
Hari makin sore, namun matahari belum juga terbenam di Kotaraja Menhua Selatan. Ketika itu Dugu Yi Heng tengah
menawarkan bahan satu materi pelelangan bahan yang di cari-cari baik oleh Alkemis, Refiner maupun ahli Array.
Suara Dugu Yi Heng terdengar jelas meneriakkan
"Cakar sang Griffin !"
"Apa? !" Cakar Griffin?
Siapakah sosok pengejar keabadian di dunia ini yang tidak mengenal sang Griffin, makhluk surgawi itu?"
"Lalu cakarnya?"
"Oh tidak... itu akan bermanfaat ketika dijadikan bahan dasar sebuah senjata atau apapun itu ! Efek sihir di cakar itu akan memberi efek yang dahsyat ketika sebuah senjata dibuat menggunakan Cakar Griffin !" riuh rendah suara saling tutup menutup berbicara. Tidak ada yang pelan, semua berteriak keras-kera.
Ketika Dugu Yi Heng mengangkat tinggi tinggi satu benda berbentuk potongan cakar yang telah kering, kembali ribut terdengar saling bantah membantah diantara peserta lelang.
"Itu adalah cakar Griffin sesungguhnya !" serempak orang bersuara.
Sementara itu, Dugu Yi He melanjutkan pidatonya dengan mengangkat tinggi-tinggi material itu, dia sengaja menebar aura makhluk sihir Griffin agar semua terlihat makin dramatis.
"Griffin adalah makhluk surgawi. Sosok Griffin itu berwujud kepala Elang, dengan sayap yang begitu besar seperti rajawali dan memiliki badan seperti singa !
Griffin adalah makhluk mulia dari surgawi, dianggap sakral oleh Kerajaan-kerajaan terdahulu, simbol kebaikan menjaga kebaikan sendiri dari kejahatan, dan juga dikenal sebagai mahluk mitos penjaga emas di tambang-tambang emas Dunia.
Keperkasaan Griffin telah dikenal dari seluruh Benua, mulai dari Benua Timur, Silver hingga ke Benua Barat. Cakat Griffin ini amat mengerikan dengan efek sihir, ketika dia disuling dan dijadikan satu senjata misalnya sarung tangan sihir, pedang atau bahan campuran di dalam obat-obatan dan ramuan-ramuan peningkatan teknik kultivasi"
Cakar Griffin yang langka ini, tidak akan anda temui di manapun, di belahan Benua Silver ini...
Maka dari kedalaman dan liarnya Realm Magical Beast, dengan bangga Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong melelang benda sakral ini !" suara makin ribut terdengar. Padahal Dugu Yi He belum lagi melempar harga penawaran, berapa nilai Energi Stone untuk Cakar Griffin.
"Harga penjualan dibuka mulai dari 100.000 Energi Stone dan penawarannya adalah kelipatan 5.000 Energi Stone !"
Tahu-tahu, saat itu juga semua orang langsung berteriak saling tumpang tindih menawar..
"Berikan kepadaku ! Aku membayar 85.000 Energi Stone !"
"Tidak ! Berikan padaku seharga 90.000 Energi Stone !"
__ADS_1
"Cih.. dasar sekte miskin, menawar harga sepenggal makhluk mulia itu dengan rendah. Tuan Dugu Yi He, kamilah yang membawa pulang Cakar Sang Griffin dengan nilai 100.000 Energi Stone !"
Semua orang di dalam ruang arena pelelangan itu meluap di dalam kericuhan. Tidak ada yang mau mengalah tatkala dihadapkan dengan material se- langka itu. Penawaran semakin alot, belum di tentukan siapa pemenang lelang karena tak di sangka sama sekali.. dari harga buka 100.000 Energi Stone, kini Cakar Sang Griffin ditawar tinggi senilai 200.000 Energy Stone oleh Ji Su Min, Master Sekte Pedang Kesetiaan.
Sementara itu, sebentar lagi langit berguling menuju senja, pada saat itu warna samar-samar jingga berbaur biru redup mulai tampak di Ufuk Barat. Namun.. saling tawar-menawar memperebutkan cakar sang Griffin semakin lama semakin alot.
