Raja Dari Raja Pedang

Raja Dari Raja Pedang
Pertempuran Pagi Hari di Kota Perdamaian


__ADS_3

  Teci sang Griffin itu tak menyangka sama sekali. Ketika sabetan sayap rajawalinya yang mengandung hawa murni Alam Pencerahan Suci Puncak empat akan membelah tubuh Zelk menjadi potongan kecil, sekonyong-konyong suatu energi yang amat dahsyat menghantam serangan pedang dari sayapnya.


"Ini adalah ahli SAINT Surgawi level delapan?" pekik Teci dalam hati. 


   Dia telah mengatur rencana pembunuhan ini sejak awal mereka tiba di Kota Perdamaian. Namun Teci tak menyangka sama sekali, Zelk ternyata adalah anak dari Penatua kecil di Klan Hantu Timur kaum Ghoul. Lebih sialnya lagi, ayah Zelk ini memiliki kultivasi yang tinggi yaitu SAINT Surgawi pada level delapan.


   Teci mengeluh di dalam hati. Dia pasrah ketika merasakan tekanan pedang yang mengandung energi hitam, begitu kuat menekan dadanya, siap-siap merobek seluruh isi tubuhnya. Pedang itu tinggal tiga jengkal lagi dari dada, dan Teci akan menjadi daging tak bernyawa.


"Tamat sudah riwayat ku" tangis Teci di dalam hati.


"Semoga aku berinkarnasi menjadi makhluk yang lebih mulia lagi nanti" doa Teci.


   Griffin besar itu memejamkan matanya. Dia pasrah akan kematiannya. Satu hal yang dia sesali adalah, tidak menyelidiki baik-baik latar belakang Zelk - target kedua yang akan dibunuhnya.


   Ketika Teci khusuk di dalam doa, sekonyong-konyong dia mendengar satu suara dentingan seperti 'Ting !'. Ini seperti suara lonceng kecil yang dibunyikan dalam sekali ketuk.


"Apakah ini berarti aku telah berada di pintu Nirwana? Apakah suara itu adalah pertanda penjaga Nirwana memberi kode untuk menimbang amal budi baik ku semasa hidup?" tanya Teci dalam hati. Dia lantas membuka mata nya.


   Namun bukan pemandangan penjaga pintu Nirwana yang terpampang di hadapannya. Teci melihat dunia mirip membeku - Freeze. Namun ini tidak sungguh-sungguh membeku. Teci merasa dunia bergerak menjadi lambat. Sangat lambat malahan.


   Tak percaya akan penglihatannya, Teci bergerak menghindar tusukan pedang berjarak tiga jengkal itu dengan mudah. Dia lolos dari ujung pedang, namun Dulza dengan tusukan pedang itu masih bergerak lambat sekali, untuk tiba di posisi mana Teci tersungkur tadi.


"i-ini adalah?" pikir Teci tak percaya.


"B-bagaimana mungkin dunia seperti membeku, dan menjadi lambat?"


   Teci tak sempat mendramatisir suasana dengan mengagumi  hal ini. Satu suara yang akrab dan sangat dia kenal, berbisik di benak nya.


"Tunggu apa lagi. Cepat bunuh Ghoul bernama Zelk itu !"


   Seketika Teci memandang ke arah Zelk. Ghoul itu juga mengalami kondisi Freeze, melambat dalam sepi di jauh sana. Teci tak membuang waktu. Kaki Singanya menghentak tanah, tubuhnya melompat tinggi dengan sayap rajawali terkembang besar seperti layar kapal.


   Dalam dua tarikan nafas saja Teci telah berdiri di hadapan Zelk yang berjarak setengah lie itu. Griffin itu lantas melambaikan sayap rajawalinya, seketika kepala Zelk mengeluarkan darah tipis.


"Aku berhasil" 


   Seiring ketika sayap rajawali Teci menebas leher Zelk, sebuah bunyi lonceng samar-samar terdengar 'Ting !' dan dunia kembali bergerak dalam keadaan normal.


Duar !  Tusukan Dulza mengenai tempat kosong.


  Dulza lalu terjatuh ketika ujung pedangnya yang mengenai tempat kosong, seperti membayar daya untuk menghempas tubuhnya bergulingan di tanah. Beruntung Dulza adalah ahli di ranah SAINT. Dengan teknik bergulingan, Dulza memanfaatkan kekuatan jatuhnya.


   Lalu Dulza lebih tercengan lagi ketika samar-samar dia mendengar suara seperti pedang menggorok leher orang..


Sreet !


   Dulza buru-buru membalikkan badan, melihat ke arah suara gorokan itu. Penatua Klan Hantu Timur itu berteriak keras ketika menyadari apa yang terjadi. Dari kejauhan dia melihat sosok berkain besar itu menggorok leher Zelk, anak laki-laki satu-satunya.


   memang benar. Diantara lima anaknya, hanya Zelk satu-satunya yang berjenis kelamin laki-laki. Oleh sebab itu Dulza amat mengasihi Zelk, lebih dari pada  empat anak perempuan lainnya.


  Dengan suara bergetar menahan perih, Dulza berkata..


"Kamu telah mati. Ya kamu mati. Tidak tahukah kamu kalau anak itu adalah anak laki-laki satu-satunya kepunyaanku?" bibir Dulza bergetar sambil merapal mantra.


