
Hawa di Gurun Walapra menjelang kentongan kelima dibunyikan, telah berubah tidak sedingin sebelumnya, tatkala musim salju aneh turun dari langit secara tiba-tiba, membuatpadang kering itu menjadi kawasan bersalju.
Namun tidak ada seorangpun yang berani menanyakan hal itu kepada sosok tuan penolong mereka, an mereka hanya menerka-nerka, kalau Sang Tuan Penolong ini lah yang melakukan tindakan memanipulasi alam, mendatangkan Salju di Gurun Walapra.
Sima Yong lantas melanjutkan interogasinya dan menanyakan kekuatan tiga klan lainnya pada Kinnara laki-laki bernama Baroma Lam itu.
"Aku tidak memiliki informasi apa-apa tentang Empat Klan mata angin yang berkuasa selain Tuan Kota Perdamaian.
Dapatkah anda menjelaskan tiga klan lainnya?" tanya Sima Yong memancing.
"Tentu saja tuan. Dengan senang hati Kinnara ini akan memberitahukan semua yang aku tahu tentang empat klan mata angin" jawab Baroma Lam cepat. Dia lalu melanjutkan..
"Klan Timur dikuasai dan dikendalikan oleh keturunan Ghoul, dengan nama Klan Hantu Timur".
"Keturunan ras Ghoul ini pada awalnya diriwayatkan sebagai anak-anak iblis itu sendiri. Mereka pada dasarnya dikendalikan oleh ras iblis, namun keberadaan ras iblis di realm ini tidak ada, sehingga mereka bertindak atas nama Ghoul sendiri" cerita Baroma Lam.
"Konon keturunan ras Ghoul ini adalah kelompok kultivator yang memiliki sedikit kemampuan mengendalikan energi jiwa sehingga mereka sering mempraktekkan sihir di dalam pertempuran.
Sifat utama ras Ghoul ini adalah suka dengan harta benda duniawi, dan mereka tak pernah merasa puas untuk selalu mengumpulkan benda-benda seperti uang (eliksir tentunya) dan juga emas sampai bertimbun-timbun"
Diam-diam Sima Yong mulai menyimpulkan sesuatu ketika mendengar kisah ras Ghoul ini. Dia memberi kode agar Baroma Lam meneruskan kisahnya dan tak perlu terganggu dengan mimik kaget yang kadang muncul di wajah Sima Yong.
"Konon karena selalu tidak pernah merasa puas dengan harta benda emas dan eliksir yang mereka miliki, ras Ghoul ini selalu merampok para pengembara yang berada di tepian hutan, atau di padang gurun sepi yang tidak dilewati orang lain.
Karena berasal dari Benua Tengah yang memang bayak gurun nya, ketika memilih bermigrasi ke Realm ini, hampir semua keturunan Ghoul ini akan memilih untuk tinggal di gurun-gurun pasir atau di tepian padang gurun lainnya..."
Sebagai contoh, Klan Ghoul Kota Perdamaian itu memilih untuk tinggal di bagian Timur kota, tepat di samping gerbang timur Kota Perdamaian, yang di seberangnya terdapat Gurun Walapra ini" pungkas Baroma. Wajahnya tercermin sedikit ketakutan tatkaa menceritakan tentang Klan Ghoul Hantu Timur.
Sima Yong memperhatikan kegelisahan pria Kinnara itu dan menenangkannya.
"Kamu tak perlu kuatir. Aku telah melakukan pemindaian dengan benak, hingga sepuluh lie jauhnya.
Penglihatan mata batinku memberi informasi, kalau tak ada mahluk hidup lain di jarak sepuluh lie selain kelompok kita saja.
__ADS_1
Lalu kamu dapat melanjutkan cerita mu, tanpa perlu takut dengan Ghoul-ghoul itu.." kata Sima Yong menenangkan.
Dia bahkan menambahkan satu kesimpulan,
"Bahkan ketika mendengar kisahmu ini, aku menjadi bertanya-tanya.. Apakah tiga mahluk bertudung hitam tadi adalah ahli-ahli dari Klan Ghoul itu? Hmm mari kita lihat saja nanti" kata Sima Yong.
"Baiklah tuan, ...
Baroma akan melanjutkan"
Konon di dalam pelatihan kultivasi mereka, kelompok Klan Timur Ghoul ini menerapkan teknik gelap, yaitu memakan mayat manusia atau mahluk-mahluk lainnya yang berubah wujud menjadi manusia.
Mereka gemar untuk bersembunyi di tempat pemakaman, lalu diam-diam menyentuh jenazah yang baru saja dikebumikan, demi pencapaian kultivasi sihir maupun tempur.
Semakin mulia ras dan kultivasi makhluk yang dia santap, semakin cepat pula kultivasi ras Ghoul itu meningkat ke ranah yang lebih mengejutkan" pungkas Baroma Lam dengan jijik.
Hening sejenak, dan Baroma melanjutkan kisahnya setelah itu.
