
Dahsyat sungguh tebasan pedang yang di akibatkan lambaian Nangong Rong. Dunia seperti tersedot ke dalam suatu lubang.. hening... dan meledak secara eksplosif ketua dua Ryuu di angkasa tercabik menjadi dua.
Tidak berhenti sampai disitu, rupa-rupanya sisa-sisa energi dari tebasan nangrong secara ajaib dikendalikan kekuatan sang Immortal, terbang dan terlempar jauh, hingga ke arah Barrier Kristal-kristal Es yang telah dibangun dengan buru-buru, oleh makhluk-makhluk mitos lainnya, Ymir.
Duar - duar - duar
Prang - prang ! bunyi ledakan dan bunyi kaca pecah terdengar membahana.
Tanpa disangka-sangka, rupa-rupanya dua makhluk kristal es Ymir, yang berada terdekat dari ledakan cahaya pedang Nangong Rong, hancur berkeping-keping, tersambar, kilatan cahaya Dewa yang berkekuatan absolut tak terbantahkan.
Dua Ymir itu retak-retak seperti pecahan kaca, menyusul meledak dengan butir-butir kristal es dan api tersebar kemana-mana.
Keadaan lantas berubah dimana orang-orang bertambah panik, ketika semua ahli ahli dan praktisi Wilayah utara yang sejak awal awal telah berkumpul di sisi gurun paling ujung, untuk melihat keadaan Penatua Zuo Fen Yong.
Semua berlarian mencari selamat, ketika pecahan-pecahan kristal es dan api Ymir terserak kemana-mana.
"Tolong seseorang atau apapun itu, ahli-ahli yang memiliki kultivasi di atas ranah SAINT, datang menggantikan dua makhluk es Ymir itu !" teriak Baron Wei di sela-sela kesibukannya mencoba memblokir sisa-sisa ledakan tebasan Nangong Rong...
"Tolong lah.. !
Jika tak ada satu tenaga ahli berkekuatan di atas SAINT yang menggantikan kedua Ymir tadi, aku berpikir kalau tidak akan ada harapan lagi bagi semua orang, praktisi-praktisi dan ahli-ahli dataran Utara kami" kembali teriakan di kumandangkan BAron Wei di sela-sela kesibukan tangannya memetik Guzheng Harpa itu.
Tik - tik - tik tik .....
Waktu berlalu demikian cepat... satu kedipan mata, dua kedipan mata, lalu tiga kedipan mata bahkan empat kedipan mata berlalu, tak ada seorangpun yang merasa dirinya layak atau memiliki Ymir yang memiliki kultivasi yang demikian tinggi tadi.
Keadaan kini bukan lagi bertambah kacau. Keadaan yang ada malahan panik melanda, ketika semua orang mulai dilanda putus asa, galau lalu menjerit dalam ketakutan.. ketika Aura Penindasan Absolut dari Sang Immortal mulai merayap melewati barrier, seperti tentakel-tentakel gurita. Kekuatan menindas itu, pelan merayap menyerang di dada, menindih dalam rasa nyeri yang dalam. Semua praktisi Wilayah Utara mulai tertunduk di dalam kesakitan.
Baron Wei sendiri, terlihat makin mempercepat petikan guzheng ditangani dengan mengerahkan 100% kekuatan energi jiwa untuk balas memblokir bahkan menindas dan menghalangi aura jahat Nangong Rong.
Samar-samar jelas terlihat, ada asap putih yang mulai mengepul tipis, memenuhi kepala Elf tua itu. Semua orang sadar sesadar-sadarnya. Itu adalah pertanda bahwa Baron Wei telah mengerahkan kekuatan melebihi titik ******* batas kemampuannya. Mungkin tak lama lagi Elf tua itu akan roboh.
Panik, putus asa, tertindas.. itulah yang dirasakan semua praktisi utara.
Sekonyong-konyong...
Tanpa diminta-minta dan tanpa di duga sama sekali, tampak terlihat dua sosok tubuh manusia berkelebat ke sisi dimana Ymir sebelumnya hancur berkeping-keping, terkena sisa tebasan pedang Sang Immortal.
Ketika dua bayangan itu menggantikan posisi kosong, lalu menyalurkan energi berhawa murni ke array Barrier itu, kejadian ajaib terlihat. Delapan sisa Ymir itu menjadi bersemangat dan dengan bantuan dua tenaga ahli yang baru bergabung...secara ajaib dan tiba-tiba dinding penghalang barrier kembali terbentuk. Menjulang... tinggi menembus awan-awan.
