Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Last Battled (ii)


__ADS_3

  Mao Lao Gao dan Dong Bai, dua Raja Pedang itu melesat dengan tusukan dengan energi kekuatan penuh praktisi SAGE, mengunci Lin Hong yang tengah kesurupan dalam nyanyian dan pesona tarian sihirnya.


Duar ! Duar !


   Ledakan petir terdengar menghadang langkah penerbangan Dong Bai dan Mao Lao Gui. Asap putih muncul mengakhiri ledakan petir yang meledak di hadapan Dong Bai. Sosok perempuan bertopeng kayu berdiri melayang di hadapan Dong Bai - berjarak sekitar sepuluh tombak.


"Terlalu hina untuk seorang SAGE menyerang ahli lain yang memiliki kultivasi di bawahmu.


   Anda adalah lawanku. SAGE melawan SAGE" kata Penatua Fen Ying dingin. Sementara pedang di tangannya telah telanjang, lepas dari sarung, terlihat berkilauan siap-siap membelah langit dalam pertempuran.


"Mari kita mulai" tantang Dong Bai.


   Hanya dengusan dingin yang keluar dari mulut Penatua Fen Ying, ketika semburat lima aura pedang warna-warni melesat keluar dari ujung pedang nya.


"Pedang Melukis Nirwana !"


   Aura Pedang dalam pancaran warna pelangi, sesuai karakter Penatua Fen Ying mengeluarkan suara mencicit ngilu, dalam irisan tajam kearah Dong Bai. Raja Pedang Timur itu tentu saja tidak berani memandang sebelah mata teknik pedang dari Penatua Fen Ying - Raja Pedang Timur. Dia memblokir serangan penuh hawa penindasan itu dengan teknik Pedang Sekte Bintang Sekarat.


"Bintang Sekarat Level satu" gumam Dong Bai merapal teknik pedang andalan nya. Energi pedang penuh cahaya seperti tangisan bintang melesat ke depan, mencoba memblokir lima aura Pedang Melukis Nirwana itu.


Duar ! 


   Ledakan mengerikan tampak, dengan memantulkan warna terang bintang-bintang sekarat bercampur warna pelangi merata memenuhi langit Gurun Terkutuk.


   Teknik Pedang Melukis Nirwana ini sebenarnya adalah teknik pedang andalan milik Sekte Pedang Awan yang berada di teknik kelas bumi saja. Namun ketika Penatua Fen Ying memutuskan bergabung kembali dengan Sekte Pedang Awan - setelah melepas kemuliaan nya sebagai putri kesayangan dari Klan Vermillion dari Negeri Timur sana, dia berjanji hanya akan menggunakan keterampilan pedang, bawaan dari Sekte Pedang Awan.


   Teknik Pedang Melukis Nirwana ini di tangan seorang Praktisi SAGE, tentu saja menjadi berubah dampaknya. Penatua Fen Ying bahkan merubah teknik pedang ini, dengan merevisi dan memasukkan unsur-unsur energi Qi kelas atas, membuat teknik pedang ini berubah menjadi Teknik Pedang Kelas Kuasi Dao.


   Tentu saja Dong Bai si Raja Pedang Timur itu menjadi keteteran ketika Pedang Melukis Nirwana baru ini menyergapnya. Tekanan energi Qi, SAGE level enam Fen Ying, membuat Dong Bai seketika mengalami penindasan dan hanya dapat melakukan gerakan pertahanan semata. Tidak sedikitpun dia diberi kesempatan untuk mengeksekusi teknik serangan "Pedang Bintang Sekarat".


   Dong Bai lantas menjadi bulan-bulanan di dalam pertempuran itu. Belum lagi, sesekali Penatua Fen Ying melemparkan talisman-talisman sihir yang meledak seperti petir, yang membuat Raja Pedang Tmur itu babak belur.

__ADS_1


***


"Apa maksudmu !" teriak Mao Lao Gao, ketika dia terhenti dengan serangan pedang yang bergulung-gulung seperti petir. Di hadapannya melayang-layang Atid Ananada - Raja Pedang dari Selatan, dengan busana uniknya yang melambai tertiup angin.


   Atid membentuk tanda silang di dadanya, dengan menggunakan dua pedang kembar..


"Anda bertanya apa maksudku?


   Hoho.. apakah anda si orang tua ini masih perlu lagi bertanya?


