
"Mematikan !" teriak Baron Wei memberi aba-aba.
Lalu langit seperti terbelah menjadi dua, petir menyambar ketika gabungan kekuatan Qi antara 1000 praktisi ahli Alam Pencerahan Suci - pengendara kuda terbang.
Kekuatan gabungan ini berbaur lagi dengan Energi Qi, sepuluh kekuatan Sage, semua melancarkan kekuatan energi fisik berupa Hawa murni, dengan latar belakang kekuatan sihir Immortal Master Jiwa Immortal Baron Wei.
"Jutaan Qi yang tercipta dalam warna seperti Bianglala" semua orang menatap takjub.
"Kekuatan sebesar itu apakah akan mampu menghadapi Sang Immortal?" ini membuat semua orang penonton di padang gurun terbelalak dalam rasa horor.
Rasa ngeri yang menyelimuti wajah-wajah di Gurun Terkutuk, tidak demikian halnya dengan Sang Immortal. Nangong Rong bahkan tidak terlihat takut sama sekali. Bahkan dengan suara yang terdengar menggelegar, kerasnya sampai mengalahkan gemuruh robekan udara akibat serangan pedang gabungan itu, Nangong Rong berbicara dengan nada mengejek. Katanya ...
"Kalian hanyalah sekumpulan makhluk-makhluk menyedihkan yang beri harapan tinggi-tinggi, sehingga dilanda ilusi akut, seolah-olah kekuatan gabungan itu akan menjadi pemenang ketika bertarung melawan seorang Immortal ...
Dia tertawa keras-keras, wajahnya terlihat mencibir..
"Setelah benturan pedang nanti, kalian patut lah mencatat bai-baik. Kekuatan Qi seorang Immortal ahli beladiri adalah kekuatan yang mengandung Qi murni.. yang dihirup dari surgawi.
Kekuatan ini berbeda sekali dengan kekuatan Immortal Master Ahli jiwa. Kekuatanku bukanlah kekuatan ilusi.... Mungkin kalian mahluk-mahluk lugu ini tidak dapat membedakan kekuatan dua Immortal ini" matanya tajam tersorot seperti akan membelah tubuh semua orang.
"Oleh sebab itu, kalian boleh maju bersama, untuk merasakan lambaian pedang Sang Immortal ini !" dari balik suara yang mengandung tantangan itu, Nangong Rong melambaikan kan pedang di tangannya, bersikap malas-malasan. Pedang yang di tangan nya bernama Pedang Immortal Api.
Seketika itu juga cahaya api meluap membentuk satu domain pedang yang menyala-nyala full api. Lalu meluap menyembur keluar dari pedang menimbulkan suara seperti orang berbisik...
Psssst !
Semua orang makin ternganga, mata terbelalak dan mulut terbuka lebar-lebar ketika pedang Immortal api menyemburkan api abadi dalam nyala berwarna hijau kebiru-biruan..
"Api Permata Biru ! Api Abadi Surgawi" semua tercengang. Api Surgawi memang jarang sekali muncul di dunia ini, karena itu adalah api milik dewa-dewi, hakim-hakim dan malaikat agung di Wonderland sana.
Sebagai catatan pengingat. Ada lima jenis api di Cerita ini. Api yang digunakan pada banyak guna alkemis peringkat Dao. Berikut urutan Lima Api Surgawi.
__ADS_1
Api Permata Biru.
Api Hitam Pembakar Jiwa --> jago kita memiliki api ini.
Api Cahaya Terang --> di miliki Sekte Kuil Teratai Perak di Benua Penyaringan Dewa.
Api Sungai Kuning.
Api Merak Suci.
******
Goresan Pedang Immortal Api di tangan Nangong Rong yang menimbulkan domain pedang api itu, dari jauh tampak seolah-olah sebuah ledakan yang menyemburkan cahaya terang, lebih dari sinar matahari.
Semua penonton yang ada di urun Terkutuk, terpaku melihat Nangong Rong menggunakan Domain Pedang Api Permata Biru, bercampur kekuatan Pedang Immortal Api, kini menindas ribuan tentara penunggang kuda terbang itu.
Kekaguman sekali sekaligus ketakutan menyelimuti Gurun Terkutuk, terpukau akan kekuatan sang Immortal. Lalu dalam gerakan lambat, semua menyaksikan berdebar-debar, ketika Pedang Raksasa ciptaan Gabungan Ahli Sekte Pedang Terbang bertemu dengan Pedang Immortal Api berlatar belakang domain pedang api yang meluap dalam ledakan...