Semua orang seketika merasa lega melihat Barrier penghalang terbentuk.
"Kami aman !"
"Dewa melindungi kami semua !"
Mereka kemudian dilanda rasa penasaran, lalu berbalik memperhatikan baik-baik, siapakah sosok dua manusia itu yang perkasa itu?
Kenyataan nya seketika membuat semua tersentak. Ternyata yang menggantikan makhluk es yang Ymir adalah Tuan Fei Ma dan Sastrawan Mei RenYu.
Sontak saja semua orang ahli ahli dan praktisi dari wilayah utara mulai berseru-seru, memuji muji dan mengelu-elukan Tuan Fei Ma dan Sastrawan Mei Renyu.
__ADS_1
"Hidup Tuan Fei Ma !"
"Hidup Sastrawan Mei RenYu !"
"Hidup SAGE Fei Ma !"
"Hidup kuasi SAGE Meirenyu !"
Begitu riuh terdengar puja dan puji mengelu-elukan dua pahlawan itu..
"Hore.. kita selamat ! kita selamat !"
"Hidup Praktis datara utara !"
"Pada akhirnya kita orang-orang Utara selamat dari penindasan sang Immortality !"
Demikian gegap gempita suara teriakan di balik Barrier es tersebut. Isinya adalah diskusi dan teriakan, memuji ketangkasan dua orang itu'
Memang kenyataan yang terjadi adalah, setelah tembok barrier es terbentuk, maka dengan sendirinya semua hawa penindasan yang berkekuatan absolut dan menghancurkan lenyap seketika.
Semua orang dengan gembira bersiap-siap untuk pergi meninggalkan arena pertempuran di Gurun Terkutuk dan tidak akan kembali lagi.
Dengan suara yang lantang Baron We memerintahkan semua orang agar meninggalkan area tertutup Barrier itu.
"Ayo...
kita semua harus segera pergi meninggalkan tempat terkutuk ini.
"Aku memperkirakan, paling lama daya tahan barrier itu hanya mampu menghalangi kekuatan Immortality tersebut.
Dia akan mampu melindungi kita selama satu jam melarikan diri.
Saat ini, tempat ter-aman bagi kalian, adalah kalian mengikuti kemana aku pergi. Aku akan membawa kalian ke suatu tempat di mana terdapat domain tersembunyi, tempat tinggal sisa-sisa kaum Elf kuno !"
Tentu saja kata-kata Baron wei ini membuat semua orang meluap di dalam rasa bahagia. "Kita harus bersembunyi jauh-jauh, karena Immortal itu jelas-jelas akan memburu semua ahli beladiri wilayah utara" begitu bisik-bisik yang terdengar.
Ketika itu, semua orang baru saja akan menjejakkan kaki lalu akan melompat ke udara untuk melakukan mode penerbangan, tiba-tiba...
Suittt .. suara mencicit terdengar. Aura pedang timbul !.
Tanpa disangka-sangka, seberkas cahaya yang mengandung energi niat pedang, muncul keluar dari titik paling terkecil dari cacat diantara barier es itu.
Lalu dengan kekuatan Niat Pedang maha dahsyat, lalu bergabung dengan kekuatan absolut Immortal tersisa, niat pedang itu menggores secara acar, sembarangan dan ajaib.
MAlang tak dapat ditolak, Tuan Fei Ma dan Sastrawan Meirenyu yang masih berada tak jauh dari tempat mereka menyalurkan energi untuk membuat barrier itu, tergores kekuatan Nia Pedang.
Blam !
Suara keras goresan niat pedang itu menghilang, setelah selesai dengan goresan tipis tapi berdampak luar biasa. Dengan suara keras menghantam tanah berpasir, terdengar rintihan tatkala dua ahli Sage dan alam melintas Sage itu terjatuh dari ketinggian hanya satu tombak mode penerbangan keduanya.
__ADS_1
Sontak saja jeritan terdengar dari orang-orang penghuni Balai harta Azalea, Praktisi Istana Kelelawar dan murid-murid dari Sekte Pedang Awan. Suasana suka cita seketika berubah menjadi duka cita.
Sambil mencucurkan air mata, Master dari Sekte Pedang Awan - Peng Fai menjejakkan kaki menghampiri dua sosok yang sekarat itu.
Meirenyu merintih pelan sambil di peluk Peng Fai..
