Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Acara Lelang Akbar


__ADS_3

  Waktu belum lagi siang hari,  ketika itu di Arena Kota Raja Negeri Menhua, tempat yang dijadikan ajang Pelelangan Akbar oleh Asosiasi dan Kamar Dagang Tuan Yong  itu, terlihat mulai dipenuhi dengan banyak pengunjung yang terdiri dari ahli-ahli dan praktisi beladiri dari berbagai Sekte ternama dan Klan papan atas di penjuru benua.


   Saat itu, 4 orang berdandan mencolok, yang mana kelompok mereka terdiri dari 2 laki-laki 2 perempuan mengenakan pakaian yang terbuat dari kulit berwarna gelap, yang dilengkapi dengan mantel berwarna ungu, juga berwarna gelap membuat penampilan mereka terlihat dramatis. 


   Wajah dua perempuan itu terlihat cantik, dengan riasan yang tipis saja, namun mempertahankan kecantikan asli, sementara dua laki-laki yang bersama mereka, juga berwajah tampan meskipun salah satunya cenderung terlihat cantik dalam riasan wajah tipis.


   Adapun dua laki-laki itu yang seorang yang mengenakan riasan wajah tipis itu, memegang pedang sebagai senjata, lengkap dengan ronce di gagangnya, yang terurai seperti surai kuda putih. Sarung nya pun terlihat mewah dengan ukiran khusus yang dibuat tangan ahli.


   Dan pria yang satunya bersenjatakan sebuah kipas yang juga umumnya dipergunakan oleh praktisi ahli bela diri pengguna senjata rahasia, yang dapat diduga kalau di dalam kipas lembut itu, di dalamnya pasti tersembunyi berbagai macam senjata rahasia mematikan.


   Sedangkan dua perempuan yang lainnya, terlihat berbalutkan pakaian kulit warna gelap, yang mana salah seorang memegang senjata berupa tongkat yang panjang sebagai senjata, dan satunya memegang bilah pedang panjang yang mirip dengan Samurai, tersampir di pinggang ramping nya.


   Melihat penampilan dramatis seperti itu saja, orang-orang yang berkerumun lantas minggir jauh-jauh, membiarkan mereka berempat terlebih dahulu masuk melalui Pintu Barat.


Sekonyong-konyong..


"Tuan dan nyonya semua.


   Selamat datang di acara Pelelangan Akbar Asosiasi Kamar Dagang Tuan Yong kami. 


   Pertama-tama mohon kiranya tuan menunjuk kan undangan dari asosiasi kami, pertanda bahwa tuan dan nyonya semua adalah sah sebagai peserta lelang ini " kata seorang pria berbusana seperti pengawal. Dia rupa-rupanya adalah pemimpin pengawal, yang khusus menerima undangan tamu-tamu VIP. Dia berdiri dan berjaga di pintu Barat ini, berkelompok dengan 11 orang lainnya membentuk selusin pasukan penjaga.


   Sementara itu, pria berbusana hitam yang menggunakan senjata kipas, yang semenjak tadi benda tersebut dipakainya dengan melambai-lambaikan benda itu, dan menimbulkan angin berhembus ke arah wajahnya. Dia lalu berkata dengan suara angkuh, 


"Apakah perlu kami para ahli dari Sekte Pedang Terbang ini, harus memperlihatkan undangan milik kami? Aku merasa ini terlalu berlebihan" kata si pemegang kipas mulai tidak sabaran. 


   Sementara itu, pemimpin penjaga gerbang itu, juga memperlihat raut wajah keheranan. Katanya,


"Sekte Pedang Terbang? Rasa nya baru sekali ini, aku mendengar ada sekte seperti itu" rautnya bingung.  


"Maafkan aku tuan,


   Perkenankan kami mengajukan pertanyaan. Apakah anda dapat menjelaskan pada kami, dari belahan manakah di Benua Silver ini, Sekte Pedang Terbang anda berada?" suara nya terdengar sopan. 


   Dengan nada yang terdengar tidak sabar, sambil berulang kali menghembuskan angin ke wajahnya dengan kipas itu, si pria berkata dengan nada yang lebih angkuh dan menindas. 


"Pengetahuanmu terlalu rendah ! 


   Pekerjaanmu tidak lebih daripada seorang penjaga pintu gerbang seperti ini.


   Jelas saja kau tidak akan mengenal Sekte Pedang Terbang kami yang namanya telah harum di seantero Benua Silver ini. 


   Keberadaan kami sebagai sekte saat ini adalah sekte bintang 8 yang tengah naik daun di belahan Timur sana. Kami ibaratnya adalah Bintang Pagi yang terang cemerlang ! 


