Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Pedang Sihir Es (ii)


__ADS_3

Tampilan dramatis itu makin diperparah dengan kilau gemilau seperti warna bintang-bintang di seluruh gaun berbulu itu. Dia terlihat agung, yang bahkan penampilannya akan membuat bintang-bintang sendiri merasa iri.


Penampilannya seperti seorang Dewi, bertubuh kecil mungil namun anggun sekaligus menakutkan.


"Dia adalah Nyonya Maya"


"Kecantikan itu adalah garis darah nya sebagai keturunan peri !"


"Dia bukan berasal dari benua ini. Aku yakin itu !"


Suara-suara tumpah tindih, mencoba menyimpulkan siapa Nyonya Maya ini sesungguh nya. Tapi, wanita mungil itu tetap mengangkat wajah nya tinggi-tinggi, layak nya kaum bangsawan dan tidak mengindahkan suara-suara memperbincangkan dia.


Kini dengan gerakan seperti gerakan penari, dia membuka satu kotak indah, yang telah tersedia di meja pamer di atas panggung.


Kembali dengan dramatis perempuan mungil berwajah cantik itu mengangkat isi kotak itu, pelan-pelan hingga akhirnya terlihat penuh, di angkat tinggi di atas kepala.


Cahaya berwarna putih kristal seketika menyeruak dari pedang, aura sihir memukau yang lantas membungkam semua bibir manusia-manusia yang ribut di arena, melongo, mulut terbuka, menatap kagum bercampur serakah ke arah satu pedang indah yang berada tinggi di tangan perempuan kecil yang dipanggil Nyonya Maya itu.


"Pedang Sihir Es !!"


"Demi dewa !"


Suasana di dalam arena pelelangan itu menjadi gempar, jauh lebih gempar di banding kegemparan-kegemparan lain yang terjadi sebelumnya.


Seketika orang semua ribut, berbisik maupun terang-terangan mengungkapkan kekaguman ketika Aura menindas yang berkekuatan dahsyat tapi kejam keluar dari cahaya kristal putih di tangan Nyonya Maya.


Bahkan banyak penonton banyak para undangan lelang yang tidak kuat kultivasinya tiba-tiba pening karena tertindas aura pedang, kemudian jatuh pingsan.


Belum lagi rasa kaget orang-orang hilang, tiba-tiba Nyonya Maya memberi instruksi dengan gerakan tangan kepada petugas asosiasi.


Dengan sigap terlihat, tidak kurang dari 10 orang mendorong suatu benda yang tinggi, yang kenyataan nya itu logam-logam lebur, dengan tinggi kira-kira 5 kaki.


Tebalnya lebih dari tebal 2 kali orang dewasa mengulurkan tangan nya (2 meter).


Penonton menjadi keheranan. Buat apa perempuan itu memerintahkan petugas asosiasi membawa besi leburan yang berbentuk kotak dan tebal itu? Suara-suara tidak luas dan melecehkan mulai terdengar.


"Aku bertanya-tanya. Untuk apakah guna besi tebal itu?"


"Apakah dia akan mempertunjukkan sesuatu?"


"Nyonya Maya ini seperti nya mulai melawak. Mengapa dia tidak segera mengumumkan berapa harga artefak itu?" Kata seorang pria dari sekte bintang 7 bernada kurang puas.


"Diam saja kamu ! Sebagai peserta dan penonton, tunggu saja atraksi selanjutnya. Tidak perlu terlalu banyak bertanya" cerca orang lain di samping nya.

__ADS_1


Tidak terima ditegur, pria itu mencibir,


"Akan tetapi aku merasa tidak ada hubungannya antara pedang sihir itu dengan besi tebal itu !"


Ketika suara orang ribut sibuk membahas apa maksud dari besi tebal yang diseret ke panggung itu...


Sekonyong- konyong Nyonya Maya dengan suatu meraung dengan tangisan. Dia terlihat mengayunkan pedang sihir di tangannya. Semua dilakukan tanpa kekuatan, tanpa energi Qi Sama sekali.


Cahaya berkilau, perak seperti kristal keluar, ketika pedang terayun. Cahaya itu melesat cepat ke gunungan besi tebal yang jaraknya lebih dari 10.