"Kita akan mendengar Klan lainnya tuan" kata Baroma.
"Teruskan saja kisahmu. Aku menyimak" kata anak muda itu.
Dengan memilih nama keluarga iu, Klan penguasa barat kota dikenal dengan sebutan Klan Murong"
"Ceritakan tentang Klan Murong ini" kata Sima Yong.
***
"Tidak banyak yang dapat diceritakan tentang Klan Murong ini. Namun seisi Kota Perdamaian tahu pasti, sebagai keturunan ras Qilin di realm ini, semua anggota keluarga Murong ini sosok orang-orang yang lembut dan pembawa keberuntungan.
Konon sebagai pembawa damai, keluarga Murong ini akan muncul ketika akan terjadi acara kelahiran atau kematian. Orang-orang Klan Murong ini dengan sangat murah hati akan membagikan sedikit harta kekayaan mereka pada keluarga yang dilanda peristiwa kedukaan atau perasaan sukacita karena proses kelahiran anggota keluarga baru"
Sima Yong mengangguk-angguk kepala mendengar cerita keluarga Muring, sementara Baroma Lam menatap Sima Yong dengan segan, seakan ingin mengkonfirmasi apakah dia dapat melanjutkan kisah empat klan besar itu.
Sima Yong memberi kode, "Lanjutkan ceritamu" lalu Baroma Lam kembali bertutur.
__ADS_1
"Yang terakhir ini adalah Ini adalah klan paling misterius diantara Empat Klan Mata Angin itu.
Klan ini bernama Klan Tengu, menduduki kota bagian selatan. Tengu sendiri berasal dari bahasa Benua Timur yang kisah asal muasalnya adalah merupakan keturunan Anjing Kayangan.
Tengu atau Anjing Kayangan ini ketika dilanda rasa marah, mereka dapat melampiaskan kemarahan dengan mendatangkan bencana bagi dunia"
Tentu saja Sima Yong terkejut. Tengu ini terdengar seperti berasal dari Benua Timur, menguasai elemen alam dan dapat mendatangkan bencana ketika marah.
"Apakah Tengu ini sama dengan Bijuu?" tanya Sima Yong.
"Beda tuanku. Bijuu adalah makhluk berekor lebih dari satu. Sedangkan Tengu adalah makhluk kahyangan.
Tengu sendiri terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah Daitengu, yang selalu bersembunyi di hutan-hutan sepi dan menjadi pertapa alim dan bijaksana, terkadang digadang-gadangkan sebagai dewa.
Meskipun sulit ditebak akan sifatnya, namun ketika seseorang memiliki keberuntungan bertemu Tengu si pertapa, orang itu dapat meminta nasihat dan petunjuk akan teknik bela diri atau sastra dan seni, karena Pertapa Tengu ini adalah makhluk bijaksana dari Kahyangan.
Niscaya setelah memperoleh petunjuk teknik pernafasan atau teknik pedang atau kepandaian sastra dan seni dari sang Pertapa Tengu, siapapun akan memiliki kemampuan beladiri dan seni yang konon mendekati kemampuan dewa-dewa" jelas Baroma Lam dengan mata seperti orang yang rindu akan sesuatu.
Tentu saja, meskipun kemampuannya dalam seni bela diri lemah, namun Baroma si Kinnara ini memimpikan bertemu Tengu si Pertapa, dan meminta petunjuk atas kemampuan sastra seni dan kemampuan bermusiknya.
"Bukankah kamu mengatakan bahwa Pertapa Tengu diam di hutan-hutan dan menyendiri. Lalu siapa yang berkedudukan di Kota Perdamaian mewakili ras mahluk kayangan itu?" tanya Sima Yong.
"Benar tuanku. Maafkan Baroma yang belum menjelaskan dengan lengkap.
Ras Tengu ini terbagi dalam dua kelompok. Yang pertama telah kita bahas yaitu makhluk kahyangan si Pertapa Tengu.
Sementara yang diam di Kota Perdamaian adalah ras keturunan Tengu lainnya yang di sebut Kotengu.
Kotengu ini dalam prakteknya adalah anak buah atau bawahan dari Daitegu si pertapa. Keahlian mereka kelompok Kotengu ini, jauh lebih lemah dibanding sang pertapa Daitengu.
Kotengu ini memiliki sifat yang kejam, dimana mereka suka menculik manusia dan ternak untuk dimakan. Konon Kotengu ini memiliki atribut gagak, dengan sayap hitam gelap yang sangat besar.
Sifatnya juga senang mengumpulkan benda-benda berharga, dan Kotengu ini sangat gampang marah dan mengamuk, jika dia tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.."
Borama Lam terdiam, kisahnya tentang empat klan mata angin itu membuat dirinya sendiri bergidik membayangkan kelompok sakti dan beberapa diantaranya adalah makhluk yang jahat.
__ADS_1
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan novel ini dengan ide-ide lebih menarik lagi.