
Sinar mata pria yang terlihat agung itu tampak mencorong seperti mata naga, begitu dalam menembus ke jantung ketika bertatapan. Mata berkilat-kilat itu terasa seperti membawa Hawa dingin membuat orang bergidik. Bahunya demikian lebar yang mempertunjukkan otot meski tubuhnya langsing. Jelas sekali dia adalah seorang praktisi kultivasi berkekuatan sekurang-kurangnya level SAGE.
Akan tetapi dibalik wajah jangan kelihatan garang dan agung itu tak dapat disembunyikan ada aura kesedihan dibalik mata yang mencorong berhawa dingin itu. Sima Yong memperhatikan itu semua, karena sebagai Master Jiwa Immortal, sangatlah mudah membaca isi hati melalui sorotan mata dan gerak tubuh.
Dia adalah Patriark dari Klan Penyihir Emas, salah satu Klan ternama di antara Empat Klan mata angin di Kota Perdamaian. Dia disebut dengan nama Patriark Flying Claw atau Patriark Cakar Naga Terbang.
Sesungguhnya wajah Patriark Flying Claw ini amatlah terkejut. Sejak awal-awal pagi tadi, dia telah memperhatikan anak muda itu. Seorang yang terlihat amat muda, mungkin belasan tahun usianya. Dia bahkan tidak pernah melihat anak muda seperti itu, dari klan manapun yang ada di Kota Perdamaian.
Dalam hatinya Flying Claw ini penuh dengan tanda tanya. Seseorang yang baru saja keluar dari Reruntuhan Kuno seperti itu, bagaimana mungkin? Suaranya menggelegar dan sengaja menambah aura penindasan seorang SAGE.
"Hei kau.. Anak muda !
Apakah kamu baru keluar dari reruntuhan kuno tersebut?" suara nya keras terdengar.
"Bagaimana caranya kamu bisa keluar masuk dari reruntuhan itu, sementara secara aturan hanya kami empat klan yang memiliki kunci. Itupun harus dilakukan penggabungan kekuatan dikunci Empat Klan Mata Angin, tiap lima tahun sekali.
Tolong kamu berikan aku satu penjelasan yang masuk akal, atau aku akan mencabut nyawamu !" ancamnya dengan suara penuh selidik.
Flying Claw memperhatikan wajah anak muda itu. Wajah polosnya betul-betul terlihat ramah, manakala menjawab pertanyaan kasarnya.
"Iya benar Tuan... Aku baru saja keluar dari reruntuhan kuno itu"
Seketika itu juga wajah Patriark Klan Penyihir Emas itu berubah menjadi buruk. Tangannya terangkat, siap menampar si anak muda dengan kekuatan SAGE. Flying Claw teringat sesuatu, lalu dia menahan diri dan bertanya..
"Apakah kamu adalah salah peserta dari Peristiwa lima tahunan Perburuan Malam hari Kota Temaram, dua tahun yang lalu?" tanya Flying Claw dengan mencoba menahan emosi.
Masih dengan wajah polos, dan mata cemerlang seperti bintang, si anak muda menjawab merendah..
"Iya benar sekali tuan. Sesungguhnya aku adalah salah satu peserta dari acara Perempuan Malam Kota Perdamaian kami, dua tahun yang lalu"
Raut wajah Patriark Klan Penyihir Emas itu berubah semakin buruk. Dalam nada yang mulai emosi dia kembali bertanya
"Apakah kamu tahu? Siapa yang membunuh anak tunggal ku? Namanya Canine Teeth" wajah Flying Claw sedikit berharap.
NAmun sayang sekali. Anak muda itu memasang wajah yang keheranan. Lalu dia balik bertanya.
"Aku tidak tahu siapa itu anak muda bernama Canine Teeth seperti yang anda tanyakan..
__ADS_1
Akan tetapi... Setahuku telah lama sekali ketika aku berada didalam ruang aula terakhir itu, memang pernah ada seorang anak muda yang menghampiri diriku dan mencoba merebut hadiah yang seharusnya menjadi bagian ku" kata si anak muda jujur.
Patriark Penyihir Emas itu terlihat semakin antusias, lalu dengan setengah memaksa, dia mengeluarkan aura SAGE, dengan tujuan menekan dan menindas Sima Yong.
" Cepat katakan ! Dimana keberadaan anak ku itu?" rambut nya seperti ditiup angin, asap putih keluar dari tubuhnya, Flying Claw sengaja mengerahkan kekuatan tujuh puluh bagian, dengan niat membuat si anak muda terlempar, lalu tersungkur dan menyembah dirinya dalam rasa takut.
Akan tetapi, meskipun patriark itu telah mengeluarkan aura menindas berkekuatan seorang Sage level 8, akan tetapi dia merasa cukup heran. Mengapa anak muda di hadapannya ini tidak mengalami keadaan seperti tekanan sama sekali? Padahal, itu adalah kekuatan energi seorang Sage level 8 sebesar tujuh puluh bagian. Untuk orang biasa, tekanan itu telah cukup untuk membuat lawan terlempar jauh beberapa tombak.
"Ada yang aneh !" batin Flying Claw. Namun dia berusaha melupakan hal itu, kemampuan si anak muda melawan penindasan auranya. Dia lebih tertarik akan jawaban si anak muda, tentang keberadaan putra nya.
"Ayo menjawab !" desak Flying Claw, lupa menekan dengan auranya setelah kesia-siaan aura penindasannya sebelum ini.
Dengan santai anak muda itu menjawab,
"Tentu saja anak muda itu yang dengan licik berniat merampas hadiah utama telah mati. Dia tewas ketika itu!" wajahnya polos dan tetap santun ketika mengucapkan kata tewas.
