Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Prolog Pedang Matahari dan Rembulan


__ADS_3


PROLOG PEDANG MATAHARI DAN REMBULAN.


Langit gelap, tak ada bintang yang menghias langit. Apalagi mengharapkan sang bulan tersenyum di langit sebuah jurang? Tidak untuk malam ini. Sepi dan hening di satu tempat bernama Sekte Pedang Tiada Tanding, di kedalaman jurang dekat Kota Kuno.


Angin musim dingin berhembus, terbang landai hingga ke lembah dan membuat dingin dan aura kesedihan, ketika tiga sosok manusia terlihat duduk di gazebo, diatas kolam penuh hamparan teratai dan ikan mas berwarna kuning dan oranye.


Suasana hening dan getir turut mewarnai suasana tiga sosok itu, meskipun ikan mas berenang riang menimbulkan suara gemericik air.



Pria berwajah muda, rahang keras dan mata setajam elang memecah sunyi..


"Dua istriku, aku masih mengkhawatirkan kalian berdua, sepeninggalku dari dunia ini.


Ini adalah perjalanan jauh, sekali jalan, tidak ada tiket pulang. Apakah kalian rela hal ini terjadi?" kata pria itu.


Sambil menggigit bibir nya, nyonya yang berwajah mungil itu menjawab..


"Kakak Yong-yong, bagiku dua tahun bersama mu adalah masa paling berharga di dalam hidupku ini.


Orang bijak berkata, meski terpisah jarak ribuan Lie, tapi jika itu kehendak langit, kita pasti akan berjumpa lagi" bergetar bibir si nyonya, berusaha menyembunyikan rasa sedihnya.


Pria itu tahu bahwa si nyonya sakit hatinya, sedih karena harus berpisah lagi dengan pria yang dia cintai.

__ADS_1


Dia mendekap si nyonya yang lantas menyandarkan kepala di bahu kirinya. Kini dia bertanya pada nyonya yang satunya..


"Bing Qing...


Apakah kau merelakan kepergian ku? Sesungguhnya aku tak ingin meninggalkan kalian berdua.


Namun energi Qi yang minim di dunia fana ini semakin lama makin keras menolak kehadiranku disini. Aku yakin, ini tidak dapat diperpanjang lagi, masa tinggal ku di alam fana ini. Mereka akan mengirim paksa diri ku pergi ke Alam yang cocok untuk seorang abadi" wajahnya termenung, jauh menatap kedepan.


Nyonya kedua yang wajah nya cantik aneh, terlihat seperti kecantikan di lukisan-lukisan saja, dia menundukkan kepala. Kata nya,


"Tuanku, masterku.. Bing Qing meski merasa berat dengan perpisahan ini, namun Bing Qing tahu bahwa langit berkeinginan lain.


Silahkan Tuanku melapangkan dada, tidak perlu mengkhawatirkan kami berdua ..


Belum lagi Istana Pulau Es dengan keberadaan Master Peng Fa'i, Tuan Long dan Nyonya Hong. Tuanku tak perlu mengkhawatirkan Kami berdua"


Pria itu memasang wajah yang sulit di tebak. Akan tetapi dia percaya kalau dua istri nya memiliki kemampuan yang tinggi, jarang ditemui tandingan nya di dunia saat ini.


Tapi dia mengkhawatirkan kondisi dua istrinya yang tengah mengandung saat ini. Dengan lembut dia memeluk nyonya kedua, membiarkan kepala si nyonya bersandar di bahu kanannya.


Seakan ingin menghentikan waktu saja, ketiganya saling berpelukan hingga kentongan kelima berbunyi. Tak lama lagi Fajar akan menyingsing.


Dia mengeluarkan dua benda, terbungkus rapi dengan kain sutra lembut. Tanpa perlu bertanya lagi, dua nyonya itu tahu bahwa dua benda dalam gulungan sutra itu adalah senjata, dua bilah pedang.


"Ini adalah Pedang Matahari dan Pedang Rembulan.

__ADS_1


Bing Qing, untukmu aku meninggalkan Pedang Rembulan untuk kau simpan. Di dalamnya ada terdapat rahasia teknik penguasaan Cakra Api, suatu teknik maha dahsyat yang membuatmu menguasai separuh dunia"


Bergetar tangan si nyonya kedua menerima Pedang Rembulan itu. Ini adalah senjata dua Abadi ketika bertarung dahsyat beberapa waktu lalu.


"Fenying ..


Padamu ku percayakan menjaga Pedang Matahari ini.


Di dalam Pedang Matahari ini, telah disimpan suatu teknik yang disebut Cakra Es.


Sama seperti Pedang Rembulan, ketika pedang di tangan dan Cakra Es bekerja, setengah dunia akan dalam genggamanmu" Nyonya pertama menyimpan gulungan sutra berisi Pedang Matahari.


"Ingat-ingatlah selalu untuk memisahkan dua pedang itu. Ketika dia pedang itu bersatu bersama teknik Cakra di dalamnya, percayalah dunia akan berlutut menyembah sang pemilik dua pedang ini.


Itu sebabnya aku memisahkan kedua pedang itu ke masing-masing kalian" kata pria itu.


Sang Fajar telah terbit, pria itu bergegas berdiri. Katanya..


"Waktunya telah tiba. Mari kita pergi ke aula sekte.


Biar bagaimanapun aku ingin kepergian ku di lihat oleh semua anggota sekte".


Itu adalah sepenggal cerita, sebelum Raja dari Raja Pedang pergi berpindah alam ke Negeri bernama Wonderland.


(Follow Instagram author : jimmychuu2022 untuk mengetahui jadwal terbit Novel selanjutnya, Kisah Pedang Matahari dan Pedang Rembulan)

__ADS_1


__ADS_2