"Pergilah kalian.. tinggalkan saja kami berdua disini. Jangan sia-siakan pengorbanan kami" itu adalah kata-kata terakhir Sastrawan Meirenyu, sebelum dia pada akhirnya berhenti bernafas.
Peng Fai tak dapat membendung air mata yang mengalir seperti air. Dia memeluk Tuan Fei Ma...
"M-maste Pedang Awan, kelak ketika tuan muda Sima Yong datang kembali...
T-tolong balaskan dendam ini"
Dua ahli SAGE dan Kuasi SAGE itu mengakhiri perjalanannya di dunia, dalam pelukan Peng Fai..
Langit terlihat berduka, suara guntur terdengar, petir dan kilat saling menyambar mengiringi kepergian dua ahli dari utara itu Tuan Fei Ma dan Sastrawan Mei RenYu.
Dengan tidak menyia-nyiakan waktu lagi, Jiang Fai sang Master Sekte Pedang Awan bersama dengan murid-murid sekte itu, membawa jasad dari 2 ahli yang tewas tersebut.
Tidak usah menunggu terlalu lama untuk mengubah suasana hiruk pikuk dan rusuh tadi, untuk mengubah keadaan di dalam barrier es untuk menjadi sepi seperti kuburan. Semua praktisi dan ahli-ahli meninggalkan gurun terkutuk dengan kapal roh maupun kemampuan terbang yang paling baik..
***
Satu jam kemudian... setelah barrier es itu retak-retak, Nangon Rong Sang Immortality muncul dengan rasa amarah yang menyala-nyala. Namun sayang sekali, Sang Immortality hanyalah mendapatkan sisa-sisa jejak di tanah berpasir, sepi tanpa satu makhluk hidup sama sekali.
"Aku akan membunuh kalian kelak!
Lihat saja nanti, ketika aku menemui keberadaan kalian orang-orang utara, aku akan mencabik-cabik kalian menjadi gumpalan kecil sampai tidak dikenali sama sekali".
Kemudian di dalam kemarahan nya, Sang Immortality menggores langit dengan pedang, yang lantas terlihat langit menumpahkan kekuatan absolut tidak terbantahkan untuk membelah gurun terkutuk terbelah menjadi dua. Belahan itu yang akan membatasi kawasan Utara menjadi celah dalam sedalam jurang.
Mulai saat itu ... kawasan utara dari Benua silver menjadi daerah atau tempat terlarang yang tidak boleh dikunjungi oleh siapapun.
Adapun celah, yang lebar dan dalam berbentuk jurang itu lama kelamaan membentuk aliran sungai di bawah sana, di kedalaman jurang dan tidak ada seorangpun yang dapat melintasi perbatasan itu.
Kemudian Nangong Rong mengangkat dirinya dengan gelar tertinggi, yaitu Dewa Pedang Benua Silver. Dia memerintah di benua itu sebagai Immortality. Kekuatan Tanpa Batas, tak tertandingi di seluruh benua tersebut
Nangong Rong lalu memasang banyak sekali penjaga di tepian jurang yang membatasi jurang tertutup dengan kawasan di seberang sana sambil sesekali mengerahkan seluruh kaki tangannya para SAINT atau SAGE untuk berpatroli mencari cari keberadaan praktisi-praktisi dataran utara.
Akan tetapi semenjak kejadian pertempuran di padang gurun terkutuk itu, kawasan Utara sana, kini menjadi kawasan yang sepi dan hanya dikunjungi bahkan hanya ditinggali oleh orang-orang biasa kaum mortal atau kaum fana saja.
Tidak pernah lagi terdapat seorang praktisi atau kultivator yang memiliki ilmu pengetahuan teknik beladiri apalagi teknik dalam kekuatan jiwa di dataran utara.
Waktu pun berlalu dan hingga sekarang masih menjadi pertanyaan. Kemanakah perginya para ahli-ahli tenaga cultivator, semua praktisi dari Benua Silver bagian utara itu bersembunyi? Hingga saat ini ada seorang pun yang tahu dimana keberadaan mereka semua. Seperti lenyap ditelan bumi.
NB : Kalau kalian menanyakan keberadaan Yu Long dan Lin Hong, dua praktisi itu juga sedang sekarat di rawat Alkemis Jiang Fai.
Bersambung
Dear pembaca, mohon untuk dukungan memberi like dan auto favorit novel ini akan membuat autor lebih bersemangat meneruskan penulisan novel ini dengan ide-ide yang lebih menarik lagi tentunya.
__ADS_1