Wahh... decak kagum terdengar. Ledakan yang sangat hebat membuat langit terang menjadi lebih terang dari siang hari. Banyak yang menutup mata melihat sinar ledakan di langit.
Suasana di langit berubah menjadi kacau ketika 1000 penunggang pedang itu bersama-sama dengan 10 Sage itu terhuyung huyung, lalu terlempar mundur sambil mengeluarkan tegukan darah dari mulut mereka.
Pucat, pucat seputih kertas tergambar di wajah-wajah horor itu..
Diam-diam Baron Wei sang Immortal Jiwa itu, pun juga berusaha untuk tidak mengeluarkan tegukan darah ketika dia mulai merasa mual dan ada aroma amis di mulutnya. Dadanya bergejolak hebat.
Ini adalah kejadian yang luar biasa 1000 tentara dengan kesaktian di peringkat
Seribu ahli Alam Pencerahan Suci peringkat tengah dan puncak itu, ditambah lagi dengan kekuatan dengan 10 ahli Sage peringkat Tengah dan peringkat tinggi seperti menjadi bahan permainan di hadapan Nangong Rong Sang Immortal.
Padahal kelompok praktisi dari Sekte Pedang Terbang itu dibantu dengan Energi Sihir Baron Wei juga Sang Immortal.
__ADS_1
Wajah-wajah ngeri dan putus asa langsung tergambar di raut wajah ahli-ahli dari sekte pedang terbang itu. Tetapi nangong tidak berhenti sampai di situ.
Dengan acuh tak acuh seolah olah dia menganggap semua ini adalah hal yang tidak penting, satu gerakan rileks terjadi. Tangannya mulai melambai. Dengan suara lembut dia berbisik ...
"Istirahat !"
Dunia pun langsung bergoyang-goyang, udara berfluktuasi sebentar anas dan sebentar dingin. Energi berwarna merah di Domain Pedang Api tersebut dengan cepat menjalar ke ujung pedang melewati semua sel-sel tubuh dan seperti bergegas menjadi uap api merah menyala-nyala di ujung pedang Immortal Api, siap untuk membuat kemalangan bagi Sekte Pedang Terbang, mereka 1000 ahli Kuda Sayap dan 10 Sage mati menjadi debu.
Semua penonton menjadi panik, antara takut, kagum dan ngeri.
"Semua praktisi Sekte Pedang Terbang itu akan mati !" kata Huo Qing. Dia menatap nanar ke langit pertempuran.
"Seorang Immortal adalah tetap Immortal. Meskipun gabungan dari berbagai macam tingkat kultivasi mulai dari Alam Pencerahan Suci, ditambah dengan Sage dan seorang Penyihir dari tingkat Immortal... itu masih bukan apa-apa dihadapan Sang Immortal, Dewa Pedang Benua Silver.." kata Wang Qing-qing terdiam membisu.
Sementara itu, di langit pertempuran...
Dengan satu hentakan tangan seolah-olah itu adalah kode terakhir. Baron Wei memberi instruksi pada semua pasukan tempur Sekte Pedang Terbang.
"Bersiap-siap dalam formasi !" dia berteriak...
"Ambil Formasi Pedang Jingga, siap-siap membentuk benteng pertahanan pedang !"
Seketika penonton di bawah, di tanah berpasir Gurun Terkutuk terguncang. Semua orang berupaya menenangkan hawa murni di dalam tubuhnya yang kocar-kacir karena tindasan Formasi Pedang Jingga.
Penonton yang ikut-ikutan tertindas, berusaha menahan hawa murni kocar-kacir dalam dada, darah dalam tubuh yang bergejolak ingin keluar dari bibir dalam bentuk tegukan darah. Tak kuat menahan benturan antara Formasi Pedang Jingga, bersatu padu melawan Domain Pedang Immortal Api.
Ribuan Ahli Sekte Pedang Terbang kembali menuai kepahitan, tak sanggup menahan diri ketika tegukan darah kedua serempak mengalir dari mulut. Baron Wei sendiri, buru-buru menghapus jejak darah yang kini mulai menetes di mulutnya ketika dia berteriak memberi aba-aba, sesudah benturan terjadi.
"Membunuh !
Sekte Pedang Terbang Tak Terkalahkan, siap mati !"
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3