaniku sehingga seratus seliksir ini ku rasa cukup untuk fee anda" tatap Mismaya kepada pria penjaga itu.
Kontan melihat seratus Eliksir Merah Muda, seketika pria iu tergopoh-gopoh melayani Mismaya, dan semua informasi sampai lukisan-lukisan wajah yang di minta Mismaya langsung di keluarkan tanpa ragu-ragu. Mismaya menahan senyum setelah melihat pelayan Asosiasi bersikap menjadi lebih terbuka setela menerima sogokan darinya.
__ADS_1
Toko-toko atau Asosiasi semacam ini memang amat lazim dan merupakan usaha yang banyak menghasilkan keuntungan, namun selalu menjaga kerahasiaan informasi dengan menjual hanya kepada kalangan yang dapat di percaya saja.
Namun bermodalkan Eliksir merah jambu yang diberikan tuan muda nya, Mismaya membeli informasi memainkan trik yang jarang di tolak kaum pemuja emas dan uang, sehingga pria pelayan di Asosiasi Cemara Angin, luluh dan menjual informasi penting kepadanya.
Kembali ke Aula Seni Paviliun Keindahan Cahaya Malam -
"Itu baru Patriark Klan Murong mereka" bisik Mismaya menjelaskan.
"Tuan muda akan lebih terkejut lagi ketika melihat calon Matriak muda Klan Qilin itu" kata Mismaya berbangga.
Sima Yong mengangguk kepala dan memperhatikan dengan cermat. Beberapa pengunjung berpakaian bagus, yang ada di aula itu, seketika merapat dan langsung berbicara dengan sikap ramah kepada Murong Zhong Zhi yang baru datang itu.
"Dia memiliki kultivasi SAGE level delapan. Satu peringkat kultivasi yang cukup tinggi dan tindak kalah dibanding kelompok Bijuu yang pernah bertukar pukulan denganku" batin Sima Yong memuji.
Sementara dia menganalisa kemampuan Murong Zhong Zhi, mendadak ruangan terdiam dan hening. Apakah gerangan yang berlaku?
Satu sosok perempuan melangkah memasuki aula, dan semua mata tertuju pada nya.
"Itulah calon pemimpin di Klan Qilin. Murong Genji itu nama gadis itu" bisik Mismaya.
Ketika mereka muncul dan memberkati seseorang, niscaya berkat dan rejeki akan datang menghampiri.
Meskipun memiliki wajah yang cantik, namun kultivasi gadis ini hampir setara dengan Kultivasi ayahnya. Dengar-dengar gadis itu memiliki kultivasi di ranah SAGE level lima, lebih tinggi dari semua tuan muda empat klan lainnya" pungkas Mismaya.
Sima Yong memperhatikan dan menaksir kemampuan Murong Genji dengan cermat. Dia melihat gadis itu terbalutkan mantela panjang dan cemerlang, dengan warna vermillion, yaitu suatu warna perpaduan merah yang kaya dengan sedikit sentuhan oranye. Warna vermillion atau cinnabar adalah sesuatu yang berhubungan dengan kekuatan dan sangat di gemari oleh ahli-ahli praktisi bela diri.
Sima Yong juga melihat mantel besar itu di bordir dengan benang warna-warna, sehingga diperkirakan ada seribu bordiran bunga Peony di jubah mahal itu.
"Gadis ini betul-betul tahu memanfaatkan kekayaannya, dengan menggunakan benda-benda bermutu tinggi" batin Sima Yong.
"Satu hal lagi yang perlu di catat, Kultivasinya berada di ranah SAGE level enam, jauh lebih kuat dibandingkan level lima seperti yang di gembar-gemborkan orang"
Dengan penampilan bagaikan putri istana, Murong Genji tidak perlu memulas wajahnya dengan riasan yang berlebihan. Dia telah cantik apa adanya, dengan raut wajah mungil berbentuk kuaci, bibir mungil dan mata yang lebar.
