
Sore menjelang malam dan hujan mulai turun rintik-rintik, sementara angin mulai bertiup kencang. Tapi dua sosok manusia, melayang bermantelkan jerami itu, tidak goyah atau merasa kedinginan sedikitpun.
Keduanyanya melayang stabil, kokoh seperti Elang terbang, tanpa mengepak sayap tapi stabil di udara. Ini adalah teknik pengendalian energi Qi yang tinggi, yang membuat seorang praktisi dapat melayang diam, kokoh tidak terpengaruh hembusan angin kencang.
Di depan mereka, ada satu kapal roh yang cukup besar, di geladak kapal itu, pasukan mulai bersiap-siap dalam pertempuran, menjaga diri dari dua sosok melayang itu.
Seorang laki-laki setengah baya, mengenakan pakaian rapi dengan gagah, terlihat seperti master sekte lantas maju ke depan, berdiri gagah dan suara lainnya terdengar berteriak lantang,
"Master Zhuo Qi dari Sekte Mandasor Dataran Timur meminta audiensi" kata-kata protokol dari kumpulan orang banyak berteriak, ketika pria setengah baya itu berdiri angkuh, berada di ujung depan di anjungan kapal.
Mungkin mereka mengira ketika mendengar nama Sekte Mandasor mereka disebutkan, dua manusia yang menghadang kapal itu akan pergi mengambil langkah seribu. Biasanya, ketika penjahat-penjahat dunia Timur mendengar nama Sekte Mandasor, mereka akan beringsut-ingsut pergi.
Zhuo Qi, master masih menunggu dengan sikap agungnya, kapan dua makhluk bermantel jerami itu pergi dalam ketakutan. Makin lama dia menunggu, makin hatinya dilanda rasa kesal. Dia bertanya-tanya di dalam hati, mengapa dua cecunguk yang menghadang kapal roh mereka tak jua pergi, setelah mendengar nama Sekte Mandasor? Apakah kewibawaan Sekte Mandasor kami tidak pernah terdengar di Selatan sini?
Angin bertiup, lamat-lamat terdengar cekikikan. Bukannya pergi dengan ketakutan, yang ada malahan suara laki-laki bermantel jerami itu terdengar bersuara mengejek. Katanya...
"Sekte Mandasor dari Timur? Mengapa aku belum pernah mendengar nama sekte itu?" cibiran itu nyata-nyata di tumpahkan, dan darah meluap di hati Zhuo Qi.
Tak puas sampai disitu, sosok yang satunya yang rupanya adalah satu perempuan, memperdengarkan suara tertawa keras dalam nada menghina.
"Hihi.. dia pikir dia siapa" pelan tapi jelas di dengar.
Zhuo Qi Master Sekte Mandasor itu, masih mencoba mempertahankan sikap agungnya, kendati didalam hati dia telah terbakar dalam amarah.
"Tolong sebutkan nama tuan berdua, serta apa maksud kalian menghadang kapal roh Sekte Mandasor kami?
Jika memang kalian adalah kaum rimba hijau dan mengingin sedekah, jangan ragu-ragu meminta pada tuan ini" Zhuo Qi balas mengejek dengan mengatakan dua penghadang itu adalah kaum perampok dunia rimba hijau. ini adalah semacam hinaan secara terbuka.
Akan tetapi Zhuo Qi kembali kecele. Dua penghadang itu tidak terlihat marah sama sekali. Yang ada malahan sosok yang bersuara perempuan itu balas mengejek,
"Cih.. Sungguh arogan. Aku mendengar kabar burung di Dunia Wulin. Konon kalian adalah satu sekte Bintang Delapan yang gagal menjadi sekte Bintang Sembilan, setelah master sekte gagal menerobos menjadi Saint Level lima.
Namun sekarang aku secara mata telanjang melihat sendiri. Kegagalan menerobos menjadi Saint level lima, lebih banyak dipengaruhi keangkuhan master sekte"
"Kau begitu berani merendahkan orang-orang Rimba Hijau, dengan mengejek akan memberi sumbangan? aku ingin melihat. Apa kata orang-orang Rimba Hijau itu jikalau mendengar sekte yang gagal menjadi Sekte Bintang Sembilan, berkata-kata penuh hinaan !" Dia, perempuan bermantel jerami itu mengakhiri hinaan dengan berani.
(Rimba Hijau adalah dunia Kaum penjahat dan perampok yang dikuasai sekte atau asosiasi tertentu).
__ADS_1
"Tutup mulutmu perempuan iblis !" bentak Zhuo Qi.
"Katakan terus terang apa maksud kalian berdua !" Master Sekte Mandasor itu mulai tidak menahan amarahnya.
Laki-laki, sosok yang satunya lagi yang sejak tadi tidak banyak bicara, kini berbicara dengan tegas.
"Berikan undangan Pelelangan yang diadakan Asosiasi Pelelangan Tuan Yong. Aku jamin setelah kalian menyerahkan benda itu, kami tidak akan mempersulit kalian !" tegas suara pria mantel jerami itu.
Wajah Zhuo Qi berubah jelek. Katanya..
"Aku mengerti. Jadi kalian bukan kelompok pengejar harta. Tapi kalian adalah orang-orang pengejar Tiket Undangan ini " kata Zhuo Qi sambil melambaikan selembar undangan yang terbuat dari lempengan perak.