Pada akhirnya ketika saling menguras isi kantong serta mempertimbangkan kebutuhan yang masih perlu dibeli pada lelang selanjutnya, cakar Sang Griffin jatuh ketangan satu Sekte Bintang Delapan, Sekte Perjanjian Hantu.
Lu Zhong, seorang ahli Saint Level 2, selaku pemimpin sekte, naik ke panggung mengambil langsung Cakar Griffin. Pria yang berpakaian serba hitam itu, menyimpan hati-hati benda yang dia menangkan, dengan janji di dalam hati, akan menyewa Blacksmith atau Refiner ternama untuk mengubah benda itu menjadi senjata. Wajah yang terlihat sangat puas, lalu kembali duduk di balkonnya, diiringi tatapan mengunci beraura serakah dari ahli-ahli lain yang cemburu.
Song Hui Yong berbisik,
"Sepertinya Pelelangan Akbar ini, tidak selesai pada satu hari saja. Kita lihat sendiri bukan? Baru saja dilakukan pelelangan atas tiga jenis material, tapi sebentar lagi malam akan tiba !" tiga kawannya mengiyakan.
"Betul meskipun alot tawar menawar, akan tetapi terasa tidak membosankan. Semua peserta adalah Sekte dan Klan papan atas yang memiliki kemampuan keuangan yang luar biasa"
"Benar sekali apa yang kamu katakan !" balas Ye Bing Qing.
***
Sementara itu, Dugu Yi He baru saja akan memutuskan sesi ini adalah material terakhir yang akan dia tawarkan, dan itu adalah Teknik Kultivasi yang bernama 'Warisan Hati Abadi".. namun udara mendadak berubah drastis.
Sekonyong-konyong langit yang awal nya masih terang mendadak menjadi gelap. Lalu dengan cepat warna hitam kelam langit berubah menjadi warna merah terang benderang.
Sementara itu, warna merah polos dengan awan putih gelap berarak tipis, kii di warnai dengan percikan ribuan bintang jatuh yang membuat langit seperti kanvas merah bertatahkan ribuan kilau ledakan bintang jatuh.
"Sungguh menyeramkan,.. rasa nya seperti kita berada di dunia lain, bukan di Benua Silver"
"Fenomena apakah gerangan yang terjadi?" mengapa aku merasa ngeri?"orang-orang kini berkumpul di lapangan kecil, dekat dengan arena kota.
Diantara kekalutan dan rasa takut itu, malahan ada yang menafsirkan kalau ini adalah pertanda dari Langit.
"Demi Dewa. Ada apakah gerangan yang akan berlaku? Aku berharap semua dewa melindungi Benua Silver kami, dan menjauhkan dari mara bahaya" beberapa orang yang bersikap religius langsung bersujud, menengadah ke arah langit yang masih penuh hiasan ribuan bintang jatuh.
Bahkan ada yang bersikap berlebihan dengan menjerit-jerit ketakutan, meraung seperti ada suatu kedukaan saja. Kota raja Menhua itu geger.
Akan tetapi beda dibanding orang-orang yang panik tadi. Para ahli- ahli dan Ketua- ketua sekte dan Klan tingkat tinggi, menanggapi fenomena di langit itu dengan serius, tidak lebih sesuatu yang berhubungan dengan keahlian mereka, bela diri.
Bagi mereka yang sering merenung serta menelaah kitab-kitab kuno mereka lantas membuat satu kesimpulan yang tidak terduga. Dengan wajah yang mendongak ke arah- langit, ahli-ahli Sekte Bintang 8 dan 9 itu berdiskusi dengan pandangan yang terkunci ke arah langit.
"Ini adalah pertanda bahwa seseorang telah menerobos kultivasi dan menjadi ahli Immortal" kata Magus Seto Kazuhiko dari Pakta Persahabatan Kaum Magus.
__ADS_1
Alchemist Morishita Naomi juga membenarkan teori Seto Kazuhiko. Katanya..