   Kabut hitam seketika berkumpul dari kehampaan, ketika Dulza melakukan rapalan mantra.  Dari dalam kumpulan kabut gelap itu, tampak keluar banyak sekali tangan-tangan membentuk cakar, dengan kuku yang panjang-panjang, berkilauan dalam warna hitam seperti jelaga. Ini adalah sihir gelap yang memanggil kekuatan dari neraka.


"Bunuh dia !" titah Dulza kepada awan gelap penuh makhluk neraka itu.


"Buat dia sehingga lenyap bahkan tak tersisa dan tidak dapat bereinkarnasi lagi" seru Dulza dengan bola mata yang kini menjadi hitam tanpa ada warna putih sedikitpun.

__ADS_1


   Awan dan kabut gelap mengandung sihir itu tebang seperti hantu, mengunci Teci. Meskipun takut, namun Teci tak menunjukkan kalau dirinya gentar. Bahkan Teci dengan percaya diri, menghimpun energi Qi di kedua sayapnya, bersiap-siap untuk melakukan pertempuran hidup mati.


   Bibir Dulza melengkung dalam senyuman licik. Dia telah yakin makhluk besar itu pasti akan mati. Belum pernah di dalam pengalaman tempur menggunakan sihir ini, dan ada yang pernah lolos dari kematian iblis-iblis dari neraka itu.


   Namun senyuman di wajah Dulza menghilang begitu cepat. Tanpa diduga-duga sebuah energi pedang yang amat besar bergerak cepat akan memotong kabut gelap berisi kumpulan makhluk neraka. Bahkan yang membuat Dulza lebih terkejut lagi adalah, energi Pedang itu dengan menyala dalam balutan cahaya api berwarna hitam dan putih.


"Api Surgawi Hitam Pembakar Jiwa?" teriak Dulza ngeri.


   Tidak membutuhkan waktu yang lama, pedang bersampul Api Hitam Surgawi itu melalap Sihir Gelap dengan mahluk nerakanya. Suara lolongan terdengar membahana tatkala Api Hitam Surgawi membakar energi sihir serta semua kekuatan gelap yang ada di dalamnya. Semua sihir gelap itu berubah menjadi abu dalam satu kedipan mata.


"Lari !" hanya itu yang ada di dalam pikiran Dulza. Lawannya kali ini bukanlah satu sosok yang dapat dia lawan. Ini adalah kekuatan dahsyat ahli di ranah Alam Melintas Immortal - ranah yang hanya akan ada di dalam angan-angan Dulza.


   Dulza melompat ke langit, mencoba bersembunyi di balik awan putih yang mulai banyak tampak, seiring cahaya matahari pagi. Satu hal yang Dulza lupa. Di hadapan ahli-ahli Melintas Immortal itu, kemampuannya sebagai seorang SAINT tak lebih dari sebuah lelucon. Dia hanya butiran debu yang tak berarti.


   Dulza hanya dapat berteriak pasrah ketika sebuah pedang raksasa lainnya, berwarna kristal bening menusuk tubuhnya dari belakang. Gerakan pedang itu seperti disengaja untuk menimbulkan rasa sakit yang mendalam, agar korban menderita sebelum jiwa meninggalkan tubuh fananya. Dulza hanya dapat berteriak kesakitan selama itu.


Bedebum !


   Tubuh Dulza terjatuh dari awan-awan dalam keadaan termutilasi menjadi empat potong. Orang-orang seketika ramai berkumpul setelah mendengar suara ribut-ribut Dulza yang melolong kesakitan dari arah langit.


   Semua menatap ngeri akan potongan tubuh Dulza yang termutilasi dengan rapi, seorang dikerjakan secara akurat oleh ahli pedang ternama.


   Pagi itu Kota Perdamaian dibuat geger dengan kematian tiga orang dari Klan Hantu Putih, klan keturunan Ghoul. Yang membuat orang bertanya-tanya, siapakah ahli yang demikian sakti, membunuh Dulza dengan teknik membelah tubuh yang demikian halusnya.


Tambahan :


   Mungkin ada pembaca yang mulai lupa dengan tingkat kultivasi di novel ini, maka autor akan membuat catatan ulang untuk mempermudah memahami jalan cerita.






Alam Kondensasi Roh




Alam Roh tercerahkan




Alam Bayi Spirit




Alam Spirit Agung



__ADS_1


Alam Raja --> petir kesengsaraan




Alam Tanpa Batas.




Alam Pencerahan Suci (lev 9 terbagi 4 yaitu puncak 1, 1, 3 dan)




Puncak 1 akan terhenti kultivasinya di SAINT lev 1


Puncak 2 akan menjadi SAINT Bumi --> max lev tengah.


Puncak 3 dan 4 dapat menerobos SAINT surgawi dan abadi yang dapat menembus Alam Melintas SAGE.




SAINT --> mortal, bumi, surgawi dan abadi.




Alam Melintas SAGE.




Ancient SAGE




Alam Melintas Abadi




Abadi atau Immortal




Bersambung

__ADS_1


   Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini agak membuat author meneruskan novel ini dengan ide-ide lebih menarik lagi.


__ADS_2