"Mari kita bertaruh !" kata Zhuo Qi.
Dia lantas meletakkan undangan perak itu di atas papan di anjungan kapal, kata nya.
"Aku menantang perempuan itu !"dia menunjuk ke arah sosok bermantel jerami yang suaranya jelas adalah seorang perempuan. Katanya.
"Jika perempuan itu dapat mengalahkan ku dengan bertahan atas sepuluh pukulan pedang, maka aku Zhuo Qi Master Sekte Mandasor datara Timur mengaku kalah, lalu akan menyerahkan tiket undangan itu pada kalian berdua...
Sebaliknya, jika kamu kalah.. aku meminta kamu memenggal tangan kananmu !" kata Zhuo Qi kepada perempuan bermantel jerami. Sejak awal dia memang telah banyak menyimpan amarahnya.
"Setuju !" jawab perempuan mantel jerami.
Zhuo Qi seketika kaget. Selembar tiket undangan di gantikan dengan sebelah tangan, adalah hal yang tidak seimbang. Ini berarti bahwa dia, perempuan itu memiliki kepandaian yang tidak tertebak. Zhuo Qi lantas berubah menjadi sangat hati-hati.
"Kamu dapat memulai serangan sekarang !" kata perempuan mantel jerami.
Zhuo Qi melihat ini sebagai sebuah kesempatan. Dia tak malu-malu memulai serangannya..
"Kalau demikian aku tak akan sungkan-sungkan. Jaga serangan"
Tubuh Zhuo Qi berubah menjadi gulungan angin. Hawa pedang mencuat. Dia lenyap dan tiba-tiba telah berada di depan perempuan mantel jerami.
"Pedang Menerobos Mega !" pedang di tangannya berubah menjadi kilat dan langsung mengunci leher perempuan mantel jerami. Suara pedang nya terdengar berdesir seperti angin.
Zhuo Qi terkejut ketika ujung pedang yang dekat sekitar satu jengkal dari leher perempuan itu, tiba-tiba bergeser seolah ditepis dengan sat kekuatan besar.
__ADS_1
Wush !
Sodokan pedang lolos, perempuan itu bergeser pelan dan Zhuo Qi terdorong maju, melayang oleh karena kehilangan kesimbangan.
"Pukulan pertama !" kata perempuan itu.
Zhuo Qi seketika semakin waspada. Teknik Pedang Menerobos Mega itu lolos seperti menusuk asap. Dia mengayunkan sekali lagi pedang dan mengubah serangan "Pedang menebas semesta !". Suara mencicit terdengar ketika kembali pedang di tangannya menusuk dengan gelombang seperti badai antariksa.
Wush ! gagal lagi karena perempuan itu lincah dan tangkas seperti angin. Zhuo Qi semakin marah. Pedang nya dia putar membentuk bianglala. Sodokan penuh kekuatan sembilan puluh bagian kembali terlepas.
Plak ! Plak .. Perempuan itu hanya memutar tubuh dalam jumpalitan 360 derajat sudutnya, dan tebasan demi tebasan itu lolos tidak pernah menyentuh seujung rambut pun, dari si mantel jerami.
'Pukulan ketiga. ke empat !... pukulan ke sembilan !"
Begitu dia perempuan itu mengatakan pukulan kesembilan dari Zhuo Qi telah selesai. Suaranya kini terdengar dingin..
"Kamu telah sembilan kali menusuk ku, ijinkan kamu menahan satu tusukan pedang ku !"
Tanpa di tahu-tahu, tiba-tiba di tangan perempuan itu telah ada satu pedang yang terlihat biasa-biasa saja. Dalam hati Zhuo Qi tertawa senang..
"Perempuan ini meskipun memiliki kepandaian tinggi, akan tetapi di bodoh. Dengan pedang karatan itu, tak mungkin akan ada manfaatnya ketika melawan seseorang yang mengenakan armor surgawi" bibirnya melebar dalam cibiran.
Tapi.. senyuman mencibir itu hilang seketika. Pedang karatan di tangan perempuan itu berubah warna menjadi Jingga. Chayanya demikian kuat, sampai-sampai warna langit yang berubah semakin gelap, terlihat kembali seperti petang, terpengaruh pendang jingga di tangan perempuan itu.
Tidak hanya di situ. Udara membeku dengan cepat, dan sinar jingga itu dilepaskan menghantam Zhuo Qi ketika perempuan itu melambai kan pedang nya dengan pelan.
Zhuo Qi terlempar brutal, terjatuh di ladang gandum dalam keadaan menggigil kedinginan. Beruntung lawannya tidak berniat jahat dengan mengambil nyawanya. Saat itu, dengan jeritan semua pengikut Sekte Mandasor, dia ditolong anak buahnya yang melompat terbang turun melihat keadaannya.
Sementara itu, pria mantel jerami melambaikan tangan, dan undangan perak itu lenyap di genggamannya. Kedua orang itu hilang dengan sekali mengemposkan kekuatan.
Ye Bing Qing dari bawah menyaksikan atraksi itu terdiam.
“Energi Es yang mirip dengan Energi Hati Lembut Teratai Salju” batinnya.
Bersambung
__ADS_1
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan berkarya dengan novel lanjutan RDRP ini. Terima kasih <3