Kontan saja semua anak muda yang berasal dari keluarga terpandang di Kota Perdamaian, mengerubungi Murong Genji, yang terlihat dingin-dingin saja dan tidak terlalu antusias.
__ADS_1
"Kabar burung mengatakan kalau Murong Genji sesungguhnya memiliki kekasih, seorang dari ras yang tidak terlalu menonjol, dengan kultivasi biasa-biasa saja dan bukan golongan orang kaya" Mismaya terus memberi informasi tiada henti.
Selanjutnya setelah Klan Murong datang, menyusul Patriark Flying Claw dan putranya Canine Teeth, yang kedatangannya menarik perhatian pengunjung malam itu. Mismaya menjelaskan,
"Pria tinggi besar dan gagah itu adalah Patriark Flying Claw dari Klan Penyihir Emas.
Jangan dikira usianya masih muda. Anak muda di samping nya adalah Canine Teeth, seorang calon penerus pemimpin Klan Penyihir Emas.
Patriark Flying Claw memiliki kultivasi di ranah SAGE level delapan sedangkan Canine berkultivasi di peringkat SAGE level satu. Kalah dibanding calon Matriak Klan Murong" bisik Mismaya.
Sima Yong kembali menilai dalam hati,
"Meskipun Canine Teeth ini memiliki kultivasi dibawah Murong Genji, namun kekuatan kekuatan Jiwa nya amat tinggi. Dia seorang Master Jiwa peringkat Dao Level satu, setingkat di bawah kemampuan jiwaku" batin Sima Yong terkejut.
"Murong Genji tidak akan berdaya ketika bertempur, dan Canine ini menggunakan energi sihir guna melawan SAGE level limanya nanti...
Menarik. sungguh menarik" batin Sima Yong. Dia juga memperhatikan peringkat kekuatan sihir Patriark Flying Claw setingkat di bawah anaknya, yaitu dia berada di ranah master jiwa SAINT level tiga.
Keadaan semakin ramai ketika Patriak Klan Kotengu - Miyata Hifumi pada akhirnya datang.
Miyata Hifumi pada dasarnya adalah seorang pria berpenampilan sederhana, berbalutkan jubah besar sekali yang di ikat menggunakan tali pinggang agar busana jubah tidak mempersulit gerakannya. Dua senjata dengan sengaja dipertontonkan, nyata-nyata terlihat di pinggangnya - terdiri dari satu pedang panjang dan satu pedang pendek.
Sima Yong menilai Miyata Hifumi ini adalah seorang ahli pedang tingkat tinggi, yang terbukti dengan semua gerakannya seperti angin, tidak terdengar dan tidak terlihat. Sima Yong juga mencatat tingkat kultivasi Miyata Hifumi adalah yang paling tinggi, berada di ranah SAGE level sembilan.
"Aku mesti berhati-hati dengan orang ini" batin Sima Yong.
"Meskipun kultivasinya hanya sebatas SAGElevel sembilan, jauh di bawah kultivasi ku, namun teknik pedang yang dia miliki sepertinya teknik yang aneh sehingga dia tidak akan kewalahan bertempur melawan ahli-ahli di ranah Alam Melintas Immortal"
"Mungkin benar kata orang-orang. Karena berasal dari Klan Kotengu ini, maka Pertapa Tengu setengah dewa itu mungkin menurunkan teknik pedang kelas dewa kepada Pariak Klan Kotengu mereka" pikir Sima Yong.
Sementara dia memikir-mikir akan hal itu, tiba-tiba Sima Yong tersadar, Miyata Hifumi ini tengah menatapnya dalam diam. Sima Yong melihat garis senyum yang sangat tipis, terlukis di bibir kaku Miyata Hifumi, sebelum akhirnya Patriak Klan Kotengu itu memalingkan wajah dan bercakap-cakap serius dengan tiga patriark lainnya.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.
__ADS_1