   Jelas kau tidak akan mengenal nama sekte Sekte Pedang Terbang" si pemegang kipas bersuara besar dengan nada arogan. Tangannya melambai dan serangkum energi yang membawa aura satu praktisi di ranah kultivasi Saint  level rendah mencuat dan menerpa 12 penjaga pintu gerbang Barat itu. (Sesungguhnya dia mengurangi kultivasi nya dari SAGE level tujuh menjadi Saint level rendah, agar sesuai dengan samaran asal sekte bintang 8 saja).

__ADS_1


   Pada saat itu juga, dia melambaikan kertas undangan yang terbuat dari perak, satu lambaian cepat yang menyamarkan tulisan nama sekte bertuliskan 'undangan kepada Klan iblis Kantor Cabang Kota Gerbang 1000 Mimpi' (kalian pasti menduga mereka berempat itu siapa bukan?). 


   Jelas saja 12 orang penjaga itu langsung menggigil ketakutan ketika mengetahui pria yang memegang kipas itu adalah praktisi di ranah Saint level rendah. 


   Dalam pandangan mereka ahli-ahli atau praktisi di peringkat Saint itu, ibaratnya bintang-bintang besar di langit, yang terlalu tinggi dan tak akan pernah tersentuh atau tercapai oleh mereka.


   Buru-buru sang pemimpin dari penjaga pintu Barat itu langsung membungkuk dan memohon maaf berulang kali. 


"Maafkan kebodohan dan kekeliruan dari kami yang rendah ini.


   Kami mengaku betapa kurangnya pengetahuan dan pemahaman kami akan praktisi dan sekte-sekte di luar sana.


   Hal ini menyebabkan kerugian ketika kami tidak mengenali tuan dan nyonya dari Sekte Pedang Terbang ini..." dia membungkuk, di ikuti serempak oleh 11 anak buahnya. 


"Sebagai wujud dari permohonan maaf ini izinkan hamba yang terjadi mimpi mengantar langsung tuan dan nyonya sekte pedang terbang untuk duduk balkon semi Vip, sesuai dengan yang tertera" sekali lagi sang Pemimpin membungkuk dan memberi hormat. 


   Pria berkipas itu terlihat mereda amarahnya, terlihat  meminta untuk langsung di antar ke ruang balkon semi Vip. Balkon Vip hanya diperuntukan pemimpin sekte Bintang 9 saja. 


   Lalu dengan mengeluarkan dengusan, pria yang memegang kipas itu lantas berkata dengan nada melunak.


"Kalau begitu, tunjukkan segera jalan pada kami menuju balkon kami. Master sekte kami telah berdiri kepanasan sejak tadi, oleh sebab kelalaian kalian yang tidak mengenal keberadaan Sekte Pedang Terbang kami" katanya menunjuk perempuan yang memegang tongkat itu yang tersenyum tipis.


   4 orang itu lantas duduk di balkon semi vip, yang didalamnya tersedia 10 kursi cukup untuk mereka ber 4. Balkon itu meskipun tidak langsung menghadap panggung utama di tengah-tengah arena akan tetapi semua penampilan di panggung itu terlihat jelas.


   Jelas ini adalah posisi duduk yang menguntungkan bagi mereka berempat, yang memang memiliki niat untuk melakukan tindakan mata-mata peserta lelang akbar. 


"Mari kita mulai mengamati siapa saja tamu tamu yang akan menjadi saingan kita dalam mendapatkan pedang sihir itu" kata Wei Park. 


   Kontan saja 8 pasang mata itu langsung terkunci ke arah pintu masuk sebelah barat pada saat terlihat seorang perempuan berjubah putih panjang yang rambutnya digelung tinggi keatas. Di dahinya terdapat tato berwarna putih bergambar seperti kristal es, dan dia memiliki wajah berwarna  putih seperti kertas, terlihat aneh.


   Ikut di belakangnya tidak kurang dari 10 orang lainnya yang masing-masing wajahnya juga berwarna aneh seperti kuning pucat, orange pucat, dan merah pucat. 


   Wei Park memulai ulasannya atas tamu undangan yang datang melalui pintu barat.


"Perempuan usia 30 tahun lebih itu adalah pemimpin dari Sekte Pedang Awan Es, yang berkedudukan di Pulau Es" kata Wei Park.


   Tiga kawannya langsung menatap Wei Park dan bertanya, 


"Pulau es ? Sekte Pedang Awan Es?