"Apa maksudmu dengan tewas !" teriak Flying Claw marah. Selama ini dia merindukan anaknya, dan berharap ada keajaiban bahwa anaknya selamat dan mungkin tengah berlatih di kedalaman dasar bumi, Reruntuhan Kuno itu. Akan tetapi kenyataan berkata lain..
Dengan santai dan tak kenal takut anak muda itu menjawab,
"Tentu saja dia tewas di dalam pertempuran melawan ku, dua tahun yang lalu. Kultivasi nya agak buruk. Meskipun kekuatan jiwanya terbilang cukup baik" kata anak muda itu, acuh tak acuh.
"Biadab.. kau patut mati !"
Mahluk malang tidak memiliki peringkat, tidak tahukah kau bahwa anak muda itu adalah seorang Peternak muda dari Klan Penyihir Emas kami !" suara nya terdengar menyeramkan. Seolah suara itu berasal dari dunia lain - kuno, menggidikkan perasaan.
"Kamu akan mengalami kutukan sang penyihir abadi Altan si Penyihir Emas..." Flying Claw memulai kutukan dengan rapalan-rapalan mantra kegelapan. Pria ini penuh percaya diri. Dia tidak tahu siapa anak muda itu. Seorang yang memiliki kekuatan jiwa di ranah Master Jiwa Immortal. Flying Claw tidak berhenti disitu, dia melanjutkan kutukan.
"Altan si Penyihir Emas sendiri yang akan datang membantai kamu.. membakar dan melenyapkan jiwamu sampai-sampai kamu tidak akan bereinkarnasi kembali"
Sebuah kekuatan jiwa yang tak terlihat langsung memberondong dan menekan keras-keras, mencoba memasuki benak Sima Yong.
Duar ! ledakan terjadi. Benaknya itu seperti benturan keras, membentur gunung karang kokoh tak tertandingi.
Patriark Klan Penyihir Emas itu terkejut bukan alang kepalang. Dia baru akan mempertontonkan keahliannya, tetapi itu sangat sia-sia. Dia merasa, baru saja kau rasa energi sihirnya menyentuh bagian kepala si anak muda, tiba-tiba ada satu kekuatan Absolut, kekuatan tak terduga dan tak tertandingi, langsung memblokir serangan jiwanya.
Flying Claw dia terlempar puluhan tombak jauh ke belakang, berguling-guling di tanah Hutan Motozawa. Menyusul...
__ADS_1
Hoeks !
Flying Claw yang Digjaya itu seketika memuntahkan seteguk darah.
Patriark Klan Penyihir Emas itu sekali lagi dibuat terkejut bukan Alang kepalang. Anak muda yang berada di hadapannya, kenyataannya memiliki kekuatan jiwa di peringkat Master Jiwa Immortal.
"K-kamu.. seorang I-immortal?
B-bagaimana mungkin ini bisa?"
Dia memperhatikan si anak muda baik-baik sekali lagi. Lalu tatapannya teralih ke reruntuhan kuno. Tanyanya penasaran..
"Apakah kamu menjadi pewaris dan mempelajari Pedoman Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran?" tanya Patriark
Flying Claw, setengah takut-takut namun setengah penasaran. Biar bagaimanapun, anak muda ini Master Jiwa Immortal. Itu sosok yang tidak dapat dianggap sebelah mata.
Namun, meskipun dia dilanda rasa takut yang mendalam, akan tetapi hasrat dan keinginan untuk mengetahui rahasia si anak muda hingga mencapai peringkat immortal itu, meluap kental menutupi rasa takutnya. DIa diam-diam merasa cemburu.
Lalu dia kembali bertanya.
"Apakah di dalam sana.. maksudku di dalam reruntuhan kuno itu, kamu betul-betul telah memahami Teknik Pedoman Pengetahuan Siklus Abadi dan Kebenaran?..
B-bagaimana caranya? Apakah.. aku juga bisa mempelajari salinan itu?" tanpa mengenal malu, patriark klan ternama itu tiba-tiba berubah menjadi ramah.
Sambil tertawa kecil anak muda itu berkata,
"Benar sekali dugaan Anda tuan di dalam sana aku bertemu dengan seorang Pertapa Tengu yang bernama Pertapa Yamasaki Takejiro..
Dari Pertapa Yamazaki Takejiro itulah aku diberi salinan Kitab dan Teknik Pengetahuan Tentang Siklus Abadi dan Kebenaran..." si anak muda kembali tertawa kecil. Polos terlihat dan membuat Flying Claw semakin memiliki niat menipunya. Anak muda itu melanjutkan..
"Itulah sebabnya.. aku berhasil menguasai semuanya berkat petunjuk sang pertapa. Seperti yang Anda lihat kan tuan?kekuatan jiwaku adalah Master Immortal" Sima Yong tetap tersenyum memperlihatkan wajah polosnya, seakan memperbincangkan pedoman salinan kitab yang diburu oleh seluruh ahli di dunia ini, hanyalah hal biasa-biasa saja.
Seketika hawa nafsu keserakahan semakin memenuhi pikiran Flying Claw. DIa bertanya dengan ramah..
"Apakah Pertapa Yamazaki Takejiro itu masih berada di dalam reruntuhan kuno itu?
Wahai adik kecil yang baik. Dapatkah kamu memberitahukan kepadaku, lewat Jalan manakah kamu masuk ke dalam reruntuhan kuno itu?" tanya Flying Claw denga makin tidak tahu malu..
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.