
Padang Gurun yang diberi nama lain Gurun Terkutuk, pagi hari itu terlihat berkilauan dengan nuansa api. Pria yang terakhir datang bernama Fei Ma itu, membuat penampilan kedatangannya terlihat dramatis, namun juga terkesan menawan - penampilannya.
Sudahlah dia pria itu mengenakan pakaian seperti yang biasa dikenakan pejabat kekaisaran, yaitu suatu pakaian yang bahan-bahannya merupakan bahan tenunan sutera halus dan terpilih, yang konon kabarnya ketika pakaian-pakaian berbahan mahal seperti itu tatkala dikenakan, terasa menyatu di tubuh seperti kekasih yang memeluk tubuh pemakai dan terasa enggan melepaskannya. Dua senjata di tangannya pun mencolok dan membuat tiap mata enggan lepas dari dua senjata itu.
Namun di balik dari itu semua, ada satu hal yang membuat orang-orang paling berdecak kagum adalah, sayap Tuan Fei Ma itu terlihat menyala-nyala dalam perpaduan warna merah, kuning dan jingga, memberi kesan seolah-olah Tuan Fei Ma itu adalah dewa sendiri yang turun dari kahyangan melawat umatnya.
Suaranya pun menggelegar ketika memperkenalkan diri.
"Fei Ma ! - SAGE level dua dari Aula Balai Harta Kota Azalea, Kekaisaran Great Yin negeri utara !" kata pria itu dengan tegas, sementara senyum tipis tersungging di wajahnya.
Sementara itu, pedang di tangan kanannya yang menyala-nyala serupa api kecil, dilengkapi dengan cambuk dan cemeti di tangan kiri nya, terlihat melingkar dan melambai-lambai mengikuti gerakan angin, terlihat seperti ringan - juga memercikkan letupan api kecil. Sinar mata semua penonton menyala dalam niat keserakahan untuk memiliki dua senjata roh Peringkat Dao puncak di tangan Tuan Fei Ma itu.
"Dia terlihat seperti malaikat yang turun dari langit" bisik orang-orang dalam nada cemburu.
"Aku rela mati demi mendapatkan salah satu dari dua senjata rohnya" bisik yang lain.
Tentu saja penampilan yang mewah dan agung itu, selain memancing niat serakah ingin menjarah, juga kemewahan senjata-senjata roh itu semakin menambah rasa cemburu dan rasa iri di hati banyak ahli yang menonton, terlebih-lebih dari kelompok aliansi barat di bawah pimpinan Mao Lao Gao. Mata Mao Lao Gui bercahaya tajam dari balik tudung hitam yang menyamarkan wajahnya.
"Demi setan apapun. Ada apakah yang terjadi di utara sana?
Mengapa begitu banyak ahli-ahli peringkat tinggi di tempat itu? Ku kira...
Keahlian di ranah SAGE itu hanya dimonopoli sosok tertinggi raja pedang saja. Siapa mengira kalau mereka masih menyembunyikan SAGE lainnya yang akan menjadi kartu truf negri utara itu !" Mao Lao Gao berbisik menggunakan transmisi kepada Dong Bai, Raja Pedang dari Negeri Timur. Dia tidak terang-terangan menampakkan perasaan dengki terhadap orang-orang utara. Rasa bencinya semakin jelas terlihat.
Sementara itu, di tengah-tengah arena..
"Terimalah hormatku Tuan Fei Ma.
Namaku adalah Tian Cheng. Asalku dari Dataran Tengah, tepatnya aku berasal dari Sekte Super disana, Sekte Pedang Maut
__ADS_1
Mohon kiranya Tuan Fei Ma mau bertukar pedang dengan ku barang satu atau dua pukulan" kata Tian Cheng membungkuk memberi salam.
Fei Ma itu, melihat orang bersikap merendah dan sopan, langsung balas membungkuk dan berkata,
"Ah Tuan muda Tian Cheng terlalu merendah. Siapakah yang tidak mendengar nama harum anda sebagai peringkat dua dari daftar Naga Muda Dataran Tengah?
Lagipula, aku mendengar bahwa Tuan muda Tian Cheng ini adalah ahli waris dan calon Master Sekte Pedang Maut di masa datang" kata Fei Ma memuji.
Wajah Tian Cheng berubah seperti merasa malu. Namun dengan cepat dia merubah air mukanya, menjadi datar dan terlihat biasa saja.