"Pernah aku membaca pada teks- teks dan salinan kuno yang menyebutkan masa kejayaan praktisi di Benua ini, puluhan ribu tahun yang lalu, kala itu seorang makhluk pengejar keabadian masih memiliki kemampuan menembus menjadi sosok Immortal maka.
Tertulis bahwa Fenomena Langit berubah Merah dengan interaksi ribuan bintang jatuh akan terjadi di seluruh benua, tatkala satu makhluk menerobos dan menjadi Immortal".
"Apakah ini pertanda bahwa telah lahir seorang Immortal di Benua Silver ini?" wajahnya nya tercenung sambil menatap dengan seribu makna kearah langit merah.
Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong pun lantas mengambil inisiatif untuk menghentikan lelang, disebabkan keadaan yang kacau balau saat itu.
Dengan suara yang terdengar keras, Dugu Yi He berteriak keras,
"Pengumuman !
Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong mengumumkan bahwa pelelangan ini ditunda. Lelang berikutnya akan dimulai besok hari pada waktu menunjukkan Sie-sie (setara dengan pukul 9 pagi)
Meskipun pelelangan dinyatakan tunda, namun orang-orang belum juga bubar. Semua bertahan di lapangan itu, melihat Fenomena Merah dengan rasa takjub.
Kejadian perubahan warna langit itu bertahan hingga kira-kira lebih dari 1 jam lamanya. Sementara bagi penghuni Kotaraja Negeri Menhua, malam hari itu adalah malam yang panjang. Semua orang tidak tidur dan masih melihat-lihat ke langit, menanti fenomena selanjutnya.
Mereka asyik bercerita dan menduga-duga. Siapakah praktisi yang telah mencapai ranah Immortal itu? Selama ini tidak pernah terdengar siapapun yang diprediksikan mampu menerobos ke Ranah Immortal, karena kaum pengejar keabadian telah kehilangan kemampuannya untuk menjangkau tingkat abadi itu di Benua Silver ini. Semua telah hilang sejak ribuan tahun yang lalu.
******
Senja itu, jauh dari Wilayah Selatan Kotaraja Menhua tempat hingar bingar pelelangan akbar, lokasinya tepatnya di Wilayah Barat di daerah yang mereka sering disebut sebagai Ujung Dunia, terlihat dua sosok yang terdiri dari 1 siluet manusia dan yang siluet lainnya berbentuk semacam burung namun anehnya berbadan seperti singa.
Mereka keluar dari tempat yang dahulu disebut-sebut sebagai tanah warisan para ahli yaitu dari Reruntuhan Domain Elf Abu-abu.
Sosok pria itu lantas melayang dengan mudahnya, terlihat seperti tidak menggunakan kekuatan sama sekali namun hempasan tubuhnya begitu cepat langsung membelah langit.
Sementara sosok yang kedua, dia yang berbentuk seperti burung rajawali, tapi berbadan singa itu ikut-ikutan melesat dan melompat ke dalam rimbunan awan di langit Kemerahan berhiasan Hujan Meteor. Ketika sosok yang pertama siluet laki-laki dengan indahnya terlihat melayang serupa awan dan menjejakkan kakinya di punggung makhluk bersayap itu.
"Ke utara Teci !" instruksi dari laki-laki tersebut. Lalu makhluk bersayap itu lenyap di balik cakrawala, hanya dalam sekali kepakan sayapnya. Arah mereka adalah dataran Utara, tempat terhilang yang menyisakan satu pulau bernama Pulau Es.
******
Sementara itu, tatkala semua orang hari itu terlalu sibuk memperbincangkan Fenomena Langit Merah serta ribuan bintang jatuh di seantero Benua Silver ini, sampai-sampai tidak ada yang memperhatikan ada benar-benar, satu gemerlap Seperti Bintang jatuh, namun kerlipan itu terbang cepat membelah langit dari dataran Barat menuju ke utara.
Kalaupun ada yang melihat hal itu, mereka pasti akan menyangka bahwa kilatan itu adalah bagian dari hujan
bintang jatuh penghias Fenomena langit yang berwarna merah tersebut.
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3