   Apakah kau tidak salah mencari informasi?" tanya Ye Bing Qing.


   Semua tahu kalau di Pulau Es itu adalah suatu hamparan tanah kosong tiada berpenghuni.


   Wei Park memulai ulasannya. 

__ADS_1


"Sekte Pedang Awan Es adalah salah satu faksi yang baru-baru saja berdiri di Pulau es.


   Semenjak semua praktisi di wilayah utara itu menghilang, baru-baru ini Sekte Pedang Awan Es berdiri di sana.


   Sekte ini adalah salah satu faksi yang dibuat secara sengaja oleh sang Immortal Nangong Rong, untuk memata-matai kondisi dan perkembangan di Pulau Es, setelah pulau tersebut terpisah dari daratan Benua Silver !" 


"Perempuan itu bernama Zhang Chin Cung. Kultivasinya berada ranah Saint level 8. Dengan teknik pedang Pamungkas nya bernama Pedang Air Mata Dewi, dia mampu ketika dia mengeluarkan teknik tersebut dan menciptakan embun dingin dan disebabkan racun dingin, yang akan membunuh lawannya dalam sekejap mata".


"Nangong Rong sengaja menciptakan monster-monster di Pulau es ini. Dia berusaha mengkamuflase semua teknik-teknik berhawa dingin ciri khas wilayah utara dengan teknik baru yang sifatnya dingin akan tetapi membawa Hawa beracun" jelas Wei Park.


"Di dalam Sekte Pedang Awan Es ini, mereka memiliki 5 tingkatan ahli yang di takuti. 


   Praktisi paling tinggi kemampuannya akan memiliki wajah berwarna putih. Kedua tertinggi memiliki wajah berwarna kuning pucat. PEringkat ketiga memiliki wajah berwarna orange pucat. Praktisi tingkat 4 akan berwajah merah pucat dan yang warna yang paling rendah diwakili praktisi berwajah biru pucat, mirip warna air laut"


   Tiga kawan Wei Park itu saling berpandangan, dan diam-diam mereka sepakat bahwa teknik yang digunakan oleh Sekte Pedang Awan Es itu berbasis pada racun yang bersifat dingin.   Ye Bing Qing berkata melalui transmisi,


"Jelas sekali dari teknik yang mereka olah menunjukkan bahwa sekte ini adalah kelompok yang berkultivasi menggunakan energi sesat"


   Pengunjung silih berganti masuk ke dalam arena lelang akbar itu. Akan tetapi belum satu pun yang menarik perhatian dari empat Penatua Sekte Pedang Terbang itu. Sampai pada akhirnya mereka berhenti berbicara ketika melihat satu orang laki-laki berusia 40 tahun masuk didampingi dua orang lainnya Dia terlihat berwibawa dengan mengenakan baju berwarna merah seperti nyala api


   Wei Park lantas memberi penjelasan dan ulasan tentang sosok ini,


"Namanya adalah Luo Cheng Fa. Pria berusia 40 tahun itu, kultivasinya di ranah Saint level 8 sama seperti Master Pedang Awan Es tadi. 


   Sekte yang baru yang berdiri kurang lebih 5 tahun belakangan ini namanya adalah Faksi Vermillion Ajaib. 


   Faksi ini memilih domisili dan berkedudukan di Dataran Timur. Mereka sering sekali berbenturan dengan Klan Vermillion Timur karena sama-sama gunakan nama vermillion. 


   Klan Vermillion Timur yang berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, menuduh Faksi ini adalah faksi yang meniru nama Klan mereka.


   Sesungguhnya Faksi Vermillion Ajaib Ini adalah juga perpanjangan tangan dari Nangong Rong Sang Immortal itu.


   Teknik pamungkas Faksi Vermillion Ajaib ini bernama Pedang Amukan Burung Hong. Ketika pedang nya terhunus dari sarung, lalu teknik Pamungkas tadi dilancarkan maka akan terjadi adalah amukan esensi api seperti amukan burung vermilion" pungkas Wei Park.


   Kembali lagi ke 4 orang itu saling bertatapan dan bersuara melalui transmisi.


"Nangong Rong ini ini hebat sekali bukan? 


   Dia pelan-pelan menancapkan kuku-kukunya dan melepaskan semua tentakel tentakelnya melilit dan menguasai semua dataran benua hingga di pelosok-pelosok Benua Silver ini. 


   Tidak ada satupun sekte yang lolos di bawah pengamatannya sehingga keberadaannya sebagai Immortal Dewa pedang benua silver tetap eksis !" 


Bersambung


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3

__ADS_1


__ADS_2