"Terima kasih atas pujian Tuan Fei Ma..
sekarang ini apakah kita bisa memulai pertukaran pedang?" tanya Tian Cheng sopan.
"Fei Ma siap melayani anda" balas Fei Ma sambil mengulurkan tangannya, pertanda setuju duel itu dimulai.
"Sekarang !" teriak Tian Cheng dengan suara menggelegar.
Tian Cheng melambaikan pedang di tangan kanannya. Dan satu berkas kilatan cahaya pedang raksasa berkelebat membentuk lengkungan besar, menyergap cepat seperti kecepatan kilat dan mengunci tubuh Fei Ma.
"Kekuatan absolut SAGE" teriak penonton dalam kekaguman.
Sementara itu, Fei Ma seketika merubah wajahnya dalam mimik serius. Tangan kirinya berayun sebanyak tiga putaran dan dia melepas cambuk api di tangan kiri itu.
"Fire !"
"Pergi dalam keabadian !"
Lidah api raksasa dalam balutan warna merah kuning dan jingga, bergulung cepat menyusul datang nya cahaya pedang raksasa yang ditembakkan Tian Cheng.
__ADS_1
"Duar !"
Suara ledakan keras terdengar, diikuti tanah di gurun yang bergetar hebat seperti terjadi gempa bumi. Belum lagi percikan api yang melebar dan terlihat di langit, memercik dalam warna putih kekuningan.
Semua penonton yang berada dalam jarak dekat dengan arena, merasakan uap panas membara menerpa wajah mereka. Sebagian lari menyelamatkan diri dengan kondisi rambut hangus, namun sebagian lagi yang tidak sempat menghindar, terlihat roboh akibat ledakan dua kekuatan energi dahsyat itu.
"Menghindar ! Seperti inilah kejadiannya jika dua ahli SAGE bertempur.. kita ibarat lalat yang dengan mudah di bantai, bahkan oleh sisa-sisa energi mereka" teriak seseorang memberi peringatan.
Tian Cheng menatap serius, ketika melihat energi api dari cambuk di tangan lawan.
"Cambuk api itu sekurang-kurang nya berada di peringkat DAO.. dan dia bahkan belum menggunakan pedang di tangannya. Apa jadinya jika pedang peringkat tinggi itu dia pakai dalam bertempur nanti?" batin Tian Cheng waspada.
Kembali Tian Cheng memompa banyak-banyak energi dari dantiannya, lalu kekuatan hawa murni sebesar delapan puluh bagian (80 %) itu menjalar ke seluruh meridian, memenuhi tangannya dan di salurkan ke pedang di tangan kanannya.
"Istirahat !" titah Tian Cheng sambil menggores satu gerakan pedang tingkat tinggi.
Akibatnya adalah dahsyat luar biasa. Energi pedang berbentuk melengkung, yang jauh lebih mematikan dari serangan sebelumnya, kini meluap brutal ke arah Tuan Fei Ma. Penonton menatap ngeri melihat energi pedang yang mampu membelah gunung menjadi dua itu.
Di pihak lain, Fei Ma kembali mengayunkan cambuk roh di tangan kirinya, lalu mengerahkan seluruh hawa murni ke tangan dan melepaskan energi mematikan bercampur kekuatan senjata Dao untuk menghadang energi pedang Tian Cheng.
Duar !
Ledakan kali ini jauh lebih dahsyat dan lebih eksplosif dibanding benturan sebelumnya. Bukan saja tanah bergetar bergoyang-goyang seperti gempa. Lidah api menyambar brutal tak kenal arah membakar penonton yang masih keras kepala menyaksikan pertarungan dari jarak dekat.
Tuan Fei Ma terlihat terdorong mundur dan berjumpalitan dalam tiga kali salto di udara. Jelas kekuatannya kalah di banding Tian Cheng. Dia beruntung menggunakan senjata Roh peringkat Dao yang membantunya membuat keadaan seimbang.
Melihat kesempatan Tuan Fei Ma terdorong mundur, Tian Cheng mengambil gerakan pertempuran jarak jarak. Sosoknya berkelebat secepat hantu, dengan gerakan pedang yang menusuk ke bagian dada Tuan Fei Ma.
"Tebasan Pedang Maut !" rapalan mantra Tian Cheng. Sosok nya menjadi kabur, bergerak cepat hingga tersisa Satu tombak dari dada Fei Ma yang masih bergoyang menstabilkan diri.
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.