Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Last Battle (i)


__ADS_3


"Pangeran Atid Ananada !.. 


   Raja Pedang Dataran Rendah Selatan Benua Silver telah tiba !" suara membahana dari langit, yang asalnya dari satu kapal roh yang sangat besar sekali, yang di buritan kapal tersebut terlihat ribuan tentara dan ahli-ahli bela diri, berdiri gagah.


   Menyusul seorang pria muda, tinggi dan mengenakan pakaian agak asing dari wilayah selatan menjejakkan kaki nya di padang pasir Gurun Terkutuk. Dari jauh wajahnya terlihat tampan, ciri khas orang selatan, berkulit sedikit gelap dibanding rata-rata orang-orang dari bagian utara, barat dan timur. Di kedua pundaknya, jelas tampak dua pedang yang disebut Blade (Pedang bermata satu yang agak mirip golok). Dia berdiri gagah di atas punggung Airavata (Gajah Suci) diikuti Burung Hong besar (Phoenix) dan kapal roh.


"Nama nya dikenal dengan sebutan Ksatria Blade Dancer. Konon dia telah memahami NIat Pedang, sejak usia masih dibawah sepuluh tahun" suara-suara orang berdiskusi, memandang ke langit ketika Atid Ananada ini semakin dekat dari dataran gurun. 


   Atid Ananada melompat ringan, lebih mirip terbang melayang dalam gerakan indah. Dari gerakan melompat yang demikian ringan penuh teknik kelas tinggi itu, semua orang dapat menduga pria muda itu memiliki tingkat kultivasi di tanah SAGE level tujuh (7).


   Menyusul satu demi satu tenaga ahli beladiri dan tentara yang jumlahnya sekurang-kurangnya lima ribu orang itu, melompat turun dan berdiri berjejeran rapi di sudut selatan gurun yang dalam beberapa hari ini selalu kosong tak berpenghuni.


"Akhirnya orang-orang selatan itu datang juga..


   Padahal aku menduga kalau mereka tidak berniat untuk memperebutkan gelar Dewa Pedang ini" bisik Mao Lao Gao kepada Dong Bai.


"Mari kita lihat ke arah mana Raa Pedang Selatan ini memihak. Jika keadaan tidak memungkinkan, kita dapat memulai serangan besar besok pagi-pagi" kata Dong Bai, balas memberi saran pada sekutunya dari barat itu.


  Tengah malam itu juga, semua menyaksikan Atid Ananada mengunjungi sisi bagian utara, tempat semua praktisi dataran itu berkumpul dengan waspada. Awal-awal semua memperhatikan baik-baik. Atid tidak diperkenankan untuk masuk ke kumpulan praktisi utara, namun ketika Atid terlihat menunjukkan sesuatu benda, Raja Pedang Selatan itu di antar dan terlihat bercakap-cakap dengan akrab bersama Penatua Sekte Pedang Awan, Zuo Feng Ying - Raja Pedang yang mewakili wilayah utara.


   Bahkan tampak banyak ahli-ahli dari negeri utara seperti Tuan Fei Ma, Sastrawan Meirenyu, Alkemis Jiang Fai, Wan Hui, Lin Hong dan Yu Long yang terlihat mengerumuni Raja Pedang Selatan itu - mereka lantas terlihat akrab.


   Mao Lao Gui menatap gelisah ke arah utara , tempat Penyatuan Zuo Feng Ying dan ahli-ahli pedangnya yang bahkan mulai tertawa-tawa gembira, ketika mendengar penuturan Atid Ananada.


"Kita akan bergerak besok pagi-pagi benar" bisik Mao Lao Gui dengan transmisi.


"Mari kita sama-sama mengunjungi tenda Yang Xiansheng itu" balas Dong Bai.


   Malam semakin larut, namun tidak terdengar suara-suara hewan gurun malam itu. Sementara itu di arah atas kepala, , diam-diam terlihat banyak burung nasar mulai beterbangan memenuhi langit Gurun Terkutuk. Mahluk-mahluk kelompok elang yang gemar memakan bangkai itu, sepertinya telah mencium akan adanya banjir dari di Gurun Terkutuk.

__ADS_1


   Kelompok praktisi dari utara, barat, selatan, timur dan tengah itu, lantas terlihat seperti beristirahat memulihkan tenaga, untuk melihat kejadian besar apa yang akan terjadi besok nanti. Burung-burung nazar pemakan bangkai itu pun, seperti paham dan sepakat dengan tindakan diam-diam beberapa kelompok aliansi, yang mulai mengasah golok dan pedang mereka, pelan-pelan dan dalam diam.


   Angin bertiup kencang, membawa jutaan debu dan pasir di Gurun Terkutuk, begitu berisik sampai-sampai mampu menyamarkan tindakan orang-orang yang mengasah senjata tajam mereka kuat-kuat.


   Lalu ketika kentongan ke lima In - Shie' dibunyikan (pukul tiga hingga pukul lima pagi) - bersamaan dengan itu suara tambur dan genderang perang di pukul keras-keras. 


"Pam - pam - pam !" terdengar berirama seperti alunan simfoni perang saling berbalasan.


    Menyusul suara genderang dan tambur itu, suara tiupan sangkakala dari alat musik tiup - keong dan siput raksasa terdengar menggema memecah pagi yang masih gelap. 