Tanpa suara, tanpa apa-apa tiba-tiba kejadian aneh terlihat di depan mata. Gunungan besi tebal itu seketika terbelah menjadi dua, terkena terkena angin Pedang Sihir Es.


Semua orang melongo ribut seketika ini adalah artefak yang luar biasa. Bahkan dari jarak 10 tombak saja angin serangannya saja mampu membelah gunungan besi itu seperti pisau memotong mentega. Padahal Nyonya Maya mengayunkan pedang pelan, lembut tanpa energi Qi Sama sekali.


Ini luar biasa. Hanya angin lambaian, tanpa tenaga Qi, tapi besi tebal itu terbelah menjadi dua. Ini senjata sihir terhebat yang pernah dilihat ahli-ahli peserta lelang.


"Aku ingin memiliki pedang itu!


Biarkan Sekte Pedang Awan Es membeli Pedang itu !"


"Diam kau. Senjata sihir lebih cocok untuk Magus seperti kami" bentak Seto Kazuhito.


"Biarkan Kekaisaran Menhua yang memiliki pedang itu !" Bentak sang pangeran. Suasana menjadi gaduh, ribut dan kacau.


"Pedang Sihir Es, satu artefak yang dikatakan bahwa dunia di tanganmu ketika memilikinya, ini dilelang dengan harga pembukaan...


250.000 energy Stone. Dan setiap penawaran berikut nya wajib kelipatan dari 10.ooo Energi Stone..


Mulai dari sekarang !" Keras dan terngiang suara Dugu Yi He yang siap-siap di sambar tawaran demi tawaran.


Duar !


Ribut


Kacau


Gempar !


Teriakan tawar-menawar mulai terdengar.


300.000 Energi Stone !


325.000 Energi Stone !

__ADS_1


330.000 Energi Stone !


350.000 Energi Stone !


Lebih dari satu jam lamanya tawar-menawar, saling adu


kekayaaan berlangsung.


Detik-detik terakhir kelihatan nya Kelompok Asosiasi Konglomerat dari Kekaisaran Timur dengan pimpinan Master Guan Ming akan memenangkan lelang. Dia menawar hingga 750.000 energi Stone.


Ini adalah harga mati. Tidak ada lagi yang berani bahkan memiliki kekayaan sebanyak itu Guan Ming mulai memasang wajah congkak penuh rasa kemenangan.


Dia betul-betul telah yakin, pedang itu pasti menjadi milik Asosiasi Konglomerat Kekaisaran Timur mereka.


Wajah wajah pasrah juga telah mewarnai semua peserta lelang. Paling-paling mereka akan memiliki kesempatan untuk memiliki pedang itu dengan cara kasar.


Menghadang terang-terangan atau diam-diam merampok, bahkan membunuh Guan Ming, demi Pedang Sihir Es. Semua rencana itu telah tergambar di benak peserta lelang lainnya.


Dugu Yi He pun telah yakin Guan Ming yang akan memboyong Pedang Sihir Es ke dataran Timur.


"Jadi saudara-saudara...


Setelah perdebatan yang alot antara sekte-sekte besar Benua Silver, dan penawaran terakhir 750.000 energi stone ...pada akhir nya Pedang Sihir Es ini.. menjadi milik..."


Dugu Yi He memang sengaja berlama-lama. Dia mengatur ritme bicara dengan harapan masih akan ada penawaran yang lebih tinggi dari 750.000 energi stone tadi..


Suiiit !


Sekonyong- konyong satu sosok berpakaian serba gelap, mengenakan topi Dou Peng lengkap dengan kain tirai penutup muka, tubuh nya yang gesit seperti kecepatan meteor, tubuh yang ditutupi dengan mantel kain rami mampir melesat seperti iblis.


Dia datang dengan agung dari arah langit.


Hap ! Pop !


Semua orang terkejut. Semua orang terpana melihat keahlian sosok itu, yang tanpa ragu-ragu menyambar Pedang Sihir Es. Lalu dalam 2 kali lompatan saja ahli bermantelkan rami itu langsung lenyap, menghilang di balik kumpulan awan di angkasa.


Geger !


Heboh!


Terkejut !


Bersambung

__ADS_1


Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3


__ADS_2