   Tentu saja aku disini untuk meladeni kamu orang tua tak tahu malu. Kamu dengan raja pedang timur itu, berniat untuk mengeroyok seorang perempuan?" suara Atid terdengar keras. Nadanya seperti mengejek Mao Lao Gao.


"Cih.. aku paling benci melihat orang-orang yang sengaja menindas orang lain yang dalam posisi lemah.


   Lawan anda adalah saya. Sama-sama SAGE level tujuh" Atid berkata dengan wajah terlihat mencibir. Dia mulai memutar-mutar pedang kembang di tangannya.  


   Mao Lao Gao berusaha menekan hawa amarahnya. Dengan dingin dia berkata,


"Ho-ho" tawa Atid keras-keras..


"Aku mencium adanya bau-bau konspirasi disini. Tak heran aku merasa kalau ajang perebutan gelar tertinggi Dewa Pedang ini, hanyalah kamuflase dibalik keinginan kalian orang-orang barat dan timur, untuk menguasai kelompok utara sana" kata Atid terang-terangan.


   Wajah Mao Lago Gao semakin memerah. Dia mulai tidak menahan kemarahan nya, dan semua kini tergambar di raut wajahnya.


"Seperti apa sangkaan anda tentang konspirasi ini?" tanya Mao Lao Gao penuh selidik.


"Haha.. seperti ingin menguasai semua sumber daya di utara sana?" kata Atid terang-terangan.


"Atau ... ingin menguasai Alkemis Jiang yang nyata-nyata memiliki banyak pengetahuan dalam teknik alkemis, yang tentunya akan menguntungkan kalian jika menjajah dan menguasai dataran utara bukan?" ejek Atid.


"Tutup mulutmu !" sambar Mao Lao Gao.

__ADS_1


   Tangan kanan Sesepuh keturunan ras iblis itu di sodokkan ke depan, terarah kepada mana Atid melayang-layang, terlihat agung.


Wush.. !


   Satu energi hitam dalam wujud asap berbayang tengkorak menyergap ke arah Atid, dengan suara mencicit. Tampak bayang-bayang di dalam gulungan asap berbentuk tengkorak itu, ratusan pedang pendek, berkilauan tertutup asap tebal.


  Suara Atid terdengar mendengus menghina. Sekali lagi dua pedang kembar itu membentuk tanda cross, lalu segulung energi pedang terbang cepat, memblokir ratusan pedang pendek ilusi, berbalut asap tengkorak tersebut.


Duar !


   Ledakan kembali terdengar di udara, ketika dua SAGE berkekuatan SAGE level tujuh - seimbang kekuatannya - berbenturan di udara. Udara seketika retak-retak, mirip dengan suara retakan kaca, mengakibatkan ratusan burung nasar yang terbang berpesta gembira dan haus darah itu, meledak menjadi serpihan-serpihan daging - akibat terkena hawa bentrokan dua kekuatan SAGE itu.


"Jadi kamu memiliki sedikit ketrampilan bukan?" ejek Mao Lao Gao.


"Jangan mimpi untuk menjadi Dewa Pedang dengan keterampilan sederhana itu"  sosok Mao Lao Gao berubah menjadi gulungan asap hitam tebal. Dengan aura sesat dan mengerikan, sesepuh ras iblis itu melesat cepat ke arah Atid Ananada. Aura Niat Pembantaian level satu jelas terasa di dalam teknik gelapnya ini.


Atid berubah menjadi serius. Namun masih dengan suara dingin dia berkata.


"Kamu kira aku terlalu takut dengan energi sesat bercampur Niat Pembantaian itu..


   Sesuatu yang jauh lebih mengerikan dan berbahaya telah aku hadapi di Benua Penyaringan Dewa. Kekuatan mengerikan ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan kekuatan ahli-ahli di benua sana.


   Niat Pedang Pembantaian seperti itu, bukan milik kamu seorang" 


   Sosok Atid lenyap di dalam gulungan dua pedang kembar. Tak salah jika di dinamakan Ksatria Blade Dancer. Dengan tak kalah ganas menyisakan aura Niat Pembantaian Pedang level satu - Atid Ananada. 


   Hawa Niat Pembantaian Pedang merajalela kemana-mana. Dunia serasa berada di dalam keadaan akan hancur, terlindas oleh dua niat pembantaian Raja Pedang Barat melawan Raja Pedang Selatan.


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.

__ADS_1


__ADS_2