   Suara keras tambur genderang dan sangkakala itu, mau tidak mau membuat siapapun yang mendengarnya, akan langsung jatuh di dalam rasa takut, menggigil dalam perasaan tertindas.


   Menyusul suara derap kaki ribuan orang berlari-lari kecil, demikian banyak sehingga terdengar serupa suara air bah yang jebol dari tanggul-tanggul penyimpan air. Suara seperti air bah yang nyatanya adalah suara derap kaki ribuan orang berlari kecil, asalnya dari sisi Timur dan Sisi Barat Padang Gurun Terkutuk.


   Burung-burung nasar pemakan bangkai mulai berkaok-kaok sebagai tanda persetujuan pembantaian di antara manusia dimulai. Perang itu mulai pecah dan dimulai dari serangan kelompok praktisi dari sisi Timur dan dari sisi Barat gurun. Satu kata yang cocok untuk menggambarkan keadaan pagi buta itu adalah menyeramkan.


"Mereka telah memulai serangan !" 


   Tampak terlihat perempuan cantik yang berpakaian sastrawan, Meirenyu memberi aba-aba dan perintahnya diikuti dengan sigap oleh Seribu Lebih Laskar Istana Kelelawar.


   Kelompok pria dan wanita tua muda, terlihat sibuk dan berdiri berjejeran dengan tertib dan membentuk formasi pedang. Rata-rata kultivasi pasukan khusus Istana Kelelawar ini adalah Alam Raja level menengah hingga level akhir. Mereka mengenakan baju besi atau zirah yang di tempat khusus oleh ahli pandai besi dan mekanik dari Balai Harta Kota Azalea - yang awalnya di rekrut dari Asosiasi Ahli Pandai Besi dan mekanik Kota Bintang Pagi (Morning Star City).


   Tia-tiap ahli itu diperlengkapi dengan sayap-sayap buatan yang dapat beroperasi secara mekanis, dengan menggunakan kekuatan energi Qi atau Hawa murni atau hawa sesat, jika praktisi tersebut berkultivasi di jalur kegelapan. Perbedaan dasar kultivasi lurus berhawa murni dan jalur gelap berhawa sesat ini, adalah karena pasukan ini di rekrut khusus bukan saja dari berbagai sekte-sekte lurus, melainkan juga dari sekte-sekte jalur hitam, atau penjahat dan perampok di utara sana.


   Lalu ketika Sastrawan Meirenyu memberi aba-aba untuk bergerak maju,


"Maju dalam barisan pedang !"


"Bunuh mereka semua !"


"Kejayaan untuk negeri utara !" begitu sambutan pasukan Khusus Istana Kelelawar merespons aba-aba Sastrawan Meirenyu.

__ADS_1


   Satu demi satu praktisi-praktisi 


   Lalu langit gelap di sisi utara seketika dipenuhi suara kepakan sayap-sayap mekanis, terdengar seperti bunyi dengungan lebah yang berhamburan dalam dua kelompok. Sebagian ke sisi timur dan sebagian ke sisi barat.


"Tembak !" aba-aba dari Sastrawan Meirenyu terdengar menyeramkan.


   Suara desingan panah dilepaskan dari angkasa, ditembakkan dari senjata khusus bernama crossbow, oleh Pasukan khusus Istana Kelelawar Utara. Suara jeritan pilu terdengar dimana-mana, ketika anak-anak panah mekanis itu memanggang tubuh-tubuh terbuka dari sisi barat dan timur.


"Biadap !"


"Licik !"


"Bar-bar !"


   Cacian terdengar dari sisi Barat dan Timur. Menyusul ratusan sosok-sosok ahli berperingkat Alam Pencerahan Suci peringkat atas dan ahli SAINT berkelebat dari sisi barat dan timur. Pedang menyala-nyala penuh hawa membunuh dan haus darah. Burung-burung nasar berteriak semakin keras, seolah memberi semangat manusia untuk saling membunuh.


"Semua ahli Alam Pencerahan Suci dan SAINT maju !" titah Sastrawan Meirenyu, yang kemudian meniup Keong Sangkakalanya dengan irama magis.


   Semua Ahli SAINT dan Alam Pencerahan Suci dari berbagai sekte di utara ; Sekte Pedang Awan, Bulan Merah, Awan Hitam. Akademi Ling Jian, Membalikkan Gunung, Bunga matahari, Kuil Keabadian, Angsa Emas, Lima Aroma, Mentari Ufuk Barat, Pedang Abadi, Akademi Jin Shi, Sembilan langkah maut, Istana Bintang abadi, Cahaya Surgawi, Klan YAng utara - berkelebat cepat terbagi dua, ke arah timur dan barat dengan teratur.


   Pedang haus darah teracung, bubuk-bubuk racun di tebar sana sini mengakibatkan jeritan sekarat manusia-manusia yang menjelang ajal.


   Perempuan itu berdiri dalam diam, masih menyaksikan dan menunggu pihak lawan berperingkat SAGE yang akan menyerang. Dia berkata pelan kepada seorang pria taman yang juga berdiri dalam diam,


"Sebaiknya anda memulai serangan musik kematian. Jumlah lawan terlalu banyak"


   Tanpa menunggu lama, sosok pria tampan itu melayang mengangkasa, dan suara alunan musik Guzheng terdengar mulai mempengaruhi lawan.


"Tutup telinga ! Mereka mulai menggunakan sihir !"


Bersambung

__ADS_1


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.


__ADS_2